Sabtu, 18 Februari 2012

Dampak Negatif Hubungan Pertemanan di Dunia Maya Bagi Wanita

Memiliki jumlah teman yang cukup banyak merupakan dambaan setiap manusia dimana kita dapat saling berinteraksi dan bertukar pikiran Dengan sendirinya, Proses ini bisa dilakukan di dunia nyata dan dunia virtual (internet). Layaknya nasi yang kita konsumsi setiap hari, intenet telah memiliki porsinya dalam kehidupan kita. Mengapa internet? Sebab, internet ini memberikan dampak yang positif dan Negatif.

Untuk dampak positifnya, pasti masing-masing pribadi kita telah merasakannya dimana internet memudahkan kita dalam bekerja. Juga kita dapat melihat dunia luar secara gamblang. Lalu lewat fasilitas Facebook, Twitter, YM, dsb kita dapat bersosialisasi dengan teman. Positif bukan? Nah, pada tulisan saya ini saya akan menuliskan tentang sisi negatifnya.

Dampak Negatif Internet Bagi Wanita

Sebagai seorang penikmat internet, tentunya saya sering mendapat manfaat dari Interaksi ini. Misalnya, saya sering melihat berbagai informasi yang ada di situs pertemanan. Di sini informasi dibagikan biasanya bertujuan untuk saling mengenal dan sharing (saling berbagi pengetahuan antar anggota situs pertemanan). Sebagaimana yang saya lakukan di Facebook, Twitter, YM maupun Kompasiana yang Tentu saja berdampak positif, namun tak jarang juga saya temui berbagai dampak negatifnya.


Beberapa hari yang lalu, Facebook saya di-add oleh seseorang bernama Rudi (bukan nama sebenarnya). Saya mengkonfirmasi si Rudi ini karena saya melihat bahwasanya dia adalah teman dari teman kampus saya. Menurut informasi yang tertera pada facebooknya, Rudi (35tahun) ini adalah seorang Branc Manager sebuah Hotel Mewah di Medan.

Awalnya ia sangat sopan menegur saya, ”hai, apa kabar?” saya menjawab, ”baik”. ” Tinggal dimana”, saya menjawab seadanya daerah rumah saya. Lalu ia mengatakan, ”ooo dekatlah dengan rumah saya”?,”sudah makan, belum?”, tanyanya lagi. Kemudian sayapun tak menanggapinya, saya pikir apa-apaan ini, baru kenal kok udah sok perhatian.

Beberapa hari kemarin ia menanyakan hal yang sama, dengan ditambahkan, ”oia, kapan kita bisa jumpa?”, ”Buat apa om?, kalau mau jumpa ajak tante dan anak-anaknya juga ya”, lanjut saya. ”oo,, saya belum menikah”, katanya. Lalu saya bertanya lagi, ”kenapa om?”, ”ya karena belum ada jodohnya ”, tambahnya lagi.

Sampai malam tadi ketika saya sedang chat dengan salah seorang kompasioner perempuan, si om ini bertanya, ”lagi dimana?”, ”rumah”, jawab saya singkat. ”saya kerumah ya”, katanya. ”Buat apa om”?, kata saya. ”Buat cium-cium dan peluk-peluk kamu”, jawabnya langsung to the point.

Pernyataan dia tersebut merupakan suatu bentuk pelecehan terhadap saya. Maka tak ayal, saya langsung berkata, “anda kira saya ini perempuan apa?”. Dan saya segera menghapus dia dari pertemanan facebook saya. Tak lama berselang, saya mendapat Poke (colekan) di facebook dari dia. Tentunya tak saya gubris, mengingat pengalaman kemarin (bisa dilihat tulisan saya sebelumnya).

Saya jadi bingung dan benar-benar tak menyangka bahwa sifat supel saya menjadi boomerang bagi diri saya sendiri. Terus terang saya menjadi serba salah, saya tak menanggapi orang lain di dunia maya ini malah dibilang sombong. Jika Saya tanggapi saya malah saya yang jadi korban. Padahal, bila dilihat lebih lanjut, pembaca pasti s
udah tahu bahwa yang saya lakukan adalah hanya bertujuan untuk berinteraksi sosial.



Interaksi sosial ni sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran hidup manusia dimana terdapat juga didalamnya penggunaan internet. Penggunaan Internet ini berdampak positif dan negatif. Sebagai makhluk sosial seyogyanya kita saling berhubungan dengan orang lain sekalipun kita tidak mengenal orang tersebut secara langsung, namun tetap waspada melihat maraknya berbagai kasus akibat penggunaan internet dan situs jejaring sosial. Jadi, sudah sepantasnya kita menjaga tingkah laku dan cara bertutur bagaimana pun juga.

Akhir kata, saya berharap agar kita penikmat internet wanita dapat membuka mata supaya bisa lebih waspada dalam bahaya penggunaan internet supaya interaksi ini dapat terjalin secara lebih baik sesuai dengan tujuan awalnya.  Dan harapan saya bagi kaum adam, jangan sembarangan memperlakukan wanita, toh wanita juga tidak mau dilecehkan.

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...