Kamis, 18 April 2019

Ngopi Cantik #8 with Beautiesquad : How to Grow Instagram


Dewasa ini, penggunaan media sosial, cukup meningkat jumlahnya di dunia, begitu pula di Indonesia, apalagi instagram. Tak hanya para orang dewasa, anak-anak juga mengandrungi tempat publikasi foto dan video secara gratis (gak gratis juga sih, ada biaya internet ^_^) ini.  Makanya, instagram ini memiliki 1 Billion Active Users dan sudah disebut-sebut sebagai “The Popular Social Networks Worldwide”. Keren, kan? 

Kalau sudah begini, kita harus memanfaatkan kesempatan tersebut. Maksudnya, memanfaatkan keriuhan (crowd) instagram itu untuk melirik instagram pribadi kita, membaca artikel kita, mengunjungi blog kita, memberikan awareness kepada audience tentang diri kita sebagai blogger (content creator), tak lupa memancing berbagai brand untuk mengajak kita dalam project-project mereka.

Lebih lanjut menurut Tutu @niputuchandra dari www.tutuskirtjournal.com yang menjadi pembicara saat dilakukan Ngopi Cantik #8 with Beautiesquad pada Sabtu (13/4/2019) lalu, agar hal-hal yang disebutkan di atas terwujud, kita perlu memanfaatkan fitur-fitur yang sudah ada di instagram, seperti: instastory, upload multiple photo, video feed, business profile, meletakkan link (misalkan blog dan youtube vide pribadi kita) di bagian profil (bio) instagram, link swipe up di instasory bagi yang sudah memiliki followers 10K, promote post, IG TV, dan lain-lain. Fitur-fitur tersebut, digunakan untuk grow instagram. 


Kenapa harus Grow Instagram?

1.    Network
Seperti yang sudah disebutkan di atas, instagram ini sudah memiliki banyak pengguna. Jadi menggunakan instagram adalah kesempatan yang sempurna untuk menjangkau banyak orang, juga untuk saling bekerjasama dengan para audience.

2.   Keep Up to Date
Instagram adalah tempat yang paling mudah untuk pay attention terkait tentang trend atau berita terkini. Misalnya tentang produk kecantikan atau trend dan drama tentang dunia kecantikan yang digeluti Tutu, juga saya sendiri.

3.   Easy
Yes. Instgram ini sangat mudah digunakan di segala suasana atau saat kita mau membagikan pengalaman kita sendiri saat menggunakan suatu produk kecantikan, misalnya.

Tapi hal mendasar yang penting untuk kita ketahui, apa itu Growth Instagram, kan?

1.    Follower meningkat.
Nah... terjemahan bebasnya sendiri, berarti follower di Instagram kita, meningkat. Dari yang jumlahnya sedikit, ke banyak.

2.   Engagement rate dan metrics-metrics lainnya meningkat.
Metrics sendiri berarti measurement unit, yaitu sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Jadi, jika kita sudah menggunakan business profile di Instagram, tentunya sudah tahu adanya fitur insights? Nah dari fitur tersebut kita bisa melihat data-data penting dari akun kita.

Metrics yang bisa kita lihat dari fitur insights diantaranya:
• Profile visits dalam 7 hari terakhir, ada berapa akun yang mengunjungi akun kita?
• Website clicks berapa orang yang klik link yang ada di bio?
• Reach berapa jumlah Instagram user yang melihat postingan kita?
• Impressions berapa kali postingan kalian dilihat oleh Instagram user? Satu user bisa melihat postingan kita lebih dari satu kali, makanya angka impressions lebih besar dari angka reach.

Pertanyaan selanjutnya yaitu tentang asal data. Nah, data itu angkanya. Contohnya,  profile visits in the last 7 days di akun kita adalah 500. Angka 500 ini merupakan datanya. Profile visits adalah metricsnya. Sebagai contoh peningkatan metrics, misalnya: Profile Visits dari 500 in the last 7 days menjadi 1500 in the last 7 days. Cukup meningkat, kan?

Perlu diperhatikan bahwa data tidak bisa kta share sembarangan, walaupun ke sesama pengguna Instagram (baik diupload ke Insta Story atau dishare secara personal), kecuali pihak brand/klien meminta kalian untuk share (ini juga dipilih-pilih ya, brand/klien pasti langsung minta yang spesifik, jadi berikan apa yang mereka mau saja).

Dari paparan di atas, sedikit banyak, kita sudah mengerti kalau growth itu tak melulu soal peningkatan jumlah followers. Ada beberapa tips yang juga dibagikan Tutu untuk mengembangkan akun Instagram. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadinya saat dia fokus untuk mengembangkan akun Instagramnya. Tips tersebut adalah:

1. Kuasai semua fitur dan metrics yang ada pada Instagram

Kata pepetah, tak kenal maka tak sayang. Itu juga berlaku pada Instagram. Percuma dong kita sebagai pengguna Instagram aktif tapi tak mengerti fitur apa saja yang bisa kita manfaatkan. Pun percuma juga jika kita menggunakan bisnis profile di Instagram tapi tidak mengerti apa perbedaan business profile dengan personal account.

Selain itu, kita harus mengenali juga maksud dari metrics yang ada di insights masing-masing post atau insight dari akun instagram kita sendiri. Bila perlu, catat angkanya, buat grafiknya (supaya kalian bisa melihat secara jelas, terjadi kenaikan atau penurunan) dan evaluasi masing-masing metrics, apakah mengalami peningkatan, penurunan atau malah stabil.

