Langsung ke konten utama

Marah-marah di Facebook, Pantaskah?

Siapa yang tak mengenal facebook? Di zaman yang serba “internet” ini, semua orang pasti mengenal facebook. Demam facebook melanda seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Apa-apa di facebook. Narsis-narsisan sama teman-teman ataupun tiap ada foto baru, pasti langsung di Upload ke facebook. Wajar.. itu jelas adalah hak semua orang.

Ketika pertama sekali anda log in di facebook, apa yang anda lakukan? Updatestatus, kan? Biasanya situasi dan kondisi a.k.a mood kita berpengaruh besar ketika ingin menuliskan status.

Beragam status facebook dari mulai status bahagia, sedih, galau, sakit hati, sampai marah-marah tersaji dengan rapi di Home facebook. Saya sendiri sih ngerasa biasa aja waktu ngeliatnya. Tapi rada jengah juga kalau baca status yang isinya marah-marah.

Misalnya Waktu kita lagi sama pacar pasti nge-update status yang bahagia, misalnya bilang gini “ I’m Lucky To Have U, Darling ”. Nah, waktu lagi sedih karena ada masalah sama pacar, update status juga “hiks.. aku sedih nih, dia ‘gak ngertiin aku”. Gimana waktu lagi berantem, update status juga. “Ih,,, palak kali lah aku nengok kau, semoga kau nyesal udah nyakitin aku, dasar pacar tegaan kali”.

Sama teman pun begitu. Kalau lagi senang atau sedih karena teman gak ada bedanya juga dengan pacar. Tapi waktu lagi berantem atau lagi gak suka ngeliat seorang teman, marah-marahnya di update terus.
133321845134874277
http://luviemelati.com
Kemarin saya sempat melihat status pacarnya teman yang ada di Home facebook saya. Waduh… kaget-kaget saya waktu lihatnya. Disitu Risa (bukan nama sebenarnya) menuliskan status yang berisikan amarahnya pada seseorang. “udah, sini kalian, mumpung aku lagi pengen marah-marah nih.”

Lalu saya menanyakan pada sang teman, “Zaki, pacarmu kenapa? Kok marah-marah gitu di status facebooknya?”. Zaki pun berkata ,”udah biasa dia kek gitu, dia pun emosian orangnya, udah sering aku nasehatin, tapi ya dia ulangi lagi”.

Sayapun berkata, “bikin malu zak, status itu ibarat lidah kita yang gak bertulang ini, kalo kita marah-marah gitu udah pasti dilihat orang kan? Tanpa sadar orang udah menilai kita loh”. “iya, da nanti aku nasehatin lagi, aku pun ‘gak suka litanya”, tambahnya.

Memang benar itu adalah facebook milik pribadi. Hak masing-masing pribadi donk mau ngapain aja. Nah,, facebook ini media sosial kan? Di dalam facebook kita pribadi, kita pasti sudah meng-add banyak orang selain teman nyata yang sudah jelas tahu diri kita, pasti ada juga teman maya yang ‘gak tau kita. Bila status kita yang marah-marah, otomatis kita membiarkan teman kita menilai pribadi kita. Bisa saja sang teman berasumsi negative tentang diri kita. Gak enak kan? Masa’ teman yang ‘gak kenal aja udah langsung menilai kepribadian kita?

Jika kita memang sedang ada masalah dengan seseorang, selesaikan langsung dengan orang yang bersangkutan, ada baiknya kita cukup mengirimi dia pesan di Inbox facebooknya, Jadi kita gak perlu bekoar-koar dan menunjukkan “taring” kita ke seantero jagad facebook ini. Atau kalau tetap pengen update status, langsung aja ditag namanya. Bisa juga kirimin dia satu video juga jangan lupa tag namanya. Langsung tertuju ke dianya.

Kalau sekiranya kita tidak punya status bahagia dan lucu-lucu yang dapat kita bagikan kepada teman facebook, status sedih dan galau tentang diri kitapun tak apalah di update daripada kotak statusnya kosong. Asal jangan status yang isinya penuh amarah, apalagi memaki-maki seseorang. Status facebook ini bisa menjadi duplikat diri kita, loh…

Coba masing-masing kita mengingat suatu pepatah, mulutmu harimaumu, kan? Nah.. begitu juga di facebook. Ada baiknya, Komunikasi yang kita lakukan di facebook dapat lebih terarah supaya orang lain tidak sembarangan menilai diri kita. Kalau kita update status yang berisi marah-marah, dengan sendirinya kita membiarkan citra diri kita dipandang jelek oleh orang banyak.Kembali lagi ke tujuan awal facebook dimana kita berinteraksi dengan tentunya diberi batasan bahasa tulisan yang layak dibaca oleh semua orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Produk] Wardah Hydrating Aloe Vera Gel: Panas dan Perih di Wajah?

[Review] Make Over Intense Matte Lip Cream, se-Matte Apa sih?

Make Over Intense Matte Lip Cream ini, tentu saja bukan produk baru dari sister brand-nya Wardah dan Emina yang notabenenya produk lokal asli Indonesia. Saya juga baru tahu. Tapi ya inilah saya. Karena baru tahu, langsung pengen tahu dan senang sekali dengan produk lokal. Apalagi setelah nengok banyak review dari beauty influencer yang bilang betapa bagusnya produk ini. And finally, saya putuskan untuk meminta lip cream ini kepada salah satu teman laki-laki (Thanks bro!). Dia kasih yang nomor 08 Liberty. Karena masih penasaran sama warna lainnya which is warna kesukaan saya adalah warna ungu, saya beli sendiri juga yang nomor 20 Style. And now, it’s time to review ^_^
Kemasan
Dilihat dari luar, lip cream ini dikemas di dalam kotak berwarna hitam yang cukup mewah buat penyuka warna hitam seperti saya. Tentu saja, seperti lip cream kebanyakan, pada kotaknya bertuliskan nama produk. komposisi, tanggal kadaluarsa, dll. Tepat di salah satu sisi produknya, tak tertutup kotak lias terbuka. Men…

[Review] Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen, Wearable untuk Pemula

Minggu lalu, saya mendapatkan hadiah yang sangat menarik dari Try and Review (Thank you so much #TryandReviewID) yaitu sebuah Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen. Saya memang sudah penasaran sekali dengan eyeliner berbentuk pulpen/spidol ini, apalagi merk Mizzu yang banyak disukai para beauty vlogger. Setelah setiap hari dipakai, dan ya... sekarang waktunya untuk di-review.
Packaging:
Kotaknya ini, Mizzu sekali, di mana didominasi warna putih yang ada garis-garis hitam seperti zebra. Di bagian atas kotak berwarna hitam yang bertuliskan MIZZU yang diikuti nama produk (dalam hal ini Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen) dengan warna putih. Sedikit warna merah jambu (pink) di bagian bawah kotak sebagai petunjuk ukuran eyeliner pen ini yang seberat 2 mg, menjadikan kotaknya terlihat lebih manis meskipun minimalis. 
Di sampingnya (di bagian putih), terdapat kode produksi, tanggal kadaluarsa, perusahaan yang memproduksinya, dan isi kandungan si eyeliner pen ini. Menurut saya, ini sudah sangat baik kare…