Minggu, 30 Juli 2017

[Review Produk] Herborist Body Butter Zaitun with Shea Butter

Gambarnya punya sendiri :D
*

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya Produk Herborist Body Butter Zaitun with Shea Butter ukuran 80 gram, Sabtu (29/7/2017), sampai juga ke rumah saya. Body Butter ini adalah produk yang dikirim secara gratis oleh Lifull. Thanks Lifull :D

Selain karena produk sabun sereh dan lulur dari Herborist terbilang cukup harum dan bermanfaat untuk kulit tubuh saya, saya tertarik mencoba produk ini karena merupakan varian baru dengan edisi Zaitun, dimana sudah terbukti bahwa buah Zaitun sendiri berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat melindungi kulit kita akibat pengaruh buruk dan radikal bebas dari matahari yang menerpa. Zaitun juga dipercaya dapat meregenarasi kulit. Nah, dengan manfaat ini saja, saya rasa kita sudah cukup tertarik dengan produk ini. Karena alasan ini pula, saya jadi ikut minta produk gratis :D

Tak cukup sampai di situ, sebagai pembuat produk-produk Herborist, PT Victoria Care Indonesia, rupanya sangat mengerti dengan situasi dan kondisi alam Indonesia. Makanya produk Body Butter yang biasanya memang krim yang kadang suka lengket, pada Herborist Body Butter Zaitun ini, ternyata setelah digunakan tidak lengket dan rasanya segar dan lembut di kulit. Point yang menarik, kan?

Selain itu, produk ini memberikan kelembaban tinggi pada kondisi kulit kering maupun bersisik. Keunggulan lainnya, selain krim ini wanginya lembut, mereka menjamin produk ini dapat mencerahkan kulit karena mengandung ekstrak whitening. Nah, kalau sama saya kan belum kelihatan hasilnya karena baru beberapa kali pakai. Tapi kalau untuk kelebihannya yang lain, sudah saya rasakan. Mostly Perfect :D

Dengan ukuran kecil 80 gram yang mudah dibawa ke mana saja dan kapan saja, serta dapat dibeli dengan harga yang terjangkau, produk ini sangat direkomendasikan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang peduli pada perawatan dan kecantikan alami tubuh.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, produk tersebut adalah kiriman gratis dari Lifull yang mana, dengan mengikuti petunjuk dan langkah-langkah yang sudah ada pada web tersebut, kita akan mendapatkan hadiah gratis. Tak hanya produk kosmetik, produk makanan dan minuman juga banyak, lho!

So, bagi yang tertarik, silahkan dilihat juga instagramnya. Ada banyak produk baru yang bisa jadi akan menjadi produk unggulan dalam pemakaian kita sehari-hari. Salam [AZ]


Jumat, 28 Juli 2017

Aku Rindu (6)

Jika diizinkan membulatkan koma, selama tiga tahun, kami serupa sepasang burung dara. Bermain bersama di taman-taman kota. Berkeluh kesah bersama, menyuapi dengan bahagia, bahkan menegur jika masing-masing berbuat nista.

*

Sudah sebulan, kami tak saling bicara. Telepon dan pesannya, tak pernah kubalas. Sejurus juga dengan tatapannya yang tak lagi ingin kutengok, walau rasanya ingin sekali melihat matanya. Mata yang selalu rindu untuk kukecup saat dia tengah lelah. Aku sengaja menghindari matanya, mata yang mampu membuatku kembali luluh.

Tak ada yang mengetahui kehampaan kami. Kami memiliki cinta, namu begitu sulit untuk didefinisikan di hadapan khalayak. Kisah kami dimulai, serupa burung Dara di taman. Aku yang tadinya skeptis akan lelaki, menemui cinta secara tak diduga. Ryan memberi kenyamanan yang luar biasa kepadaku. Membuatku kembali merasakan cinta setelah beberapa kali mengalami patah hati. Ya... Aku tahu, sebelum mengenalku, hatinya lebih dahulu diserahkan menjadi milik perempuan lain, Nona. Lalu, adakah kusalah jika masih mendambanya? 

*

Tiga tahun kemarin, secercah harapan menyelimuti bilik hati kami. Virus merah jambu mengurai benang kusut di hati. Aku yang tengah sendiri, berpadu dengan dia yang tengah jengah dengan perempuannya. Meski dituturkannya ingin kembali memijak tanah berkali-kali, kuangkat dia lagi, menari bersama. Mencoba memahat arca baru. Saat itu, aku tak peduli. Aku hanya ingin menikmatinya, untukku sendiri, meski aku tahu posisi.

Namun kini, masa hampir 1095 hari itu, harus dengan mudah kulepas. Mungkin benar, mungkin pun haku harus kuat, meski patah hati siap menjadi momok terbesar dalam hidup perempuan kota sepertiku. Perlahan, mungkin, aku harus sanggup jika dia akan pergi  dan mulai menghilangkan pedulinya terhadapku. Mungkin dia akan kembali berbuat norak, mengikuti permainan Nona.

Lalu aku, sayapku patah, tak mampu menyatu lagi hingga sakitnya semakin terasa saat kabarnya tak lagi menggema.

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...