Minggu, 24 September 2017

Review Wardah Hydrating Aloe Vera Gel, Panas dan Perih di Wajah?


Wardah Hydrating Aloe Vera Gel ini satu-satunya produk dari merek perawatan kulit (skincare) Wardah yang saya punya. Belinya sih, awalnya karena keracunan para beauty vlogger :D. Setelah baca beberapa review dari blog kecantikan lain, banyak yang ngefeknya bagus ke kulit wajah, tapi gak sedikit juga yang reviewnya agak minus. Review ini saya bikin setelah satu bulan pemakaian. Biasanya suatu produk, kalau sudah satu bulan pemakaian, sudah lumayan ada hasilnya ^_^

Kemasan
Kemasan (Packaging) produk ini sangat eye-catching dengan warna hijaunya yang mendominasi. Dikemas dalam tube 100 ml, sepertinya cukup untuk dipakai sebulan. Dengan kemasan tube ini, malah lebih bagus karena terjamin kehigienisannya dengan tutup flip top. Jadi setelah diambil gelnya, bisa langsung ditutup.  Btw, rasanya produk ini cukup besar kalau mau dibawa travelling beberapa hari dengan ransel. Mungkin bisa dipindahkan ke wadah yang lebih kecil.

Isi Produk
Aqua, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Beta-Glucan, Glycerin, Butylene Glycol, Propylene Glycol, Biosaccharide Gum-1, Phenoxyethanol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Trideceth-9, Acrylates/C10-30 Alkyl  Acrylate Crosspolymer, Triethanolamine, 1,2 Hexanediol, Caprylyl Glycol, Glyceryl Polyacrylate, Allantoin, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Fragrance, Polysorbate 20

Isi/kandungan produk (Ingredients) produk ini memang terdiri dari banyak campuran. Satu-satunya yang saya suka adalah fragrance-nya yang sedikit. Ini terlihat dari tulisan urutan fragrance kedua terakhir dari keseluruhan Ingrediens-nya. Duh, saya paling anti deh sama produk wewangian menyengat, apalagi kalau buat dipakai di wajah. Memang iya sih, begitu isinya dikeluarkan, sedikit wangi. Tapi gak lama wanginya langsung hilang.

Tekstur
Seperti yang sudah saya sebutkan, produk ini bertekstur gel yang gak gampang mengalir. Gelnya sendiri gak lengket juga dingin. Lebih bagus lagi, sebelum dipakai, dimasukkan ke kulkas supaya lebih segar.

Rasanya
Pada kemasan produknya dituliskan, keep your smooth moisturized, and revived everyday. Baiklah, kalau untuk klaim yang ini, saya gak protes. Setelah saya pakai di kulit wajah saya yang kombinasi, memang akhirnya melembutkan dan kulit wajah pun terasa kenyal. Yang paling penting, gak bikin beruntusan (jerawat kecil-kecil). Dilihat dari namanya yang Hydrating, berarti produk ini memang menghindari kulit kita dari dehidrasi. Makanya efeknya hanya melembabkan kulit. Kalau untuk menghilangkan jerawat ataupun bekasnya, sepertinya tidak, Kalau tujuannya untuk itu, sebaiknya bisa memakai produk khusus jerawat.

Walaupun awalnya produk ini memang agak hangat, panas dan perih di sekitar pipi, tapi setelah dikipas-kipas atau kena kipas angin, gak terasa lagi. Panas dan perih itu biasanya terjadi ketika kulit sedang terluka. Sedikit saran mungkin buat Wardah, kalau bisa, jangan bikin perih di kulit yang sedang bermasalah :D

Memang sih, dikemasannya ditulis produk ini direkomendasikan untuk pemilik kulit kering (recommended for dry skin). Tapi setelah saya pakai di seluruh tubu, gak ada masalah. Berarti jelas dong kenapa saya sempat merasa perih di sekitar wajah? Lagipula, produk ini bisa dipakai juga untuk semua jenis kulit (for all skin types).

Kegunaan
Seperti yang sudah diklaim oleh produk ini, gel ini adalah gel multifungsi alias banyak kegunaannya. Kapan saja waktunya, gel ini bisa dipakai. 

Kalau saya lagi pengen pakai make-up, produk ini saya gunakan sebagai primer sebelum pakai foundation atau BB Cushion. Tapi setelah dipakai, dibiarkan beberapa menit dulu sampai menyerap (seperti pakai primer biasa sebelum foundation). Setelah dirasa nyaman, baru pakai foundation atau BB Cushion. Hasilnya, make up rasanya lebih nempel :D

Wardah Hydrating Aloe Vera Gel ini sering saya pakai sebagai Sleeping Mask. Biasanya, setelah saya membersihkan wajah ketika menjelang tidur, saya pakai Hydrating Aloe Vera Gel ini. Setelah diratakan ke seluruh bagian kulit wajah dan leher, jangan langsung dibawa tidur. Ditunggu dulu sekitar sejam biar khasiat produk ini menyerap ke wajah kita. Kalau langsung dibawa tidur, sayang sekali kalau harus terlap sama bantal. Hahaha.. Mohon bersabar, mau cantik memang mesti ekstra sabar, kok ^_^

Selain sebagai Sleeping mask, produk ajaib ini juga saya pakai ketika saya merasa kepanasan. Jadi saya pakai sebagai hand body. Nah, waktu dipakai di seluruh tubuh, malah gak terasa panas atau hangat. Sedikit lengket, tapi gak sampai semenit, langsung normal. Seperti yang dituliskan pada kemasannya, Gel ini membantu menjaga kulit tetap segar dan lembab sepanjang hari. Sampai di situ? Belum.

