Senin, 21 Januari 2019

Rasakan Pengalaman Wisata Religi di Graha Maria Annai Velangkanni Medan



Setiap daerah di Indonesia, pasti memiliki tempat - tempat wisata yang tentunya bukan hanya indah, tetapi juga unik. Demikian juga halnya dengan Kota Medan. Sebagai kota besar ke tiga di Indonesia, Kota Medan memiliki banyak tempat pariwisata, yang berkaitan dengan sejarah masa lampau, berikut penduduk yang mendiami kota ini. Salah satu destinasi wisata yang terkenal dan unik yang berkaitan dengan hal tersebut adalah Graha Maria Annai Velangkanni.

Terletak di areal perumahan Taman Sakura Indah Jalan Sakura III Nomor 7, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Kota Medan, Graha Maria Annai Velangkanni yang atap berundaknya tampak menjulang tinggi tersebut adalah sebuah bangunan gereja katolik, dengan gaya arsitektur Indo-Mogul. Desain tersebut membuat bangunan ini terlihat seperti Gereja, Kuil, dan Mesjid sekaligus. Sungguh unik.

Bangunan ini dibangun sejak September 2001 dan diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Drs. Rudolf Pardede pada 1 Oktober 2005. 4 tahun lamanya pengerjaan bangunan ini, telah menelan dana dari sejumlah donatur dari dalam dan luar negeri. Yang mendesain bangunan ini tentu saja pendirinya yaitu Pastor James Bharataputera yang dibantu oleh ahli konstruksi bangunan, Prof. Dr. Johannes Tarigan.




Bila dilihat dari tampak luar, tak tampak seperti gereja katolik yang pada umumnya menyerupai Basilika di Vatikan. Gereja dengan bentuk seperti ini, hanya terdapat dua buah di dunia. Yang petama tentu saja di Tamil Nadu, India Selatan. Yang kedua, yang di Kota Medan ini.

Gereja ini memiliki bentuk atau relief yang serupa kuil - kuil tempat peribadatan umat hindu di India. Namun, tak terdapat patung dewa dewi umat hindu. Sesuai dengan keyakinan Katolik, tentu saja terdapat patung santo dengan beragam ekspresi.

Di lantai satu, terdapat aula yang dapat dipakai oleh siapa saja, dengan menjaga ketertiban tentunya. Awalnya, aula ini dijadikan balai pertemuan. Menurut Pastor James, aula tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan membuat acara.

Lalu di lantai dua, terdapat barisan bangku seperti di gereja katolik pada umumnya. Pahatan cantiknya dikerjakan oleh Andreas, masih warga Kota Medan keturunan Tamil. Di dalam gereja ini terdapat patung Bunda Maria Annai Velangkanni dan Puteranya setinggi dua meter yang dibawa langsung dari India. Walaupun amatir kata Pastor James, pahatan di gereja ciptaan Andreas, sangat rapi. Dan pastinya, ini terbukti dan masih terekam dalam ingatan saya seperti apa bagusnya pahatan dan ukirannya, saat saya sentuh pada kunjungan pertama saya ke dalam gereja ini Juli 2015 lalu.



Tak hanya gedung gereja, di sisi kiri gereja terdapat Kapel Annai Velangkanni yang diperuntukkan sebagai tempat berdoa harian umat Katolik. Di depan Kapel tersebut, juga terdapat taman untuk memperingati Paus Yohanes Paulus II. Ada juga terdapat taman mini tanah suci. Ada juga tempat penginapan bagi pengunjung dari jauh yang dapat menginap. Total luasnya areal gereja dan tempat parkirnya adalah 8000 meter persegi dan semuanya gratis.

Taman Mini Tanah Suci, salah satu bangunan yang terdapat di areal Graha Maria Annai Velangkanni Medan. Bangunan ini terdapat di sisi kiri gereja, agak ke depan. Di sini, pengunjung tak diperbolehkan masuk ke areal. 

Oleh karena desain yang unik tersebut, banyak pengunjung yang datang ke gereja ini setiap harinya. Tak hanya umat Katolik sendiri yang datang dan beribadah, banyak orang yang datang untuk melihat-lihat dan foto-foto di areal bangunan tersebut. Foto-foto yang dihasilkan pun terbilang unik dan menarik. Tak hanya dari Kota Medan sendiri, pengunjung juga terdapat dari luar kota dan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Berbagai ornamen cantik dan unik yang terdapat di bangunan gereja tersebut, dilengkapi dengan ornamen khas dari Sumatera Utara sendiri yaitu dari dua suku yaitu suku Batak Toba dan Karo di gerbang pintu masuk, yang memberitahukan bahwa tak ada perbedaan suku, bangsa, bahasa. Semua orang boleh ke Graha Maria Annai Velangkanni tersebut. Jadi dengan memasuki areal ini, selain mendapatkan pengalaman religi berikut keunikannya, para pengunjung juga dapat merasakan aroma toleransi yang sangat kuat di Kota Medan. Hasil karya Pastor James ternyata memberikan aura positif bagi Kota Medan, dilihat dari jumlah pengunjung yang meningkat setiap harinya, terutama pada hari libur.

Sedikit melihat sejarah, sembari memberikan buku yang dituliskannya kepada saya, Pastor James yang berasal dari India dan telah menjadi Warga Negera Indonesia (WNI) ini menceritakan, awalnya dia membeli sebidang tanah untuk menyatukan para umat Katolik keturunan India Tamil yang ada di Medan, dengan mendirikan sebuah aula. 

Hal tersebut ingin diwujudkan karena mereka merasakan adanya kebutuhan untuk berkumpul semenjak mereka pindah dari Kampung Kristen yang pernah dilayani oleh Pastor James di Gereja St. Antonius Hayam Wuruk Kota Medan, pada tahun 1972 hingga tahun 1983. Maka dari itu didirikanlah sebuah gedung aula. Namun Pastor James merasa, bila hanya sebuah aula, tidaklah cukup. Mereka kata Pastor James, membutuhkan tempat beribadah dan berziarah juga. Makanya setelah kembali dari tugasnya di berbagai kota di Indonesia, pada tahun 2001, Pastor James mendirikan Graha Maria Annai Velangkanni ini.

Buku yang diberikan oleh Pastor James kepada saya, Oktober 2018 lalu. Buku ini menceritakan pengalaman Pastor James hingga mendirikan Gereja nan megah ini.

Lebih lanjut Pastor James mengatakan, alasannya memilih untuk mendirikan Graha untuk Maria Annai Velangkanni adalah bahwa nama Maria Annai Velangkanni, sudah akrab di kalangan masyarakat Tamil, tidak terkecuali yang ada di Medan.

Seperti yang telah disebutkan di atas, Graha Maria Annai Velangkanni yang pertama, terdapat di Tamil Nadu, India Selatan. Naman Annai sendiri berarti Bunda. Jadi Maria Annai berarti Bunda Maria. Kemudian nama Velangkanni (di Medan) atau Vailankanni (di India) adalah sebuah tempat di Tamil Nadu yang mana tempat peziarahan dan pemujaan terkenal di seluruh dunia bagi orang-orang dari semua ras dan kepecayaan atas bantuan, perlindungan dan mujizat yang menakjubkan. Orang Tamil sendiri, terlepas dari kepercayaan agama mereka, berdatangan ke gereja-gereja yang dipersembahkan untuk Bunda Maria yang terberkati di setiap tempat.

Bagaimana? Sudah siap menikmati pemandangan menarik dan unik ini? Segera liburan ke Kota Medan, ya.

Salam, Auda Zaschkya.

Let's be friend on my social media:

Email: zaschkya25@gmail.com

28 komentar:

Winda Trisuci mengatakan...

wah terima kasih sudah sahre, kapan-kapan kalau ke Medan aku mau berkunjung ah :)

Ransel Ijo +62 mengatakan...

wah saya juga pernah berkunjung kesini mbak,,sangat otentik dan menarik struktur bangunannya. mbaknya asli medan yah??

wahyu indah mengatakan...

Bikin penasaran. Mudah-mudahan bisa ke sana ya.

amelia_rosana mengatakan...

Bagus banget tempatnya, bener2 Instagramable

mellisa lisa mengatakan...

Unik banget ya bangunannya, apalagi cuma ada 2 di dunia. Menambah wawasan aku. Thank you kak udah sharing :)

Mels Playroom mengatakan...

Jadi tahu ada gereja historis gini di Medan. Moga2 kapan waktu bs plesiran ke medan hehehe...

Lovinna Dinda mengatakan...

wah bagus banget tempatnya, jadi pengen kesana

Icha Amalia mengatakan...

nanti kalo ke Medan bakal mampir juga deh hihi

dust brush mengatakan...

arsitektur gereja nya mantap betulll

Irra mengatakan...

Gerejanya cantik banget. Kirain kuil gitu... bagus nih destinasi wisata medan yang harus dikunjungi

Natra rahmani salim mengatakan...

Kak auda, ini tuntungannya dekat mana ya? Ntar coba aku cari pastinya. Baru tau soal ini cantik kali tampak luarnya.

Tami Oktari mengatakan...

Ntar pas aku ke Medan ajakin jalan2 dong kak wkwk

Auda Zaschkya mengatakan...

Terima kasih sudah membaca, Ci. Silakan datang ke Medan dan nikmati wisata menarik dan unik ini.

Auda Zaschkya mengatakan...

Mantap..
Tinggal di Medan sayanya..

Auda Zaschkya mengatakan...

Amin..

Auda Zaschkya mengatakan...

Nah ini dia, Kak. Pas buat foto2.

Auda Zaschkya mengatakan...

Terima kasih sudah membaca, Ya. Silakan datang ke Medan dan nikmati wisata menarik dan unik ini.

Auda Zaschkya mengatakan...

Asyikkkk.. segera, Ci..

Auda Zaschkya mengatakan...

Segera yuk beb

Auda Zaschkya mengatakan...

Jangan lupa ya..

Auda Zaschkya mengatakan...

Pas mantul..

Auda Zaschkya mengatakan...

Iya.. sepintas mirip kuil. Yuk ke Medan.

Auda Zaschkya mengatakan...

Kalau dari rumahku, sebelum Pajak Melati. Lewat Taman buaya 😃

Auda Zaschkya mengatakan...

Iyah. Sinilah, Tamii 😃

Christy Vero mengatakan...

udah lama gak kesana.. 😆

Miyosi Ariefiansyah mengatakan...

Padahal suamisempat ditempatkan di medan selama 8 bulan tapi enggak ke sini hikss
Paling ke tempat yg udah terkenal cem danau toba
Padahal ternyata medan nih punya temoat lain yg enggak kalah keren y m

Sakinah Annisa Mariz mengatakan...

Keren banget bangunan dan arsitekturnya kakak. Kemarin hamper singgah kemari, mau foto-foto gitu. Jadilah kami nyasar pas cari alamatnya di Google Map. Semoga terbantu dengan adanya tulisan ini, next trip kami mampir ahhh

dhea balqis mengatakan...

jadi pengen ke medan deh :")

[Ibu dan Anak] Bunda, Jangan Upload Foto Wajah Si Kecil ke Media Sosial

gambar dari prokal.co Sejak zaman semakin canggih dengan era pengguna internet, masing-masing orang tua, khususnya para ibu muda, se...