Rabu, 29 Februari 2012

Ketika Canduku Menghilang

Apakah kau melihatku?
Dapatkah kau rasa perihku?
(*)
sejak kehilanganmu
mataku enggan terpejam
malam kurasa semakin kelam
sebab tak kudengar lagi :
tawa khasmu
canda riangmu
banyolan ringanmu



ah,,, februariku
sepi ini perlahan melemahkan pikirku
(*)
Atas izin-Nya
kau akan kembali
Namun kapan?
Tak sabar ku telan pil pahit KERINDUAN
(*)
Aku tahu
Sosokmu sedang terlentang
berbaring diranjang
(*)
Aku mengerti
pikiranmu ingin tenang
namun, layaknya layang-layang
ketika ingin pergi, ia pun menghilang
Begitu juga kau !
(*)
Pikiranku terus tertuju padamu
masih teringat jelas akan candamu
terekam pasti puisi KONFESImu dalam benakku
puisi pengakuan penuh cinta darimu
(*)
Pikiranku lelah
tubuhku lemah
(*)
Hufh… aku tak tahu
sepertinya aku butuh candu
entah selinting marijuana, atau
secangkir kopi pahit, atau
sebungkus kretek berbungkus biru
‘tuk temani lelap malamku

2 komentar:

...Uzay Gingsull... mengatakan...

galau nya kerasa =D

Auda Zaschkya mengatakan...

hihhihhih,, mungkin gt jg sih bang uzay

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...