Jumat, 17 Februari 2012

[KVC] Aku Ingin Bersamamu

Kolaborasi By : Amy Terra Verdiana + Auda Zaschkya (205)
13291126061032647683
google image


Pertama bertemu dengannya tak ada rasa tertarik dariku, bahkan bermimpi menjadi kekasihnya sangat jauh dari khayalku. Namun, aku sempat mengecap manis madu cintanya walaupun Cuma menjadi wanita kedua dihidupnya. Sedikitpun aku tak menyesal menjadi selingkuhannya. Bersamanya ku temukan bahagiaku walaupun tak bertahan lama sebab ia lebih memilih kembali dengan kekasihnya yang terdahulu.
***
Namaku Davana. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta di kotaku. 2 bulan yang lalu aku baru mengakhiri hubunganku dengan mantan kekasihku karena orang tuaku tak menyukainya. Kemudian aku melihat sesosok tampan, seolah hati ini ingin meloncat keluar tubuhku. Hmm… tampan sekali makhluk yang satu ini, suaraku dalam hati.
Namanya Mario. Aku mengenalnya pada pesta perkawinan sepupuku Reza setahun yang lalu. Dengan sikapnya yang cukup ramah dan supel, ia mampu berbicara dengan orang yang baru dikenalnya di pesta itu, termasuk aku. Bersamaku ia sangat ramah bahakan nyaris berbicara terus tanpa mau berhenti jika tak ku ajak mencicipi hidangan.
“kamu gak capek ya ngomong terus?”, makan dulu yuk ntar kita cerita lagi”, ajakku.
“Ok manis, tapi aku maunya makan sama kamu, kalau perlu sepiring berdua, biar kayak orang pacaran gitu”,jawabnya merayu.
Mungkin itu adalah rayuan yang cuma berupa candaan, aku tak peduli dan Cuma mengatakan, “Yuk ah makan dulu”.
Candaan demi candaan terus dilontarkannya padaku hingga kamipun bertukar nomor ponsel, dan ia kembali ke hotel tempatnya menginap.
***
Ya.. ia tinggal di kota lain. Pekerjaanya cukup mapan. Ia adalah kepala cabang di suatu Bank Pemerintah hingga kini makanya ia masih bisa berlibur di kota ini. Saat itu, seusai pesta Ia tak langsung kembali ke kotanya namun ia bertahan berada di kota ini demi bertemu denganku. Aku tak tahu apa yang ia rasakan.
Terus terang aku menyukainya saat itu, ketika mata kami saling menatap. Dan dalam beberapa jam kebersamaan kami, rasa suka itu telah berubah menjadi cinta. Eehmmm…. Mungkin inilah yang dikatakan cinta pada pandangan pertama. ia kelihatan berbeda di mataku. Gayanya yang bak Pria metroseksual memancingku untuk mengenal lebih jauh tentangnya.
Seringnya kami bertemu selama liburannya hingga dia terbiasa denganku. Dan Tanpa rasa canggung ia menceritakan tentang dirinya, keluarganya, pekerjaannya, bahkan ia mengakui bahwa di kotanya ia sudah memiliki seorang kekasih, mahasiswi jurusan kedokteran yang sering sakit-sakitan. Sontak aku terkejut, pupus sudah harapanku untuk dapat memiliki hatinya.

1329036638596255750
selingkuh, namun aku nikmati. google image
Ternyata ia pun memiliki rasa yang sama terhadapku, ia telah menyatakan cintanya padaku dan aku menerimanya. Hmmm.. kenapa tidak? Aku single lagipula baru putus. Ya sudah aku menerimanya, walau ku tahu mungkin aku tak bisa selamanya  bersamanya. Aku ingin merasa bahagia walau hanya untuk saat ini.
***
Di suatu pagi ia menghubungiku, mengajak bertemu di hotel tempatnya menginap, katanya ia sedang tak enak badan. Lalu aku bersiap-siap dan membelikan obat serta makanan.Satu jam kemudian, aku tiba di hotel. Kemudian dia membukakan pintu untukku, setelah menutup pintu ia langsung memelukku dan aku merasakan tubuhnya yang panas. Ya… dia demam. Lalu aku menyuapinya makan dan memberikannya obat. Tak lama iapun tertidur dipangkuanku. Sembari membelai wajahnya, aku berucap :
Salahkah aku mencintaimu walau kutahu sangat sulit untuk kita bersatu. Statusku hanya sebagai selingkuhanmu saat ini dan mungkin kita tak bertemu lagi seusai liburanmu ini.
Iapun terbangun dari tidurnya dan langsung mengecup bibirku, kemudian ia berkata, “Jika aku boleh memilih, aku lebih memilihmu, Dav. Aku menemukan harapanku di cintamu, namun apa dayaku? Aku tak bisa memutuskan Riska karena dia sakit-sakitan dan orang tua nya telah memberi pesan padaku untuk menjaganya. Aku takut penyakitnya kambuh dan seketika ia meninggal”.
Sedih memang saat aku mendengar perkataannya, namun apa yang bisa aku lakukan.“nikmati dan habiskan waktumu disini bersamamku, rio. Aku inginkan kamu”, paparku parau. Tak lama ia menciumku lagi dan aku membalas pangutan liar bibirnya. Kami menikmati ini semua. Rasanya aku tak ingin berpisah darinya, sehingga aku memutuskan menginap bersamanya di hotel itu. Namun, dia tak pernah menyentuh bagian-bagian terlarang ditubuhku selain bibirku. Dia berkata, “aku mencintaimu, namun aku tak ingin merusakmu dav”.
***
Minggu ini ia harus kembali melanjutkan pekerjaan di kotanya dan gadis kecilnya telah menunggu dengan tak sabar. Gadis kecil itu bolak balik menghubunginya ketika saat itu aku sedang dipeluknya. Aku tak perduli, yang aku tahu saat itu aku sedang dipelukannya. Dia berkata, “datanglah ke rumahku minggu depan, aku ingin memelukmu lagi, merasakan hangatnya cintamu, namun kita harus hati-hati terhadap Riska”. Aku mengangguk lalu aku mengantarnya ke bandara dengan taksi yang sudah kami pesan. Didalam taksi iapun tak henti mendekapku.
***
Setelah ia tiba di kotanya, ia menghubungiku dan memintaku menyusulnya. Seminggu kemudian aku berangkat ke kotanya. Aku tiba dan tanpa canggung ia merangkulku di bandara kotanya dan mengajakku kerumahnya yang memang kosong. Aku menginap disitu, tetap dia tak merusakku. Namun, pelukan dan ciummannya terus mendarat di pipi serta bibirku. Layakanya seorang istri, aku menungguinya setiap hari sepulang kerja. Menyiapkan makan malam serta sarapannya.
Sampai suatu hari di minggu siang, kekasihnya Riska tiba-tiba datang kerumahnya dan menyaksikan kami tengah berpangutan di ruang tengah rumahnya. Seolah tak mengingat penyakitnya, Riska yang terkejut langsung marah-marah saat itu. Ia memaki-makiku dengan ucapan kotor dan tak lama ia pun pingsan.
Mario mengangkatnya ke sofa. “maafkan Riska ya Dav, karenaku kamu jadi korban makiannya, namun apa dayaku? Aku tak mampu memilih dia atau kamu”, ujarnya. “sudahlah rio, biarkan aku kembali ke kotaku dan silahkan kamu melanjutkan hubunganmu dengan Riska, aku tak mau dia meninggal gara-gara hubungan kita”. sambungku. “Aku berjanji, walaupun kita mungkin tak mungkin bersama, namun percayalah aku akan tetap mencintaimu. Ya walaupun Riska ada diantara kita”, Lanjutnya. Satu jam kemudian aku kembali kekotaku dan mencoba membuka lembaran baru. Sakit memang, namun cinta itu begitu nikmat dan aku tak menyesali hubungan itu.
***
Sampai saat ini, Mario masih sering menghubungiku walaupun statusku tetap menjadi wanita kedua dihidupnya. Mungkinpun suatu saat nanti ketika kami masing-masing telah menikah, namun cinta itu masih kami bawa, selamanya.
= TAMAT =

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...