Minggu, 27 Januari 2013

Menjadi Distancer Bukan Berarti Harus Galau !


Hai..Selamat pagi buat semua pembaca kompasiana yang baru pulang malam mingguan.
Gimana dengan aktifitas malam minggu kalian yang punya pacar dan pacarnya tinggal di satu lokasi yang sama? Semoga semuanya baik-baik saja, ya. Pastinya kamu semua tak mengalami kesulitan yang begitu berarti jika ingin bertemu dengan sang pacar. Tentunya hal ini sangat jauh berbeda dengan yang dirasakan para distancer. Distancer, apa sih?

Distancer adalah sebutan bagi para pelaku Long Distance Relationship (LDR) a.k.a Hubungan Jarak Jauh yang berbeda kota, negara, maupun benua (kalau beda alam, gak masuk ya,hehehe..). . masih aman, kan? Semoga ya!

Kadang ada juga yang gak tahan LDRan lalu memilih PHK (pemutusan hubungan kasih) sebagai jalan satu-satunya dari pada menahan rindu berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kasihan sih sebenarnya bila hubungan yang aman, damai, tentram, sentosa itu harus diakhiri, sehingga banyak yang lebih memilih menjadi jomblowan/ti. Up to you, guys !!! ‘coz Cuma kamu yang tahu apa yang terbaik buat kamu dan hatimu.

1359222466698484749
image from www.nuruliyah.com

Sebagai LDR survivor, saya sangat mengerti akan kesulitan yang dialami semasa LDRan itu berjalan. Masalahnya itu biasanya seputar :
1. Wakuncar (waktu kunjung pacar)
Wakuncar yang biasanya rutin dilakukan setiap malam minggu, tak bisa terjadi. Gara-gara si malam minggu ini, para distancer dan jomblower diejekin sama si relationshiper.
2. Tak bisa sering bertemu
Seminggu itu ada 7 hari, kan? Sebelum malam minggu, dari seminggu itu tak ada hari yang bisa bertemu. Kata teman saya, “Rasanya dunia mau tamat gitu kalau sehari aja gak ketemu si pacar.”
3. Si dia tak setia
Adanya pikiran yang mengatakan dia punya pacar lagi. Lalu sedih, nangis.
4. Si dia tak bisa dihubungi
Setelah ponselnya tak bisa dihubungi, lalu curiga berlebihan. “Benar nih, kayaknya dia selingkuh.”
5. Ketika di butuhkan, dia tak ada
Uring-uringan, ketemu siapa saja bawaannya marah padahal lagi gak PMS. Saya pernah menjadi korban amarah si kawan yang sempat distancer.

Dari beberapa hal di atas, para distancer akan :
1. Sibuk menggalau
2. Punya kepikiran yang tak jelas kemana
3. Nangis, curhat sama sahabatnya.
4. Tak cukup disitu, menghubungi keluarga sang pacar bahkan teman-temannya tanpa segan pun dilakukan.
5. Lalu, ketika sang pacar bisa dihubungi, langsung marah-marah.
6. Bak polisi yang sedang mengintrogasi penjahat, mulailah ia menanyai sang pacar.
7. Menuduh sang pacar selingkuh pun tak ayal dilakukan.

“Meletakkan” seorang mata-mata pun dilakukan seperti pengalaman saya yang saya tuliskan di sini . Si mata-mata salah ngomong, asal tuduh dsb jadinya saya yang dimarahin mulai tengah malam sampai menjelang subuh. Sampai pada akhirnya, ibu marah dan menyuruh saya memutuskan hubungan dengannya karena menurut ibu, “aku aja yang melahirkanmu, gak pernah marah-marahin kamu selama itu apalagi tengah malam. SIAPA DIA BERANI MARAHIN KAMU??? PUTUSKAN !,” bentak ibu.

***

Para distancer itu sebenarnya sadar sendiri dengan pilihan LDRnya dan tahu konsekuensi.  Kalian kan ada di lokasi yang beda dengan si pacar. Nah kalau kita sakit, gimana?
1. Kan bukan si pacar yang ngurusin kita.
2. Kalau kita tinggal sama orang tua atau saudara, masih mending ada yang melihat. Jika kita tinggal sendiri (kos) gimana?
3. Apa mungkin si pacar tiba-tiba datang? Logikanya kan tidak.
4. Apa yang si pacar bisa lakuin? Cuma teleponin/smsin kita berjam-jam dengan alasan KHAWATIR. Haduh… alasan bodoh yang dilakukan dari pacar yang bodoh. Kalau dia ngakunya pacar dan cinta sama kita, dia pastinya punya pikiran untuk membiarkan kita beristirahat. Toh nanti kita akan menghubunginya jika sudah siap berbicara.

Menjadi seorang distancer itu memang mesti tahan banting. Di banting untuk setia dan di banting untuk nahan kangen. Sebenarnya kalau kita mau berfikir jernih dan mengenyampingkan pikiran negatif, yang namanya LDR itu mengasyikkan lho. Bagaimana tidak? Kita dapat :
1. Fokus
Selama kita sedang sendiri, kita dapat memfokuskan diri untuk berkarya. Misalnya belajar biar bisa naik kelas, belajar biar IP semester bagus, dan bekerja lebih rajin bagi yang telah bekerja. Tentunya jika sedang fokus, kita tak ingin di ganggu oleh siapapun, termasuk sang pacar.
2. Istirahat
Kita itu makhluk hidup yang perlu istirahat. So, selama sang pacar tidak berada di samping kita, kita bisa beristirahat semisal tidur demi memulihkan kondisi kita yang lelah dengan aktifitas.
3. Punya waktu untuk diri sendiri
Buat yang cowok, kalau punya hobi manjat gunung, bisa tuh dilakuin tanpa ada kekhawatiran berlebihan dari sang pacar. Dan buat cewek yang hobi nyalon, bisa menghabiskan waktu berjam-jam di salon tanpa harus membebani sang pacar untuk menunggui kita di salon.

Logikanya gini, hidup kita bukan untuk si pacar saja. Kita punya orang tua, kan? Fokus dulu demi membahagiakan orang tua yang sudah lelah mencari uang untuk biaya sekolah/kuliahmu. 

Namun bukan berarti tidak perhatian pada si pacar. Dan bagi pekerja yang distancer, sudah bisa memikirkan pernikahan, jadi lebih enak fokus ngumpulin biaya nikah. Secara, nikah itu mahal, belum lagi kalau ada  para petugas di KUA yang melakukan pungli (pungutan liar).

Menjalani long distancer relationship di zaman sekarang itu sebenarnya mudah. Mudah gimana? Siapa bilang susah? Di zaman secanggih ini, masing-masing kita punya :
1. Ponsel
Dari jadoel phone, medium phone sampai smart phone yang kita punyai dapat mudah menjawab kerinduan kita sama si pacar.
Cew :  “Baby, aku kangen nih” (ngeliatin foto pacar).
Cow : “sama sayang, aku juga rindu lihat wajah lugumu. Dengarin langsung suara manjamu”. (telponnya sambil sembunyi di toilet karena pacar di kotanya lagi pacaran juga sama cewek lain , hahahaaha… , gak ah, ni joke aja dari saya).
Cew : ”ih, sama banget cinta” (ciumin foto pacar yang di HP)
Cow : ntar malam kita telponan lagi ya sayang, jam 12an gitu (pacar irit nih nelponnya tengah malam, hehee..).

2. Komputer + cam, laptop, netbook
Bullshit kalau kamu semua gak punya salah satu dari benda ajaib ini, secara nilai dan uang yang bakal kamu terima keluar dari alat-alat ini. Ya iyalah,, tugas sekolah/kuliah kan bakalan di nilai kalau dari ketikan (jarang2 hari gini tugas masih suruh nulis tangan). Belum lagi uang akan mengalir lancar bila tugas kerjaanmu terselesaikan dengan rapi dari sini.

Bullshit lagi kalau kamu bilang kamu gak punya akses internet di ketiga benda petingmu itu. Modem termurah ada yang harganya Cuma seratus ribuan, kan? Belum lagi provider telepon sekarang banyak sekali. Mereka kasih harga pulsa modem bervariasi dari yang murah samapi yang mahal. Ada juga yang unlimited di kartu tertentu.

Dengan modem dan ketiga benda ajaib itu, kamu juga punya Facebook, twitter, G+ dsb. Anak muda mana sih yang gak punya? Jangankan anak muda, para orang tua aja, punya toh? Dengan akses internet yang begitu mudah, kalian juga bisa ketemu di chat YM, chat FB maupun Skype. Apa pun yang kalian lakuin kan bisa terlihat langsung sama si pacar.

3. Bus, Kereta Api, Kapal Laut dan Pesawat.
Keempat transportasi itu bisa dipakai untuk mengunjungi sang pujaan hati bila kangen itu sudah setinggi gunung Everest dan gunung Kilimanjaro. Ya, sebenarnya memang tergantung uang juga sih. Kalau ‘gak punya uang ya ‘gak perlu maksain diri. Misalnya, sampailah kamu ke kota si pacar terus mau nginap dimana, makan apa? Masa’ mau jadi gelandangan sih?

4. Rumah/kos teman dan rumah saudara.
Nah, kamu sudah tiba di kota sang pacar, lalu apa yang harus kamu pikirkan? Jangan samapai kalian jadi gelandangan di kota sang pacar. Terus, pikirin juga gimana pun sebagai manusia biasa, kalian kan harus berhemat. Jadi Kalau ‘gak punya uang ya ‘gak perlu maksain diri nginap di hotel, apalagi sampai berhari-hari. Pilihan kamu ya nginap di rumah/kos teman atau rumah saudara. Kalau di kos, minimal numpang tidur dan mandi lah ya.. walaupun makan mesti tanggung sendiri. Kalau di rumah teman/saudara kan malah enak, gak perlu pusing mikirin makan, minimal sarapan kan di rumah.

Nah,, alasan apa lagi yang mau diketengahkan para distancer untuk membantah riset saya ini? Gimana gak riset, toh di awal saya udah bilang, sebelum jomblowati seperti sekarang ini, saya kan distancer survivor dan di kunjungi para mantan ke kota domisili saya. Long distance relationship bukan akhir dunia lho. Selama masih long distance, fokuskan saja ke dirimu tapi gak lupa juga untuk tetap memperhatikan sang pacar.

Selain persiapan materi, kalau mau LDR-an mesti benar-benar siap mental ya, buktinya banyak juga yang berhasil dalam melalui LDR, contohnya beberapa kompasianer dan orang-orang yang menuangkan kisahnya di buku yang sedang saya baca ini.

Jadi, tak ada alasan buat galau, sedih apalagi sampai nangis karena long distance.Kemudahan distancer sudah saya bahas melalui riset saya. Zaman sekarang ini udah jauh lebih canggih dari zaman surat-suratan dulu yang mesti nungguin pak pos di depan pintu. So,  Stop Galau And Be A Smart Distancer.


Sabtu, 26 Januari 2013

Bebas Galau Ketika PMS dengan Vitafem Free Me


Menjadi seorang ibu adalah kebanggaan tersendiri bagi kaum wanita. Seperti yang kita ketahui bersama, hanya kaum wanita yang dapat mengalami proses dari kehamilan, melahirkan, hingga menyusui. Namun sebelum mengalami proses tersebut, seorang wanita yang tengah beranjak remaja berumur sekitar 13-14 tahun akan mulai didatangi “tamu” bulanan. Siapa tamu bulanan tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah Menstruasi.

Menstruasi adalah proses alami yang sudah pasti dilewati oleh setiap wanita, tak terkecuali saya. Walaupun saya dikenal tak bisa diam oleh teman dan keluarga saya, namun ketika PMS menghadang, saya yang biasanya jalan kesana kemari bisa tiba-tiba hanya diam di rumah.

Sejatinya, PMS (Premenstrual Syndrome) adalah keluhan kram perut serta emosi yang berlebih di masa menstruasi yang merupakan suatu hal yang lumrah di hadapi oleh seorang wanita. Teman-teman lelaki saya sering bertanya, mengapa PMS bisa terjadi? Mereka terkadang kebingungan dengan perubahan perilaku dari pasangan-pasangan mereka yang tanpa sebab bisa langsung marah-marah.

PMS bisa terjadi sebab adanya perubahan hormon di dalam tubuh seorang wanita yang mengalami menstruasi, yang pada akhirnya menyebabkan rasa sakit (kram/nyeri hadi), emosi berlebih bahkan sampai perubahan psikologisnya.

Seperti kejadian beberapa bulan lalu. Beberapa hari sebelum masa menstruasi, perut saya sakit sekali. Jangankan untuk bergerak, duduk pun susah apalagi berdiam diri dalam posisi tidur. Saat itu saya putuskan untuk tidak masuk kuliah. Ibu yang melihat saya langsung tahu apa yang menyebabkan saya begitu. Bergegaslah ibu mencari Vitafem Freeme sesuai pesanan saya di warung dekat rumah, ternyata tidak ada. Saya pun hanya meminum air hangat di rumah sambil tetap menahan sakit. Memang rasa sakitnya lebih ringan walaupun masih terasa.

Keesokan harinya, sambil tetap menahan sakit, saya pergi ke apotek. 2-3 apotek saya masuki, tapi Vitafem Free Me tak saya dapatkan. Saya jadi berpikir, apakah sedemikian sulit untuk mendapatkan obat tersebut? Atau distribusinya yang belum merata di seluruh kota Medan?

Karena saya sudah terbiasa mengonsumsi Vitafem Free Me yang terbuat dari bahan herbal mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) dan terbukti membantu meringankan pegal di seluruh tubuh serta sakit (kram/nyeri haid) yang teramat di bagian perut, oleh sebab itu saya bela-belain keluar masuk apotek sampai akhirnya saya menemukan obat herbal yang telah diolah menggunakan teknologi modern tersebut. Karena bahannya dari herbal, maka Vitafem Free Me ini sangat aman di konsumsi dalam jangka panjang.

1358544368602431805
dok. pribadi

Cerita diatas tentang sakit dan kram perut. Selanjutnya tentang amarah yang terkadang tak disengaja. Meskipun biasanya saya jarang ngambekan apalagi marah-marah, namun ketika PMS ini biasanya emosi saya benar-benar naik yang mana gampang tersulut emosi dan langsung marah-marah. Saya dan ibu di rumah jadi bingung sendiri, saya kenapa? Bahkan ibu sempat mengatakan ingin membawa saya ke Psikiater akibat amarah saya yang berlebihan. Atas reaksi ibu saat itu saya terkejut, namun tak lama setelah itu, ternyata saya memang positif mengalami menstruasi.

Ternyata nyeri haid dan emosi yang tidak stabil pun bukan saya saja yang mengalaminya.  Semua wanita pun mengalami hal serupa termasuk teman dekat saya.

Suatu hari saya sedang chatting di facebook dengan seorang teman. Seperti biasa, banyak joke yang sering kami lemparkan dan dibarengi dengan tawa (dengan berbagai emoticon di facebook), tiba-tiba saja ia menuliskan chat dengan nada amarah dan tidak online lagi. Saya jadi bertanya-tanya, dia kenapa? Saya sms pun tak dibalas. 

Setelah beberapa hari kemudian, dia menghubungi saya dan menjelaskan bahwasanya kemarin dia sedang dilanda emosi berlebihan akibat PMS. Jangankan dengan saya, dengan pacarnya bahkan keluarganya saat itu dia marah-marah. Saya maklum saja dengan kondisinya, toh kami kan sesama perempuan.

Beberapa hari yang lalu, kembali saya mencari Vitafem Free Me untuk persediaan menjelang menstruasi bulan ini. Namun, lagi-lagi setelah saya masuki sekitar 3 apotek, baru saya dapatkan obat tersebut yang saat itu berhadiah sebungkus pembalut.

13585446971990991775
dok. pribadi

Walaupun kram akibat nyeri haid maupun perubahan psikologis serta kadar emosional berlebih tersebut hanya bersifat sementara, tentunya hal tersebut mengganggu aktifitas Anda, bukan? Menurut pengalaman pribadi saya, hal-hal yang menggangu tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi Vitafem Free Me.

[Stop Cyberbully] Bullying, Cyberbullying, dan Kematian



Sebagaimana yang kita ketahui, setiap manusia terlahir di dunia ini memiliki perbedaan baik dari jenis kelamin maupun bentuk fisik. Tujuan hidup manusia di dunia ini pun berbeda-beda sehingga ada satu kalimat yang mengatakan Rambut Sama Hitam, hati siapa tahu? Jelas tak dapat di pungkiri, bukan? Interaksi yang dilakukan oleh seorang manusia dengan manusia lainnya (selain keluarga) tentunya dimulai sejak kita masih duduk di bangku TK/SD dimana kita menemukan banyak orang dengan ciri-ciri, perbuatan, pandangan maupun pemikiran yang berbeda dengan kita.

Bullying

Di masa sekolah dasar (SD) misalnya. Jika ada seorang teman yang merasa tersaingi dengan seorang anak atau akibat faktor ekonomi dan sosial lainnya, maka sang teman tak segan-segan untuk membullynya (dengan berkelompok). Misalnya dengan tidak mau mengajaknya bermain bersama, menjadikannya bahan lelucon (tertawaan teman-teman lain) atau pun memusuhinya. Tak menutup kemungkinan jika fisiknya ikut di sakiti.

13591383321195635432
ilustrasi dari http://gayahidup.plasa.msn.com

Selanjutnya pada jenjang SMP dan SMA, seorang anak mendapatkan perlakuan sama bahkan cenderung mengarah ke penganiayaan fisik sebagaimana seorang teman laki-laki saya pernah mengalaminya. Kegiatan bully di SMA yang secara langsung dapat kita lihat adalah di dalam adegan seorang anak introvert yang menjadi korban bully teman-teman sekolahnya hingga menjadikan ia sebagai seorang psikopat dan mati mengenaskan (bunuh diri)  seperti yang terlihat dalam film Ekskul.

Mungkin ada segelintir orang yang mengatakan bahwa kegiatan bullying ini adalah hal yang sepele. Ada yang berkata, “ah, itu Cuma hal biasa, jadi biasa saja deh nanggapinnya, toh demi interaksi sosial dalam masayarakat lah, biar akrab gitu.”
Ucapan apa itusebelum berucap, sempatkah Anda berpikir akan efek yang ditimbulkan dari ucapan Anda? Menurut Anda, seakan-akan bullying itu berdampak ringan. Kalaulah sekali dilakukan, toh mungkin masih bisa ditolerir. Bagaimana bila sering kali? Masih menganggap itu adahal hal sepele juga?

Anda tahu, kenyataannya tidak demikian. Tanpa sadar perbuatan bullying itu menimbulkan dampak negatif yang serius dan fatal. Perilaku tersebut sangat berdampak negatif bagi perkembangan psikologis si korban. Sadarkah Anda? Dan Anda yang melihat atau sedang dibully namun Cuma diam saja, sesungguhnya Anda telah memberikan ruang (bulliespower) bagi si pelaku. Jadi si pelaku tak sadar akan perbuatan tercelanya.

Sebenarnya “aktifitas” bullying yang terjadi di sekolah, sudah menjadi bahan pemikiran seorang Professor dari University of Bergen, Skandinavia sejak tahun 1970-an yang bernama Dan Olweus seperti yang tertulis di sini. Beliau membagi pengertian bullying ke dalam 3 unsur yaitu :

1. Bersifat menyerang (agresif) dan negatif.
2. Dilakukan secara berulang kali.
3. Adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat.

Dengan perilaku, sbb :

1. kekerasan fisik (mendorong, menendang, memukul, menampar).
2. Secara verbal (Misalnya panggilan yang bersifat mengejek atau celaan)
3. Secara mental (mengancam, intimidasi, pemerasan, pemalakan).
4. Secara sosial, misalnya menghasut dan mengucilkan.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, ke-3 unsur tersebut selalu diikuti oleh ke-4 perilaku tercela itu yang di alami oleh anak usia sekolah. Sungguh kasihan seorang anak yang semestinya masih harus menutut ilmu namun mendapat perlakuan demikian dari teman-temannya. Sampai sekarang, fenomena ini terus menjadi perhatian  peneliti, pendidik, organisasi perlindungan, dan tokoh masyarakat . Disinilah orang tua harus berperan aktif dimana seorang anak sudah sepantasnya ditanamkan nilai agama dan etika dari rumah supaya tidak menjahati temannya di sekolah.

Cyberbullying

Seiring perkembangan zaman yang diikuti dengan kecanggihan teknologi internet, bullying tersebut pun berubah menjadi Cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan pelecehan yang dialami seorang anak dimana ia diejek dan dihina melalui dunia cyber. Seperti yang tertulis di sini, pelaku dan korban cyberbullying dianggap valid bila berumur 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Dan bagi yang telah berusia diatas 18 tahun, kasus tersebut dikategorikan sebagai cyber crime ataucyber stalking (cyber harrasment).

Mungkin Anda telah melupakan kasus cyberbullying yang mengantar seorang anak ke peristirahatan terakhirnya. Sedikit menyegarkan pikiran Anda dimana Amanda Todd (15)  yang meninggal dunia akibat cyberbullying yang dilakukan melalui jejaring sosial facebook. Ia merasa depresi karena mendapati satu akun khusus yang menjadikan foto payudaranya sebagai subjek sekaligus objek. Dan karena gambar tersebut telah tersebar, otomatis Amanda dijauhi teman-temannya. Tak lama pada tanggal 1o Oktober 2012, Amanda ditemukan telah meninggal dunia di rumahnya. Ada sebuah video yang di unggah Amanda ke youtube pada tanggal 7 September 2012 (sekitar 5 minggu) sebelum kematiannya yang berjudul Struggling, Bullying, Suicide, Self Harm, Fighting.

1359138588946104294
http://www.infospesial.net

Seperti yang tertulis di sini dimana disebutkan bahwa Cyberbullying bukan satu-satunya pemicu aksi bunuh diri di kalangan remaja. Biasanya bunuh diri lebih karena didorong oleh bully atau pelecehan di dunia nyata, juga depresi yang ditimbulkannya. Demikian menurut studi American Academy of Pediatrics (AAP) di ajang National Conference and Exhibition belum lama ini. Bisa jadi benar, sebab Amanda Todd selain mengalami cyberbully juga menjadi korban pelecehan di lingkungan sekitarnya, yaitu sekolah.
Jadi dengan adanya kejadian tersebut, masihkah Anda menutup mata dan tak mau tahu dengan fenomena tersebut?

***

Internet ini bukan Cuma “mainan” anak-anak yang sering saya temui di warnet yang menyediakan fasilitas game online. Anda semua juga menggunakan internet, bukan? Di zaman canggih ini, Internet layaknya seperti makanan bagi para pelajar, mahasiswa maupun pekerja. Anda yang sedang mengakses Kompasiana pun telah dianggap dewasa dimana di Kompasiana ini disediakan kolom komentar.

Selama saya berkarir di dunia kompasiana ini, saya pernah menjadi korban cyberbullying oleh orang yang mencoba menjatuhkan mental saya dimana orang tersebut selalu saja berkomentar dengan mengata-ngatai saya sebab ketidaksetujuannya dengan tulisan-tulisan saya atau pun dia selalu menguntit komentar saya dan menyerang komentar saya dengan kata-kata yang tidak pantas. Ada lagi orang yang selalu beradu argumen di postingan saya tapi malah bahasanya yang digunakan tidak pernah bagus.

Untuk si penguntit itu, pernah ada usulan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Sebenarnya bisa saja, Cuma saya biarkan dulu karena kasihan sampai akhirnya si penguntit itu akunnya di suspended admin berkali-kali (dia ganti namanya sampai episode 4), dan setelah dia memiliki akun baru dengan nama lain, ia tidak menganggu saya lagi.
Kasus cyberbullying selanjutnya di Kompasiana ini yaitu adanya inbox kasar yang dilayangkan oleh dua buah akun yang tak bertanggung jawab kepada Bunda Khadijah dan Bang Arke dimana isinya amat kasar, seperti orang yang tidak pernah makan bangku sekolah.

13591386812000848862
http://tokitea.blogspot.com
Dari sini saya mendapati bahwa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan cyberbullying adalah :

1. Marah, balas dendam, sakit hati dan frustasi
Bila dirasakan memiliki masalah, ada baiknya masalah itu di komunikasikan.  Jadi tak perlu menggunakan cara tersebut. Toh segala permasalahan masih bisa dibicarakan dengan kepala dingin, bukan?

2. Haus kekuasaan dengan menonjolkan ego dan menyakiti orang lain
Menurut hemat saya, tak ada gunanya membuktikan kehebatan Anda di sini, ini hanya dunia maya. seperti kata teman saya, dunia maya, Just for Fun.

3. Merasa bosan dan memiliki kepandaian hacking
Kalau bosan dan ingin mencari kesenangan, bisa dilakukan dengan apa saja, bukan? toh di komputer Anda memiliki berbagai Game. jika memiliki kepandaian Hacking, ya.. buat saja satu akun sendiri, dan mulailah bereksperiment meng-hack akun tersebut. laebih bermanfaat menambah ilmu Anda dari pada menambah Dosa karena membully orang lain.

4. Untuk Hiburan, menertawakan atau mendapat reaksi
Tertawa di atas penderitaan orang lain? Tegakah Anda melakukan hal demikian? bayangkan jika Anda yang diperlakukan begitu.

5. Ketidaksengajaan, misalnya berupa reaksi/komentar impulsif dan emosional
Jika tak sengaja mengganggu orang lain dan tidak menyakitkan, saya rasa masih bisa ditolerir. Tapi kalau sering dan menjurus melakukan pelecehan, bagaimana? kembali lagi, bayangkan jika Anda atau keluarga Anda yang mengalaminya.

***

Kemudian ada pula yang dengan sinis mengatakan, cyberbullying itu Cuma dialami oleh anak-anak.

Pertanyaan saya, Kata siapa?

Seperti dilansir di Live Science, sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari Nothingham University dan University of Sheffield di Inggris telah mengungkapkan bahwa para pekerja yang mengalami cyberbully memiliki penderitaan lebih berat bila dibandingkan dengan penganiayaan secara konvensional disebabkan oleh tertekannya mental yang tinggi serta rendahnya kepuasan dalam bekerja. Seperti yang diungkapkan oleh Coyne, hal ini mungkin disebabkan oleh sifat alami ruang cyber yang memang terisolasi.  Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa Cyberbully Bukan Cuma Masalah Anak-anak  seperti yang tertulis di http://jakarta.okezone.com.

***

Kasus yang menimpa BK sejatinya telah menganggu psikologisnya secara beliau seorang perempuan. Layaknya perempuan biasa, beliau juga amat sedih dengan inbox tersebut, dimana  beliau sempat vakum dalam menulis di Kompasiana ini selama beberapa waktu. Selanjutnya, beliau telah menempuh jalur hukum dimana telah menunjuk Bapak Sutomo Paguci sebagai pengacaranya. Pak Sutomo Paguci tentunya sangat paham apa yang harus beliau lakukan terkait kasus penghinaan berikut pencemaran  nama baik ini. BK sudah memiliki pengacara dan mau menempuh jalur hukum, saya jadi heran, kok masih ada yang skeptis? Serahkan saja urusan tersebut kepada Pak Sutomo, biarkan BK dan beliau yang menangani kasus tersebut. BIla Anda merasa tak berkepentingan dan tak mau tahu, cukup diam saja tanpa mencampuri urusan beliau. Cukup adil kiranya jika itu Anda tanamkan di pikiran Anda.

Akhirnya, cukup baik jika kita mengetahui potensi yang kita miliki masing-masing untuk menciptakan kenyamanan di luar dan di dalam Kompasiana. Tak perlu berkata kasar atau mengirim inbox kurang ajar seperti yang di alamatkan kepada BK dan Bang Arke. Sejatinya, orang akan menilai Anda melalui tulisan Anda di dunia maya ini terlepas dari kredibilitas Anda yang mungkin baik di dunia nyata.

Seperti Joshua dalam film Ekskul dan Amanda Todd yang memilih mengakhiri hidupnya akibat bully dan cyberbully, apakah Anda masih mau melakukan hal bodoh (membully) itu lagi? Bila masih mau, UU ITE masih ada kok dan dapat menjerat Anda.So, Think Before Doing Something.

Selamat Pagi

Auda Zaschkya - 1

Tulisan ini diikut sertakan pada tema Stop Cyberbully.
Untuk melihat karya peserta lainnya silahkan klik di sini.

Jumat, 04 Januari 2013

Pertanyaan Dari Pelacur Kepada Negaranya


13572558221840313472
http://manado.tribunnews.com

Menjajakan diri di pinggir jalan bukanlah mauku, namun sepertinya ini adalah jalan hidup yang harus kutempuh. Perutku harus ku isi. Aku juga pantas mengenakan pakaian bagus seperti layaknya wanita kelas atas. Aku juga ingin punya barang mewah seperti kalian yang selalu pamerkan harta benda jerih payah orang tua kalian di hadapanku.

Kini, kalian hanya mampu berkata, “Mengapa tak mencari pekerjaan lain?” Atau mengulitiku dengan ucapan wanita jalang perebut suami orang, perusak rumah tangga mereka yang dianggap suci dan luput dari dosa karena mereka duduk di bangku kayu terhormat di ruangan yang katanya menampung aspirasi dari rakyat kecil sepertiku.

Hidupku berbeda dengan kalian. Kalian tak tahu apakah aku dapat memamahbiak seperti kalian sebanyak mungkin? Kalian juga tak tahu, apakah aku sempat memakan bangku pendidikan? Kemiskinan telah membutakan mata hingga aku menghalalkan segala cara agar aku dapat bertahan hidup. Aku hanyalah gadis yang tak pernah bisa membaca, namun dapat menghitung jumlah uang. Itu pun karena dulu membantu pekerjaan orang tuaku di kampung dan mendapat bayaran dua ribu rupiah per kilogram sampah yang berhasil kukumpulkan.

***

Kini aku hidup di kota. Sedari kecil aku dibawa ke kota oleh tetangga yang darinya juga kuketahui pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”. Mana? Mana realisasi pasal tersebut? Sedari masih miskin di kampung, negara tak pernah melihatku. Jangankan negara, kepala desa pun enggan meringankan langkahnya untuk ke gubukku yang sering terendam banjir ketika sungai meluap jika hujan deras tiba. Beginikah nasib rakyat kecil di mata negara?

Jika kami mencuri sendal dan buah kelapa milik tetangga, baru ramai-ramai kami dipotret dan diwawancarai hingga wajah buruk kami tertempel di berbagai media dan di tonton oleh negara. Dimana keadilan untuk kami rakyat jelata yang tak tahu hari ini bisa makan atau tidak? Yang kaya makin kaya, sementara yang miskin seperti kami makin digencet hingga terpaksa memiskinkan diri sendiri.

Itulah hidup pahit yang pernah kurasakan di kampung dulu sampai aku dibawa ke kota oleh tetanggaku sehabis jasad orang tuaku dikuburkan. Mereka telah menghadapNya. Kalian tahu mengapa? Kalian tak tahu, bukan bahwa mereka meninggal karena kemiskinan, sebab menahan lapar dan penyakit yang tak kunjung sembuh. Bagaimana bisa sembuh sementara beras saja mesti mengharap tetangga yang mau berbaik hati menolong kami.

*

Kini aku telah menjadi gadis dewasa berumur dua puluh tahun yang mampu bertahan hidup dengan merelakan tubuhku untuk dijamah para lelaki yang mampu membayarku mahal. Mengapa aku sampai menjual kemolekan tubuhku? Tetangga yang membawaku ke kota telah dibunuh oleh anak buah sang mucikari yang menculikku hingga aku terjerembab ke liang dosa ini.

