Rabu, 30 November 2011

Aku dan Kejujuran Emosiku

Tiba – tiba kau datang, Memberi indahnya harapan.
Seketika meledaklah bahagiaku, hingga aku lupa akan suatu hal.
Sejenak pula kau menghilang dan membenciku
Pikiran jalangmu membutakan mata.
Sejalang itukah aku dimatamu ??? Baik, silahkan pergi.
Aku pun tak butuh kau lagi.
Kau bukan siapa – siapa untukku,
kau hanyalah bagian hidup lalu ku yang memuakkan.
Kepergianmu menyadarkan ku,
Membuatku berfikir akan sisi burukmu.

Amarahku melepaskan penatku.
Lewat tulisan, ku ungkap kecewaku.

Aku tahu banyak yang mencibir akan
Kejujuran ku dalam meluapkan emosi
Biarlah.. Aku tak perduli
Inilah aku yang jalang
Inilah jiwaku yang tengah meledak - ledak
dan inilah emosi ku yang jujur



Tak sengaja menciptakan puisi ini,spontanitasku sendiri
tercipta ketika sedang asyik mendengarkan lagu - lagu LINKINPARK yang membuat semangat ini kembali

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...