Kamis, 26 April 2012

For my baby, My sweetheart.

Aku sadar diri, aku bukan apa-apa.Mungkin Aku hanyalah kelingking di jari kakimu, namun aku lah wanita yang dengan tulus mencintaimu walau kau belum bisa melihat ketulusanku dan belum mau mengganggap ku ada. 

Semakin hari, entah mengapa rasa cintaku padamu semakin besar, bang. Aku rela berkali-kali menangis jika kau tak bersamaku. Pasti kau tahu aku, kan? aku tak bisa bila tanpamu. Banyaknya isi kepalaku tak mampu kutuliskan jika tak melihatmu. Inspirasiku seakan terbuang sia-sia bila kau tak bersamaku. 

Entah mengapa air mataku seolah tak mau mengering bila sedang mengingatmu. Apalagi dissaat aku ingin tidur. Tak peduli itu siang ataupun tengah malam setelah aku menunggumu online juga. kau tahu sayang? selain memang hobbyku, untukmu aku bertahan menulis, karena motivasimu aku sanggup menghadapi cercaan orang itu, namun seolah kau lepas tangan setelah membuat satu postingan tentangku. Kau kira cercaan sudah dihentikan olehnya? Tidak sayang.. dia tak pernah berhentit menguntitku.Aku membutuhkanmu sebagai pembelaku, sebagai cinta dalam hidupku. Tunjukkan fungsimu sayang.. 


Bang, kenapa tak menemuiku?. Aku tahu kau selalu online, namu kau tak membalas pesanku, konon lagi memanggilku di chatting. Aku sangat merindukanmu, hari ini tepat seminggu kita tak bertemu, apa selamanya kita akan begini, bang? apakah tak ada niat darimu untuk berubah untuk lebih memperhatikan aku?

Tolong, berhentilah melakukan ini padaku. Bila kau benar-benar mencintaiku, tunjukkan, sayang. Jikalau kau sungguh-sungguh mencintaiku, sesulit apapun kau pasti berusaha menemuiku. Dimana letak kesalahanku hingga berkali-kali kau menyakiti hatiku dengan hukumanmu ini?. Berbulan-bulan aku bertahan mencintaimu, namun perlakuanmu padaku tetap sama. Tak pernah kau indakan permohonanku untuk memiliki telepon. Aku tak tahu, mungkinpun kau punya telepon namun tak kau berikan nomornnya padaku karena kau takut aku mengganggu aktifitasmu. Aku mengerti kekhawatiranmu, namun aku juga mengerti dan tahu diri, tak mungkin aku menghubungimu disaat-saat kau sedang bekerja.

Kau tahu sayang? Haidku sudah 3 minggu menjelang sebulan tak kering-kering juga. Sumpah, aku takut.. Belum lagi banyak saran dari dokter Rumah Sakit, dokter Puskesmas dan penjual obat di apotik yang menyarankanku untuk menikah dan segera hamil supaya aku sembuh.

Langsung aku teringat padamu karena aku hanya ingin menikah denganmu, sayang. Aku ingin melahirkan anak-anak kita. Karena bagiku, aku baru merasa sempurna jika kistaku sembuh.
Aku ingin berbicara dari hati ke hati denganmu, namun itu berat.. Berat sekali memang sebab kau sering tak ada. Aku tidak minta untuk dinikahi sekarang sayang, aku hanya ingin mempwerjelas hubungan kita.

Pundakku rasanya saudah tak mampu memikul beban ini sendiri. Makanya aku membutuhkanmu. belum lagi ada seseorang yang mengatakan kita tak mungkin menikah karena kau memiliki banyak wanita, sayang,, 

Jelas, situasi memang tak berpihak padaku. Memang aku tak melihat apa yang kau lakukan. Aku sanggup bertahan mencintaimu bermodal cinta dan berusaha berpikir positif untukmu bang. Namun terkadang perlakuanmu menggiringku untuk berpikir yang bukan-bukan.

Aku mohon sayang,, perhatikan aku. Berkali-kali sudah permohonanku tak kau pedulikan, Tolonglah bang,, apa perlu aku mencium kakimu..? Berubahlah sayang,, aku mohon. Demi cinta kita. Demi harapan-harapan indah yang ingin kita wujudkan.





Tidak ada komentar: