Minggu, 09 Desember 2012

[Gombal] Sang Pecinta Pun Harus Skeptis


Pertama berkenalan denganmu, disini. Saat itu, kau menitipkan akun twittermu di postinganku. Niatku saat itu hanya ingin berteman denganmu. Tak lebih. Setelah sekian lama kita berhubungan di twitter, namun kau seperti tak berinisiatif untuk memberikan nomor ponselmu padaku.

Kau kira, lewat Direct Message (DM) dan saling mention di twitter, cukup? Tidak bang. Itu tak cukup.
Kau kira semudah itu menjalani pertemanan? Tidak !!!
Sampai akhirnya aku yang meminta nomor ponselmu dan kau pun memberikannya.

***

Mengapa aku yang meminta? Mengapa kau tak punya inisiatif? Saat itu memang sedikit perasaan kecewa menghampiriku namun terobati ketika kita sudah mulai mendengarkan suara kita masing-masing.

Hampir setiap malam, kita saling bersenda gurau. Di saat itu pula kau selipkan kata cinta. Aku memang tak begitu menanggapinya, namun aku juga memikirkannya. Dalam hati aku berkata : Oh My God, mengapa kata yang terdiri dari 5 huruf keramat itu terucap olehmu?

***

Bukan, bukan karena aku tak bahagia mendengarnya. Logikanya begini, perempuan mana yang tak berbunga-bunga hatinya bila mendapatkan kata cinta diikuti kata rindu dari seorang pejantan yang sering berinteraksi dengannya?

***

Kau tahu, aku mengagumimu, lewat puisi-puisi manismu yang bertemakan tentang aku.
Aku tak menolakmu, namun aku juga tak menerimamu cintamu untuk saat ini.
Karena apa? Karena kau tak di dekatku, karena kau tak berdomisli di kotaku.
Kau mau kita menjalin cinta maya? Tidak !!!
Aku tak mau lagi membuang-buang energiku hanya untuk mencintai orang yang tak nyata, orang yang tak ada di hadapanku.

***

Kau tahu sayang,, Layaknya seorang wartawan, seorang pecinta pun wajib mempunyai sikap skeptis.

***

Lewat tulisan ini, aku tak ingin menggombalimu
Aku Cuma ingin katakan : Jelas, Aku membutuhkanmu  kini walau tanpa status !
So, kalau mau jelas.. aku mengundangmu, datanglah ke kotaku dan temui aku.

Tidak ada komentar: