Selasa, 23 Juli 2013

Berteman dengan Mantan Pacar, Kenapa Tidak?

Sebagai manusia normal, ketertarikan terhadap lawan jenis adalah suatu hal yang wajar. Rasa tertarik ini, biasanya diawali dengan hubungan pertemanan. Seandainya ada progress positif, maka bukan tak mungkin akan berlanjut ke dalam hubungan pacaran (sebelum pernikahan).

Masa penjajakan dalam pacaran ini bukan tak mungkin akan mengalami pasang surut, kan? Adakalanya, kita bisa mengatakan hal-hal yang tidak kita sukai dan ini kadang memicu pertengkaran. Namun dari pada bertengkar, kebanyakan masing-masing pasangan Cuma bisa mengalah. Lalu yang paling sering bahkan selalu adalah kita melihat sisi baiknya saja, apapun bahkan hal terburuk sekalipun yang dilakukan pasangan kita. Namanya cinta, ya terima sajalah, dan semuanya akan terasa indah. Ya, namanya yang bermain di sini adalah perasaan dan sejujurnya, perasaan ini menutup logika. Sebagaimana lagu yang dinyanyikan oleh Agnes Monica - cinta tanpa logika. Atas nama cinta, yang kelihatan semuanya pasti sisi si indah.

Namun, sampai kapan yang namanya si indah ini akan bertahan? Sebulan, tiga bulan, setahun, atau malah bertahun-tahun? Kalau tak sanggup bertahan, perpisahan atau yang biasa disebut putus, adalah sebuah jalan terbaik yang sebenarnya teramat sulit untuk diambil. Lalu, proses ini menjadi kamu mendapat sebutan, mantan pacar si R, misalnya. Kebayang dong, gimana rasa sakit akibat  yang namanya patah hati atau putus cinta? Dari mulai tindakan bodoh semisal menyakiti diri sendiri, mengemis cinta pada sang mantan, dan meneror sang pacar supaya mau kembali ke kamu. Ih,,, gak banget deh kalau sampai harus neror,,ckckckc.. OBSESI sih.

*

Atau malah tak mau mengenal apalagi berteman sama si mantan? Beberapa hal yang telah saya sebutkan tadi pernah masing-masing kita alami, kan? Saya jadi heran, kenapa tak mau berteman dengan sang mantan? Ok, katakanlah kalau untuk menjadi sahabat, itu sulit, tapi jadi teman, apa salahnya? Kalau kita mau membuka pikiran kita, sebenarnya enak lho kalau mantan pacar jadi teman. Kok bisa?

1. Tak Perlu Repot
Si mantan adalah orang yang sebelumnya sangat mengenal kita.  Biasanya, tiap sisi yang ada pada diri kita, si mantan sudah pasti mengerti. Jadi kita tak perlu repot lagi harus menata ini itu, bahkan lebih enak kalau kita mengobrol.

2. Teman Curhat
Adakalanya sahabat yang kita miliki, terkadang tak bisa atau kadang kurang mengerti akan suatu hal yang kita hadapi. Dan tak ada salahnya kalau kita berbicara hal-hal yang sedikit mengarah ke curhat sama si mantan. Dan tak menutup kemungkinan juga, si matan ini lebih mengerti dari pada sahabat kita sekalipun, lho!

3. Saling Menjaga
Dia bisa menjaga kita. Menjaga ini bukan dalam artian berhak mendoktrin kita, tapi lebih ke menjaga kita dari “radikal” bebas dari orang lain. Dan kita pun bisa melakukan hal yang sama terhadapnya. Yang namanya menjaga ini, bukan berarti harus CLBK lho! Tapi kalau mau CLBK, tak menutup kemungkinan juga, toh?

