Kamis, 07 Februari 2013

Sekelumit Cermin Negatif Pemuda Masa Kini


Pemuda adalah satu kata yang sulit saya terjemahkan. Bagi saya pribadi, kata pemuda ini memiliki banyak arti, tentunya semangat kepemudaan yang dimiliki oleh setiap orang. Sebagaimana yang kita ketahui, seorang bayi yang baru lahir tidak mungkin langsung menjadi tua. Mereka melalui proses yaitu dari bayi, balita, anak-anak, remaja(pemuda), dewasa, dan orang tua.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, yang dikatakan Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai (30) tiga puluh tahun sebagaimana yang telah tertulis pada Bab I pasal 1.

Namun tidak menutup kemungkinan, seseorang yang berada di atas usia 30 tahun masih memiliki jiwa muda. Jiwa muda yang saya harapkan dari mereka (di atas 30 tahun) adalah jiwa yang penuh optimisme, dimana mampu menatap ke depan dengan penuh keyakinan, bukan seorang yang rentan galau. Mengapa demikian? Karena yang namanya Galau itu hanya milik kami para remaja yang berusia muda, dimana dalam galau itu, kami masih susah mengatur segala emosi (marah, sedih, dan rasa bahagia) kami yang meluap-luap. Disinilah fungsi mereka sangat kami harapkan.

***

Di tengah menapaki tangga menuju kedewasaan yang akan menjadi penerus bangsa, pemuda ini sangat mudah terpengaruh kepada lingkungan, yang mana merugikan diri mereka sendiri. Misalnya :

1.      Narkoba
Seminggu belakangan ini, media massa terus dibanjiri oleh berita Raffi Ahmad yang ditangkap BNN (Badan Narkotika Nasional) dan telah menjadi tersangka dari penggunaan Cathinone. Jika sepintas kita perhatikan, Raffi Ahmad ini adalah sosok anak muda yang dapat menjadi panutan bagi anak muda lainnya dalam hal kesuksesan pekerjaan. Sepertinya ia tak mengenal lelah dalam melakoni diri sebagai public figure tanah air, dari mulai presenter di berbagai acara Live/tidak, sampai menjadi penyanyi. Pundi-pundi rupiah pun berhasil ia kumpulkan dan membeli berbagai macam kendaraan mewah. Namun karena ditangkap oleh BNN, karir Raffi Ahmad pun tampaknya harus dilanjutkan di balik panti Rehabilitasi. Sebenarnya, saya kasihan jika nasib Raffi menjalani bulan-bulanan media hanya karena ia public figure. Toh itu sudah aib, ya sudah jangan dibicarakan terus. Namun media hanya memberitakan keingintahuan masyarakat terhadap aktris idolanya tersebut. Padahal masih banyak anak muda lain yang menggunakan narkoba. Misalnya beberapa teman dekat saya (laki-laki) dulu juga mantan pengguna Narkoba jenis Ganja yang kini telah beralih menjadi perokok aktif.
-> Jika sudah menjadi pengguna aktif, Narkoba yang katanya sebagai dopping ini akan menyakiti Anda sendiri misalnya ketika Anda tak punya uang untuk membelinya. Mau tak mau Anda harus melukai diri Anda untuk meminum darah Anda yang telah terkandung narkoba tersebut.
-> Kalau mau menggunakan Narkoba sebaiknya Anda harus berpikir ulang dimana Narkoba itu bukan barang yang murah. Apalagi Anda pengguna narkoba dari keluarga sederhana mau pun anak kos. Anda disuruh sekolah oleh orang tua Anda demi meraih cita-cita. Seharusnya itu yang seharusnya Anda lakukan.

2.      Seks Bebas
Seks merupakan fitrah manusia. Untuk di negara timur seperti Indonesia, seks adalah suatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan di depan umum. Namun adanya Blue Film (BF) yang memiliki bintang seperti Maria Ozawa, menantang adrenalin remaja-anak muda untuk mencobanya. Yang namanya tabu dan tidak boleh itu malah menambah rasa penasaran, kan? Karena anak muda memiliki keingintahuan yang besar, maka hubungan itu pun terjadi.
Hubungan seks ini biasanya dilakukan bersama sang pacar. Tempatnya bukan di rumah, karena di rumah kan ada orang. Dari hotel kelas melati, tempat makan, warnet hingga pematang sawah bahkan di pinggir sungai pun menjadi lokasi melukan hubungan terlarang itu.
-> Ada baiknya rasa keingintahuan itu dipendam saja terlebih dahulu, dari pada Anda penasaran dan mencoba yang berakhir dengan ketagihan.
-> Jika si laki-laki berkata, buktikan cintamu padaku dengan menyerahkan keperawananmu, jangan dilakukan. Teman saya sudah banyak yang menjadi korban. Bila itu terjadi dan kesucian Anda terenggut, lalu apa yang bisa Anda lakukan? Kalau Anda sampai hamil dan si laki-laki tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan Anda lakukan? Aborsi? Berapa kali lipat dosa yang sudah Anda tabung? Mikir dong !!!
-> Dalam kasus ini, Anda yang perempuan mesti menggunakan logika dari pada perasaan. Jangan mau melakukan hubungan itu tanpa didahului oleh ikatan pernikahan.