Aku tahu ini dosa namun tak punya pilihan lain. Aku harus hidup walaupun aku harus menjamah lembaran merah jambu dari para pria hidung belang yang mampu membayar jasaku memuaskan nafsu setan mereka. Dari sang mucikari, uang itu di potong lagi hingga aku terkadang cuma mendapat seratus atau paling banyak dua ratus ribu. Aku tak mampu berontak, jika aku melawan maka aku tak mendapat uang, sebab wajahku yang selalu tampak cantik berdempul bedak dan blush on akan memar dihajar sang bodyguard mami. Ya.. mami mucikari itu lah yang memerah selangkanganku.

Kehidupanku biasa saja. Hari ini dipelukan Pak Budi, besok ditindih oleh Om Heri atau lusa? Entah lelaki mana lagi yang akan memintaku untuk memuaskan nafsu bejat mereka. Setelah menjalani ritual bersama mereka, aku mendapat lembaran merah jambu yang biasanya disebut uang tip. Aku tak meminta, mungkin karena mereka sangat puas dengan layananku. Tak jarang, kamar kami didatangi oleh istri-istri mereka yang tak segan menamparku serta menyeret suaminya pulang sambil bertelanjang dada tanpa sempat memberiku uang.

*

Aku merasa tak adil dengan perlakuan sang mami, aku tak tahan lagi hingga suatu pagi sehabis dinas di hotel bintang lima dan mendapat uang tip dua juta rupiah dari pejabat yang kulayani semalam, kuputuskan untuk tak kembali ke rumah penampunganku. Aku pergi dengan selembar tank top dan rok mini yang masih melekat di tubuhku. Kulangkahkan kaki dan merelakan mata para pejantan menelanjangi tubuhku ketika aku hendak menuju terminal. Pergi ke kota lain adalah tekadku.

Niat awalku adalah untuk mencari pekerjaan lain, namun tak jua kutemui. Di kota baru, aku tak mungkin hanya diam di kamar kost tanpa mencari uang sebab tak selamanya uang dua juta rupiah itu cukup untuk hidupku. Aku sadar itu. Mau tak mau, aku harus kembali ke lembah hitam, menjajakan diri lagi. Namun kali ini tanpa potongan karena aku berdikari,What the hell is this? Setidaknya aku mencari uang dan uang itu sepenuhnya untukku tanpa discount dari mami. What.. Discount? Bukan discount, tepatnya pemotongan jatah. Kali ini aku harus menjajakan diri di pinggir jalan. Setidaknya ini halal kulakukan, tak seperti mereka-mereka para petinggi yang dibui karena kasus korupsi.

*

“Oh negara, masihkah pasal 34 UUD 1945 itu berlaku,” Tanyaku si gadis miskin penjaja cinta satu malam di pinggir jalan. Jika memang masih berlaku, tolong perhatikan kami yang hidup di kampung. Perhatikan si miskin yang berserak di perkampungan kumuh supaya mereka tak salah jalan sepertiku yang telah bergelimangan dosa ini.

Tuhan.. sadarkanlah mereka yang katanya wakil rakyat supaya mampu dan mampu, minimal melihat kami atau mengentaskan kemiskinan yang terus kami geluti. Hanya do’a itu yang mampu si pelacur ini panjatkan kepadaMu Ya Tuhan, walaupun tak kutahui akan Engkau dengarkan atau tidak.

*

Dalam gelapnya kamar,  4 Januari 2013

Rabu, 02 Januari 2013

Air Mata Lelaki


1357061948130057670
http://bernapas.blogspot.com


Ia terlalu sibuk menabur benih kasihnya,
Berharap mendapatkan mangsa baru ‘tuk temani harinya
Tanpa mau memberikan waktu,
Membuka secuil hatinya untuk melihat aku
*
Ketika ia tak sempatkan diri tuk selami hadirku,
Sesungguhnya ia telah menabur kepedihan pada lukaku
Luka yang hampir mengering sebab pendahulunya
Sayatan yang ingin kukubur dalam sedalam rasaku padanya
*
Lelahku coba distribusikan hati untuknya,
Namun ia cuma membisu
Menatapku hanya ‘tuk puaskan egonya
Tanpa mau menatap hatiku
*
Baiknya aku kembali
Belokkan langkahku ‘tuk lupakan harapan
Benar, ini hanya asa bodoh tentang hati
Milikku yang lajunya masih harus kutahan
*
Aku lelaki tak boleh menangis
Ya, di hadapmu aku tak mau mengemis
Namun, Kau tetap tak tahu hatiku
Kau hanya butuh aku saat sedihmu
*
Harusnya tak kutitipkan rasaku padamu
Rasa kejam ini mampu hancurkan asa hidupku
Kini, kuharus bertahan tanpamu
Tanpa mau harapkan lagi kasihmu

Aku Bukan Perempuan Manja !




Terlalu sering menggunakan logika ketika menatap riuhnya hari, hingga aku melupakan siapa aku. Situasi itu terkadang mendesakku untuk memikirkan, adakah aku sebenar-benarnya wanita atau hanya tampak luar?

Terkadang mereka berpikir, sepantasnya aku terlahir sebagai kaum adam saja sebab aku seperti tak berperasaan ketika menolak cinta yang hampiriku. Sebuah prediket bodoh telah tersemat untukku dari mereka yang tak mengenalku. Ah, bukankah itu tergantung berpasang-pasang mata yang sudi menatapku? Harusnya, jutaan terima kasih kuucapkan kepada mereka sebab mereka mampu menilaiku walaupun aku tak sepenuhnya begitu. Apa peduliku? Kalian tak mengenalku, jadi jangan pernah menjorokkan tubuh kalian yang suci itu terlalu dalam ke hariku.

*

Kau, kau yang sedang dekat denganku. Dari gelagatmu seperti sedang mengharapkan sesuatu yang lebih. Itu tertangkap ketika kau selalu memberi perhatian pada risaunya hari yang selalu kupikul sendiri. Polahmu lebih dari facebook yang selalu menanyakan kabar dan kegiatanku. Kau seperti ibuku yang selalu ingin tahu apa yang sedang kulakukan. Kau juga ibarat kakakku, terlalu sering mengintrogasiku, bak polisi yang sedang memangsa tahanannya. Namun, kau bukan ayahku yang harus selalu mengurusi hidupku, bukan?

Jika semuanya itu adalah inginmu, izinkan kuberkata, kau belum pantas mengambil fungsi mereka dalam keseharianku. Hari-hariku terlalu jenuh hingga aku harus menggunakan logika demi memuluskan hadirku di dunia ini, tak terkecuali ketika harus menatapmu.

*
Seiring berjalannya waktu yang kita telan bersama, entah mengapa dibalik kebosanan itu ada sebongkah keinginan yang terlalu kuat untuk kulawan. “Biar saja,” Ucap akalku. Ya… disini aku masih menyematkan logika kebangganku.Namun tiba-tiba, kemarin ia mengirim sebuah tulisan berlatar hitam, mungkin ia memungutnya dari tong sampah maya. “Ah, ia tahu aku menyukai warna pekat ini, seperti aku mencintai kopiku”, bisikku dalam hati.

Seketika aku bingung mengartikan tulisan yang berbunyi :

Jika aku tidak mengatakannya,
bukan berarti aku tidak merasakannya.
Aku hanya tidak menemukan kata2
yang lebih besar dari perasaanku.

Kalimat itu cukup menohokku. Kalimat yang telah menodai dunia baruku ketika aku memakai naluriku untuk memahami makna kalimatnya. Sekelumit rasaku sebagai wanita seketika muncul menghadang alur logikaku, namun gejolak itu mampu kutahan. “Jangan gegabah dalam mengartikan rayuan lelaki, bukankah kau telah mampu bangkit setelah terperosok ke dalam jurang ketika dia sang pendahulu mendewasakanmu dengan kejamnya?” Logikaku kembali berontak dan ingin berjalan di depan.

Ketika kutanyakan padanya tentang makna tersirat dari ungkapan itu, ia hanya mampu berkata bahwa hanya asal kirim. “Ah,, lagi-lagi jawaban klise,” hardikku dalam hati. “hei, bukankah ini keuntunganku,” Senyum bahagia tersungging di bibirku.

Sebab ia tak mengakuinya, aku pun tak ingin merepotkan diri untuk mendeklamasikan ungkapannya itu. Aku tak akan mendesaknya untuk mengakui rasa pengecutnya itu. Bagiku, lewati hari bersamanya sebagai teman adalah lebih utama daripada harus menaikkan jabatannya untuk menjadi penguasaku. Aku tak mau dikuasai oleh siapa pun, 

walaupun sepertinya ia sudah mulai menghargai aku dan duniaku, setidaknya ini adalah sebuah progress yang baik jika ia inginkan jabatannya naik di hidup. Namun ia mengatakan hal yang sesungguhnya benci untuk kudengar. Ia berkata bahwa akan menjelajahi suatu tempat. “Fine, Ini berarti kami akan semakin jauh, bukan? Ya,, baiklah.. aku harus mampu menjadi lebih tegar. Aku harus mampu meyakinkan hatiku bahwa ini bukan masalah besar bagiku sebab ia pun tak mengikatku,” rontaku dalam hati.

Ya, jiwaku meronta seakan aku tahu jawabnya. Kuteguhkan hatiku demi yakinkan diri untuk merelakannya pergi, demi cita dan cintanya. Oleh sebab itu, aku tak mau menaikkan jabatanmu di hatiku karena aku tahu, kau pasti akan semakin jauh meninggalkanku dan aku tak mau membuang air mataku hanya untuk menangisimu seperti dia, dia lelaki yang sempat kucintai dan meninggalkanku dalam luka hingga akhirnya luka itu mampu dewasakanku, mengajariku akan arti kehilangan.

Aku bukan sesosok manja yang akan berkata tak akan mampu hidup tanpamu. Hei,, siapa kau? Seperti mereka, Kau hanya seonggok daging yang akan tega meninggalkanku jika saatnya tiba. Serupa wajah yang tak harus kuratapi berhari-hari.

Aku telah menyiapkan diriku untuk kehilangan, maka dari itu aku tengah sibuk menutup diri demi cita-citaku sendiri. Egois, kah aku? Kurasa tidak, sebab pilihanku mengharuskanku bertahan diantara riuhnya hati ini. Atau, angkuhkah pilihan hatiku? Tidak, sebab ini hidupku dan aku mampu mengatur jalanku sendiri. Aku adalah aku, bukan sesosok manja yang akan meraung hanya karena kehilangan. Bukankah telah kukatakan berkali-kali bahwa aku mampu menapaki jalanku walau harus menghadapi jutaan kerikil yang mengancam?Tenang, tak perlu kau khawatir akan hidupku.

[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...