Senin, 14 November 2011

Harapan Ini Terlalu Indah, Buktikan !

Oleh : Muhammad Ichsan & Auda Zaschkya



Wanita butuh bukti, tidak sekedar janji
tentu ini menantang keberanian
Sesuatu yg menantang adalah indah
sebab ada gairah yang begitu membuncah
Gairah itu juga harus direalisasikan
agar mampu membumikan angan
Tak pantas kiranya angan2 itu diumbar ke khalayak
mungkinkah mesti disemayamkan saja?
setenang harta-karun yang terpendam dalam palung samudra.
***
Angan2 itu tercipta krn ingin kita,
maka biarkan itu jadi rahasia, antara kau dan aku
Oh, betapa aku telah luput menginsyafinya.
Suatu angan yang lahir dari keinginan yang berpadu,
mungkin bisa mengandung segunung rindu yang syahdu.
Rindu yang menghantarkan cintamu untuk menjadi pelipur lara saat kau tak bersamaku

Dan ketika penantian telah semakin merawan,
berikan aku ikatan segera,
aku tak ingin lebih lama lg menunggu, 
aku tak mau terus dibodohi oleh angan ku tentang mu
Bersabarlah, sabar yang luas laksana Sahara.. 
Akan kutepati janjiku mengikatmu segera
Realisasikan janjimu segera.
Insya Allah aku yang terbaik yang dianugerahkan Tuhan untukmu.
Dan aku percaya, Dia pun mengutusmu utk menjadi Imamku

Aduhai sungguh besar anugrah ini.
Terbaik yang pernah diturunkan untukku.
Maka aku pun tak mau menunggu lebih lama lagi.
Sekiranya waktu yang pandai menipu akan melalaikanku,
akan kutipu balik sang waktu demi cintaku padamu
***
Sudah tersedia sebungkus untukmu dengan diikat pita merah jambu.
Jangan pita merah jambu, aku tak seromantis itu.
Aku mau pita merah yang melambangkan keberanian
dan pita putih utk kesucian cinta kita



Cinta yang menyala itu kini tak ingin habis dirubung semut.
Rasa manis, ia kini rupanya ingin seputih awan yang tinggi - setinggi hasratnya 
untuk meraih merah semangat mentari yang menerangi hari. 
Ia putih dan merah yang tak bisu.
Mereka ada di diri kita.. 
mereka ingin kita wujudkan
***
Lama kuselami hati ini.
Kelelep dalam riaknya, aku pun nyungsep.
Tahukah engkau? Semata demi menjangkau dirimu, 
yang telah begitu bercahaya dalam putih cintamu itu
***
Segera kemari adamku, selami putih cintaku,
kau akan melihat cahayanya, 
cahaya yang teramat terang untk menyambutmu
Aku datang padamu, Hawaku yang merindu. 
Segera ku berlari, menyongsong cahaya terang kasihmu.
Datanglah kemari, dan aku akan menyambutmu

Wahai bidadariku.
Lihatlah putih cinta kita telah menjelma mentari.
Saksikanlah kini, semua mahluk mendapat berkah dari tulusnya 
kasih sayang yang kita tebarkan.
Dengan penuh ketulusan, aku melipat dan membungkusnya 
untuk mengabadikan cinta putih kita yang bercahaya.

Namun, bidadariku, mengertilah, 
dua sampai tiga berkas sinarnya menyembul
serupa kepala Tukul dari balik kursi
Apa yang mesti kulakukan, kasihku?
Aku tak dapat berkata lagi, kasih.. 
aku ingin secepatnya
Jangan ragu padaku, 
tatap aku dan katakan cinta itu



Sungguh, kata-kata tak mampu mewadahi betapa besar cintaku padamu.
Lihatlah kata-kata kewalahan menampungnya.
Satu yang pasti kau lah Ratuku..
Aku yakin padamu, kau satu cintaku, selamanya

2 komentar:

Jezrahman mengatakan...

hmm...

Auda Zaschkya mengatakan...

haii,, ada apa ? :)

Review Pure Papaya Ointment: Salap dengan Jutaan Manfaat

Kulit kering bagi kita, terutama perempuan, merupakan sebuah masalah. Pastinya, ini akan membuat kita malu, karena kulit kering terseb...