Jumat, 17 Februari 2012

Waspadai Pengguna “Nakal” di Media Online!

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sudah sangat pesat berkembang di seluruh dunia. Salah satunya yaitu Internet yang digunakan oleh manusia untuk saling berinteraksi karena Manusia adalah makhluk social yang sudah pasti tidak dapat hidup tanpa orang lain.
13293149461624901918
image from google
Di Indonesia sendiri sangat banyak pengguna dari layanan internet, maka dari itu kini sudah sangat banyak dari provider telekomunikasi yang memberikan paket internet dari yang mahal sampai yang termurah. Dan sudah pasti, setiap individu yang pandai mengakses internet sudah memiliki akun jejaring social.
Dewasa ini, akun jejaring social semisal facebook, twitter dan G+ sudah menjadi kebutuhan kita. Selain itu kita diberikan kesempatan menulis di Kompasiana ini agar kita dapat saling berbagi antar sesama pengguna lain agar tetap berhubungan baik. Tak jarang juga, bagi kita yang memiliki akun Yahoo Massanger (YM) memberikan alamat YM kita tersebut kepada orang lain, alasannya cukup jelas yaitu hanya untuk melanjutkan silaturahmi (berinteraksi) meski di dunia maya.
Namun sangat disayangkan, penggunaan media online ini makin berpotensi untuk berbuat yang tidak senonoh. Juga sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang hanya ingin “nikmat sesaat”. Mengapa saya katakan demikian? Terlebih dahulu sebagai contoh, Silahkan baca tulisan saya yang inihttp://kesehatan.kompasiana.com/seksologi/2011/10/24/kenal-psikopat-di-dunia-maya-keperawanan-pun-melayang/ dan juga di banyak media lainnya.
Terkait dengan permasalahan tersebut, saya memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan tentang media online ini. Berawal dari kompasiana, beliau sebut saja Budi meng-add saya. Kemudian ia memberikan nomor ponselnya, serta meng-add juga facebook saya (ada di profil kompasiana). Didasari oleh interaksi tadi, atas permintaannya saya berikan nomor ponsel saya. Kemudian dia langsung menghubungi saya dan berbicara panjang lebar (seputar tulisan reportase saya di kompasiana), jugameng-add ID Ym saya. Saya tertarik Cuma tentang tulisan yang kita bahas. Selanjutnya dia sering mengirimkan saya SMS ke no ponsel saya tersebut bertuliskan pujian ini itu (saya rasa tidak penting), toh kita baru saja berkenalan.
Saya memiliki dua no ponsel dan kebetulan nomor ponsel yang saya berikan padanya jarang saya bawa bila berpergian. Tak ayal SMSnya tak terbalas saat itu juga bila saya diluar rumah. Lalu dia mulai mengirim SMS dengan kata-kata kasar dan bilang BYE. Sepengetahuan saya bye itu adalah ucapan yang digunakan seseorang untuk mengatakan selamat tinggal, namun yang lucunya dia masih terus mengirim SMS pada saya. Pertanyaan saya, dimana letak fungsi kata BYE tadi? Selanjutnya, ia menghapus pertemanan kami di FB, YM dan Kompasiana. Ooo ya sudah, mungkin dia tak nyaman berinteraksi dengan saya.
Lama tak berhubungan via dunia maya ini lagi, beberapa hari yang lalu ia meng-add YM saya lagi. Saya confirm donkk,, kan interaksi (positive saja pemikiran saya). Tak disangka ia malah mengirimkan pesan yang berisikan tentang “kondisi perlakuannya” nya saat itu (tanda petik dua berarti negative). Juga ia mempersilahkan saya untuk membuka Cameranya (ia ingin live show di depan saya melalui webcam). Jujur saya terkejut dan menolak permintaannya serta mengatakan bahwa saya tidak nyaman. Namun berulang kali dia mengirimkan itu. Jengah juga saya, kemudian saya mem-block ID YMnya. Sudah aman, pikir saya.
Dan saya cukup dikejutkan lagi sewaktu saya memposting cerpen di event KCV di Fiksiana Community,  tiba-tiba ia mengomentari postingan saya tersebut sekaligus menyertakan salah satu link you tube (yang tidak pantas), lalu saya menghapus komentarnya. Tak Cuma sampai disitu, ia juga mengirim pesan ke kompasiana saya menceritakan perlakuan negatifnya yang saat itu sedang ia lakukan. Tentu saja tidak saya tanggapi. Cukup jengah saya atas perilakunya tersebut. Memangnya saya perempuan apa? Begini-begini saya masih punya etika bila berkomunikasi di dunia maya.
Kejadian seperti ini juga sudah pernah saya alami juga sejak beberapa tahun yang lalu namun dengan pria yang berbeda sehingga mental saya cukup teruji dalam menghadapi hal-hal yang mengganggu seperti ini sehingga saya dapat memberikan beberapa tips, yaitu Jangan memberikan nomor ponsel dan Jangan memberikan akun facebook, YM, twitter atau SKYPE.
Harapan saya, Selaku sesama pengguna media online, sudah selayaknya mementingkan Etika agar interaksi dan komunikasi yang kita lalui dapat terasa nyaman serta Internet ini dapat bermanfaat. Semoga penuturan dan kesalahan saya ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Tidak ada komentar: