Rabu, 08 Agustus 2012

Perlukah Mengerjai Orang yang Berulang Tahun?



Ulang tahun adalah suatu proses alami dalam kehidupan, dimana bertambahnya usia dan berkurangnya jatah hidup setiap manusia di bumi. Walaupun demikian, biasanya setiap manusia pasti berbahagia dengan bertambahnya usia tersebut. Tentunya sebagai manusia, ulang tahun memiliki makna tersendiri dalam hidup.


Kebahagiaan itu pasti mendapat do’a yang baik dari para teman yang mengetahui tanggal ulang tahun temannya. Namun sayangnya, ada juga teman-teman yang sengaja berbuat usil kepada orang yang berulang tahun itu. Dan sepertinya kegiatan ngerjain yang ulang tahun itu telah menjadi “budaya” di masyarakat kita.

Terkait dengan “budaya” ini, banyak teman saya yang jadi korban. Dikerjainya itu disekolah seusai jam pelajaran. Mulailah ia disiram tepung (kadanag bercampur air), telur (kadang telur busuk), dan campuran beberapa bahan seperti blau bersama air serta bahan lainnya.

Pernah juga kejadian serupa terjadi di sekolah kakak angkat saya dulu. Temannya kakak sedang berulang tahun, kemudian ketika jam pelajaran usai, ia tak diizinkan pulang oleh temannya. Mulailah ia disirami dengan tepung, telur dll. Walhasil ia pulang ke rumah dengan baju kotor dan bau. Sesampai di rumah, ibunya marah-marah dan keesokan harinya ibunya datang ke sekolah tersebut. Masih dengan marah-marah, ibunya meminta sekolah untuk mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut, sebab menurut  ibunya sekolah tersebut telah gagal dalam mendidik siswa/i yang diharapkan memiliki intelektualitas. Akhirnya anak tersebut pun dimasukkan ke sekolah lain oleh ibunya.

Kejadian lain misalnya. Di kampus saya dulu, ada yang tinggal disitu, kebetulan salah satunya ada yang berulang tahun. Malamnya ia disiram tepung dan telur oleh teman-temannya di lantai 1. Alhasil, kampus yang memang tidak luas (ruko 3 lantai) itu menjadi kebauan oleh telur tersebut.

Selain itu, ada juga curhatan seorang blogger yang berjudul “Ulang Tahun Haruskah Dikerjain?”. Pada curhatannya itu, ia marah-marah ketika melihat seorang pria yang berulang tahun di hari yang sama dengan dia sedang dikerjai dengan diikat di tiang bendera salah satu mall. Tak ketinggalan, pria itu juga disiram dengan tepung dan bahan-bahan lainnya. lihat disini

Dan yang paling fatal adalah sebuah berita yang bersumber dari Batam Pos yang saya temukan  juga  di salah satu blog. Judul beritanya adalah“Meninggal setelah dikerjain teman-temannya saat ulang tahun”. Sungguh kasihan anak itu. Ia shock karena dikerjai teman-temannya saat berulang tahun. Celakanya, sang wali kelaspun pun ikut terlibat. lihat disini

Saya sendiri memang tidak pernah dikerjai ketika berulang tahun. Ibu saya selalu mengingatkan “kalau kamu disiram waktu ulang tahun, besok mama yang akan datang ke sekolah”. Maka jauh-jauh hari sebelum tanggal saya berulang tahun, saya sudah memperingatkan teman-teman. Mengapa? Sebab hal tersebut “rutin” dilakukan.

***

Anda pernah mengalaminya? Atau anda menjadi pelaku?
Mungkin diantara pembaca sekalian, ada yang menganggap topik yang saya angkat ini adalah suatu  hal yang remeh, sudah biasa dan membudaya di masyarakat sehingga menurut anda tak perlu dibahas.

Sebelumnya, Izinkan saya bertanya kepada pembaca sekalian.
1. Untuk apa anda melakukan itu?
2. Pernahkah anda berfikir kerugian yang ditimbulkan?

Menurut pengamatan saya sehari-hari, hal tersebut dilakukan karena mengingat hari ulang tahun teman untuk menunjukkan setia kawan dan hiburan. Alih-alih mendapat julukan teman yang setia kawan dan mendapat hiburan gratis dari melihat perbuatan tersebut, tanpa sadar pelaku merugikan dirinya sendiri. Hal ini jelas terlihat dari harga-harga bahan yang digunakan.

Misalnya :
tepung @ Rp 7.000,00/kg
telur @ Rp 1.000,00/butir
blau @ Rp 500,00/bks (kecil)
pewarna lain @ Rp 500,00/bks (kecil)

Harga-harga diatas baru harga “bahan” pokok untuk “operasi” ini. Belum lagi harga air. Ok, Katakanlah air itu diambil di keran rumah, sekolah atau kantor, apa tak terpikirkan kerugian yang ikut ditanggung oleh orang lain karena ulah kita yang berlabel setia kawan tersebut?

Bagaimana lagi kerugian yang dialami oleh yang berulang tahun?

Perlakuan tersebut sangat jelas merugikan bila pelaku cermat melihat dari berbagai sisi:

1. Tubuh

Orang yang disiram itu sudah pasti tubuhnya menjadi bau dan kotor. Belum lagi harus menanggung malu selama dijalan sampai ke rumah. Atau menjadi tontonan orang yang lewat seperti contoh diatas (diikat di parkiran mall).

Masih seperti contoh diatas, sang ibu memindahkan anaknya ke sekolah lain. Siapa yang rugi?? Pemasukan sekolah awal, bukan??

Belum lagi untuk kasus kematian diatas. Jangan katakan anak tersebut terlalu berlebihan. Anak itu shock karena dituduh mencuri ponsel dan uang temannya. Ia malu dan pingsan ditempat. Sepulangnya ke rumah ia menjadi pemurung dan akhirnya dirawat di Rumah Sakit karena kondisi kesehatan dan kejiwaannya terganggu. Setelah 14 hari dirawat, ia pun meninggal. Yang sangat saya sayangkan adalah, mengapa sang wali kelaspun ikut andil dalam kegiatan itu. Sepantasnya guru adalah contoh teladan bagi murid, bukan?

2. Pakaian.

Pakaiannya, bagaimana? Perlu berapa kali cuci untuk menghilangkan noda dan bau itu? Jika noda tak juga kunjung hilang, sempatkah berpikir pakaian itu akan diapakan? Mungkin pun pakaian itu akan dibuang. Tak kasihan?

3. Lokasi

Lokasinya berada di sekolah atau seputaran kantor. “Gak kebauan tuh?”. Sekolah tempat mencari ilmu dan kantor tempat mencari uang. Maka, sepatutnya fasilitas ini dipergunakan sebaik-baiknya.

***

Banyak do’a dan harapan yang ingin diraih oleh seorang pribadi untuk setahun kedepan. Sepantasnya sebagai teman, anda dapat mengucapkan selamat ulang tahun seraya mendo’akan orang tersebut. Fasilitas semacam facebook, tweeter, BBM, SMS atau telepon selalu dapat anda gunakan tentunya. interaksi yang kita lakukan pun tak terhambat, bukan? Jika tak berkeberatan, anda dapat memberikannya hadiah, bukan malah menghadiahinya dengan lemparan tepung, telur dan sejenisnya.

Sungguh sangat disayangkan jika pelaku tak mampu melihat sisi-sisi negatif yang dialaminya sendiri maupun yang dialami orang yang berulang tahun. Mereka pun adalah orang-orang pintar yang sedang ataupun sempat mengenyam bangku pendidikan. Terlebih lagi, pelaku adalah manusia yang diberi akal dan pikiran oleh Tuhan YME untuk dapat memilah dan memilih antara yang baik dan yang buruk. Semoga anda menjadi lebih bijak. Amin.

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...