Jumat, 07 Desember 2018

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial


Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan oleh Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang mengadakan Flash Blogging dengan tema 4 Tahun Indonesia Kreatif di Hotel Grand Aston Medan, Jalan Balaikota Nomor 1, Kesawan, Kota Medan, Jumat (7/12).

Dalam kesempatan ini, dikatakan Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) Andoko Darta, kita tak bisa terus berharap untuk dimajukan oleh negara dan kita tak boleh berdiam diri tanpa usaha. Hal ini harus dilakukan saat ini juga, mengingat Indonesia sebagai negara dengan sistem pemerintahan demokrasi ketiga di seluruh dunia, sekaligus sebagai negara terbesar ke empat di dunia, dengan populasi penduduk yang sangat mumpuni untuk melakukan yang lebih banyak untuk negara. Oleh sebab itu, anak muda Indonesia diharapkan harus lebih kreatif di tahun 2018 ini, agar kita tak tertinggal dari negara lain.
Dia mengatakan, kita bisa mengambil contoh pada anak muda Korea Selatan. Kita harus belajar dari anak muda Korea Selatan tersebut, yang padahal dulunya, negaranya sama seperti kita. Mereka dikirim ke Amerika untuk mempelajari teknologi maju di sana. Hasilnya? Dapat kita lihat sekarang. Mereka sudah jauh lebih maju dari berbagai lini misalnya teknologi. Selain itu, KPop-nya yang kita anak muda Indonesia gemari sekarang, semakin menunjukkan eksistensi mereka di dunia internasional.

Harus diakui, Indonesia ini negara yang sangat baik potensinya. Potensi Indonesia tersebut yaitu dari segi ekonomi kreatif, pariwisata dan teknologi. Ketiganya itu harus mampu bersinergi supaya kita maju. Makanya, berkali-kali disinggungnya, anak muda Indonesia harus kreatif dalam mengelola hal tersebut. Ada 6 kategori anak muda yang berpotensi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. 6 kategori anak muda yang dimaksud, yaitu:

1. Anak muda sebagai creator (misalnya: blogger, musisi, startup, dll). 
Kalau dari start up, salah satunya yaitu kita sudah melihat teknologi start up buatan anak bangsa, yang kita pakai sekarang ini pada kehidupan sehari-hari, yaitu Gojek, Traveloka, dan Buka Lapak. Dengan adanya startup itu, dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat luas. Tentunya, tak berbeda dengan content creator yang juga dapat menghasilkan uang dari video YouTube yang dia buat di channel youtubenya. Semakin kreatif dia, semakin berpeluang meraih prestasi yang mumpuni.

2. Anak muda yang peduli (Relawan yang membantu orang lain).
Kategori ini yaitu orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam membantu orang lain. 

3. Orang biasa (pekerja, fans olahraga misalnya).
Para pekerja juga bisa menjadi anak muda yang produktif dan kreatif dalam kesehariannya. 

4. Pahlawan (atlet, tim SAR)
Untuk atlet misalnya, mereka yang dapat memberikan yang terbaik untuk negaranya. Kalau Tim SAR, mereka yang aktif membantu masyarakat yang terkena bencana. Mereka ini anak muda yang memiliki potensi untuk menjadi kreatif juga.

5. Cendekiawan, orang berpendidikan, yang selalu memiliki keinginan untuk terus memiliki ilmu dan pikiran guna membangun negaranya.

6. Explorer, misalnya traveler. Dengan menjadi traveler, dia bisa menjadi selebgram yang bisa menjadi rope model bagi orang lain. 

Mereka-mereka inilah yang harus membangun Indonesia lewat ekonomi kreatif. Pertanyaannya sekarang, Kamu mau jadi apa? Kita harus mengembangkan diri menjadi salah satu pelaku bisnis ekonomi kreatif ini.

Apakah sudah ada sebelumnya? Tentu saja ada, karena kalau diperhatikan grafiknya, perkembangan ekonomi kreatif Indonesia dari tahun 2014 hingga ke tahun 2017, cukup meningkat. Dipastikan, Industri Kreatif ini akan meningkat terus sejalan dengan kecanggihan zaman. Mau tidak mau, Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, harus terus berinovasi. Inilah salah satu masa depan Indonesia. Jadi ini adalah trend yang harus terus dipelajarinya, sehingga kita bisa menjadi yang terdepan. Terakhir, ada tips untuk menjadi manusia yang maju yang disampaikan oleh Pak Andoko tadi, yaitu:
1. Kenali dirimu dan kenali minatmu.
Tentu kitalah yang dapat mengenali segala sesuatunya tentang diri kita sendiri. Lakukan semua yang sesuai minat kita. Pasti hasilnya akan maksimal.
2. Tetap berusaha pada minatmu.
Jika gagal sekali, ini bukan akhir dari hidupmu. Jadi terus berusaha sampai keberhasilan itu kita raih.
3. Evaluasi diri, apa yang perlu dan harus dilakukan, dimulai dan dihentikan.
Jangan cepat berpuas diri. Kita harus terus mengembangkan diri agar mencapai hasil yang maksimal. Kalau memang terus menerus gagal dan sudah merasa tak mungkin diteruskan, segera hentikan, jangan memaksakan diri. Segera mulai dengan inovasi baru dan usahakan akan meraih kesuksesan.

Apa yang saya tuliskan adalah sebuah bentuk optimisme dari seorang anak bangsa yang ingin terus menggali potensi yang dimilikinya, agar terus berpikir kreatif. Saya harapkan, kita semua sebagai insan Indonesia yang kreatif, khususnya yang muda, dapat memberi gebrakan baru dalam Industri Kreatif Indonesia. 

Salam,

Auda Zaschkya

Kamis, 06 Desember 2018

[Review] POND’S Milk Mask, Masker Tissue dengan Susu yang Mencerahkan



Trend make up dan skin care di tahun 2018, barangkali memang sudah mengalami sedikit pergeseran. Kalau sebelumnya, saat ingin mencerahkan warna kulit, serba wah dengan cara yang ribet dan sedikit lama, namun sekarang, berbagai produsen kosmetik dan skin care, berlomba-lomba membuat produk yang mencerahkan seketika, termasuk  Pond’s Institute.

Setelah awal hingga pertengahan tahun ini sempat heboh dengan Tone Up Cream yang easy to use karena super blendable, sekarang, tepatnya bulan lalu, saya menemukan Pond’s Bright up Instabright Tone Up Milk Mask. Ya, dari pada penasaran, tepat pas 11.11 lalu, saat diskonnya besar sekali, saya pesan saja. Dan setelah hampir dua minggu saya pakai, seperti inilah reviewnya...

Baca juga: Jadi Member Pasti Untung Lewat Watsons Online

Kemasan


Seperti kemasan (packaging) sheet mask pada umumnya, produk ini dikemas dalam bungkus plastik yang tebal. Bungkus plastiknya ini tak terlalu lebar ke samping, tapi memanjang ke atas. Warna plastiknya tentu saja merah muda (pink) seperti series Tone up Pond’s pencerah lainnya. Sebenarnya ada dua lagi yang bungkusnya warna kuning dan biru. Cuma saya pengen cobain yang pink ini dulu.

Pada tampak depan, nama produknya jelas sekali, berikut tertulis keunggulannya yang berupa mengandung Vitamin C 40 X. Pada tampak belakang, tertulis tulisan Thailand yang lagi-lagi, saya tak mengerti. Beruntung, tulisan Thailand itu, ditutupi oleh stiker Berbahasa Indonesia. Pada stiker itu, tertulis mengenai produk, cara pemakaian, petunjuk penyimpanan, Produksi berikut Distribusinya di Indonesia, serta kontak dan beratnya, berikut merek daftar dan BPOMnya, semuanya jelas tertulis.

