Jumat, 18 Oktober 2013

Nembak Cowok: Gadaikan Harga Diri Demi Emansipasi!

Akhir bulan lalu, saya menuliskan pandangan saya tentang cewek nembak cowok yang saya kaitkan dengan emansipasi , yang mana pernah juga sebelumnya saya bahas di sini. Kedua tulisan saya itu, ternyata cukup kontroversial, lho! Itu terlihat dari beberapa komentar yang nadanya marah-marah. Untuk itu, pada tulisan kali ini, saya akan mencoba membahasnya lagi. #penasaran :D

Pikiran dari seorang perempuan yang menganggap emansipasi itu penting adalah bahwa ia (pr) dapat melakukan segalanya, sendiri. Dari berkesempatan untuk sekolah tinggi, pekerjaan yang layak hingga tentang cinta, yang mana kata emansipasi mendoktrin seorang perempuan untuk berani menyatakan cintanya kepada laki-laki.
Dari komentar yang saya dapatkan pada tulisan saya tersebut, banyak yang mengatakan, perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan cintanya yaitu lewat nembak cowok. Ok, untuk alasan ini, mungkin akhirnya dapat saya amini, namun tentunya harus melalui tahapan yang tak mempermalukan dirinya sendiri.

*

Terkait tulisan saya itu, ada yang menanyakan:
Bagaimana caranya mengetahui perasaan seorang laki-laki yang sebelumnya pernah menyukai dia, apakah masih merasakan hal itu? Soalnya, dia (pr) yang sekarang malah suka sm si laki-laki. Untuk itu, ia ingin memastikan. Namun, ia amat malu untuk langsung menanyakannya. Teman-temannya juga telah menanyakan, tapi si laki-laki ini malah cengengesan.”So, what should i do, Sist?
*

Sebelum nembak cowok, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Misalnya :

1. Keakraban
Keakraban ini memiliki “daya jual” yang menarik bagi sniper perempuan. Mengapa demikian? Karena yang namanya kita (pr), harus memiliki suatu hubungan intim (bukan hub. Seksual) dengan si laki-laki. Jika hubungan ini selalu baik-baik saja dan cukup dekat, tak ada salahnya jika kita (pr) menyatakan cinta kepada dia.

2. 3 S
Nah, ini juga harus diterapkan bagi kita (pr) yang sudah terlanjur cinta sama seorang laki-laki. 3 S (Senyum, sapa, salam) adalah yang harus dilakukan. Namun dengan berbagai variasi, jangan hanya monoton seperti teller/CS di Bank, ini kata om Kaka. Nah, kalau setiap 3S dari kita disikapi dengan hangat oleh si laki-laki, mau nembak juga? Kita juga mesti berpikir lagi, sudah efektif atau belum 3S tadi? Bisa saja balasan dari si laki-laki karena untuk membalas kebaikan kita. Dogh!!! Kok jadi makin ribet ya?

3. Mak comblang
Buat kita (pr) yang rasanya sudah tak sabar ingin mengetahui, apakah rasa yang kita miliki ini berbalas, sepertinya perlu jasa mak comblang. Ia bisa mengatakan sebebas-bebasnya kepada si laki-laki incaran tentang perasaan kita. Tapi, kalau sudah jadi mak comblang, jangan malah nekong teman. Maksudnya, ngambil cowok incaran itu buat dia.
Sebenarnya, untuk mak comblang ini, lebih enak mengandalkan teman laki-laki yang normal (bukan maho) untuk menyampaikan perasaan kita ke si cowok. Atau bisa juga, minta tolong sama orang yang juga dihormati oleh si cowok. Om, tante, ayah, bunda… tolongin aku donk.hahaha.. mungkin gitu.

*

Sepertinya cara-cara di atas dapat dengan mudah kita lakukan buat kita. Cuma ya,,, mesti siap sama resiko terburuk yaitu ditolak. Nah, bagi perempuan timur yang konvensional, ditolak ini adalah satu hal memalukan. Rasanya mau masuk tanah aja, hahhaha.. tapi, kalau gak disampaikan, berkarat cintanya ini, kan? Mau suka/jadian sama cowok lain, juga susah. Soalnya semua perhatian dan cinta (omaigat :D) sudah tercurah buat si incaran. Buat kita (pr) yang tak punya niat selingkuh, ini merupakan suatu yang berat. Tapi, buat mereka (pr) yang memang mau punya pacar berserak di mana-mana, ini bukan suatu pikiran.

Last but not least, ada cara dari kakak saya untuk menyatakan cinta kita (pr) ke si cowok incaran, tapi tetap elegant dan gak norak. Gini :
Kita (pr) : eh, kalau ada cowok yang naksir sama aku, normal gak?
Cowok : normal lah.
Kita (pr) : terus, kamu naksir sama aku, gak?
Cowok : gak
Kita (pr) : ooo.. berarti, kamu gak normal donk terus ketawa ngakak, tapi dalam hati perihnya setengah mati. Rasanya mau makan si cowok. Hahaha…
Tapi, kalau si cowok bilang, “iya, aku naksir sama kamu.” Ekspresi si cewek pasti langsung mesem-mesem dan senyum-senyum, terus bilang, “bagus, berarti kamu masih normal.” Dalam hatinya, girang.

Nah, kalau sudah begini, kita (pr) tak usah melakukan penembakan. Kalau dia laki-laki normal yang punya hati dan bisa berpikir, biarkan dia memikirkan hal itu sendiri dan jangan diganggu. Nantikan saja reaksi sari si laki ini selanjutnya, jangan terburu-buru ingin tahu. Calm, cool and confidence aja hehehe… (pinjam tag-line iklan obat ketek) :P

*

Yang dipunyai perempuan selain fisiknya yang menggugah selera semua laki-laki normal, apalagi? Harga diri, bukan? Nah, nembak cowok ini bagi perempuan timur yang kebanyakan masih konvensional, adalah menggadaikan harga dirinya sendiri hanya untuk mendapatkan sepotong cinta. Bimbang adalah hal yang wajar dirasakan seorang perempuan dalam menyikapi hal ini.

Menggadaikan harga diri demi satu rasa cinta yang harus diluapkan atau menahan diri agar tak melakukan praktek yang kebablasan?

Mungkin akan banyak yang mengatakan, ditolak adalah hal yang biasa. Yang penting berani saja, dari pada galau terus. Tapi, Harus siap dengan resiko ditolak tadi. Gak lucu aja, kalau tiba-tiba jadi Headline di sebuah surat kabar/media onlineSeorang perempuan, ditemukan meninggal karena malu setelah nembak cowok, kan?

Katakanlah untuk nembak cowok di zaman smartphone ini, bukan halangan lagi bagi para perempuan. Apalagi, yang namanya memendam perasaan itu sebenarnya Cuma akan memberikan efek galau berhari-hari a.k.a rasa sakit yang berkepanjangan, tak jarang ini juga bisa buat nangis. Tapi, kita juga harus  memikirkan, membuka dan membanting-banting logika kita dalam menyikapi pertanyaan, “apakah kita (pr) siap mengambil resiko patah hati bila nanti setelah menggadaikan harga diri tadi?” []

Tidak ada komentar: