Langsung ke konten utama

Temanku Pengkhianat!

Sakitku mungkin tak separah yang kau rasakan, ketika kau korbankan perasaanmu demi sahabatmu yang jatuh cinta pada lelaki yang sama. Namun, rasa kecewaku terlanjur membuatku membenci kebohonganmu, hingga kini tak mampu kutempatkan ceritaku pada siapapun lagi.
*
Setelah mendengar kejujuranmu kemarin, amarahku menggelegak. Sempat terlintas di pikiranku untuk membencimu, namun adalah suatu kewajaran jika saat itu amarah yang menguasai seluruh tubuh tiga puluhan ini, berupa raungan yang membanjiri bantal.
Ah... rasanya itu wajar saja bila kurealisasikan marah ini, menamparmu hingga membunuhmu, mungkin. Toh semua ini berawal dari salahmu sendiri yang awalnya berpura tak butuh pada sang lelaki, membohongi dirimu sendiri padahal lelaki itu yang menghiasi dan menerangi hatimu. Kau berkata pada hatimu bahwa kau akan pasrah demi kebahagiaanku saat itu, namun kau menyimpan harapan yang mendalam untuk dapat bersama sang dia.
Berbahagialah kau sebab pilihannya jatuh padamu, kini. Dengan bebas, kau dapat merengkuhnya dalam pelukan sucimu. Perempuan bersih sepertimu yang diinginkannya.
Kau memang tak sekotor aku, tak sebinal aku, juga bukan perempuan durjana seperti hidupku. Kau adalah yang terbaik untuknya. Dan ya... kalian sama, sama-sama lurus. Dunianya memang sungguh kontras denganku. Kalian sama, sama-sama putih. Beda dengan si kelam sepertiku.
Pengakuanmu kemarin sangat mengejutkan. Salutku padamu bahwa memang kau tak pernah mampu berbohong pada siapapun, termasuk kepadanya tentang perasaanmu yang dibalas olehnya. Dan karena itu, aku akan benar-benar pergi dari kalian. Jikapun kita terpaksa bertemu di suatu waktu, maaf... Aku tak mampu berbicara banyak padamu. Sebab kebohonganmu terlanjur menyiramkan luka di atas perih yang hampir mengering. Juga karena itu, luka lama itu kembali menganga, setelah nyaris terlupa.
Kau menyesal? Lalu maaf katamu? Tak mampukah terbayangkan olehmu akan siraman cuka ini? Kau egois! Memakan daging saudaramu sendiri. Ya... Untuk penyesalan terlambatmu, segala kemunafikanmu, ulutku mungkin mampu memaafkanmu, namun tidak untuk hatiku. Hatiku terlanjur sakit, perihnya dalam. Kalaupun belenggu kecewa ini mampu terobati, bukan kini saatnya. Aku marah!
Bukan. Bukan sebab cemburuku. Toh setelah kusadari, dia juga bukan inginku. Dia sangat jauh dari yang kuharapkan, tahu? Cukup mampu kukatakan bahwa dia hanya pelampiasanku untuk melupakan raja di hatiku yang sesungguhnya. Aku marah!
Marah sebab sikap curangmu, terlanjur membakarku dalam bara amarah juga benci yang belum mampu untuk terhenti.
Seandainya jujur kau katakan bahwa kau juga mengharapkannya saat itu, sebagai kakak, aku yang akan mundur. Toh bila melihatmu bahagia, aku juga bahagia. Namun, karena pengakuanmu kemarin yang sangat mengecewakan menurutku, adalah telah memberikan sebuah batas bagi kita.
Ini sakit, teramat perih bagiku yang tak pernah menyangka, akan hujaman dalam darimu. Sungguh, tak pernah terpikir olehku, bahwa kau mampu menusuk kakakmu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Produk] Wardah Hydrating Aloe Vera Gel: Panas dan Perih di Wajah?

[Review] Make Over Intense Matte Lip Cream, se-Matte Apa sih?

Make Over Intense Matte Lip Cream ini, tentu saja bukan produk baru dari sister brand-nya Wardah dan Emina yang notabenenya produk lokal asli Indonesia. Saya juga baru tahu. Tapi ya inilah saya. Karena baru tahu, langsung pengen tahu dan senang sekali dengan produk lokal. Apalagi setelah nengok banyak review dari beauty influencer yang bilang betapa bagusnya produk ini. And finally, saya putuskan untuk meminta lip cream ini kepada salah satu teman laki-laki (Thanks bro!). Dia kasih yang nomor 08 Liberty. Karena masih penasaran sama warna lainnya which is warna kesukaan saya adalah warna ungu, saya beli sendiri juga yang nomor 20 Style. And now, it’s time to review ^_^
Kemasan
Dilihat dari luar, lip cream ini dikemas di dalam kotak berwarna hitam yang cukup mewah buat penyuka warna hitam seperti saya. Tentu saja, seperti lip cream kebanyakan, pada kotaknya bertuliskan nama produk. komposisi, tanggal kadaluarsa, dll. Tepat di salah satu sisi produknya, tak tertutup kotak lias terbuka. Men…

[Review] Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen, Wearable untuk Pemula

Minggu lalu, saya mendapatkan hadiah yang sangat menarik dari Try and Review (Thank you so much #TryandReviewID) yaitu sebuah Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen. Saya memang sudah penasaran sekali dengan eyeliner berbentuk pulpen/spidol ini, apalagi merk Mizzu yang banyak disukai para beauty vlogger. Setelah setiap hari dipakai, dan ya... sekarang waktunya untuk di-review.
Packaging:
Kotaknya ini, Mizzu sekali, di mana didominasi warna putih yang ada garis-garis hitam seperti zebra. Di bagian atas kotak berwarna hitam yang bertuliskan MIZZU yang diikuti nama produk (dalam hal ini Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen) dengan warna putih. Sedikit warna merah jambu (pink) di bagian bawah kotak sebagai petunjuk ukuran eyeliner pen ini yang seberat 2 mg, menjadikan kotaknya terlihat lebih manis meskipun minimalis. 
Di sampingnya (di bagian putih), terdapat kode produksi, tanggal kadaluarsa, perusahaan yang memproduksinya, dan isi kandungan si eyeliner pen ini. Menurut saya, ini sudah sangat baik kare…