Selasa, 15 November 2011

Menjadi Pelacur Karena Dijual Mantan Suami, Kini Tetap Melacur Demi Anak Yang Masih Sekolah

Sepulang kuliah malam, aku memutuskan untuk berjalan – jalan menikmati malam. mumpung lagi gak hujan, pikirku.
Sekitar pukul 20.30 malam, aku bertemu dengan seorang wanita berbaju pink. Aku sempat mengambil gambarnya dari kejauhan. Dan sungguh tak disangka ia menegurku duluan, “kak, kesini sikit berhenti keretanya”. (kereta = sepeda motor di kotaku).

Tiba – tiba aku bengong dan terkejut lalu meminggirkan motorku dekat dengannya, tanpa turun dari motor aku bertanya, “kakak ngapain disini malam – malam? gak takut diculik orang?”. Dengan santai nya dia menjawab, “cari duetlah aku untuk anak ku sekolah”. “wah, berapa umur anaknya kak”, tanyaku lagi. Dengan semakin santai dan tetap melambaikan tangan kepada pengguna jalan ia pun menjawab, “anak ku udah SMP umrnya 14 tahun”. Lalu Kami pun berkenalan, sebutlah namanya Ica (30 tahun).

Ooo begitu ya kak, jadi udah besarlah ya anaknya kak. Suami kakak mana? Kenapa ‘gak dia aja yang cari uang?” tanyaku semakin ingin tahu. “ah, lakik ku ntah kemana pun, udah cere kami. Aku me-lonte sejak 15 taon yang lalu karena dijualnya aku dipinggir jalan, jadi sekarang aku ngurus dan biayain anak ku sekolah dengan me-lonte gini. Walaupun aku me-lonte, aku ada alasan, anakku harus tetap sekolah.

1319560819378853138
image - google.com

Aku beda sama lonte-lonte lain, mereka cari uang untuk ‘nyabu tros untuk gendaknya”, katanya dengan emosi tapi tangan nya tetap melambai, hai – hai mampir donkk sini, ucapnya genit pada pengendara motor yang lewat.
Aku Cuma terdiam mendengar perkataan nya, pikiranku menerawang entah kemana. Tiba – tiba dia berkata, “ah, kakak pulang aja lah, aku mau dinas dulu, keburu datang satpol PP dan trantib”. Oiia, pulanglah aku ya kak, selamat bertugas, pamitku.
Kesimpulan yang ku dapati adalah demi membiayai anaknya, maka ia tetap menjadi PSK, sejak 15 tahun yang lalu. Sungguh, aku terharu melihat perjuangan nya. Betapa ia menyayangi darah dagingnya. Ia adalah sosok ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya. Mereka adalah korban dari keganasan zaman dalam lingkaran ekonomi yang semakin sulit, dimana biaya sekolahpun cukup mahal.

Selamat Malam


Auda Zaschkya

Tidak ada komentar: