Sabtu, 28 Juli 2018

[Review] Acnes Tea Tree Oil Clay Mask, Bisa Menghilangkan Beruntusan



Wajah berjerawat, sangat mengganggu penampilan. Belum lagi si beruntusan itu, apalagi kalau dia datang bawa teman-temannya. Benar-benar bikin tingkat percaya diri menurun drastis, kan? Seperti yang sedang dialami adik saya yang beberapa hari lalu bertanya, “Kak, produk apa yang bisa mengatasi beruntusan?”

Nah di sini, saya mau mengenalkan sebuah produk masker yang sudah saya cari selama ini, yaitu Acnes Tea Tree Oil Clay Mask. Kenapa saya cari? Karena sering habis. Mungkin diborong oleh para pejuang jerawat, yang pasti sudah mengenal Acnes Creamy Wah dan Acnes Foaming Washnya, yang lumayan ampuh mengurangi perdangan akibat jerawat. Nah, masker ini adalah rangkaian lanjutannya.

Pada maskernya, terdapat tulisan Clay Mask. Saya rasa cocok untuk wajah saya. Kalau Tea Tree Oil, belum tahu saat pertama. Namun setelah dicoba sebulan, baru saya bisa jabarkan. So let’s jump to the review ^_^

Kemasan:


Kemasannya tanpa kotak/dus. Jadi produknya itu persis seperti Acnes Creamy Wash, yaitu plastik berbentuk  tube, yang didominasi warna putih dan hijau. Pada kemasan seberat 50 gram ini, terdapat tulisan Acnes Treatment Series, yang memang rangkaian produk perawatan wajah dari Acnes. Tutupnya serupa tutup masker dalam tube pada umumnya, yaitu fliptop. Saya pribadi sangat suka dengan tutup seperti ini, karena memudahkan kita menutup produk, tinggal klik aja dan produk tertutup rapat. Higienis, kan? Didukung dengan kemasannya yang menurut saya travel friendly, jadi gak terlalu besar untuk dibawa bepergian.

Baca juga: Skin care Safi White Expert

Pada kemasan, tertulis jelas kegunaan produk. Berikut juga cara pakai dan komposisi (ingredients-nya). Buat yang masih ragu aman atau tidak, ternyata Acnes Tea Tree Oil Clay Mask ini sudah terdaftar pada BPOM RI, di mana dia juga terdapat kode produksi yang jelas. Yang paling penting lagi, Manufactured by-nya juga jelas. Jadi produk ini bukan produk treatment abal-abal.

Tekstur dan Aroma:


Dilihat sari teksturnya, berupa krim kental berbentuk pasta berwarna hijau muda. Kalau ditekan pada telapak tangan, dia langsung luruh. Kalau tangannya dibalik-balik, dia tak langsung jatuh. Aromanya segar, ini karena aroma si Tea Tree Oil tersebut. Yang enaknya lagi, produknya dingin di tangan. Cobain aja langsung ke wajah.

Ingredients:


Dari sekian banyak komposisinya, yang saya notice tentu saja Kaolin dan Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, dan Aloe Barbadensis Leaf Extract.

Kalau masker berbahan Kaolin (Clay) dan Aloe Barbadensis Leaf Exctract, saya sudah pernah pakai dan sejauh ini cocok. Makanya, saya penasaran sama si Tea Tree Oil-nya itu. Mana tahu dapat menjadi alternatif masker.

Manfaat, Cara Pakai dan Hasil:

Seperti yang tertulis pada kemasan. Kegunaa dari masker ini yaitu untuk merawat kulit yang berjerawat. Ini karena terdapat kandungan Tea Tree Oil yang sudah dikenal bermanfaat untuk merawat kulit berjerawat. See? Merawat ya sayang, bukan menghilangkan tiba-tiba. Jadi produk ini merupakan produk perawatan.

Selanjutnya disebutkan, produk ini berguna untuk membersihkan wajah. Ini karena mengandung Clay untuk membantu mengurangi minyak (sebum) berlebih dan membersihkan kulit lebih intensif. Nah, pernyataannya jelas, kan? Merawat dan membersihkan.


Cara pakainya pun mudah, karena tak perlu diaduk dan ditambah air lagi. Setelah dikeluarkan isinya ke jari tangan, produk ini langsung diaplikasikan di wajah. Cuma perlu dioleskan secara merata pada wajah dan didiamkan selama sekira 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali seminggu. Setelah 15 menit pun, masker ini agak lembab. Fyi: masker ini gak akan kering seperti kerupuk.  Setelah itu, wajah dibersihkan dengan air. Saat terkena air, masker menjadi licin. Nah, kalau saya, pijat-pijat lagi wajah saya sampai semua maskernya luruh.
Setelah memakai masker ini, tanpa terasa seperti tertarik, kulit terasa kencang dan bersih, walaupun memang, beruntusan, jerawat, maupun pori tak berkurang pada pemakaian pertama. Diteruskan saja sampai hasil yang kita harapkan terwujud. Biasanya kalau saya, hasil akan jelas terlihat pada pemakaian kedua atau ketiga.

Jika kita menginginkan hasil yang bagus, tentunya tak bisa kita harapkan dengan si masker saja, toh? Sebagai pejuang jerawat, kita harus merawatnya. Jadi biasanya, setelah membersihkan wajah, saya memakai toner lagi. Tentu saja, ini karena menurut saya, toner merupakan pintu supaya skin care lanjutannya dapat bereaksi dengan baik di kulit wajah kita. Setelah toner, saya pakaikan moisturizer. Kalau mau keluar rumah, pakailah sunscreen.

Harganya berapa?

Sekira Rp 30.000 – Rp 35.000

Belinya di mana?

Kalau yang Offline, saya belinya di swalayan besar. Sepertinya, di drugstore juga ada. Kalau yang online, di berbagai market place pasti ada. Toh produk ini juga bukan produk baru.

Re-purchase, gak?

Yaiyalah bakal saya beli lagi. Masalah yang ada pada wajah saya, ya ini lagi, ini lagi. Semoga saja nanti masih ada di swalayan dekat rumah saya. Produk ini ajaib, bisa cepat habisnya. Nyesal juga sih saya beli cuma satu.

Intinya tak ada yang tak saya sukai dari produk ini, karena produk ini memang produk yang cocok sama wajah saya. Saya suka sama produk ini karena berbagai kelebihannya, yaitu:
- Mudah diaplikasikan
- Oil controlnya bagus
- Wanginya enak
- Harganya juga cukup ramah
-Dengan pemakaian teratur:
jerawat, beruntusan maupun pori besar, berkurang.

Selamat mencoba



Salam

3 komentar:

Muthi Haura mengatakan...

Aku pengen beli masker ini tapi belum kesampain. Btw makasih sharingnya. Salam, Muthi Haura

Gendis Pambayun mengatakan...

Ini akuu komenninn daaa

Auda Zaschkya mengatakan...

Terima kasih sudah dibaca...
Salam.