Selasa, 27 Maret 2012

apakah kau mengerti aku?

Sumpah, aku bingung sama sikapmu.
Katamu kau stres, banyak masalah, banyak pikiran
Kau menulis untuk menghilangkan suntukmu, menuangkan ide-ide dipikirmu hingga Kau Sering menghilang,meninggalkanku
Kau memintaku untuk mengerti, aku turuti, selalu aku berusaha mengerti. Tak ada telepon sampai di 4 bulan kita, aku masih mencoba mengerti
Awalnya.. sampai kini
Aku masih terus mengerti kamu. Tapi apa kamu mengerti aku, Mengerti kebutuhanku?

Tidak !!

Katamu kau mengerti, tapi apa yang kurasa?
Kau tak mengerti aku.. Kau tak melihat aku
Yang ada di pikiranmu Cuma bagaimana caranya agar kau dapat bertahan lewati masalah-masalahmu. Tanpa pedulikan aku yang menunggumu
Sikapmu yang begitu berulang kali menyakitiku.
Kau egois sayang.. Perlahan kau membunuhku dengan sikap acuhmu
Aku memilihmu agar kau dapat bahagiakan aku, bukan membuatku begini
Mana kau yang dulu yang dahulu tawarkan cinta padaku?
Inikah kau yang sebenarnya?


Sakit sayang..
Tiap saat kau membuat air mataku jatuh dengan sikapmu yang begitu
Mengapa kau tega sakitiku berulang kali?
Apa aku pantas untuk kau sakiti karena aku memang sebenarna tak layak bercinta denganmu? Apa aku berbeda dengan mereka pendahuluku yang pernah singgah di hatimu?

Aku mohon sayang,, berhentilah menyakiti hatiku
Tunjukkan sikapmu kalau kau benar-benar mencintai aku !!!
Aku tak meminta untuk dinikahi sekarang, aku Cuma ingin kau berubah.. 
lebih peduli padaku, lebih mengerti aku. Aku butuh dukunganmu sayang
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu…

Disaat aku menulis ini, air mataku tak mau berhenti, padahal sudah berulang kali ku hapus

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...