Jumat, 08 Juni 2012

Ketika Pertunangan Dinodai Perselingkuhan

Berbicara soal cinta, memang tiada habisnya. Entah itu cinta kepada orang tua, sahabat, teman sejenis atau pun lawan jenis. Untuk yang mencintai lawan jenis biasanya berkeinginan untuk berpecaran, bukan? Untuk masuk ke dalam tahap pacaran itu bukan hal yang mudah mengingat kita belum mengenal laki-laki atau perempuan yang menjadi incaran kita itu.
Dibutuhkan beberapa keuletan dari para pria agar bisa mendapatkan hati sang pujaan hati. Dimulai dari perkenalan, tukaran nomor ponsel, kalau punya facebook dan twitter pasti saling add/follow. Nah,, hal-hal tersebut digunakan untuk memberikan perhatian atau ada juga yang terang-terang menunjukkan rasa cintanya. Setelah tahapan demi tahapan dilewati, baru deh tuh incaran di eksekusi..eh, bukan eksekusi mati, hehehe.. tapi ditanyai “mau gak kamu jadi pacar aku?”. Kalau si incaran mau, ya lanjut. Kalau ‘gak, ya cari lagi dunk, hihihi..
Setelah pacaran, biasanya para pasangan tersebut memilih untuk mengikat cintanya pada ikatan pertunangan (tidak mutlak). Pertunangan sendiri adalah suatu langkah untuk menuju jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Lalu, bagaimana kalau sudah bertunangan pun namun si pasangan  masih berselingkuh juga?
13389732692145871170
image from www.ruanghati.com
Terkait dengan hal tersebut, saya memiliki teman yang sudah bertunangan, sebutlah namanya Rina.  Menurut penuturannya, ia telah bertunangan dengan pacarnya yang bernama Didi setelah melalui tahap pacaran sekitar 5 tahun. 5 tahun tentunya bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal, bukan? Namun Sudah beberapa bulan ini, Rina mempunyai hubungan denga pria lain, sebutlah namanya Deni. Deni pun sudah tahu bahwa Rina telah bertunangan, namun Deni masih saja mau berpacaran backstreet dengan Rina.
Rina menambahkan, pertunangan tersebut terjadi karena desakan ibu Rina kepada Didi yang ingin anaknya segera “diikat” supaya beban orang tuanya sedikit ringan karena telah memiliki seseorang yang dapat diharapkan untuk menjadi suami Rina kelak. Rina tak berani membantah permintaan ibunya karena takut dikatakan sebagai anak durhaka, jadi ia terpaksa menurutinya. Sementara Rina  belum memikirkan untuk menikah. Sebagai perempuan, ia masih ingin menjalani kehidupannya sendiri dan dapat mandiri. Saya pribadi dapat mengerti keinginan ibu Rina tersebut dimana beliau menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
***
Seseorang berkeinginan untuk berselingkuh biasanya karena :
1.       Adanya permasalahan
Permasalahan yang timbul sebaiknya bisa diselesaikan berdua, toh bila pasangan tersebut telah memutuskan untuk bertunangan berarti mereka telah dewasa, bukan?
Tentang Rina -> Kalau dibilang hubungan mereka bermasalah, sebenarnya tidak. Menurut Rina malah terkadang Rina yang terkesan mencari masalah yang ujung-ujungnya pasti ribut. Nah, saat seperti itulah Rina membutuhkan sosok lain yang bisa menenangkannya.
2.       Kurangnya komunikasi
Komunikasi yang efektif dapat memperlancar hubungan itu. Pasangan anda pastinya sangat membutuhkan perhatian anda.
Tentang Rina -> Untuk komunikasi malah terkesan cukup, sering smsan atau teleponan. Pun mereka tinggal di kota yang sama. Apalagi yang kurang? Apapun yang diinginkan Rina pasti dipenuhi oleh Didi.
3.       Pacar Posesif dan Terlalu Serius
Pacar yang posesif dan terlalu serius memang tidak disukai oleh pasangan, untuk itu jangan posesif dan terlalu serius ya. Berikan pasangan anda kebebasan. Jangan mengekang mereka, toh anda juga tidak mau kan bila dikekang a.k.a diatur-atur?
Tentang Rina -> Tunangan Rina tidak posesif, buktinya pada saat kami berkumpul dengan waktu yang cukup lama, Didi tidak pernah menelepon Rina. Bahkan sangking longgarnya “pengawasan” Didi, Rina pun sering bertemu Deni. Menurut pengakan Rina, mereka Sering jalan berdua.
4.       Rasa bosan
Rasa bosan memang kerap melanda pasangan yang baru memulai hubungan ataupun yang telah lama. Alasan inilah yang paling sering digunakan oleh seseorang untuk berselingkuh.
Tentang Rina -> 5 tahun yang mereka habiskan bersama memang bukan waktu yang singkat.
5.       Takut menikah muda
Jika memang harus menikah beberapa bulan setalah bertunangan, kenapa tidak? Toh wanita pun akan lebih merasa aman bila berpergian.
Tentang Rina -> Dalam pikiran Rina, jika sudah bertunangan waktunya buru-buru ke pernikahan. Rina tidak mau begitu, Rina masih ingin bermain-main dengan masa mudanya. Sebenarnya tidak demikian, apalagi Rina masih ingin bekerja. Sang tunangan pun bekerja dan tak melarang Rina berhenti bekerja jika menikah.
***
Sebagai teman, kami sudah sering menasehati Rina agar menjaga pertunangannya namun apa yang bisa kami lakukan? Malah pernah suatu ketika Rina pergi bersama selingkuhannya ke Berastagi. Kemudian ia meminta saya untuk mengatakan kepada ibunya bahwa ia pergi dengan saya. Untung saja ibunya tidak menghubungi saya.
Selingkuh itu bisa diatasi dengan cara :
1.       Mereka dulunya berpacaran karena saling cinta (tidak dijodokan) jadi seharusnya mereka tahu bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan mereka sendiri tanpa harus Rina mencari pria baru. Jikalau dalam hubungan tersebut ditemukan masalah, sediakan waktu berdua untuk membicarakan hal tersebut.
2.       Jangankan yang sudah berumah tangga, yang masih pacaran atau tunangan pun wajb menciptakan efektifitas komunikasi. Saling menjaga komunikasi dapat mempererat jalinan cinta lho!!
3.       Terkadang sifat posesif dijadikan alasan oleh seseorang karena sangat mencintai pasangannya. Ada yang suka, ada juga yang tidak. Untuk itu jangan terlalu posesif sama pasangan anda. Pasangan anda pasti berfikir bagaimana caranya untuk lepas dari keposesifan anda. Jadi ya usahakan untuk bersikap sewajarnya.
4.       Dalam setiap hubungan baik baru atau sudah lama, pasti ada waktunya rasa bosan itu datang. Usahakan untuk bersikap tenang dan tetap hangat dalam menghadapi pasangan. Jangan terlalu mengedepankan emosi ya.
5.       Menikah muda bukanlah suatu “momok” bagi seseorang untuk berkreasi. Banyak juga pasangan yang menikah diumur yang terbilang muda tapi situasi kehidupannya masih seperti orang berpacaran. Pasangan bukanlah hambatan untuk kita bergaul, bukan?
Melewati berbagai tahapan dalam sebuah hubungan, bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diperlukan berbagai macam cara pula untuk menjaganya. Konon lagi buat yang sudah bertunangan, tolong jaga baik-baik hubungannya agar semakin layak dibawa ke jenjang pernikahan. Permasalahan-permasalahan kecil sebaiknya tidak perlu ada, apalagi mencari selingkuhan. Pada dasarnya, pasangan Selingkuhan itu kan Cuma untuk sesaat, biasanya untuk melepas penat dan kejenuhan dengan pasangan anda yang sebenarnya. Jadi tak perlu selingkuh ya, apalagi punya pacar lagi dimana-mana. Menjaga yang sudah ada di depan mata memang cukup merepotkan, namun lebih repot lagi jika kita harus memulai dengan yang baru karena kita harus mengulang lagi dari awal. Bagaimana? Masih mau selingkuh? Pilihan terletak di tangan anda.

Tidak ada komentar: