Sabtu, 05 Mei 2012

Sebelum Sesal Hampirimu

Kau tak jua hampiriku
Hingga terbesit rasa kecewa dihatiku
Perih, lunglai rasa tubuhku
Ketika sakit ini perlahan sia-siakan darahku
 -
Beribu pertanyaan hadir di benakku
Semisal, Sadarkah kau akan hadirku?
Atau, Masihkah hanya aku wanitamu?
Dan pertanyaan lain seolah menari di otakku
Layaknya namamu masih terpatri di hatiku
 -
Dari pagi ke malam hanya memandang potretmu
Juga Masih termangu di depan layar laptopku
Setia menantimu, pria dewasaku
 -
Kau masih dengan kesibukanmu
Yang berminggu – minggu mencuri hatimu
Meninggalkanku dalam tumpukan rindu
Sebab, tak kunjung kau hampiri aku
-
Salam rindu untukmu selalu
Dari aku yang menantimu
Harapku agar kau hampiri aku
Secepatnya, sebelum maut memanggilku
Dan penyesalan menghantuimu

2 komentar:

Rey The Lion mengatakan...

.....[menyimak].....

Auda Zaschkya mengatakan...

selamat menyimak :D

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...