Sedikit ke bawah, terdapat ingredients-nya yang normalnya memang berbahasa Latin dan lain-lain dengan tulisan Thailand. Tak lupa, MFG dan EXPnya juga jelas, berikut Barcode dan beratnya yang 25 gram. Semuanya sangat informatif, apalagi stiker Bahasa Indonesianya bagi kita yang cuma mengerti Bahasa Indonesia.

Btw, karena saya belinya langsung satu kotak, tentu saja, bungkusannya terdapat di dalam kotak. Tak jauh berbeda dengan deskripsi yang terdapat pada kemasan bungkusnya, kotaknya juga sama. Yang membedakan hanya, tak terdapat stiker (tulisan berbahasa Indonesia) pada kotaknya. Selebihnya sama saja. Saya beli satu kotak sekaligus karena saya suka beli skin care sekaligus banyak saat harganya murah. Tentang harga, scroll terus tulisan ini perlahan ke bawah, ya, cantik...


Keterangan tentang Produk:

POND’S White Beauty Instabright Tone Up Milk Mask with Vit-C

Produksi/Manufactured by: Millot Laboratories Co. Ltd, 84/55, Moo 11, Theparak Industrial Estate Theparak Rd., Bang Plee, Samut Parakan 10540 Thailand.

Distibusi/Imported bt: PT Unilever Indonesia Tbk
Jl. BSD Boulevard Barat Green Office Park Kav. 3 BSD City, Tangerang 15345 Indonesia.

Indonesia Pond’s CARELINE Tel. 0800-1580000

Net Weight 25 g.

Merek Daftar R No. IDM000199237
BPOM No. NA49180200818
Tekstur dan Aroma



Tak berbeda dengan masker tissue pada umumnya, masker tissue dari Pond’s Institute ini terdapat di tempat yang hampir mirip kapas yang juga basah dengan essence yang melimpah. Cuma karena dia namanya Milk Mask, essencenya ini berbentuk serupa susu berwarna putih. Teksturnya yang mirip kapas tasi juga lembut dan mudah diaplikasikan ke wajah. Aromanya, tentu saja menyegarkan.

Ingredients

Water, Butylene Glycol, Polyglyceril-3 Methylglucose Distearate, Glyceril Stearate, Niacinamide, Ascobryl Glucoside, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sacharide Isomerate, Hydrolyzed Milk Protein, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Tocopheryl Acetate, Maltodextrin, Sodium Lactate, Dipotassium Glycyrrhizate, Glycine, Dipropylene Glycol, Cetyl Ethylhexanoate, Hydroxyacetophenone, PEG- 100 Stearate, Xanthan Gum, Dimethicone, Caprylyl Glycol, Disodium EDTA, Acetyl Hexamethyl Tetralin, Acetyl Hexamethyl Indan, Potassium Hydroxide, Sodium Citrate, Fragrance, Methyl Hydrogenated Rosinate, Citric Acid, Phenoxyethanol, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate.

Diantara banyaknya ingredients di atas, yang menjadi keunggulan Milk Mask varian Pink ini, seperti yang sudah dikatakan pada badan produknya (stiker berbahasa Indonesia), bahwa produk ini adalah Masker pencerah untuk semua jenis kulit. Mengandung Milk essence dan Vitamin C untuk kulit tampak cerah seketika.


Milk:
Dengan kandungan Milk Essence & Hyaluronic dikenal memberikan manfaat: kulit tampak halus dan lembap, kulit tampak cerah, dan kulit tampak bercahaya.

Vit-C:
Dengan kandungan vitamin C, dikenal memberikan manfaat: menyamarkan nod hitam dan noda bekas jerawat, dan menutrisi kulit agar tampak lebih cerah.


Cara Pakai dan Hasil

Maaf gak bisa senyum kalau lagi pakai masker :D ini sudah sedikit saya tarik ke atas maskernya pada bagian mata.

Seperti biasanya, setelah melakukan ritual wajib yaitu double cleansing dan memakai toner pada malam hari, masker tissue Pond’s ini yang sebelumnya dilipat di dalam plastiknya, dibuka perlahan dari lipatannya itu dan langsung ditempel ke wajah. Kemudian, diratakan ujung-ujungnya sampai pas letaknya di wajah kita. Essencenya banyak, namun tidak mudah berceceran, jadi saya tak khawatir. Kelebihan essencenya saya pakai sampai ke leher dan tangan.

Sebenarnya dari segi tekstur, masker ini sangat lembut, harum sekali, begitu pertama dipakai, langsung terasa susunya. Tapi mungkin di wajah saya saja yang agak aneh, tepatnya di bagian hidung. Masker ini kurang panjang, jadi gantung di hidung saya. Untuk kelebarannya juga cukup baik, tapi pada lingkaran mata, agak terlalu ke bawah. Untung saja essencenya banyak, jadi bagian-bagian yang tak tertutupi oleh masker ini, cukup kena essencenya saja.

Setelah ditunggu sekira 15 menit, masker ini segera saya lepas dari wajah. Hasilnya, wajah saya menjadi lebih lembab dan kenyal. Kalau untuk efek mencerahkan, saya rasa memang tak ada yang instan di dunia ini (selain mie instan). Jadi masker ini pun mesti rajin dipakai. Terang saja, setelah saya pakai selang sehari (3 kali seminggu), wajah saya tampak sedikit lebih cerah dengan noda bekas jerawat yang memang agak memudar.

Belinya di mana? Harganya berapa?

Seperti yang sudah saya katakan di atas, masker ini saya dapatkan di e-commerce Lazada. Harganya juga tak terlalu berbeda dengan sheet mask pada umumnya, yaitu Rp 17.500 untuk 1 lembar. Karena saat itu saya belinya 1 kotak full isi 12 dengan harga diskon (Rp 100.000), jadi masker ini masih saya pakai sampai sekarang. Harga normalnya sendiri Rp 210.000 (isi 12).

Repurchase?

Produk ini pastinya akan saya beli lagi, tapi tunggu diskon. Yang akan saya beli, yaitu yang bungkusnya kuning dan biru.
*
Jadi kesimpulan saya untuk produk ini yaitu:
1.  Cukup ramah dari segi harganya, apalagi kalau diskon. Tak ada bedanya dengan harga sheet mask pada umumnya.
2.  Dilengkapi dengan essence susu yang banyak tapi tak meninggalkan rasa lengket di kulit.
3.  Di wajah saya yang kadang masih ada jerawat pas lagi M, tidak membuat jerawat makin parah.
4.  Tidak menyebabkan kemerahan, iritasi dan alergi pada kulit.
5. Melembutkan juga mencerahkan wajah, tentu dengan pemakaian teratur.

So, sekian dulu pembahasan saya kali ini. Sampai jumpa pada tulisan saya berikutnya.

Salam,
Auda Zaschkya



Rabu, 28 November 2018

Jadi Member Pasti Untung lewat Watsons Online


Tak dapat dipungkiri, kebutuhan  kita semakin hari, akan semakin banyak. Sejurus dengan itu, kemudahan bertransaksi lewat smartphone secara online, menjadi prioritas bagi orang – orang yang kurang memiliki waktu luang untuk berkeliling pusat perbelanjaan (mall), untuk melakukan Windows Shopping. Namun, demi efisiensi waktu, maka dari itu, biasanya, kita mulai rajin mencari tempat belanja terpercaya, yang siap mengirimkan pesanan kita ke rumah. Cara ini dipandang lebih efektif dan sesuai dengan zaman sekarang.

Itu pula yang saya lakukan sejak medio 2016 lalu, seusai saya mengalami kecelakaan parah. Selama menjalani pengobatan hingga saat ini, segala kebutuhan saya mulai dari perawatan kulit dan wajah (skin care), make up harian berupa bedak misalnya, maupun berbagai produk kesehatan, saya dapatkan dengan mudah dari pembelanjaan online.

Watsons Selalu menjadi Incaran Saya


Dalam dunia belanja online tersebut, banyak sekali e-commerce yang sudah saya jelajahi, namun memang Watsons yang selalu menjadi prioritas saya dalam mencari berbagai kebutuhan untuk kesehatan saya. Pertanyaannya, kenapa Watsons?

Seperti yang dikatakan pada halamannya, Watsons ini sudah mengoperasi toko yang berisi barang-barang penunjang kehidupan ke negara-negara Eropa, Asia, dan khususnya Indonesia. Selain itu, penampilan foto di e-commerce itu sangat eye catching, jadi saya terperangkap di Watsons dan sangat menikmati berbelanja di Watsons. Lagi pula, Watsons ini, sudah menjadi Health dan Beauty Retailer terbesar di Indonesia. Dengan alasan-alasan tersebut, rasanya, sudah cukup pilihan saya untuk menentukan pilihan  tempat berbelanja produk kesehatan dan perawatan saya, yaitu di Watsons Online.

Tentu saja, hal tersebut terjadi secara terus-menerus, saat sebelum saya mengetahui kalau pembelanjaan berbagai produk di Watsons, dapat dilakukan melalui aplikasinya yang dapat diunduh melalui google play. Harganya sangat bersaing dengan toko lainnya, adalah salah satu alasan saya, masih terus merasa nyaman berbelanja di Watsons.

Kenapa Ngotot Belanja di Watsons?


Kalau ditanyakan kepada saya, kenapa ngotot berbelanja Watsons yang menjadi tempat (toko) pertama yang selalu saya buka di e-commerce tersebut? Jawabannya, selain karena harganya yang bersaing dengan toko lain, di Watsons, semua barang kebutuhan saya, sangat lengkap. Jadi, saya hanya perlu mencari semua barang keperluan saya di satu toko, tanpa harus mutar-mutar bolak balik mencari ke toko lain.

Selain itu, kalau akan dibayar, cukup sekali pembayaran saja. Jadi kalau saya bayar menggunakan metode pembayaran melalui transfer bank, cukup sekali saja pajak yang harus saya tanggung karena kebetulan, rekening bank yang saya miliki, berbeda dengan rekening bank tujuan transfer.

Barang yang saya dapatkan di Watsons, diantaranya berupa Minyak Zaitun, Vitamin C, Face Paper Oil, Body Wash, Body Lotion, Masker wajah, hingga Shampo dan Hair Tonic. Beruntung, semoga seterusnya, barang-barang yang dikirimkan ke konsumen, selalu dibungkus dengan rapi. 

Terbukti, Jadi Member Pasti Untung




Setiap barang yang saya perlukan habis, saya pasti kembali lagi mencari toko online Watsons di e-commerce yang menjadi langganan saya tersebut. Oleh karena Toko offline Watsons belum ada di kota saya yaitu Kota Medan, jadi saya belum memiliki kartu anggotanya (member card). Jadi, segala pembayaran, saya lakukan lewat transfer Bank mau pun Cash on Delivery (COD) dari market placenya sendiri.

Terus menerus berbelanja di Watsons, hingga akhirnya keberuntungan itu berada salah  satunya pada saya, yaitu saya dikirimi hadiah dari Blogger Perempuan Network (BPN), berupa Watsons Member card. Wah, tentu saja ini rezeki buat saya. Rezeki memang tak boleh disia – siakan, toh? Saya merasa nyambung sekali dengan Watsons yang akhirnya menjawab keinginan saya sejaka lama lewat BPN. Nah, karena saya sudah memiliki kartu member tersebut, saya penasaran ingin segera mencobanya dengan berbelanja di Watsons Online.


Puncak dari rasa penasaran saya adalah saat tanggal 11 November 2018 lalu, di mana hari itu, semua e-commerce dan toko online, termasuk Watsons online ini yang diskonnya lumayan banyak. Tentu saja, sebagai pecinta diskon, saya semakin senang berbelanja di Watsons. Makanya dari tengah malam pada saat 11 November lalu, saya memilih beberapa barang lewat aplikasi Watsons yang dapat kita install dengan mudah di ponsel pintar kita.

Cara mengaktifkannya cukup mudah. Kalau di google play ponsel android, ketik saja pada halaman pencariannya, berupa nama Watsons. Kalau sudah, langsung Install. Jika sudah terinstall, lalu registrasi dengan alamat email kita, dan tak lupa memasukkan nomor kartu member (anggota). Lalu setelah semuanya selesai, berikut alamat pengiriman, baru kita dapat dengan tenang berbelanja.


Untuk kali ini, saya membeli beberapa item, berupa Blush on Emina Cheeklit yang sudah lama saya inginkan, Clean & Clean Face Oil Control Film yang tak boleh sampai habis di tas saya, Clean-Fresh Slim Pantyliners dari Laurier, dan tak ketinggalan Facial Cleansing Wipes dari Watsons yang reviewnya selalu bagus. Setelah daftar belanjaan saya masukkan ke keranjang belanja online tersebut, tak lupa saya masukkan kode voucher diskon, SUPER20 saat itu.


Setelah dijumlahkan, total belanjaan saya yang Rp 150.200, hanya menjadi Rp 86.400 setelah didiskon Rp 63.800. Saya kira, ada ongkos kirimnya sebesar Rp 30.000 seperti ongkos kirim biasa dari Jakarta ke Medan. Ternyata, Gratis. Wow. siapa yang tak senang? Setahu saya selama ini, kiriman dari Medan ke Jakarta ini yang mahal, makanya terkadang saya tak ingin membeli sesuatu secara online, karena berat diongkos, kecuali mendesak. Dengan ongkos gratis ini, saya makin semangat belanja di Watsons seterusnya. Dengan ini dapat disimpukan, berbelanja di Watsons #JadiMemberPastiUntung, makanya saya menuliskan secara runut pengalaman saya berbelanja di Watsons, lewat #WatsonsBlog ini.

Kondisi Barang yang Diterima

Barang yang saya terima, kondisinya cukup baik karena dibungkus dengan rapi. Sudah pasti, supaya barang yang di dalamnya tidak berantakan, dibungkus dengan buble wrap yang direkatkan, sebelum dimasukkan ke dalam kotak yang juga dibungkus rapi dengan perekat berlabel khas Watsons.






Member dapat apa saja?

Member dapat banyak keuntungan dengan berbelanja di Watsons, baik secara online maupun offline. Kalau secara online, seperti yang sudah saya sebutkan berdasarkan pengalaman saya di atas. Selain itu, ada lagi keuntungannya, yaitu :

1. Buka Wasons ID di ponsel android kita. Lalu klik Promosi Spesial.

tampilan watsons di smartphone

 2. Selanjutnya akan tersedia dua pilihan, yaitu Member Benefit dan Buy More Save More. Pilih terlebih dahulu yang Member Benefits.

tampilan watsons di smrtphone saya

3. Klik pada layar hijau tersebut yang terdapat tulisan get more tersebut, lalu akan tampil seperti ini:  


tampilan Watsons  pada smartphone saya

4. Klik garis 3 buah di sebelah kiri, lalu pilih semua kategori. Lalu pilih barang yang kita inginkan dan masukkan ke keranjang belanja.





tampilan Watsons  pada ponsel pintar saya

5. Setelah itu, barang-barang yang terdapat tulisan itu, otomatis nanti akan didiskon. Mantap, kan? Yang lebih mantap lagi, setiap pembelanjaan di atas Rp 50.000, akan mendapatkan gratis ongkos kirim. Sungguh menyenangkan pastinya.

Selain yang saya sebutkan di atas, ada lagi diskonnya, yaitu:

tampilan watsons pada smartphone saya

Selain keuntungan di atas, pemegang member card Watsons, juga berkesempatan mendapat keuntungan lain, yaitu lebih dari Rp 250.000, yaitu:





Cara yang dapat kita lakukan, sama dengan yang sebelumnya saya tuliskan. Yang pasti, semuanya didiskon. Inilah yang saya sukai berbelanja dengan menggunakan Watsons Member Card, yaitu Jadi Member Pasti Untung. So, tunggu apalagi? Mending buruan ke Watsons dan miliki Watsons member card, lalu coba sendiri, biar langsung terasa manfaat dan hematnya. Jadi, selain cantik dan sehatnya kita dapatkan, tagline #JadiMemberPastiUntung, pasti kita dapatkan, berlaku buat semua member.

Salam,

Auda Zaschkya.

Selasa, 20 November 2018

[Review] Natu Savon Kose Cosmeport, Refresh Your Day with Apple & Jasmine




Hai Beauties.

Kembali lagi ke blog saya yang kali ini masih akan membahas skin care. Namun, sedikit berbeda dari biasanya. Kalau biasanya saya membahas skin care untuk wajah dan tubuh yang berasal dari produk lokal Indonesia, kali ini, saya akan membahas tentang satu produk Washing Foam yang bernama Natu Savon select Washing foam dari Kose Cosmeport.

Jujur, saya pernah dengar produk dari Kose Cosmeport ini dari salah satu beauty vlogger. Tapi mengingat produk ini adalah Best Skin care dari Jepang, yang sudah pasti belum mampu terjangkau oleh saya dari segi harganya, jadi saya mengurungkan niat untuk membelinya. Beruntung saya mendapatkan produk ini dari Beautynesia karena berhasil menjadi salah satu pemenang pada event beautynesia blog pada bulan Oktober lalu.

Description of Product
Brand : Kose
Product : Natu Savon Select Washing Foam Apple & Jasmine
Country of Origin : Japan
Range : Face
Capacity 180 ml
Expiry Date : 1-3 years (6-12 months after opened) manufacturing number on package

Setelah beberapa minggu ini dipakai, review dari saya untuk produk ini adalah .......


Kemasan


Kemasan produk ini berupa botol plastik yang keras dengan isi seberat 180 ml. Botolnya berbentuk tabung lebar dengan leher tutup putar yang cukup kuat. Untuk mengeluarkan produk, terdapat pump. Kepala pumpnya harus dipencet, seperti body wash pada umumnya. Istimewanya, terdapat satu jepitan untuk dijepitkan pada leher pump, agar kalaupun terjadi keteledotran (tak sengaja terpencet pumpnya), produknya tak tumpah.



Tampak depan terdapat nama produk yang bertuliskan natu savon select Washing foam apple & jasmine, produksi Kose Cosmeport. Ada stiker di atasnya, dengan Bahasa Jepang, Segala tentang produk ini, tertulis lengkap juga dengan Bahasa Jepang pada sisi belakang produk, yang tentu saja saya tak mengerti.


Tekstur dan Aroma


Tampak dari luar botol, teksturnya cairan berwarna bening. Dikeluarkan cairannya ke tangan, masih berwarna bening. Kalau dikocok, sudah pasti berbusa. Ternyata kalau dikeluarkan dari pumpnya, malah berbentuk busa putih. Lha, kok gini? Awalnya saya bingung. Saya kira, berbusa karena sebelumnya botolnya saya kocok. Namun setelah beberapa jam dan busanya yang di botol tadi berubah menjadi cairan beniung lagi, si foam ini kalau dikeluarkan dari pump, tetap berbusa berwarna putih. Jadi kesimpulan saya, untuk teksturnya sangan lembut, pun tak mengandung scrub. 



Seperti namanya, aromanya tentu saja perpaduan antara Apel dan Melati. Kebayang dong segarnya bagaimana? Ini yang bikin saya gak bisa move on dari wanginya. Malah setiap seusai mandi – membersihkan wajah, washing foam ini selalu saya bawa masuk lagi ke kamar. Intinya, saya tak memiliki masalah dengan aromanya yang menyegarkan ini.


Ingredients


Seperti yang saya tuliskan sejak awal, saya tak mengerti Bahasa Jepang yang berada di belakang botol produk ini. Dicari-cari juga tak ketemu ingredientsnya. Yang pasti, ada kandungan Apple dan Jasminenya, serta less akohol karena memang tak terlalu tercium wanginya. Lagi pula, produk ini, untuk melembutkan kulit, bukan memutihkan secara instan.


Cara Pakai dan Hasil


Ini dia yang awalnya saya bingung. Karena tak tahu bahasanya, awalnya saya kira Washing foam ini untuk mandi. Jadilah saya pakai seperti pakai sabun badan dengan menuangkannya ke busa untuk mandi. Setelah bercampur air, 2-3 kali pump, sudah cukup untuk mandi seluruh badan. Ternyata setelah mencari tahu, barulah saya sadar ini untuk mencuci wajah. Ya ampun, kemasannya ini kan tidak seperti pembersih wajah produk Jepang lainnya yang tube. Baiknya, walaupun salah tempat penggunaan, washing foam ini tak memberikan efek negatif apa pun di kulit tubuh saya, malah menjadikannya segar.

Setelah tahu, mulailah saya rutin memakainya rutin seperti sabun pencuci muka pagi dan malam. Pertama, tentu saja, saya membersihkan kotoran dan sisa make up dengan Micellar water atau Milk Cleanser. Setelah diangkat dengan kapas dan bersih, saya lanjutkan Double Cleansing dengan Natu Savon Select Washing foam Apple & Jasmine ini. 

Saya keluarkan isinya yang berupa busa putih itu. Lalu bisa dicampur dengan sedikit air atau tidak. Usapkan ke wajah dan leher dengan gerakan memutar dan pijat selama beberapa saat. Setelah dirasa cukup, bilas sampai busanya hilang. Lalu keringkan dengan handuk. Setelah kering, kulit wajah terasa lembut, tanpa rasa tertarik.  Di kulit saya yang acne prone skin, produk ini bekerja baik, tak memberikan efek panas, perih, break out dll.


Belinya di mana? Harganya berapa?

Awal November 2018 ini, Kose Cosmeport yang merupakan skin care nomor 1 di Jepang ini, sudah masuk ke Indonesia dengan PT. Radiant Sentral Nutrindo yang menjadi pemegang lisensinya. Ada 4 jenis skin care yang ditawarkan di Indonesia dan semuanya terdapat di Watsons, Guardian dan Natural Farm.

Untuk produk Kose Cosmeport Natu savon select Washing foam Apple & Jasmine sendiri, harganya 390 Bath Thailand (sumber Shopee Thailand). Kalau dirupiahkan, sekira Rp 172.785,22. Nah, kalau dari situs ebay, harganya $13.24. Kalau dirupiahkan yaitu sekira Rp 192.943,21. Jadi bisa dibayangkan harganya berada dibawah Rp 200.000.

Iya, saya tahu ini agak mahal. Tapi sebanding dengan isi produknya yang banyak dan efeknya yang menutrisi kulit. Lagi pula, harganya sama saja dengan produk dari Korea. Jadi tak ada masalah dengan harganya.


Repurchase?

Definetely Yes. Tapi nanti ya. Habiskan yang ada ini dahulu.



Jadi, kesimpulan saya untuk produk Kose Natu Savon Select Washing foam Apple & Jasmine ini:

1.    Wanginya menyegarkan, tak menyengat.
2.    Melembabkan dan melembutkan kulit yang kelelahan.
3.    Kulit terasa bersih dan sehat.
4.    Tidak memberi reaksi gatal, kemerahan, break out, maupun beruntusan, dll.

Sekian dulu tulisan saya tentang produk keluaran Kose Cosmeport kali ini. Masih ada produk Kose Cosmeport yang akan saya bahas di lain kesempatan.

Salam,




email: zaschkya25@gmail.com

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...