4. CLBK (Cinta Lama Beremi Kembali)
Atau banyak juga yang memplesetkan CLBK ini menjadi cinta lama belum kelar. Hm… tak ada masalah sih sebenarnya kalau mau CLBK sama sang mantan, tapi tetap hati-hati. Usahakan jangan sampai salah langkah.
Bukan berarti mentang-mentang mantan pacar, kita bisa suka-sukanya aja berbuat ke si dia. Ingat juga, kenapa kita putus sebelumnya. So, kalau masih cinta dan masih mau mengajaknya kembali, jangan sekali-sekali melakukan kesalahan yang sama yang menyebabkan kalian putus dulu.

5. Melupakan Hal Buruk
Saya juga tahu, yang namanya putus cinta/patah hati itu sakit dan bukanlah hal yang gampang untuk melupakan perbuatannya yang terang-terangan sudah menyakiti kita. Ada yang butuh waktu cepat, bahkan tak sedikit pula yang mampu melupakan sakit hati ini setelah bertahun-tahun. Namun, coba pikirkan beberapa hal yang sudah saya uraikan diatas, adakah manfaatnya?

6. Membersihkan Hati
Lupakanlah dia dan berhentilah stalking facebook, twitter, dan akun media sosial milik sang mantan karena tak mentup kemungkinan buat kita yang masih mencintai si mantan, akan nangis sendiri jikalau kita melihat pacar baru si matan yang ternyata lebih muda, walaupun tak lebih cantik dari kita. Dengan sendirinya, kita bisa membersihkan hati kita sendiri dan lebih mudah move on dan cari pacar baru. Kalau tak mau terburu-buru cari pengganti dan memilih untuk JOMBLO dulu, ya silahkan juga, tak ada masalah juga toh.

*

Sesungguhnya, jodoh, rezeki, dan maut itu hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa, so sebagai manusia yang kita lakukan adalah, membersihkan hati. Lalu serahkan padaNya karena hanya Dialah yang maha membolak-balikkan hati seseorang.

Rasa sedih adalah hal yang sangat wajar kita alami dalam situasi ini. Terlebih air mata pun tak segan-segan pasti tertumpah. Seperti lagu Dewa-Lagu Cinta, “Perpisahan kita mengundang Air mata, akan ada secuil penyesalan“. Lalu lanjutkan juga dengan lagu dari Dewa-Air Mata, “menangislah… bila harus menangis”. Tapi mentang-mentang menangis ini memang disarankan dan tak dilarang dalam hal patah hati ini, tapi jangan pula malah nangis bertahun-tahun Cuma karena seorang lelaki/perampuan yang tak bisa menjadi milik kita. Kalau dia bukan jodohmu, jangan sia-siakan waktumu hanya untuk mengejarnya apalagi mengemis-ngemis minta balikan kalau dia ‘gak mau. Harga diri dan Logika kita mesti digunakan di sini ya Bro/Sist.

Kalau tidak, alangkah bodoh dan picik sekali pikiranmu, anak muda!  Proses memaafkan dan melupakan kesalahan si mantan ini memang tak bisa langsung. Jadi pelan-pelan saja, hapus luka hati kita dan berusahalah ikhlas bila melihatnya dengan kekasih barunya. Dengan sendirinya, kita pun bisa menjalani hubungan pertemenan dengan sang mantan. Mudah, kan?

Akhir kata, saya Cuma mampu mengatakan, maafkanlah mantan pacar kita itu dan do’akan saja yang terbaik untuknya, walaupun yang terbaik untuknya adalah dengan pasangan barunya. Toh segalanya sudah ada yang mengaturnya, kan?[Auda]

3 komentar:

Aang Dhanie Suherman mengatakan...

Hehehe..bisa aja Auda...

Auda Zaschkya mengatakan...

hehe bisa donk kang :D

Fadhly Zee mengatakan...

Terkadang perasaan sakit hati itu tidak mudah menjadikan sebagai kata "Teman" tetapi alangkah baik nya jika hal itu dilupakan menjalin hubungan teman mana tau bisa balikan lagi. Aku juga punya postingan yang terkait dengan berteman dengan mantan ^_^ http://www.silanginfo.net/2012/07/berteman-dekat-dengan-mantan.html