Sudah dipakai di wajah, dipakai di seluruh tubuh juga? Benar. Sesuai klaimnya, Gel ini adalah gel multi fungsi yang bisa diaplikasikan ke seluruh tubuh, termasuk rambut. Kok rambut?
Ketika kita merasa rambut mulai acak-acakan (terlebih yang rambutnya kering), cocok sekali pakai produk ini. Caranya, keluarkan gel secukupnya, lalu diaplikasikan ke rambut. Dengan begitu rambut jadi mudah disisir dan yang pasti, gak berbau apa-apa.

Harga
Yup, kalau kita mau beli barang, pasti mau tau harganya dulu. Nah, waktu saya cek di guardian dan rumah cantik wardah di kota saya, harganya itu sekira Rp 38.000an. Kalau sedang gak ada di toko offline, di toko online juga ada. Yang pasti produk ini harganya dibawah Rp 50.000. Masih cukup affordable-lah, dilihat dari kegunaannya yang banyak tadi.

Repurchase
Akankah produk ini saya beli lagi (repurchase)? Jawabannya, tentu saja!

So, segitu dulu pembahasan saya kali ini. Sampai jumpa di-review produk selanjutnya.

Salam,

Auda Zaschkya

Minggu, 17 September 2017

Kritikus Film Tak Sekedar Pecandu Film (1)

Pusbang Film Kemendikbud mengadakan workshop penulisan kritik film dan artikel film non-kritik di Four Season Hotel by Sheraton, Medan, 7-9 September 2017.

Acara yang diikuti oleh berbagai komunitas film dan para jurnalis di Medan ini dikatakan moderator kegiatan, Daniel Irawan, diharapkan, lewat acara ini dapat melahirkan kritikus-kritikus film yang baik, terutama dari kalangan jurnalis, demi kemajuan film indonesia mendatang. Apalagi, dalam waktu dekat, diharapkan, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, sudah dapat mengikuti lomba ajang Apresiasi Film Indonesia 2017.



Acara tersebut diisi oleh berbagai nama yang tak asing lagi dalam bidang kritik film, misalnya Wina Armada Sukardi. Dalam materinya, Wina mengatakan, Sejarah Kritik Film di Indonesia usianya hampir sama dengan sejarah Industri perfilman Indonesia sendiri. Segera setelah ditayangkan karya  film pertama di Indonesia, tahun 1928 wartawan Saerun  langsung membuat “kritik” terhadap film tersebut yang berisi anjuran-anjuran perbaikan. “Kritik” Saerun itu dapat dipandang sebagai kritik film pertama di Indonesia.  

Apa itu Kritik Film?
1. Sama seperti hampir semua bidang lain, sebuah definisi baku tidak akan cukup menjawab makna sebuah istilah secara lengkap dan tepat. Contoh: Apakah kursi?
2. Tidak ada definisi kritik film yang  sedemikian lengkap dan tepat, tetapi definisi dapat mewakili gambaran umum yang mendekati kenyataan.
3. Kritik film ialah (1) sebuah telaah cukup mendalam terhadap (2) sebuah karya film (3) baik secara menyeluruh dan atau hanya bagian tertentu (4)  berdasarkan tanggapan dari gabungan pengetahuan  yang memadai,  serta “rasa ” yang sudah terasah atau terlatih (5)  dalam bentuk tulisan atau siaran.  

Resep Kritik Film
1.    Tidak ada resep tunggal yang baku bagaimana menulis kritik film yang baik.
2.    Ada seperangkat parameter yang dapat dipakai sebagai pedoman pembuatan kritik film yang lebih terukur.
3.    Pengkatagorian jenis atau bentuk kritik film biasanya cenderung dilakukan oleh para ahli atau pengamat bukan oleh kritikus filmnya sendiri.

Mengapa?
1.    Pada dasarnya secara naluriah setiap orang adalah kitikus, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. 
2. Tak ada syarat formal untuk menjadi seorang kritikus film, tetapi secara subtansial selayaknya kritikus memiliki karakteristik tertentu.
3.  Kritikus film dapat menjaga keseimbangan antara reaksi-reaksi emosionalnya dari film yang ditontonnya dan uraian jalan pikirannya terhadap analisis yang dibuatnya. 
4.   Seorang kritikus film, uraian, argumentasi dan pemikirannya "dihargai" dan "diapresiasi" khalayak, walaupun belum tentu disetujui.

Syarat Kritikus Film
1. Seorang yang sering, senang dan berminat menonton film. Memiliki perbadingan banyak film. Tetapi kritikus film berbeda dengan sekedar pencandu film. 
2. Memiliki pengetahuan yang luas terhadap  dunia perfilman, baik estetik, etika, teknikal dan sosial budaya.
3. Kritikus film pemikir yang jeli tetapi sekaligus juga memiliki kepekaan  dan intink  kuat  terhada unsur –unsur filmis. 
4. Memiliki kemampuan mengutara analisisnya dengan menarik dan sesuai dengan bidang komunikasinya.

 Jadi kesimpulannya:
1. Kritik  film tidak sama dengan berita film.
2. Kritik film bukan repotase, features dan wawancara film.
3. Kritik film bukan promosi film dan juga bukan antipromosi film.
4. Kritik film ialah daya upaya maksimal dari seorang pengamat/peneliti film  untuk mencari hakekat dan makna suatu karya film secara sistematik dengan menyimak, menimbang, menilai  dan menafsirkan baik dari relevansi estetika, etika, maupun  sosial budaya   .

 


 bersambung...
 
Terima Kasih atas kiriman materinya, teman-teman KOFI SUMUT.

[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...