Sabtu, 14 April 2012

Wahai Orang Bertubuh “Subur", Sadar Diri Itu Penting Lho!

Pembaca terkejut dengan judul tulisan saya? Sebagai orang yang bertubuh besar, anda tersinggung? Marah? Tenang saja, mungkin anda juga akan mengatakan hal serupa jika melihat orang gemuk yang berpakaian dan berlaku “tak pantas” seperti yang sering saya saksikan.


Kemarin siang saya mengunjungi salah satu mall di Kota Medan. Niatnya Cuma mau nginstall laptop, Cuma karena toko yang saya maksud sedang tutup, maka saya memasuki sebuah restoran cepat saji sambil menunggu hujan reda. Setelah memesan makanan, saya duduk di kursi yang terletak di sudut. Tak lama datanglah seorang wanita bertubuh “subur” bersama temannya yang bertubuh kurus (bukan langsing), mereka duduk di sebelah saya. Sebenarnya saya melihatnya biasa saja, namun setelah saya perhatikan lebih seksama , sang perempuan “subur” ini memakai kemeja dan jeans yang cukup ketat dan mencetak pada setiap tubuhnya. 




Atau pernah juga saat saya berkunjung ke warungnya seorang kerabat. Saya melihat seorang bapak yang sedang kepanasan membuka kemejanya sebatas dada, bapak ini bertubuh subur juga. Beliau mengipas-ngipasi tubuhnya yang sedang kepanasan, seketika mengalirlah keringatnya. Haduhhhh… geli bercampur malu saya melihatnya. 


Di tempat langganan saya biasa membeli mie ayam misalnya. Saya sering bertemu dengan seorang anak perempuan yang sering bantu-bantu disana, sebut saja namanya Ani. Ani sering berpakaian ketat dan becelana pendek yang juga ketat hingga tubuh “subur” nya ini berbentuk. Sebagai seorang pelanggan yang sering berkunjung ke kedai tersebut otomatis saya jengah dan malu donk.. akhirnya saya mengajak Ani bicara. 


Ani menceritakan bahwa ternyata ia masih duduk di kelas 2 SMA dengan berat badan hampir 80kg. Wow!!! Saya cukup terkejut sekaligus berfikir, ternyata masih ada orang yang lebih “besar” dari saya, hehehe… Layaknya seorang adik yang curhat kepada kakaknya, Ani pun menceritakan perihal mengapa tubuhnya dan awal mula tubuhnya semakin membesar yaitu sejak kelas 1 SMP (Haid pertama). Kemudian saya menyarankan Ani agar berpakaian yang layak. “ah,, malas kak, kan aku Cuma bantu-bantu di kedai ini”, katanya. Dengan sabar saya pun mengatakan, “gak bisa gitu juga dek, pelanggan “geli” lihat kamu kalau pakaianmu begitu, kakak berani negur kamu karena kakak sering kesini”. Setelah menjelaskan panjang lebar, Ani pun berjanji akan merubah cara berpakaiannya.


Perempuan yang saya ceritakan di awal tadi, beliau menggunakan pakaian yang pendek dan super ketat serta kaos dalaman. Tentu pakaian tersebut mencetak seluruh tubuhnya hingga lemak-lemak diseluruh penjuru tubuhnya terlihat jelas. Ini amat memalukan bagi saya yang melihatnya. Kemudian sang bapak dan Ani. Kelakuan mereka akan menimbulkan dampak negatif bagi kedai (warung) yang mereka datangi dan tempati, karena pelanggan yang datang pastinya akan merasa risih jika melihat hal-hal yang terus terang dapat mengganggu pandangan. Bisa saja si pelanggan membatalkan niatnya memasuki warung tersebut, siapa yang kasihan?? Yang pasti si penjual akan mengalami kerugian, kan??


Terus terang sejak mengalami kecelakaan dua tahun lalu, tubuh saya pun membesar akibat obat-obatan, suntikan dan infus yang masuk ke dalam tubuh saya. Oleh karena itu, saya ingin memberikan sedikit tips  untuk orang –orang yang bertubuh senasib dengan saya. Dimulai dari cara berpakaian. Usahakanlah untuk memilih busana yang tentunya tidak ketat a.k.a ngepres badan. Bisa juga memakai kemeja yang longgar. Jikapun ingin memakai t-shirt yang lumayan ketat, kenakan juga pasmina atau jaket sebagai baju luarannya. 


Nah… Jika anda memakai jilbab, sebaiknya jilbabnya tidak perlu diangkat-angkat atau diikat kebelakang. Bukannya mencegah diri anda dari kesan modis, namun sungguh dengan jilbab yang tetap diturunkan ke bawah (menutup dada) dapat menimbulkan efek positif bagi diri kita bila dipandang orang. Kalaupun jilbabnya juga tetap ingin diikat kebelakang, bajunya agak besar ya. Mengingat indonesia ini beriklim tropis pasti anda akan mengatakan panas. Benar, namun akan lebih baik begitu supaya orang lain yang melihat anda tidak akan mencemooh anda. Begitu pula dengan kelakuan. Jangan terlalu over acting. Santai saja seperti tidak terjadi apa-apa. Malu kan kalau kita berlaku yang tidak disukai orang? ingat posisi kita yang sedang berada di tempat umum.


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tiap manusia yang diciptakan Tuhan sangatlah beragam. Sudah selayaknya kita mensyukuri apapun yang kita miliki. Dan sebagai makhluk sosial kita wajib berinteraksi dengan sesama manusia. Tak ada perbedaan yang membatasi tentunya. Namun, hendaklah kita berpakaian dan berlaku sewajarnya. Sadar maupun tidak, kelakuan kita di tempat umum itu akan diperhatikan oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...