2.   Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama

Niche sendiri itu maksudnya pengklasifikasian akun Instagram kita, berdasarkan jenis dan isi/kotennya. Misalnya, akun @niputuchandra, memang fokusnya itu post tutorial makeup di Instagram, sharing review dan produk di Instagram. Semua ini masuk ke kategori beauty. Jadi niche dari akunnya sendiri yaitu beauty. Dan yang pasti, jangan lupa untuk berinteraksi dengan akun dengan niche yang sama untuk meningkatkan peluang foto/video kalian tetap berada di niche yang sudah kalian tentukan.
Selain itu, di instagram tersebut, pasti ada dari kita yang menggunakan Instagram untuk fangirling, kemudian dengan akun yang sama kalian juga interaksi; like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kalian.
Saran Tutu, buatlah akun terpisah untuk melakukan fangirling tadi. Kenapa? Untuk menghindari akun kita pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan kalian dilihat oleh lebih banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kita.

3. Kenali audience

Kenali secara _demografis_ audience kalian paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian paling banyak di kelompok usia yang mana?
Kenali secara _geografis_ audience kalian paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana?
Kenali secara _psikografis_ lifestyle, audience kalian lebih banyak yang suka makeup koreakah? Makeup drugstore kah? Makeup highend kah?
Kenali secara _behavioristis_ perilaku seperti audience kalian lebih banyak yang memang ingin tahu review produk atau sesama blogger/content creator?

Mengenali audience ini, kita bisa mengatur strategi ketika kita  akan post foto atau video. Ini juga bisa membantu kita memilah, kira-kira produk apa saja sih yang harus kita bagikan di Instagram.

4. Tentukan branding!

Berdasarkan analisa Tutu pribadi dari timeline di Instagram, masih banyak yang mengabaikan soal branding. Padahal branding ini sangat penting. Branding disini maksudnya segala aktivitas yang bisa menguatkan dan menonjolkan diri kita sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kita atau diri kalian sendiri ingin dilihat oleh audience?
Contohnya yang gampang @awkarin. Berdasarkan analisa Tutu  pribadi, @awkarin ini cukup khas dengan 100 instagram story/hari dan foto-fotonya yang aesthetic.
Contoh lain lagi, @21makeupaddictions, yang nge-post video tutorial makeup hampir setiap hari dengan menggunakan background video berwarna pink. Jadi begitu melihat warna pink, kita akan langsung mengingat, akun @21makeupaddictions yang serba pink.
Contoh lain misalnya akun @aro_kopa. Akun @aro_kopa sering membagikan makeup tutorial dengan backsound-backsound yang fun (kadang ada backsound dangdut atau lagu india), sehingga memberikan kesan kalo @aro_kopa ini adalah beauty conten creator yang fun. Ada juga akun @heidinatjahjadi, dengan branding yang terkesan elegan.
Kalau yang saya tangkap, branding ini adalah ciri khas. Semakin sering kita menggunakan ciri khas kita, orang akan memiliki ketertarikan tersendiri tentang isi instagram kita.

5.   Berinteraksi dengan audience.

Interaksi di sini, tidak cuma berupa kalian share di insta story dan audiences lihat muka kita. Tapi audience juga lihat kita ngomong.  Interaksi di Instagram sendiri macam-macam. Salah satu contohnya yang sering diabaikan adalah membalas komen audience. Jadi dengan adanya saling interaksi, kita dan audience, akan semakin dekat, kan?
Point tambahannya, dengan membalas komen audience juga dapat meningkatkan engagement rate akun kita loh! Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan live session.

6. Gunakan hashtag sesuai dengan niche

Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kalian di niche yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kalian.
Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup. jangan malah menggunakan #foodporn #fashion

Setelah pemaparan di atas, yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga, yaitu pertanyaan seputar pembahasan di atas.

Pertanyaan pertama, bagaimana follower instgram Tutu yang awal diikuti oleh si penanya, berjumlah 6000an followers, sekarang bisa sampai puluhan ribu? Apakah dengan rutin posting?
Jawaban Tutu seperti ini: Tentunya dengan tidak membeli followers dan engagement ya. Sebetulnya, Tutu tak bisa share, strategi apa yang dia gunakan secara detail. Tapi kurang lebih, strategi dari masing-masing akun itu berbeda-beda. Kenapa? Karena data yang dihasilkan berbeda-beda. Ada yang efektif dengan strategi posting foto flatlay 2 hari sekali, ada yang efektif dengan strategi posting video seminggu sekali dan lain sebagainya. Selanjutnya, bagimana cara menemukan strateginya? Ini dengan trial & error dan analisa data insights kalian sendiri. Selain itu, namanya sosial media, the first rule of social media itu adalah konsisten. Konsisten ini gak melulu soal rajin posting. Konsisten bisa berbagai hal. Misalnya, brandingnya yang konsisten, dari awal brandingnya elegan dan simpel, sampai akhirnya audience aware sendiri ciri khas/branding kita seperti apa.
Tak lupa, disebutkan pula oleh Tutu, cara menemukan strateginya yaitu dengan trial & error dan analisa data insights instagram kita sendiri. Selain itu, namanya sosial media, the first rule of social media itu adalah konsisten. Konsisten ini gak melulu soal rajin posting. Konsisten bisa berbagai hal. Misalnya, brandingnya yang konsisten, dari awal brandingnya elegan dan simpel, sampai akhirnya audience aware sendiri ciri khas/branding kita seperti apa.

Pertanyaan selanjutnya yaitu pendapat Tutu mengenai instagram user yg masih sedikit followersnya tapi sudah ditanya ratecard untuk kerjasama, serta bagaimana tipsnya juga agar tidak mengecewakan pihak tersebut dengan followers yg masih sedikit.

Jawaban Tutu tentang itu, begini, sebetulnya ketika calon klien/brand menanyakan soal ratecard, berarti calon klien/brand ini menghargai posisi kamu sebagai blogger/content creator. Yang harus kita lakukan agar tidak mengecewakan mereka, tentu harus membalas email/direct message tersebut dengan sopan & professional.Selanjutnya untuk masalah nominal dari ratecard sendiri bisa kita sesuaikan sendiri dengan worth kita  sebagai blogger/content creator. Yang dilihat gak melulu soal follower. Jangan khawatir, karena yang pasti, ada banyak akun instagram yang memang punya followers dibawah 5000 tapi memiliki engagement rate yang cukup tinggi.

Cara menentukan engagement rate rendah/tinggi:
1%: low
1%-3.5%: average
3.5%-6%: high
> 6%: really high

Jadi meskipun followers kita belum mencapai 5000, kita bisa meningkatkan engagement rate dan menunjukkan ke calon klien/brand melalui media kit... "ini loh dengan Engagement Rate sekian, aku worth sekian". Kalo memang setelah itu calon klien/brand menghilang, anggap saja belum rezeki.

Pertanyaan lain, yaitu tentang tips untuk self branding. Bagaimana cara mengambil hal menonjol yg bisa dijadikan sebagai branding kita supaya tidak sama dengan konten kreator lain?
Selanjutnya, pertanyaan lagi, Bagaimana menyikapi, kadang insight kita menunjukan data yg menurut saya tidak relevan. Misalnya,dikatakan pukul 13.00 adalah jam prime time. Tapi, postingan kita pada  jam segitu malah sepi atau sebaliknya, apalagi sekarang, misal hari sabtu, insight kasih lihat data kamis. Apa kita analisis sendiri atau bagaimana?

Terkait  cara self branding kata Tutu, yang harus kita lakukan yaitu dengan mencari tahu dari sekian banyak konten di instagram, yang mana yang banyak diminati oleh audience. Kita juga mesti mencari tahu kira-kira apa strength (kekuatan) dari diri kita sendiri, apakah jago blending eyeshadow atau apakah apakah kita paham betul soal ingredients yang terdapat pada satu produk, dll. Terus, kita juga harus menentukan ciri khas tersendiri dari hal yang paling simpel. Misalnya, kita suka warna pink. Jadi kita bisa gunakan warna pink ini sebagai branding kita, misalnya background, desain dari lower thirds video, atau watermark berwarna pink.
Untuk pertanyaan terkait prime time post, Tutu mengatakan, memang harus trial and error sih. Prime time memang misalnya menunjukan jam 13.00, tapi tak semata-mata harus post jam 13.00 itu. Bisa diakali 2-3 jam sebelumnya atau bisa saja post jam 13.00 tapi dengan menggunakan tambahan semacam teaser di insta story. Di situ kita bisa lihat, efektif apa tidaknya cara itu. Yang pasti, balik lagi ke akun kita sendiri. Strategi seperti ini bisa kita temukan jika kita sudah trial & error. Intinya, instagram itu semakin sering diotak-atik, kit bisa analisa patternnya seperti apa. Setelah kita  mengetahui patternnya seperti apa, pasti kita akan tahu strategi seperti apa yang harus diterapkan. So, jangan cuma melihat instagram ini sebagai ”ah cuma sosmed”. Anggaplah akun instagram kita ini sebagai “start up company” kita. Seperti perusahaan pada umumnya, pasti ada research, trial & error, ada investasi sana sini, supaya  bisa survive dan bisa dilihat menonjol.

Pertanyaan selanjutnya, terkait algoritma Instagram yang sempat berubah, di mana kata beberapa website yang mengatakan seperti ini: 1) kalau kita ngedit caption kurang dari 24 jam itu bakal ngaruh ke berapa banyak like/viewers yang didapat dan itu biasanya kecil, 2) balas komen lebih dari 1 jam bisa ngurangin potensi kita untuk bisa masuk ke explore, 3) menggunakan tag terlalu banyak (walau sesuai niche) bakal tidak terdeteksi di explore (maksimal 4 saja). 
Jawaban Tutu: berdasarkan trial dan errornya sendiri dalam hal edit caption kurang dari 24 jam bakal ngaruh ke berapa banyak like/viewers atau tidak, ternyata tidak berpengaruh. Selain itu, berdasarkan berbagai research yang sudah Tutu baca, itu juga tak ada pengaruhnya. Yang akan memberi pengaruh itu, kalau captionnya memang tidak memberikan cerita/pelajaran kepada audience. Audience dengan sendirinya pasti malas melihat postingan yang captionnya kurang menarik.

Kalau untuk pertanyaan apakah membalas komentar lebih dari 1 jam bisa mengurangi potensi kita untuk bisa masuk ke explore, Tutu bilang,  tidak benar ya. Balas komentar, kapan saja boleh kok. semakin banyak interaksi di postingan, semakin besar potensi sebuah post masuk ke explore. Tapi perlu diperhatikan kecepatan saat membalas ya, terlalu cepat balas komentar juga bisa menyebabkan akun kita diblok untuk komentar. Kenapa? Karena terlalu cepat ini aktivitasnya jadi menyerupai robot, makanya diblok oleh pihak instagram. Terkait penggunaan hashtag terlalu banyak bisa mengurangi potensi postingan muncul di explore memang kalo ini masih ada 2 pendapat. Ada yang bilang terlalu banyak hashtag bisa dianggap seperti akun robot, makanya potensi postingan muncul di explore kecil. Ada juga yang bilang semakin banyak semakin baik (asalkan tidak lebih dari batas hashtag yang ditentukan instagram, kalau tak salah 30 hashtags). Menurut Tutu, yang lebih berpengaruh itu jenis hashtag yang kita gunakan.Gunakan hashtag yang memang populer dan banyak orang gunakan. Selain itu juga hashtag yang sering kita cek atau interaksi. Lebih lanjut Tutu mengatakan, masalah banyak atau tidknya, dia masih netral, karena kalau berbicara dari pengalaman sendiri, Tutu kadang menggunakan 10 hashtags saja, sudah masuk explore atau kadang menggunakan 30 hashtags juga bisa masuk explore.

Ada dua pertanyaan lagi yang memang ditunggu-tunggu Tutu yaitu terkait Engagement Rate (ER) -  jumlah likes + jumlah comments)/ followers x 100 tapi gak perlu ribet sih sekarang karena sudah cukup banyak ER calculator online. Dengan mudah, user instagram bisa cek dari socialblade.com atau https://phlanx.com/engagement-calculator, dengan melakukan polling atau question box, itu salah satu caranya mengenali apa yang audience mau. Jika kita mendapat respon sedikit, itu tak masalah. Respon pasti akan meningkat ketika sudah dikabulkan respon mereka.Kadan audience itu malas merespon karena mereka mikirnya, "ah paling cuma nanya doang”,  jadi memang setelah kita melakukan polling dan question box tadi, harus dibarengi sama action. Jadi trust antara audience dan akun instagramnya bisa terjalin.

Melanjutkan dari bahasan hashtag diatas, ada lagi pertanyaan, katanya menggunakan hashtag yg sama berulang2 di semua postingan, justru memperbesar potensi di shadowban, apa benar? Yang kedua, kenapa ketika followers masih 2K, reach per post bisa 2-4x lipat nya. Sedangkan saat followers udah diatas 8k, reach per post makin menurun sampai cuma 1/3 nya. Apa instagram lebih memilih akun-akun baru aktif yg followernya lebih sedikit?
Dan jawaban Tutu adalah shadowban itu hoax, ini sudah ada konfirmasi dari pihak instagram bahwa tidak ada yang namanya shadowban. Kemudian untuk penggunaan hashtag memang sebaiknya tiap postingan bervariasi sih... 1 atau 2 hashtag yang sama boleh, tapi kan setiap postingan pasti beda topik, tak mungkin dong semua mesti sama. Ambil contoh misalnya post foto skincare dari brand A tapi hashtagnya dari brand Z. Jelas itu tidak ada hubungannya.

Untuk pertanyaan yang kedua, Tutu mengatakan, bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya mungkin audience menilai postingan kita monoton. Mungkin bisa coba sekali-kali dikasih twist, mungkin posting tentang kehidupan pribadi atau mungkin strategi yang kamu gunakan udah basi? Harus mulai cari tau lagi, strategi baru apa yang perlu kamu terapikan. Pun demikian, yang Tutu amati saat ini instagram lebih favor akun-akun yang memang organik ya. Organik di sini maksudnya dengan *real* followers dan *real* engagement...

Sebelum  pembahasan mengenai How to Growth Instagram ini ditutup, Tutu menambahkan, lebih baik followers tidak banyak dengan engagement tinggi dan berintegritas, dari pada followers banyak tapi fake (palsu), karena followers hanyalah angka dan bisa diotak-atik orang. Sedangkan integritas? Pastinya kan kembali lagi ke diri kita masing-masing seperti apa diri kita. Yang pasti, sesusah apapun di instagram, please jangan beli followers atau engagement. Itu malah akan merusak branding dan data kita.

Senang sekali saya mengikuti pembahasan ini, karena saya sendiri kadang masih bingung dengan instagram ini. Harapan saya, setelah membaca serangkaian ilmu dari Tutu di atas, semoga kiranya kita dapat mengaplikasikannya pada instagram kita msing-masing, ya...

Salam

Auda Zaschkya



Jumat, 12 April 2019

Review Biore UV Aqua Rich Watery Essence || Sunscreen Bertekstur Air. Sebagus Itu?


Hai Beautiful

Bagi kita yang begitu concern terhadap permasalah kulit dan kecantikan, penggunaan sunscreen adalah hal mutlak. Tidak boleh tidak, kalau hendak keluar rumah, setelah membersihkan wajah, memberikan masker, memberi essence, serum hingga memberi moisturizer, kita pasti akan memakai sunscreen, sebelum merias wajah.Jangankan wajah yang akan dirias sedetail mungkin, wajah dengan hanya memakai bedak juga perlu sunscreen lho, girls. Tapi sayang. Sunscreen ini masih malas dipakai atau bahkan sering dilupakan.


Padahal, sunscreen dengan SPF ini sangat penting, lho, guys. Mengapa?


SPF (sun protection factor) is a relative measure of how long a sunscreen will protect you from ultraviolet (UV) B rays. The chief cause of reddening and sunburn, UVB rays tend to damage the epidermis, skin’s outer layers, where the most common (and least dangerous) forms of skin cancer occur. Those cancers are linked to sun-accumulation over the years. Another type of skin cancer, melanoma, is thought to be caused by brief, intense exposures, such as a blistering sunburn.


Assuming you use it correctly, if you’d burn after 20 minutes in the sun, an SPF 30 sunscreen protects for about 10 hours. But intensity and wavelength distribution of UVB rays vary throughout the day and by location. And that calculation does not apply to UVA rays.


UVA rays are long enough to reach skin’s dermal layer, damaging collagen and elastic tissue. That layer is also where the cells that stimulate skin darkening are found; that’s why UVA rays are considered the dominant tanning rays. (UVA rays are also used in tanning beds.) Though many people still think a tan looks healthy, it’s actually a sign of DNA damage—the skin darkens in an imperfect attempt to prevent the further injury, which can lead to the cell mutations that trigger skin cancer. (Baca di sini).


Karena ketakutan saya itulah, makanya sejak saya begitu peduli dengan kesehatan wajah, saya tergila-gila dengan sunscreen. Asal buka toko online di instagram atau e-commerce, yang saya lihat, selain pembersih wajah, pasti sunscreen. Dari berbagai produk, sudah saya coba. Biasanya yang saya pakai, yang teksturnya cream mengarah lotion berwarna putih. Tapi agak lengket dan berminyak. Ada juga yang malah menyebakan white cast kelas berat, kan jadi jelek kalau berfoto.


Cari punya cari, akhirnya saya bertemu dengan Biore UV Aqua RichWatery Essence SPF 50+/PA++++ yang juga merupakan andalan para beauty vlogger. Mereka bilang sih enak dan bagus hasilnya. Tapi karena belum pernah coba, jadi sangsi. Syukurnya, saya dikirimi produk Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+/PA++++ untuk dicoba. Setelah beberapa hari dipakai, berikut hasil yang dapat saya bagikan.



 Product Name


Biore UV Aqua Rich

Watery Essence SPF 50+/PA++++

Diproduksi oleh: Kao Corporation Japan

Diimpor oleh:

PT. Rodamas

Jl. S. Parman Kav. 32-34, Jakarta - Indonesia

Didistibusikan oleh: PT. Kao Indonesia

Jl. Jababeka VI/N-2, Cikarang – Indonesia

Biore is a trademark of Kao Corporation Japan

Merek Daftar R. No. IDM000357800

BPOM No. NA22161700982


Manfaat Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+/PA++++ - (Product Benefit)


Seperti klaimnya, Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+/PA+++ ini, merupakan sunscreen yang memang cair dan mudah diaplikasikan ke wajah maupun badan. Selain itu, tahan terhadap keringat dan air, yang melapisi permukaan kulit dengan daya tahan tinggi.


Mengapa demikian?


1.   Block Strong UV Ray

Ini maksudnya, produk ini melindungi kulit dari paparan sinar UV dan mencegah timbulnya bintik atau noda hitam akibat sunburn. Selanjutnya juga karena produk ini memberikan perlindungan terhadap efek negatif UV-A yang mengurangi elastisitas kulit.


2.   High Durability

Ini karena produk ini tidak mudah terhapus ketika berkeringat atau terkena air. Ini karena produk ini dilengkapi dengan bahan aktif pelindung sinar UV yang melapisi permukaan kulit jauh lebih baik.


3.   Water Hydrate Essence

Dari nama dan teksturnya saja, kita sudah tahu bahwa Biore UV Aqua Rich ini, seperti air dan sangat ringan. Ini karena, produk ini diformulasikan dengan water capsule yang nyaman dikulit, yang harus diaplikasikan secara merata. Selain itu juga karena, mengandung beauty essence (hyaluronic acid, royal jelly extract & citrus mix) yang memberikan kelembaban kulit.


Keunggulan Biore UV Aqua RichWatery Essence SPF 50+/PA++++


1.    Water proof Sunscreen yang memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keringat & air, namun mudah dibersihkan dengan facial/bodyfoam biasa. Ini bisa disebutkan karena berdasarkan uji water resistance selama 80 menit.

2.   Melapisi permukaan kulit secara menyeluruh dengan aplikasi secara merata.

3.  Allergy – tested (klaim alergi ini tidak dapat dijamin sepenuhnya. Gejala alergi dapat terjadi pada beberapa orang.

4.   Wangi buah yang menyegarkan.




Ingredients


Water (Aqua), Alcohol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Lauryl Methacrylate/Sodium Methacrylate Crosspolymer, C 12-15 Alkyl Benzoate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Ethylhexyl Triazone, Silica Dimethyl Silylate, Dipropylene Glycol, Xylitol, Dextrin Palmitate, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Dimethicone/Vynil Dimethicone Crosspolymer, Polysilicone-9, Glyceryl Stearate, Aminomethyl Propanol, Vynil Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Agar, Fragrance (Parfume), Isoceteth-20, C30-45, Alkyl Methicone, Polyvinyl Alcohol, C30-45 Olefin, Disodium EDTA, BHT, Sodium Hydroxide,Butylene Glycol,Propylene Glycol, Citrus Grandis (Grapefruit) Fruit Extract, Royal Jelly Extract, Sodium Hyaluronate, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Extract, Citrus Medica Limonum (Lemon) Fruit Extract, Phenoxyethanol, Methylparaben, butylparaben, Ethylparaben, Propylparaben.


How to Use Biore UV Aqua Rich


Menurut info produk yang terdapat di kotaknya, produk ini hanya perlu diusapkan secara merata di wajah/badan. Untuk hasil terbaik, ulangi pemakaian setelah berkeringat, setelah berenang, atau setelah handukan.


Cara Pakai dan Hasilnya di Saya (Testimoni)


Walau tak memakai sunscreen ini di badan, tapi yang pastinya,berkat teksturnya yang seperti air tadi, sunscreen ini begitu lembut diusapkan ke seluruh wajah dan leher, dengan menghindari bagian mata.


Ketika pertama saya pakai tanpa make up, sebagai skincare routine saja, produk ini sudah cukup dingin dan menenangkan kulit yang baru saja dibersihkan. Saat awal pemakaian maupun setelah dipakai selama beberapa jam, tak ada rasa perih juga tak menimbulkan jerawat ataupun kemerahan karena iritasi pada wajah.


Hari berikutnya, saya pakai sebelum foundation. Ini juga tak ada masalah. Malah, foundation lebih mudah diaplikasiakan dan wajah juga terasa ringan, tanpa rasa perih dan lengket.


Pastinya, sudah make up, sayang dong kalau tak berfoto? Nah, dibawa untuk foto, White Castnya juga tak terlalu parah. Yang pasti, tak ada efek negatif di kulit saya.




Produk dan Kemasan Produk


Bagian tempat produk Biore UV Aqua Rich ini,  berupa tube dengan tutup semi bulat berwarna putih. Tubenya didominasi biru dengan terdapat terdapat tulisan nama produk berwarna putih dan tulisan Jepang berwarna hitam yang saya tak tahu artinya. Yang saya tahu, hanya buatan Kao bersama logo bulan sabitnya dan tulisan Made in Japan.


Isi produknya sendiri, agak berbeda dari Sunscreen produk pada umumnya, Biore UV Aqua Rich ini, memiliki tekstur cair. Namun demikian, kalau ditaruh di telapak tangan, tak langsung mengalir. Kalau sunscreen lain aroamnya biasa saja, spesialnya lagi sunscreen ini adalah karena beraroma buah jeruk, anggur, dan lemon.


Pada sisi kiri kemasan, terdapat cara pakai, perhatian, ingredients, tempat produksi, importir serta distributornya di Indonesia, merek daftar dan nomor BPOM.


Beralih ke sisi belakang kemasan produk, terdapat begitu banyak penjelasan dan manfaat produk, yang sudah saya jelaskan di atas.

Product Price and Place


Setelah membaca banyak manfaatnya dari produk ini, tentunya kita ingin tahu, berapa harganya, bukan? Nah, jadi Biore UV Aqua Rich ini dapat diperoleh di Drugstore (Guardian dan Watsons), E-commerce (Sociolla, Kao Official Store, Tokopedia, JD ID, blibli, dll) dengan harga Rp 115.800 untuk kemasan 50 gram.


Jadi kesimpulan saya untuk Biore UV Aqua Rich ini:


1.    Mudah dan cepat diaplikasikan ke kulit karena teksturnya seperti air.


2.    Mendinginkan kulit juga menenangkannya.


3.    Harumnya segar, wangi buah-buahan.


4.  Dibawa ke luar rumah (tapi memang tak disarankan berlama-lama di panas matahari), produk masih bertahan baik dan awet.


5.    Dipakai sebelum fondation, memudahkan pengaplikasian fondation.


6.    Memang ada white cast karena SPF 50+/PA++++, tapi tak terlalu parah.


7.    Tak gampang luntur akibat keringat dan air.


8.    Tak menimbulkan jerawat, komedo atau kemerahan akibat iritasi.


9.    Harga yang sesuai dengan manfaat dan kegunaannya.


10. Mudah didapatkan di mana saja.


Setelah membaca rincian sunscreen review saya bersama Biore UV Aqua Rich ini,
pertanyaan saya di atas, sudah terjawab, bukan? Memang produknya bagus dan
pantas menjadi skin care review saya kali ini.


Salam

Auda Zaschkya





Kamis, 11 April 2019

[Review] Nameera Aquatic Botanical. Skin care Tepat Bikin Wajah Glowing


Bagi pecinta skin care, khususnya yang selalu berburu bahan alami untuk merawat kesehatan dan kecantikan wajahnya, kadang masih suka bingung dengan kandungan dari produknya. Sama sih, saya juga demikian, mengingat kulit wajah saya yang agak sensitif, acne prone, juga kombinasi dan jerawat kadang masih suka datang kalau akan, sedang atau setelah datang bulan. Namun demikian, saya juga ingin mendapatkan kulit wajah yang tampak glowing dan segar, walau tanpa make-up, sampai akhirnya saya mencoba memakai Nameera Aquatic Botanical yang dikirimkan oleh Home Tester Club. Terima kasih. 


Saya dikirimi sepaket yang berisi 4 macam produk. Produk-produk tersebut yaitu Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser, Nameer Aquatic Botanical Hydrating Glow Essence Water, Nameera Aquatic Botanical Pure Radiant Glow Perfecting Day Cream SPF 30 PA+++, dan Nameera Aquatic Botanical Moisturizing Lipstick Shade Exotic Brown.


Berikut akan kita bahas produk ini satu per satu. Jadi, scroll terus ke bawah, ya!

Step 1: Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser



Kemasan

Produk ini dikemas di dalam tube plastik laiknya Cleanser yang harus dipakaikan air seperti biasa, dengan tutup fliptop. Kemasannya didominasi warna krem-putih, yang diikuti garis berwarna emas, sedikit sentuhan warna hijau bersama warna jingga sebagai tempat tulisan nama produk, yang juga berwarna Jingga dan hitam pada tampak depan. Sedikit claimnya pada sudut bawah juga berwarna hitam.

Pada tampak belakang, selain tulisan nama produk yang berwarna jingga, tulisan lainnya berwarna hitam. Tulisan hitam tersebut menjelaskan tentang manfaat, cara penggunaan, peringatan, ingredients, serta tempat pembuatan dan yang mendistribusikannya. Tak lupa kode produksi, berat bersih kemasan, juga label Halal terdapat di sini.

Tekstur dan Aroma



Sesuai namanya, Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser memiliki tekstur Gel, namun Gelnya ini ringan. Aromanya ini harum bunga dan lembut. Yang pasti tak tercium bau kimianya.

Cara Pakai dan Hasil



Seperti akan memakai cleanser kebanyakan, Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser ini dituang ke telapak tangan dan diberi sedikit air. Basuh ke wajah dengan lembut hingga berbusa. Pijat selama semenit, lalu cuci dengan air.

Untuk hasil, klaimnya yang mengatakan bahwa, Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser merupakan pembersih wajah yang lembut dan melembapkan kulit setiap kali cuci muka. Kata klaimnya juga, kulit jadi bersih dan cerah. Tampilkan cahaya alami kulit yang bersinar dari dalam. Klaim tersebut karena Nameera Aquatic Botanical So Pure & Radiant Hydrating Gel Cleanser ini mengandung:

-      Non-soap formula dan ultra-mild cleansing agent dengan Triple Moisturizing Action, membesihkan kulit tanpa menjadikannya kering/terasa kaku
-      Diperkaya dengan VB3 Radiant agent untuk kulit cerah bersinar alami
-  HydRadiance – Purity of water & Potency of Aquatic Botanical (Lotus Essence)

Manfaat produk ini kata klaimnya, dapat mengangkat sel kulit mati & membesihkan hingga ke dalam pori kulit, yang dapat dipakai pagi dan malam.

Yang saya rasakan:
Hasilnya, wajah saya terasa ringan, lembut dan lembab. Yang pasti tak meninggalkan rasa kering juga tertarik. Ini sejalan dengan klaimnya.

Step 2: Nameera Aquatic Botanical Hydrating Glow Essence Water

Kemasan



Nameera Aquatic Botanical Hydrating Glow Essence Water, dikemas dalam botol plastik bening (transparan). Tempatnya ini berbentuk silinder, dengan tutup fliptop, produk ini terbilang aman dari tumpah. Plastiknya juga tak terlalu tipis. Jadi tak mudah pecah, tapi jangan sengaja digencet juga.
Di satu sisi lingkaran, hanya terdapat stiker plastik berwarna hijau dan jingga transparan, yang bertuliskan nama produk dan berat produk. Tak ketinggalan, terdapat nomor BPOMnya.

Tekstur dan Aroma

Nameera Aquatic Botanical Hydrating Glow Essence Water, berwarna bening dengan tekstur cair, namun agak lebih thick dari pada air biasa. Walau demikian, tak lengket. Aromanya, manis harum bunga, sama seperti cleansernya.

Cara Pakai dan Hasilnya

Setelah bangun tidur dan membersihkan wajah dengan cleansernya, selanjutnya saya memakai toner (dari brand lain). Setelah kering, saya lanjutkan dengan Nameera Aquatic Botanical Hydrating Glow Essence Water ini. Selain itu, produk ini juga saya pakai sebagai primer sebelum memakai make up.

Yang saya rasakan:

Produk ini mengembalikan kesegaran wajah saya yang telah dibersihkan sebelumnya, sehingga lebih siap dalam menerima skin care lanjutan. Seminggu pemakaian, tidak terjadi jerawat atau kemerahan/iritasi, yang berarti produk ini tetap baik. Maka, saya lanjutkan pemakaiannya sebagai primer (base make up). Kedua manfaat ini, membuat wajah glowing dan make up pun menjadi lebih tahan. Hal tersebut dapat terjadi karena, formulasi dari produk ini yang ringan, sehingga memberikan kesegaran dan mengoptimalkan kelembapan kulit.

Selain itu, klaimnya sendiri juga mengatakan, produk ini membantu menampilkan cahaya alami kulit yang besinar dari dalam, karena, diperkaya dengan Moisture Film Technology untuk optimalkan kelembapan kulit HydRadiance – Purity of Water & Potency of Aquatic Botanical (Lotus Essence), sehingga kulit terasa segar, lembut, kenyal, dan halus. Lalu juga tampak bersinar & glowing. Yang pasti, produk ini saya pakai tiap pagi dan malam, karena cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit saya yang banyak masalahnya.

Step 3: Nameera Aquatic Botanical Pure Radiant Glow Perfecting Day Cream SPF 30 PA+++


Kemasan

Nameera Aquatic Botanical – Pure Radiant Glow Perfecting Day Cream SPF 30 PA+++ dikemas dalam kotak. Bagian depan kotaknya, didominasi warna putih dengan warna jingga, hijau muda dan garis emas. Di situ, terdapat nama produk, serta sedikit manfaat produk yang diperuntukkan bagi kulit Normal to Dry.

Di sisi kanan kotak, hanya terdapat keunggulan produk. Di sisi kiri, terdapat cara penggunaan, peringatan, serta ingredients-nya. Tak lupa, terdapat juga tempat pembuatan, maupun distributornya. Dilengkapi logo halal, nomor kontak pelanggan, nomor BPOM, pastinya memudahkan calon penggunanya, kan? Sementara itu, pada bagian belakang kotak, terdapat penjelasan tentang produk ini lebih lanjut. Bersama kode produksinya, memberi kesan bahwa produk ini aman.

Kemasan di dalam kotak, yaitu tube plastik dengan berat 20 gram. Tubenya bewarna krem yang agak glossy. Seperti bagian depan kotaknya, bagian depan tube ini, tetap sama baik warna maupun tulisannya. Beralih ke belakang tube, selain normalnya terdapat nama produk, ada pula manfaat dan kegunaan produk, saran cara penggunaan, peringatan, dan suara konsumen serta label halal yang menjadi patokan orang Indonesia dalam mencari skin care.

Tekstur dan Aroma


Tekstur produknya yaitu krim lembut berwarna pink muda. Krimnya tidak lengket dan mudah di-blend. Dengan aroma lembut bunga, krim ini tak mengganggu buat saya pribadi.

