Kamis, 22 Agustus 2013

Celoteh Sang Perawan

13771074172127877683
http://uchanmath.blogspot.com/
-
Seperti tepi pantai
Menjilati liur air darat
Berselimut rimbun hutan sepi
Membusuk dipembaringan sekarat
-
Beginilah tawaku
Bias adanya tanpa daya
Meliuk-liuk menanti hari terangku
Menepis sedikit keraguan pada takdirNya
Akulah kembang perawan muda
Kadang iri melihat sang teman
Senyum mekar tanpa sedikit rasa gundah
Dibalik tatapan manisnya
-
Padamu perjaka
Seperti bulan setengah raga
Aku merindu dalam kalung celaka
Dalam Kesendirian yang tak pernah kusengaja
Aku yang terbingkai
Terkurung dalam nestapa keluh
Meninggalkan jejak luka sebelum bertikai
Oh, rasanya kali ini aku ingin sekali kembali berteduh
Kusadari segala impianku yang liar
Selama ini hanya berpijak pada cetakan mimpi
Kerinduanku membelah fajar
Saat kembali dalam pelukan malam yang ironi
Ku dapati bayang sesal
Setia mengejarku bersama bisik jangkrik
Seolah memecah laut kelam
Coba meretas kata hina
Dari mereka yang mencerca dalam ajar
Tinggalkanku dalam kesakitan jiwa yang dalam
Meneteslah air mata
Mengusik diamnya telaga duka
Adat, moral, agama, akh..aku benci demi cinta


Sungguh aku tak pernah mengharapkan laknat dalam luka

Tidak ada komentar: