Minggu, 22 Juli 2012

[FISUM] Batal Kawin


si kurang gizi Agoes Permana dan si manis sekali Auda Zaschkya (155)
***
Adalah seorang duda beranak 1 bernama Agus. Ia adalah seorang penulis handal di belantara hutan kompasiana yang juga seorang pegawai di sebuah kantor. Setiap harinya dihabiskan agus untuk mengurus anaknya yang cukup bandel, Nito namanya.
Sampai suatu hari di pertengahan bulan juli, agus ingin memasukkan Nito ke sebuah SD dan agus berkenalan dengan bu guru Rahma. Agus menitipkan Nito kepada bu Rahma dan pak Hesya yang juga seorang penarik becak.
Agus : bu,pak.. saya titipkan anak saya ini ya di sekolah
Hesya : baik pak, akan kami jaga Nito di sekolah, bukan begitu bu Rahma?
Rahma : benar. Kelas 1 SD pulang sekolahnya pukul 10.00 jadi bapak bisa menjemput Nito pukul 10.. pak. Bagaimana?
Agus : wahh… bagaimana ya bu, sepertinya saya tidak bisa. Bibi di rumah pun sedang pulang kampung
Dengan baik hati pak Hesya menawarkan jasa antar saja ke rumah untuk Nito.
Hesya : begini saja pak, saya akan antarkan anak bapak ke rumah kebetulan sepulang saya mengajar, saya juga menarik becak
Agus : baiklah, besok saja di mulai ya pak
Keesokan harinya mulailah Hesya mengantar Nito ke rumah hingga Nito pun lengket dengan Hesya. Sangking lengketnya Hesya sering sekali menemani Nito di rumah sampai pak agus pulang kerja. Agus berfikir untuk mencarikan ibu baru bagi Nito. dan menurut pak agus, bu Rahmalah yang cocok.
Dan sebulan kemudian seperti biasa pak agus mengantar Nito ke sekolah. Pagi ini memang sengaja pak agus berpenampilan seperti anak muda untuk menarik perhatian bu Rahma. Pak Agus ingin “nembak” bu Rahma. Agus to the point tapi sebelumnya kentut dulu biar perutnya lega.. Brooooooooooottt,, broottt…
Nito : ih,, bapakkkkkkk.. bikin malu aja..
Agus : diam dulu nak,, bapak mau ngomong sama bu Rahma
Bu Rahma datang menghampiri agus, lalu agus berkata,
Agus : Rahma, sepertinya saya sudah tidak sanggup mengurusi Nito sendirian, apalagi si Bibi sering pulang kampung. Mau gak kamu menikah sama saya?? Bu Rahma pun tersenyum dan ingin menjawab. Namun, Nito kaget,,,  dan berteriak
Nito : haaaa,,,? Apaaa??
Agus : iya nak, bapak ingin melamar bu Rahma supaya menikah dengan bapak dan menjadi ibu kamu
Nito : gak mau !! pokoknya Nto gak mau!!
Rahma : kenapa Nito sayang? Memangnya ibu gak cocok ya jadi ibu kamu?
Nito : nggakkkk,, pokoknya Nito gak mau.. Nito sudah punya pilihan untuk bapak
Agus : siapa nak??
Nito pun berlari ke ruang guru dan menarik seseorang dari sana…
Nito : ini pak,,, ini aja yang jadi ibunya Nito
Agus : lho,,, kok Hesya sih nak? Hesya ini laki-laki lho
Nito : biar aja, kalau bapak mau menikah dan cari ibu buat Nito, ya om Hesya aja. Om Hesya selalu antar jemput Nito dan main sama Nito. om Hesya juga pernah bilang kalau om Hesya suka sama bapak
Rahma yang mendengar tiba-tiba sesak napas dan sepertinya ingin pingsan. Sementara Hesya hanya senyum-senyum saja.
Hesya : iya pak,, saya sebenarnya sejak bertemu dengan pak Agus sudah jatuh cinta dan ingin menikah sama bapak
Agus : #@%@%&
Saat itu juga, Agus yang terkejut langsung meninggalkan sekolah dengan menggandeng Nito yang berujar dalan hati ” asiiiiikkk,, bapakku batal kawin”.

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...