Cara Pakai dan Hasil

Setelah wajah saya dibersihkan dengan cleanser dan diberi essence water dan essence waternya sudah menyerap, baru saya pakai krim ini. Sangking lembut dan blendable-nya malahan saya pakainya gak kira-kira, lho. Apalagi krim ini mengandung SPF 30 PA+++ yang berguna untuk menjaga kulit wajah dari  pengaruh buruk sinar UVA/B. Krim ini hanya dipakai pada pagi/siang hari.


Hasilnya, wajah yang tadinya gak kusam dengan warna kulit yang tidak merata, lebih glowing dan cerah, walaupun tak memakai highlighter. Noda hitam bekas jerawat juga agak tersamarkan.  Dipakai dibawah make up pun, krim ini menjadikan foundation lebih mudah di-blend sehingga foundation tak mudah pecah.

Tampaknya, klaimnya yang menyebutkan krim ini diperkaya HSA (Healthy Skin Activator) dab Alfitaminat antioxidant agent untuk kulit cerah merata seketika, bersinar dari dalam dan noda tersamarkan.

Klaimnya juga menyebutkan, krim ini teruji klinis untuk: meningkatkan kelembapan kulit, membantu mengurangi gejala stressed skin (kulit kering, kusam, lelah), juga melindungi kulit dari efek buruk sinar UVA/B.

Step 4: Pure Glow Moisturizing Lipstick


Kemasan

Lipstik ini dikemas dalam kotak (dus) berbentuk persegi panjang. Kotaknya seukuran kotak lipstik normal. Pada bagian depan kotak, terdapat tulisan nama produk berwarna jingga yang kotaknya  didominasi warna krem – putih. Sedikit warna hijau muda dan jingga di kotak, menambah segar tampak depan kotak. Tak banyak tulisan di bagian depan kotak.


Di sisi kanan kotak, terdapat tulisan tentang keunggulan produk Nameera itu sendiri. Sementara di belakang kotak, terdapat pengetian lipstik ini, peringatan, serta ingredients-nya. Dan di sisi kiri kotak, terdapat produsen, distributor, layanan suara konsumen, label halal kode produksi, juga berat produk ini (netto) 3.5 gram.

Sementara itu, tempat lipstiknya sendiri berbahan dan bertutup plastik warna putih – krem. Di sisi badan lipstiknya, hanya terdapat tulisan Nameera Aquatic Botanical. Sementara  itu, nama Shade, terletak di bagian bawah lipstik, beseta tulisan lainnya serta tanggal kadaluarsa dan nomor BPOM. Putaran lipstiknya berwarna silver yang lancar, jadi saya tak menemukan masalah.

Bentuk, Tekstur dan Aroma


Seperti lipstik pada umumnya, lipstik ini berbentuk stik yang dapat diputar, dengan tekstur buttery lembut. Terang saja, karena namanya sendiri Pure Glow Moisturizing Lipstick. Ditambah lagi, aromanya juga lembut, khas lipstik ber-moisturizer.

Cara Pakai dan Hasil

Begitu lembutnya lipstik ini, sehingga saya tak perlu memakai lip balm sebelum memakainya. Tinggal diulas secara lembut saja ke bibir. Memang disebutkan pada klaimnya bahwa ini adalah lipstick ini dengan natural coverage untuk dipakai sehari-hari untuk tampilan no make up-make up look.

Hasil yang saya dapatkan:

Karena ini moisturizing lipstick, tentu saja bibir terasa lebih lembut dan lembap. Lipstiknya memang tidak tahan lama. Dipakai makan dan minum, pelan-pelan namun pasti buyar semua dan menempel di alat makan juga gelas. Tapi setelah itu, bibir memang tetap lembut. Ini karena lipstick ini diperkaya dengan Microcrystaline wax untuk melembapkan dan memberikan efek glowing pada bibir. Ada pula Castor & Madamia Oil yang dapat melembapkan dan menghaluskan kulit bibir. Tak lupa, semua produk Nameera Aquatic Botanical, terdapat HydRadiance – Purity of Water & Potency of Aquatic Botanical (Lotus Essence).

*
Jualnya di mana?

Keempat produk di atas, dapat diperoleh dengan mudah di e-commerce langganan kita seperti Lazada dan Shopee.

Jadi kesimpulan saya untuk keempat produk di atas yaitu:

1.    Produk lokal yang cocok dengan segala jenis kulit Indonesia.
2.   Tak memberikan rasa panas, perih, gatal pada kulit.
3.   Tak menimbulkan jerawat serta iritasi lainnya.
4.   Cleansernya itu lembut sekali. Cocok untuk digunakan sehari-hari.
5.   Hydrating essence waternya bisa digunakan sebagai primer
6.   Krimnya blendable dan buildable, juga sudah punya SPF 30 PA+++
7.   Tak usah pakai make up lagi, sudah membuat wajah glowing. Tapi kalau mau pakai make up juga tak mengganggu.
8.   Lipstiknya cantik dengan warna-warna natural.
9.   Lipstiknya melembapkan bibir. Jadi bisa dibilang, pakai lipstik sekaligus merawatnya.
10.                Terdapat di e-commerce

Jadi itu dia yang dapat saya tuliskan untuk produk yang saya peroleh dari Home Tester. Ada yang sudah pernah pakai?

#HTCIDxNameera #CantiknyaFitrah #NameeraSkin

Salam
Auda Zaschkya


Ngopi Cantik #8 with Beautiesquad : How to Grow Instagram

Dewasa ini, penggunaan media sosial, cukup meningkat jumlahnya di dunia, begitu pula di Indonesia, apalagi instagram. Tak hanya para ora...