Sabtu, 23 Juni 2012

Jangan Pernah Datang Terlambat Jika Telah Berjanji!

Seperti ungkapan yang sering kita dengar, janji itu adalah hutang maka saya pribadi sangat takut bila tidak dapat memenuhi undangan/janji yang telah disepakati. Takut kenapa? Karena saya akan merasa MALU sendiri jika sampai tidak datang. Konon lagi dengan ngaret. Pembaca pernah dengar ngaret, kan? Jam karet itu lho!!! Dimana seeorang yang berjanji, namun terlambat datang.

Sepertinya ngaret itu sudah membudaya ya? Sering mendapati dan bertemu orang-orang seperti ini? Atau anda punya teman yang suka ngaret? Atau malah anda yang selalu ngaret?




Saya memiliki seorang teman, sebutlah namanya Rika. Rika ini sering sekali terlambat jika telah berjanji datang ke suatu tempat. Misalnya kita berjanji mengunjungi suatu tempat pada pukul 2. Nah, si Rika ini baru datang pukul 4 sore, atau paling cepat pukul 3 sore. Siapa yang tak marah bila diperlakukan demikian? Padahal Rika sangat mengetahui kebiasaan tepat waktu yang saya miliki.

Pernah suatu ketika kami buat janji, lalu ia berkata, “da, tunggu aja di luar komplekmu ya, aku jemput jam 2”. Setengah jam sebelum berjanji saya sudah siap lalu jam 2 saya tunggu di depan komplek. Namun, Rikanya belum datang. Ketika saya telepon, ia beralasan lagi macet (ia mengendarai mobil). Saya berfikir, daerah rumah saya dan Rika tidak pernah terjadi kemacetan. Ya sudah,, masih juga saya menunggu Rika sampai jam setengah 4 sore ia baru sampai. Bayangin aja, 2 jam saya menunggu seorang teman di pinggir jalan???

Setelah ia datang, Lalu ia berkata panjang lebar tentang alasan keterlambatannya. Sungguh saya sudah tak perduli lagi, saya marah tapi masih tetap diam, dan tiba-tiba amarah saya yang benar-benar memuncak itu berubah menjadi tangisan yang lumayan kencang. Mungkin pembaca menganggap saya terlalu berlebihan a.k.a lebay, tapi bertahun-tahun menghadapi Rika, saya sungguh tak kuat.
Hingga Suatu ketika, Rika dipanggil untuk menjalani tes wawancara pada suatu kantor yang sempat ia masukkan lamaran pekerjaan. Pada hari dan jam yang ditentukan, Rika belum datang. Ia sampai ke kantor tersebut 1 jam berikutnya.

“maaf bu, saya terlambat, saya tadi mengantar nenek saya ke rumah saudara”, kata Rika.
“o,, ya sudah, kamu datang aja nanti lagi pas tes gelombang kedua”, kata ibu tersebut.

Dengan kecewa Rika pulang ke rumah dan malamnya ia menghubungi saya guna menceritakan kekecewaannya. Lalu sebagai teman, sayapun menasehati Rika untuk tak mengulangi lagi kesalahannya. Dan Pembaca tahu?? Rika tidak pernah lagi dihubungi oleh orang kantor tesebut.
Selepas kekecewaan itu, Rika semakin berusaha untuk tidak terlambat apabila berjanji. Tapi ya sesekali pasti terlambat juga. Apalagi berjanji bertemu teman-temannya. Saya sudah memakluminya, sudah lelah rasanya saya menghadapi tingkahnya.

Bagi orang-orang yang sering menghadapi teman yang suka ngaret, mungkin tips berikut bisa anda pakai :
1. Jika teman anda datang terlambat sekali-sekali wajar, tapi kalau seperti Rika??? Diamkan saja dia, Biarkan saja ia berfikir dengan caranya supaya lebih menghargai anda. Saya pernah mendiamkan rika dan tak perduli padanya, sedikit-sedikit dia mulai berubah.

2. Buatlah waktu berjanji untuk bertemu yang lebih cepat dari acara, minimal satu jam sebelum acara. Tapi jangan katakan pada orang yang dimaksud, maksudnya supaya ia sampai tepat waktu setelah bersantai-santai sejenak.
Misalnya : saya dan Rika hendak menghadiri suatu acara pada pukul 3 sore, saya katakn saja acara pukul 2 siang. Saya sudah dapat membaca rika melalui kebiasaannya dan benar, Rika datang pukul 3 sore saat acara baru berlangsung.

Bagi orang yang suka ngaret, yang harus anda ingat adalah :
1. Jangan pernah menganggap sepele kepada teman/partner anda yang mempunyai janji dengan anda.
2. Jangan pernah punya pikiran, “oh,, dia akan maklum sama keterlambatan saya”. Jadi anda bisa santai. Oh NO !!!!
3. Jika mungkin pun teman anda maklum terhadap keterlambatan anda, bagaimana jika anda dipanggil wawancara kerja?? Mau terlambat juga?
Seperti Rika di atas, ia terlambat ke wawancara dan karyawati kantor tersebut mengatakan akan memanggilnya pada tes gelombang kedua. Padahal tidak pernah. Mau seperti itu?
Jika alasan yang anda pakai adalah anda belum makan, pastinya anda akan disuruh makan juga. Alasan belum makan masih bisa dimaklumi, tapi kalau alasan kelamaan siap-siap a.k.a dandan atau mengantar nenek? Siapa yang bisa maklum? Apakah tak ada orang lain yang dapat mengantar nenek anda? Atau harus satu jam waktu anda berandan (pria/wanita) ?
Jika sudah berjanji dengan seseorang, alangkah baiknya jika janji itu benar-benar ditepati dan tolong jangan samapi terlambat. Jikapun terlambat, jangan sampai satu jam atau lebih. Apalagi untuk dunia kerja. Pimpinan mana yang mau merekrut anda jika anda terlambat hadir pada waktu wawancara?? Pasti tidak sampai berfikir dua kali, langsung anda tidak di panggil lagi jika pun wawancara dilakukan.

Jangan banyak alasan jika sudah terlambat, karena pada dasarnya seseorang tidak ingin mendengar alasan keterlambatan anda. Yang orang mau tahu adalah, anda hadir tepat waktu saat itu.

Rabu, 13 Juni 2012

Pro - Kontra Tentang Cewek “Nembak” Cowok


Di zaman sekarang ini, seuntai kata cinta memang bukanlah suatu hal yang canggung untuk diungkapkan lagi. Awalnya memang cuma  suka tapi rasa  itu lambat laun berubah menjadi rasa simpati dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi rasa cinta.

Mencintai lawan jenis adalah hak setiap manusia. Biasanya bila seorang pria mulai menyukai seorang wanita, maka ia akan berusaha mendekati wanita itu yang lebih terkenal dengan istilah PDKT. Segala macam upaya ia tempuh guna memupuk rasa cintanya tersebut. Nah. Jika PDKT ini lancar, si pria tersebut akan menyatakan cintanya kepada si wanita. Hal tersebut biasa terjadi di sekeliling kita.

Belakangan, sering terdengar juga ada seorang wanita yang terlebih dahulu menyatakan rasa cintanya kepada seorang pria. Apa yang terlintas di pikiran anda jika hal ini sampai anda ketahui. Kaget? Pasti. Tak Percaya? Tentu saja.

13393527691038985701
image from http://bloggers.com

Terkait dengan hal itu, saya teringat pada suatu cerita oleh teman pria saya sebutlah namanya Riski. Riski ini pernah liburan tahun baru 2010 ke kota Medan bersama teman-temannya. Kebetulan temannya si Riski itu, sebutlah namanya Vira adalah temannya dari teman saya yang ada disini, sebutlah namanya Vera. Sekitar 3 hari di Medan lalu Riski kembali ke Banda Aceh. Beberapa minggu kemudian, Riski mengajak chat saya di facebook.

da, kau tau sesuatu gak? atau kau ada dengar si Vera cerita tentang aku?”,katanya. “Gak tau apa-apa aku, aku ‘kan ‘gak gitu dekat sama dia. Emang ada apa sih? kenapa si Vera?”, jawab saya.
“kau tau da, kawan kau si Vera itu  nembak aku di telepon kemarin malam”, kata Riski“nembak gimana, terus gimana?”, tanya saya lagi.
“dia to the point kali bilang cinta sama aku, dia pengen aku jadi pacarnya da. Aihh,,, aku aja kaget dengarnya waktu dia bilang itu pas di telepon. Kau bayangin aja da, dia cewek kan? Masa’ dia berani-beraninya nembak aku? Asli da, il-fill aku sama dia. Gak mau lagi aku angkat telepon dari dia da, geli aku, gak kebayang ada cewek yang nembak aku”, jelas Riski panjang lebar.
***
Jujur saja pada saat itu saya kaget dan tak percaya, kok bisa-bisanya kaum saya menyatakan cinta terlebih dahulu kepada seorang pria? Tentang “cewek nembak cowok”ini sering saya dan teman-teman perbincangkan. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Yang kontra mengatakan, “ah, ‘gak lah. Mana boleh seorang cewek nembak cowok. Buat  malu aja. Kalaupun udah suka dan cinta kali,, ya ditahan aja. Harga diri buat seorang wanita itu tinggi sekali. Rasanya ‘gak ada harga diri lagi si cewek itu kalau sempat dia nembak cowok duluan”.

Yang pro mengatakan, “biarlah toh itu kan emang hak setiap orang. Cinta itu kan gak pandang bulu. Kalau cewek udah cinta sama seorang cowok , mending di ungkapin lah dari pada ntar disambar orang lain kan makin repot. Wajar-wajar ajalah itu. Kalau diterima ya syukur, gak diterima ya malu. Toh, emansipasi wanita kan udah ada”.
Oke lah kalau ada yang setuju cewek nembak cowok duluan dan bilang “cewek nembak cowok” apa salahnya? tapi pernah terbayang ‘gak gimana pandangan si cowok sama cewek??

Seperti cerita saya di atas, Riski beneran il-fill (ilang filling) sama Vera. Jangan kan diterima, dipedulikan pun tidak lagi. Nah.. kalau sudah begini?? Gimana? Kasihan si ceweknya, kan? Sakitnya sih mungkin ‘gak gitu terasa, tapi Malu nya itu loh, asli… ‘gak tau bilang rasanya !!!

***

Dari kebanyakan teman-teman wanita yang saya tanyakan tentang hal ini mengatakan, sebagai seorang wanita sebaiknya menganut paham konvensional saja dimana tak layak kiranya jika kaum wanita menyatakan cintanya kepada pria jadi kaum wanita tinggal menunggu saja. Dan emansipasi tak layak bila disangkutpautkan pada masalah hati.

Jika seorang wanita mencintai seorang pria, alangkah baiknya jika rasa cintanya di wujudkan dalam hal memberi perhatian. Toh si pria kan pastinya punya hati, bisa merasakan perhatian dari si wanita. Atau butuh mak comblang?? kenapa tidak?? Tapi lihat-lihat juga mak comblangnya ya.. salah-salah ntar gebetan malah di telap sama si mak comblang.

Peran mak comblang disini penting loh ! Mak comblang akan mendekatkan si wanita kepada pria yang dicintai nya. Tapi kalau tak mau memakai mak comblang ya lebih baik, biar lebih terasa geregetnya waktu memendam rasa cinta itu.

Buat para wanita, Biarkan si pria bisa berfikir sendiri. Jika ia sudah yakin dengan perasaannya, maka ia yang akan menyatakan cintanya kepada anda.  Selalu tanamkan pikiran positif pada diri anda, bahwa anda itu cantik, dan pantas di dapatkan oleh pria manapun. Jangan jadi pengemis cinta sama pria ya, karena pada dasarnya,  “Ditembak cowok itu rasanya lebih menyenangkan lho !!!” Bagaimana dengan anda para wanita? Mau gerak duluan atau menunggu? Pilihan di tangan anda.

Sabtu, 09 Juni 2012

Kompasianer Medan,,, Kopdar Yuk !!!


Memiliki teman yang banyak adalah dambaan setiap manusia, apalagi teman yang sehobi. Pada dasarnya lewat Kompasiana ini tujuan kita yaitu saling berbagi ilmu pengetahuan yang kita miliki. Seperti motto Kompasiana “Sharing and Connecting”, kita saling berinteraksi malah telah mengenal begitu banyak kompasianer dan bahkan kagum dengan tulisan-tulisan yang mereka sajikan.

Dari mulai tulisan yang bernada humor sampai yang berisi kritis. Namun secara pribadi kita belum mengenal mereka secara langsung tentunya. Namanya juga kenal di dunia maya jadi ada rasa penasaran pastinya. Berbagai pertanyaan bermunculan di benak masing-masing kompasianer, Apalagi mengingat belakangan ini banyak bertebaran akun kloningan yang sengaja diciptakan untuk mom-vote tulisannya, berharapnangkring di kolom ter-teran, HL dan Terekomendasi.

Bagi kompasianer yang berdomisili di pulau Jawa dan Jakarta pada khususnya, mungkin agenda kopdar ini sudah makanan sehari-hari. Nah… bagaimana dengan kita yang berada di Medan khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya? Selama saya bergabung di Kompasiana, belum pernah ada agenda kopdar.

13391735641951242368
http://bundamahes.wordpress.com
Kompasianer Medan,,, Kopdar Yuk!!!

Seperti kemarin malam Kamis, 7 Juni 2012 saya baru saja bertemu dengan Suryono Brandoi Siringo-ringo yang biasanya menuliskan artikel seputar mahasiswa dan Kampus. Ia pun datang bersama Oscar Pangaribuan yang setia bersama artikel tentang dunia internet. Rencana untuk kopdaran tersebut sudah sejak beberapa hari yang lalu kami bicarakan melalui wall facebook kami pribadi. Dalam pertemuan yang singkat karena mereka ngaret selama 1.5 jam itu, banyak hal yang kami bicarakan seputar dunia kampus (kami masih mahasiswa)  dan kompasiana. sayang, pertemuan harus berakhir pada pukul 21.30 wib.

Dan hari ini, 8 Juni 2012 saya pun bertemu lagi dengan om Dian Jatikusuma. Nah, untuk pertemuan dengan om Dian ini malah secara tiba-tiba. Pasalnya, sepulang kampus pukul 18.00 wib saya langsung on line wifi di warkop langganan. Sedang asyik chat di facebook, saya lihat om Dian juga sedang on line. Saya pikir, apa salahnya kalau saya ajak juga si om ini kopdar pas saya pun sedang ada di luar rumah. Om Dian pun menyanggupi dan kami pun bertemu sehabis magrib sampai pukul 21.00 wib. Banyak juga yang kami bicarakan pastinya.
Sebenarnya beberapa bulan yang lalu saya juga pernah kopdar dengan beberapa kompasioner lainnya. Misalnya Pak Arloren Antoni yang saat itu sedang ada di Medan, Kak Erlina Puteri yang ke Medan karena akan menghadiri pesta perkawinan temannya, Julia yang ternyata anak sekampus saya + adik kelas saya di SMA Negeri 4 Medan. Yang ini, asli saya benar-benar tak menyangka. Ada juga anak kampus + adik kelas saya yang kompasioner. Eh,, Kayaknya ada juga anak kampus saya yang lain di Kompasiana ini.. Pengen kopdaar juga donkkkkkkkk… Mau gak?? Nah, kalau kopdar sama Azrur Rusydi ini rutin kalau ia sedang berkunjung ke Medan sebab ia bekerja di Sidikalang, malah bukan kopdar lagi namanya, sudah seperti bertemu teman-teman biasa.

Pernah seorang kompasianer mengatakan, “kalau ketemu dengan satu atau dua orang, itu mah namanya bukan kopdar da, tapi ketemu keluarga sendiri”.Jadi, Lewat tulisan ini, saya ingin mengumpulkan kompasianer yang khususnya berdomisili di Kota Medan dan Seluruh Sumatera Utara demi merekatkan hubungan kita sesama kompasianer. Segera klik Facebook kami di Medan’s Kompasianers ya.. Kami tunggu :) Dan buat para kompasianer yang sedang berkunjung ke kota Medan, jangan segan-segan hubungi kami ya..

Jumat, 08 Juni 2012

Ketika Pertunangan Dinodai Perselingkuhan

Berbicara soal cinta, memang tiada habisnya. Entah itu cinta kepada orang tua, sahabat, teman sejenis atau pun lawan jenis. Untuk yang mencintai lawan jenis biasanya berkeinginan untuk berpecaran, bukan? Untuk masuk ke dalam tahap pacaran itu bukan hal yang mudah mengingat kita belum mengenal laki-laki atau perempuan yang menjadi incaran kita itu.
Dibutuhkan beberapa keuletan dari para pria agar bisa mendapatkan hati sang pujaan hati. Dimulai dari perkenalan, tukaran nomor ponsel, kalau punya facebook dan twitter pasti saling add/follow. Nah,, hal-hal tersebut digunakan untuk memberikan perhatian atau ada juga yang terang-terang menunjukkan rasa cintanya. Setelah tahapan demi tahapan dilewati, baru deh tuh incaran di eksekusi..eh, bukan eksekusi mati, hehehe.. tapi ditanyai “mau gak kamu jadi pacar aku?”. Kalau si incaran mau, ya lanjut. Kalau ‘gak, ya cari lagi dunk, hihihi..
Setelah pacaran, biasanya para pasangan tersebut memilih untuk mengikat cintanya pada ikatan pertunangan (tidak mutlak). Pertunangan sendiri adalah suatu langkah untuk menuju jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Lalu, bagaimana kalau sudah bertunangan pun namun si pasangan  masih berselingkuh juga?
13389732692145871170
image from www.ruanghati.com
Terkait dengan hal tersebut, saya memiliki teman yang sudah bertunangan, sebutlah namanya Rina.  Menurut penuturannya, ia telah bertunangan dengan pacarnya yang bernama Didi setelah melalui tahap pacaran sekitar 5 tahun. 5 tahun tentunya bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal, bukan? Namun Sudah beberapa bulan ini, Rina mempunyai hubungan denga pria lain, sebutlah namanya Deni. Deni pun sudah tahu bahwa Rina telah bertunangan, namun Deni masih saja mau berpacaran backstreet dengan Rina.
Rina menambahkan, pertunangan tersebut terjadi karena desakan ibu Rina kepada Didi yang ingin anaknya segera “diikat” supaya beban orang tuanya sedikit ringan karena telah memiliki seseorang yang dapat diharapkan untuk menjadi suami Rina kelak. Rina tak berani membantah permintaan ibunya karena takut dikatakan sebagai anak durhaka, jadi ia terpaksa menurutinya. Sementara Rina  belum memikirkan untuk menikah. Sebagai perempuan, ia masih ingin menjalani kehidupannya sendiri dan dapat mandiri. Saya pribadi dapat mengerti keinginan ibu Rina tersebut dimana beliau menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
***
Seseorang berkeinginan untuk berselingkuh biasanya karena :
1.       Adanya permasalahan
Permasalahan yang timbul sebaiknya bisa diselesaikan berdua, toh bila pasangan tersebut telah memutuskan untuk bertunangan berarti mereka telah dewasa, bukan?
Tentang Rina -> Kalau dibilang hubungan mereka bermasalah, sebenarnya tidak. Menurut Rina malah terkadang Rina yang terkesan mencari masalah yang ujung-ujungnya pasti ribut. Nah, saat seperti itulah Rina membutuhkan sosok lain yang bisa menenangkannya.
2.       Kurangnya komunikasi
Komunikasi yang efektif dapat memperlancar hubungan itu. Pasangan anda pastinya sangat membutuhkan perhatian anda.
Tentang Rina -> Untuk komunikasi malah terkesan cukup, sering smsan atau teleponan. Pun mereka tinggal di kota yang sama. Apalagi yang kurang? Apapun yang diinginkan Rina pasti dipenuhi oleh Didi.
3.       Pacar Posesif dan Terlalu Serius
Pacar yang posesif dan terlalu serius memang tidak disukai oleh pasangan, untuk itu jangan posesif dan terlalu serius ya. Berikan pasangan anda kebebasan. Jangan mengekang mereka, toh anda juga tidak mau kan bila dikekang a.k.a diatur-atur?
Tentang Rina -> Tunangan Rina tidak posesif, buktinya pada saat kami berkumpul dengan waktu yang cukup lama, Didi tidak pernah menelepon Rina. Bahkan sangking longgarnya “pengawasan” Didi, Rina pun sering bertemu Deni. Menurut pengakan Rina, mereka Sering jalan berdua.
4.       Rasa bosan
Rasa bosan memang kerap melanda pasangan yang baru memulai hubungan ataupun yang telah lama. Alasan inilah yang paling sering digunakan oleh seseorang untuk berselingkuh.
Tentang Rina -> 5 tahun yang mereka habiskan bersama memang bukan waktu yang singkat.
5.       Takut menikah muda
Jika memang harus menikah beberapa bulan setalah bertunangan, kenapa tidak? Toh wanita pun akan lebih merasa aman bila berpergian.
Tentang Rina -> Dalam pikiran Rina, jika sudah bertunangan waktunya buru-buru ke pernikahan. Rina tidak mau begitu, Rina masih ingin bermain-main dengan masa mudanya. Sebenarnya tidak demikian, apalagi Rina masih ingin bekerja. Sang tunangan pun bekerja dan tak melarang Rina berhenti bekerja jika menikah.
***
Sebagai teman, kami sudah sering menasehati Rina agar menjaga pertunangannya namun apa yang bisa kami lakukan? Malah pernah suatu ketika Rina pergi bersama selingkuhannya ke Berastagi. Kemudian ia meminta saya untuk mengatakan kepada ibunya bahwa ia pergi dengan saya. Untung saja ibunya tidak menghubungi saya.
Selingkuh itu bisa diatasi dengan cara :
1.       Mereka dulunya berpacaran karena saling cinta (tidak dijodokan) jadi seharusnya mereka tahu bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan mereka sendiri tanpa harus Rina mencari pria baru. Jikalau dalam hubungan tersebut ditemukan masalah, sediakan waktu berdua untuk membicarakan hal tersebut.
2.       Jangankan yang sudah berumah tangga, yang masih pacaran atau tunangan pun wajb menciptakan efektifitas komunikasi. Saling menjaga komunikasi dapat mempererat jalinan cinta lho!!
3.       Terkadang sifat posesif dijadikan alasan oleh seseorang karena sangat mencintai pasangannya. Ada yang suka, ada juga yang tidak. Untuk itu jangan terlalu posesif sama pasangan anda. Pasangan anda pasti berfikir bagaimana caranya untuk lepas dari keposesifan anda. Jadi ya usahakan untuk bersikap sewajarnya.
4.       Dalam setiap hubungan baik baru atau sudah lama, pasti ada waktunya rasa bosan itu datang. Usahakan untuk bersikap tenang dan tetap hangat dalam menghadapi pasangan. Jangan terlalu mengedepankan emosi ya.
5.       Menikah muda bukanlah suatu “momok” bagi seseorang untuk berkreasi. Banyak juga pasangan yang menikah diumur yang terbilang muda tapi situasi kehidupannya masih seperti orang berpacaran. Pasangan bukanlah hambatan untuk kita bergaul, bukan?
Melewati berbagai tahapan dalam sebuah hubungan, bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diperlukan berbagai macam cara pula untuk menjaganya. Konon lagi buat yang sudah bertunangan, tolong jaga baik-baik hubungannya agar semakin layak dibawa ke jenjang pernikahan. Permasalahan-permasalahan kecil sebaiknya tidak perlu ada, apalagi mencari selingkuhan. Pada dasarnya, pasangan Selingkuhan itu kan Cuma untuk sesaat, biasanya untuk melepas penat dan kejenuhan dengan pasangan anda yang sebenarnya. Jadi tak perlu selingkuh ya, apalagi punya pacar lagi dimana-mana. Menjaga yang sudah ada di depan mata memang cukup merepotkan, namun lebih repot lagi jika kita harus memulai dengan yang baru karena kita harus mengulang lagi dari awal. Bagaimana? Masih mau selingkuh? Pilihan terletak di tangan anda.

[Review] Natu Savon Kose Cosmeport, Refresh Your Day with Apple & Jasmine

Hai Beauties. Kembali lagi ke blog saya yang kali ini masih akan membahas skin care. Namun, sedikit berbeda dari biasanya. Kalau...