3.      Geng Motor
Beberapa waktu lalu, di daerah saya dihebohkan dengan adanya geng Motor yang mana berisikan anak-anak SMA. SMA itu sudah bisa dikatakan pemuda karena dari segi umur mereka sudah berusia 16 tahun ke atas.
Berawal dari kongkow-kongkow sebagai sesama pemilik sepeda motor, berakhir melakukan tidakan kriminalitas, misalnya merusak berbagai fasilitas umum dan membahayakan pengguna jalan yang mana mereka tidak hanya beraksi di malam hari. Anak dari teman ibu yang baru pulang sekolah diketahui diganggu mereka hingga anak tersebut mengalami trauma untuk keluar rumah.
-> Geng motor tentunya berbeda dari klub motor. Klub motor pun jikalau bermanfaat dan membantu kegiatan sosial tentunya bukan masalah. Jikalau pun ada perkumpulan para pengguna sepeda motor sejenis yang suka touring pun tak jadi soal. Kegiatan ini positif.
Geng motor yang melakukan tindakan kriminal, tak usahlah, merugikan dirimu dan orang lain. Kamu itu disekolahin buat belajar, jadi ya belajar saja. Ikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di sekolah atau pun les yang tersedia di dalam dan di luar sekolah. Jadi kalau kamu sudah sibuk sedemikian rupa, kamu tak punya waktu untuk geng motor itu.

4.      Demonstrasi
Kegiatan yang katanya demi menyalurkan aspirasi masyarakat yang tak jarang dilakoni oleh para mahasiswa ini, menurut saya adalah suatu kesalahan. Salahnya dimana? Yang namanya orang menuntut hak dalam demonstrasi itu kan harus didengarkan. Jadi kalau tidak/belum didengar, para pendemo (mahasiswa) merusak berbagai fasilitas umum.
Nah, fasilitas umum ini kan dibuat oleh pemerintah dengan pajak yang ditarik dari Anda sendiri. Jadi kenapa harus dirusak? Kan sama saja merugikan diri sendiri. Belum lagi demonstrasi intern di dalam kampus misalnya mereka mendemo kebijakan kampus yang menaikkan SPP. Demo yang dilakukan juga merusak fasilitas kampus. Bukankah ini merugikan Anda sendiri wahai mahasiswa?
-> Anda yang menamakan diri sebagai mahasiswa bukanlah orang biasa, dimana Anda seharusnya sudah mampu berpikir dan menimbang segala sesuatu menggunakan logika dan etika Anda. Jadi jika pun Anda tetap ingin berdemo, silahkan. Saya tak melarang Anda para mahsiswa berdemo, tapi tolong jangan rusak fasilitas yang ada. Gunakan pemikiran Anda yang katanya orang-orang berpendidikan untuk memikirkan sesuatu secara serius, bukan hanya melakukan sesuatu seenaknya. Alih-alih menuntut Hak, fasilitas dirusak. lagi pula, bukankah masih ada jalan lain selain demonstrasi?
-> Kalau Anda menemukan masalah di seputar kampus, Anda bisa mengajak para dosen untuk berdiskusi. Dan saya yakin, para dosen pun mau duduk bersama Anda dalam suasana musyawarah.

5.      Mudah terpancing Emosi
Sebelumnya perlu saya tekankan disini bahwa emosi bukan hanya marah, namun juga perasaan senang yang meluap-luap.
Bagi Anda penggila bola tanah air, pasti tidak asing dengan Diego Michiels, bukan? Kekasih pesinetron Nikita Willy ini pun ditangkap dan harus menjalani malam di hotel prodeo setelah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Max Paripurna beberapa hari sebelum ia akan diturunkan menjadi pembela tanah air di ajang piala AFF 2012 lalu. Diego Michiels juga public figure, makanya media massa membicarakannya.
Coba Anda perhatikan di sekeliling Anda, pasti banyak geng-gengan baik itu geng cewek populer atau bahkan geng cowok bandel.
Belum lagi, ada orang yang tak tahu maksud dari perkataan/tulisan orang lain, namun sudah marah-marah.
-> Jadi saya harapkan, adanya pengendalian diri dari masing-masing anak muda yang sedikit banyak harus memulai berpikir dewasa dan bijaksana (bukan sok dewasa dan sok bijak).
-> Jika umurmu memang masih muda, tanyakan pada orang yang lebih tua biar kamu tak seenaknya sendiri. Kadang perbuatanmu itu tak disukai orang lain, jadi banyak-banyak belajar. Terus kalau berbicara itu mesti disaring biar yang dengar pun ikut nyaman.
->Selanjutnya kalau tidak tahu maksud orang, jangan langsung marah-marah. Lebih baik pahami. Kalau tidak mengerti, tanyakan dengan orang yang bersangkutan. Kalau tidak mengerti juga, ya… Anda mesti belajar lagi.

***

Saya sangat menghargai sekaligus berterima kasih kepada mereka yang masih memiliki jiwa muda yang mau membimbing kami. Membimbing dalam arti memberikan motivasi dan membantu kami  yang berusia di bawah 30 tahun untuk menemukan jati diri, menetukan arah, membantu menggali potensi yang tidak kami sadari dalam diri kami, mengajari kami bersikap bijaksana dan dewasa, dimana sudah pasti kami tidak mungkin selamanya berusia muda.
Pada usia produktif di atas, seorang pemuda diharapkan menjadi penerus bangsa yang beriman dan berakhlak baik, serta mampu menyeimbangkan penggunaan antara logika dan etika. Jadi jangan sembarangan berbuat sesukanya. So, think carefully before doing something !!!

Tidak ada komentar: