Senin, 26 November 2012

Mimpiku Tentang Sang Ratu


Selamat hari sabtu sang ratu
Apa kabarmu di pembaringanmu?
-
Sudah, jangan tidur melulu
Segera bangun dan Simak puisiku
Semoga kamu senang dengan ceritaku
-
Sebenarnya semalam aku mau mengunjungimu
Dengan puisiku
Cuma karena aku ketiduran jadi lupa padamu
Namun aku tetap memimpikanmu
-
Di mimpiku
Kamu berlari-lari dari rumahmu
Menuju bandara untuk pergi ke tempat itu
Tempat yang kosong terkhusus untukmu
Tempat untuk kamu mencari inspirasi menulis buku
-
Sepertiku tadi siang di resto itu
Aku bertemu para penulis buku
Asyik tahu
Aku senang  bersama ibu dan bapak itu
-
Harapanku
Kamu menulis buku saja ya ratu
Biar lebih bermanfaat dan banyak ilmu
Supaya lebih berguna hidupmu
Jangan Cuma jalan-jalan dan tidur saja kerjamu
-
Itu dulu ceritaku hari ini untukmu
Besok aku pasti mengunjungimu lagi
Do’akan saja aku tak lupa padamu
Tapi tolong ya ratu
-
Jangan masuk lagi ke dalam mimpiku
Mimpiku ‘kan mau ketemu pangeran tampan itu
Jadi rusak deh karena ketemu kamu
-
Sudah mau sore di tempatku
Aku pamit dulu ya ratu
Sebentar lagi aku mau pulang dan mandi dulu
-
Kamu juga harus mandi ya ratu
Biar tubuhmu tak bau
Pakai sabun biar cantik seperti artis itu
Sampai jumpa ratu !!!!!

Rabu, 14 November 2012

Tak Bisa Sabar dan Mau Cepat ? Terbang Saja !


Sebagaimana yang kita ketahui bersama, DKI Jakarta yang terkenal dengan pusat pemerintahan dan perekonomian adalah kota besar pertama di Indonesia yang terkenal dengan kepadatan lalu lintasnya, tentu saja keadaan ini membuat banyak orang  mengeluhkan keadaan jalan yang macet. Nah,, itu baru di Jakarta. Bagaimana dengan Medan?

Sebagai kota besar ketiga di Indonesia, tak ubahnya seperti Jakarta, Keadaan lalu lintas di Kota Medan pun cukup dapat dikategorikan macet. Sebagai warga kota Medan, hal tersebut tentunya sudah “makanan” saya sehari-hari sehingga saya cukup bersabar bila sedang berkendara walaupun rasa kesal tak dapat saya hindari.

Namun, masih banyak diantara warga lainnya yang tak memiliki kepekaan dengan cara membunyikan klakson kendaraannya secara terus menerus hingga membuat pengendara lainnya terganggu dengan kebisingan yang tercipta.

Bila ada yang melakukan hal itu, pengendara lain di depannya entah menggunakan mobil atau sepeda motor, biasanya mengacungkan jari ke atas (menunjuk ke langit). Awalnya saya bingung, mengapa hal tersebut dilakukan. Hal tersebut pertama kali saya lihat ketika saya bersama seorang teman sedang bermacet ria di seputaran jalanan kota.

Teman saya yang sedang berkonsentrasi mengemudikan mobilnya di tengah kemacetan tiba-tiba membuka kaca mobil dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas langit setelah mendengar bunyi klakson yang berisik di belakang mobilnya. Saya bertanya mengapa hal tersebut ia lakukan? Ia pun menjawab, “kalau ‘gak mau ikutan macet, terbang aja ke atas. Kita kan sama-sama pake’ ni jalan, ya sabarlah”. Mendengar jawabannya, saya hanya tersenyum. Setelah kejadian itu, saya melihat rupanya masih ada yang mengacungkan jari ke langit seperti teman saya itu.

Beberapa hari yang lalu, di suatu pagi yang panasnya cukup menyengat, saya akan pergi ke kampus 1 yang dapat saya tempuh dalam lebih kurang 1 jam perjalanan. Karena terbiasa dengan kemacetan jalan, saya cukup santai ketika sedang mengendarai sepeda motor. Saya berfikir, biar lambat asal selamat, mengingat sudah 3X saya mengalami kecelakaan (kendaraan saya disenggol kendaraan lain).

Traffic light pun menunjukkan lampu merah sehingga pengendara harus berhenti. Di depan saya terdapat sebuah Becak motor yang bertuliskan seperti gambar di bawah ini :

1352873547122469652
bagian belakang becak (dok. pribadi)
Setelah saya mengambil gambar tulisan “MAU CEPAT - TERBANG” yang terdapat di belakang becak tersebut, saya hanya tersenyum menyadari memang betapa macetnya kota ini sampai becakpun merasa perlu menuliskan itu karena kalau mulut saja yang berucap hanya membuang energi. Saya jadi berpikir, apakah di sepeda motor saya harus saya tuliskan tulisan yang sama ?

Kemacetan memang kerap terjadi di kota-kota besar maupun kota kecil lainnya. Kemacetan itu tidak dapat dihindari. Mau tidak mau, sebagai pengendara sepeda motor atau pengemudi mobil haruslah memiliki tingkat kesabaran yang cukup tinggi dan kepekaan dalam melihat situasi dan kondisi jalan raya yang begitu macet.

Jadi tak perlu kiranya membunyikan klakson secara terus menerus apalagi ketika sedang lampu traffic lightnya menunjukkan warna merah karena kita kan tahu bahwa tak ada pengemudi yang mau menghadapi kemacetan. Pengguna kendaraan bermotor lainnya sudah cukup kesal karena macet, jangan malah ditambah lagi kekesalannya karena mendengar bunyi dari suara klakson anda yang cukup nyaring itu.

Sebagai pribadi yang masing-masing punya kesibukan dan sesama pengguna jalan, ada baiknya jika melatih kesabaran anda di jalan raya dengan bermacet ria. Jika tak mau mengalami macet dan tidak terlambat sampai ke tujuan, bangun lebih pagi dong. Jangan malah ketidaksabaran anda itu berakibat buruk bagi anda sendiri, semisal terjadinya kecelakaan dan ditilang polisi.

Budayakan antri dan perbanyak sabar di jalanan. Hal ini tentunya untuk keselamatan anda juga, bukan?

Selasa, 13 November 2012

Selamat Ulang Tahun Canduku


"kuawali pagi dengan mencandu kopi
layaknya kuhisap madumu malam tad
i"


:

aku lupa
pernah melafalkan itu
ketika kau masih ada
ketika cintamu masih bersamaku
ketika kita masih bersama
ketika tanpa ragu
tercipta harapan indah itu

*

"cintamu mampu mengendorfinku
mengencangkan urat syarafku
meninggikan adrenalinku
meyakinkan aku akan hadirmu"

*

saat kau masih di sampingku
tanpa rasa malu
hingga berani benar kuucapkan kalimat itu
sebabmu lelakiku
sebab kuyakinkan hatiku
memilihmu diantara kaummu

*

namun tanpa sadar
impian itu telah meracuni pikirku
dan kau tahu
teramat perih saat aku terbangun dari tidurku
menyadari aku telah kehilanganmu
kau telah tinggalkan luka
hingga aku tak mampu lagi untuk mencinta kaummu

*

kini, aku tak ingin berharap akanmu
mungkin memang benar ucapan :
cinta tak harus memiliki
walau itu berat, namun :
telah kurelakan kau mencari nikmatmu
kutahu itu memang bukan aku

*

selamat ulang tahun kuucapkan padamu
sebagai tanda bahwa aku masih mengingatmu

*

aku juga ingin katakan bahwa :
aku merindukanmu
walau aku tak berharap cintamu
sebab perkataan itu hanya mimpi  dan melenakanku,
hingga buatku melayang 
dan lupa akan arti kehilangan

*

terima kasih pernah:
menjadi motivatorku
sekaligus inspirasi bagi karya-karyaku
terima kasih pernah temani hari-hariku
"semoga kau masih merinduiku"


*

Selasa, 06 November 2012

Di Dunia Maya, Kutemukan Cinta


Dunia maya adalah sebuah dunia yang tak asing lagi bagiku. Dari sejak berkembangnya friendster, aku sudah sangat akrab dengan warnet yang berlokasi di dekat sekolahku. Duniaku tak pernah lepas dari internet, bahkan aku meminta orang tuaku untuk berlangganan internet setiap bulan. Jadilah aku semakin ketergantungan internet. Kegiatanku disana selain nge-game tapi tetap eksis di friendster. Apa yang kulakukan di friendster?
Namaku Ari, seorang playboy maya. Di akun friendsterku, banyak perempuan yang menjadi pacar mayaku. Dunia maya memang mengganggu kegiatan sekolah. Nilai-nilai pelajaranku anjlok, tidurku pun jadi kurang. Beruntung aku dapat menamatkan diri dari SMA walaupun dengan merogoh kantong sebesar Rp 300.000,00 demi kunci jawaban yang kudapatkan dari seorang Joki ketika Ujian Nasional (UN). Aku bodoh ya? Kurasa tidak, Cuma sedikit malas sejak mencintai internet.
***
Lulus SMA, aku masuk ke sebuah universitas swasta yang cukup terkenal di kotaku. Sebagai playboy maya tentunya aku masih saja merayu gadis-gadis di friendster. Pertemanan maya di friendster, segera kualihkan ke facebook yang selalu berlanjut ke chatting di Yahoo Messanger (YM !), tentunya aku tak lupa mencari tugas kampus yang banyak dari internet. Prinsipku, walaupun aku “rajin” menebar rayuan di dunia maya namun kuliahku pun arus tetap berjalan.
***
Dari dunia maya ini, tak hanya pacar maya yang kumiliki tapi juga sahabat maya yang juga perempuan, Afni namanya. Afni ini berdomisili di kota yang sama denganku, karena itulah aku tak mau menjadikannya pacar.
Ah tidak, bukan karena itu, Afni ini tong sampahku. Tong sampah? Itu julukanku buat dia karena afni lah yang dari sejak SMAku dulu yang selalu menyambut keluh kesahku dengan pacar nyataku Vira. Vira adalah seorang gadis yang bergaya kebarat-baratan. Namun aku tak bisa menolak, karena Vira adalah anak dari rekanan bisnis papaku. Karena jenuh dengan perjodohan itulah, aku iseng menebar rayuan di dunia maya.
Afni selalu memberikan berbagai nasehat untukku, entah itu tentang kuliahku, tentang kelanjutan hubunganku dengan Vira atau pun tentang hobi isengku menebar virus-virus merah jambu di friendster.
Suatu hari ketika sedang ngobrol dengan Afni di chatting YM, ia berkata “udah cukup petualangan cinta mayamu dengan banyak gadis itu Ri. Jangan memberikan harapan kepada mereka. Apalagi kamu kan gak pernah ketemu sama mereka. Aku takut mereka sakit hati padamu”.
“gak pa-pa kok Ni, mereka sih santai-santai aja. Kan ini iseng gitu Ni, aku suntuk sama Vira. Kamu kan tau tentang dia? Aku bingung harus gimana lagi untuk buang suntuk sama perjodohan ini Ni”, jawabku pada Afni.
“bukan begitu Ri, aku takutnya hobi menebar Virusmu itu nanti berbalik padamu”, katanya yang membuatku penasaran dan menjawab, “maksudmu gimana Ni? Toh mereka itu kan Cuma pacar maya, aku pun gak mungkin datang ke kota mereka”.
Afni pun menjawab, “jangan lagi deh Ri, aku takut hobimu ini berdampak gak baik untukmu, pikirin deh kata-kataku tadi. Udah ya, aku mau tidur, udah jam 10 malam, besok aku ada kuliah pagi”, dan chatting YM pun terhenti.
Ketika hendak tidur, aku memikirkan perkataan Afni tadi. Apa maksudnya ya? Dampak gimana ke aku?. Lelah berfikir tentang itu, aku pun tertidur.
***
Keesokan malamnya, aku bertemu lagi dengan Afni di YM. Kembali aku menanyakan tentang kata-kata afni semalam yang sangat tak kumengerti. Afni hanya memberikan pernyataan mengambang dan berbagai pertanyaan yang kesusahan untuk kujawab. Dengan rasa penasaranku yang tetap masih bertanya padanya, akhirnya Afni pun menjawab, “aku takut, suatu saat kamu yang akan mencintai perempuan di dunia maya Ri. Aku takut kamu yang akan sakit hati”.
“tidak Ni, ini hanya permainan untuk mengisi kesuntukanku. Aku menikmati suara manja mereka di telepon. Kamu tau kan bahwa nomor teleponku yang kuberikan kepada mereka bukan nomorku yang sebenarnya. Kalau aku suntuk sama mereka, dengan gampang aku bisa buang nomor itu dan mereka gak akan nemuin aku lagi. Mereka pun akan ku-block dari facebookku. Aman kok Ni, tenang aja”, alasanku pada Afni.
“ya sudah, lakukan sesukamu. Semoga yang kutakutkan tadi tak terjadi, aku tidur ya”, lagi-lagi Afni mengakhiri chatting kami malam itu.
***
Bulan berganti tahun, persahabatanku dengan Afni tetap terjalin baik di dunia maya ini tanpa pernah bertemu di tahun ketiga ini. Hubunganku dengan Vira pun berjalan seperti biasa. Beberapa pacar mayaku pun telah ku-block dari facebookku, nomor ponselku pun tak pernah kugonta-ganti lagi.
Suatu hari aku bertemu seorang gadis di facebook, Fani namanya. Semakin hari semakin intens rayuanku padanya hingga aku menemukan kenyamanan dengan gadis itu. Hari-hariku kulewati dengan memandang fotonya dan mendengar suaranya. Aku merasa tak bisa menjalani hariku tanpanya. Aku mulai teringat akan perkataan Afni. Mungkin ini maksudnya.
Sepertinya ini adalah karma yang kutuai dari hasil menabur benih merah jambu. Namun aku tak berani mengatakan perihal rasa bodoh ini padanya. Ya, setidaknya Afni akan mengatakan rasa cinta ini ada berkat kebodohanku. Bodohkah aku?
Tak kuasa kubendung rasa ini, mungkinkah ini yang namanya Cinta? Mungkin ini rasanya dari akibat terlalu banyak menabur cinta di dunia maya. Tak sanggup lagi menyimpan rasaku, kuberanikan diri menyakan perasaanku pada Fani, “fan,, aku tuh sebenarnya orangnya gak suka suatu hal yang bertele-tele, aku mau bilang aku suka sama kamu”. "Aku juga suka sama kamu jadi kita jalani aja dengan santai ya bang”, kata Fani.
Malam itu juga aku memutuskan hubunganku dengan Vira yang menagis dan mengadu kepada orang tuaku demi Fani, kekasih mayaku.
Mulailah cerita mayaku dimulai. Fani jadi sering memintaku untuk mengisi pulsa ponsel dan modemnya. Tanpa menolak, akupun menyanggupi permintaanya. Bagiku, yang penting aku tetap bisa terhubung dengan dia. Bahkan ketika Fani mendapati tugas-tugas yang sulit, aku pun rela mengerjakannya. Segala keluh kesah Fani pun dengan setia kudengarkan lewat percakapan kami, hingga aku harus mendengarkan cerita tentang banyak lelaki yang mendekatinya. Cemburukah aku? Aku memang cemburu dan memang kukatakan hal itu kepadanya.
Karena tak dapat membendung rasa cemburuku, akhirnya aku menceritakan hal itu pada Afni dan Afni mengatakan, “boleh jadi kalau kamu memang mencintainya Ri, namun tanpa sadar kamu udah dimanfaatkan olehnya”. Sebuah pernyataan yang cukup telak dari seorang Afni.
“maaf ya, sepertinya kamu terlalu bodoh bahkan kamu telah dibutakan oleh cinta mayamu. Sepertinya ia memang tak mencintaimu, ia hanya memanfaatkan uangmu. Ia juga pintar memanfaatkan rasa cintamu demi tugas-tugas kampusnya yang sulit yang harus kau kerjakan. Kalau ia memang mencintaimu, seharusnya ia tak menceritakan padamu tentang banyak pria yang mendekatinya”, lanjut Afni.
“Fani cinta kok sama aku Ni, buktinya ia selalu berkeluh kesah padaku”, kataku lagi.
“jika ia mencintaimu, maka ia akan menjaga perasaanmu. Sepertinya kau memang sudah buta Ri. Renungkan tiap kata dariku baru kau boleh menghubungi YMku lagi dan selamat malam”, dan afni pun mematikan YMnya.
***
Hari demi hari aku tetap menjalani hubungan mayaku dengan Fani dan semakin lama sepertinya perkataan Afni memang benar adanya. Sepertinya aku dimanfaatkan oleh Fani sampai suatu ketika ia menghubungiku. Sambil menangis ia memintaku untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekeningnya. Menurut pengakuan Fani, uang kuliahnya baru saja dirampok. Tanpa pikir panjang meluluskan permintaannya. Untuk keperluan lain, ia juga sering meminta uang dariku.
Lama kelamaan aku merasakan sesuatu yang beda dari Fani. Ia mulai jarang menghubungiku, bahkan suatu hari nomor ponselnya sudah tak aktif lagi. Facebooknya pun sudah dead active. Twitternya pun tak berkicau lagi.
Lalu aku menelepon Afni. Ia mendengarkan keluhanku, Suaranya terdengar begitu lembut, tak sekeras pernyataan-pernyataannya di chatting. Ia memberi nasehat padaku agar aku melupakan cinta mayaku dan menemukkan cinta nyataku setelah Vira yang telah kuputuskan demi Fani dulu.
“Kembalilah ke dunia nyatamu Ri, carilah gadis yang kamu kenal dengan baik. Kalaupun kamu mengalami cinta maya lagi, kamu harus menyelami dulu kepribadiannya jangan hanya terkesima dengan fotonya”, ujar Afni.
Sekarang aku baru mengerti bahwa Mencintai seseorang tanpa tahu mengapa harus mencintai orang itu, hingga dirinya tak sadar bahwa sedang dimanfaatkan oleh orang yang ia cintai memang benar adanya sebab kenyataan itu telah kualami.
***
Malam ini, aku akan mengajaknya keluar bersamaku esok hari. Semoga ia mau bertemu denganku di dunia nyata.
Harapanku, semoga keisenganku bermain di dunia maya tak lagi  mempertemukanku dengan gadis semacam Fani. Aku ingin bertemu gadis baik dan tegas seperti Afni yang cukup sering menyadarkanku.

Jumat, 02 November 2012

Tentang Realita Dalam Kehidupan


Oleh : Lilih Wilda & Auda Zaschkya
1351789642900361991
http://alapalahdayafendy.blogspot.com
Detik demi detik berlalu, membawa segala macam cerita hidup telah banyak kau lewati sedari muda hingga senja dan akan menutup mata untuk kembali padaNya. Izinkan aku bertanya, tahukah kau tentang kehidupan itu?

Banyak orang berkata, hidup itu perlu dijalani agar kita tahu warnanya. Kalau tidak hitam yang terpampang, maka keagungan putih pun terkembang.
Seperti yang kita tahu, putih menggambarkan kebajikan, kebaikan, keindahan dan kearifan. Sedangkan hitam? Tentu sebaliknya. Layar hitam selalu menggambarkan kesalahan, keburukan, kemunafikan dan keangkara murkaan.

Pemahamanku sebagai orang awam, warna putih itu bisa melambangkan keceriaan dan kebahagiaan, dan hitam dengan sendirinya akan menggambarkan kesedihan dan kemuraman.

***
Lalu dimanakah kita berpijak
Diatas papan putih ataukah hitam ?
***

Tergantung dari yang mempunyai tujuan. Ada yang memilih putih namun banyak pula yang memilih hitam.
***
Sesederhana itukah hidup ini?
Tentu tidak

***
Sebab seperti yang kita tahu, ada banyak orang yang berdiri diantara hitam dan putih. Mungkin inilah yang disebut dunia abu-abu.

***
Dunia abu-abu?
***

Ya itulah dunia dimana satu sisi kita akan selalu terlihat ceria dan bahagia. Namun di sisi lain terlihat murung akibat masalah yang menimpa kita.

Ada juga orang yang tak menyukai sesuatu, namun dengan mudahnya ia tersulut emosi sehingga meledak-ledak dalam menyampaikan ketidaksukaannya.

Atau, di satu sisi terlihat manis, ramah tamah terhadap semua orang, namun di sisi lain ia sedang bersiap-siap untuk menyikut orang-orang yang tidak ia sukai. Sisi kehidupannya terlihat baik, seakan-akan sangat teguh memegang aturan. Secara kasat mata, orang-orang hanya mampu menilai bahwa ia adalah orang yang teramat baik dan bijaksana. Namun di balik itu hidupnya penuh dengan kebusukan.

Antara dunia hitam dan dunia putih itulah dunia samar yang disebut dunia abu-abu. Dimana tak jarang kita masuk di dalamnya. Pilihan terletak di diri kita masing-masing, hendak menjadi pribadi yang benar-benar tulus atau pribadi yang munafik?

Mari merenung bersama !

[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...