Selasa, 27 Maret 2012

Aku Takut Kehilanganmu

Auda Zaschkya Feat. Soenandha Al Gazali




aku tahu
mungkin aku akan kehilanganmu
kehilanganmu
antara kau dan aku
kita dan perjalanan itu

aku tahu
mungkin aku akan kehilanganmu
kehilangan rindumu,
nasehatmu
Lelaki malamku

entah mengapa perasaanku berkata begitu
mungkin karena mimpi burukku malam lalu
aku melihat kau pergi meninggalkanku
melupakan janji indah itu


aku sayang padamu
bukan saat, aku tak perlu itu
bukan bila, sebabmu
bukan siapapun, hanya aku

kau tahu...?
aku sayang padamu
lebih dari hari ini
lebih dari hari esok
tidak sekarang, namun selalu
tidak kemarin, hatiku selamanya padamu
biarkan aku bersamamu
menatapmu lekat, memelukmu erat

aku masih mencintaimu !
aku takut kehilanganmu !

apakah kau mengerti aku?

Sumpah, aku bingung sama sikapmu.
Katamu kau stres, banyak masalah, banyak pikiran
Kau menulis untuk menghilangkan suntukmu, menuangkan ide-ide dipikirmu hingga Kau Sering menghilang,meninggalkanku
Kau memintaku untuk mengerti, aku turuti, selalu aku berusaha mengerti. Tak ada telepon sampai di 4 bulan kita, aku masih mencoba mengerti
Awalnya.. sampai kini
Aku masih terus mengerti kamu. Tapi apa kamu mengerti aku, Mengerti kebutuhanku?

Tidak !!

Katamu kau mengerti, tapi apa yang kurasa?
Kau tak mengerti aku.. Kau tak melihat aku
Yang ada di pikiranmu Cuma bagaimana caranya agar kau dapat bertahan lewati masalah-masalahmu. Tanpa pedulikan aku yang menunggumu
Sikapmu yang begitu berulang kali menyakitiku.
Kau egois sayang.. Perlahan kau membunuhku dengan sikap acuhmu
Aku memilihmu agar kau dapat bahagiakan aku, bukan membuatku begini
Mana kau yang dulu yang dahulu tawarkan cinta padaku?
Inikah kau yang sebenarnya?


Sakit sayang..
Tiap saat kau membuat air mataku jatuh dengan sikapmu yang begitu
Mengapa kau tega sakitiku berulang kali?
Apa aku pantas untuk kau sakiti karena aku memang sebenarna tak layak bercinta denganmu? Apa aku berbeda dengan mereka pendahuluku yang pernah singgah di hatimu?

Aku mohon sayang,, berhentilah menyakiti hatiku
Tunjukkan sikapmu kalau kau benar-benar mencintai aku !!!
Aku tak meminta untuk dinikahi sekarang, aku Cuma ingin kau berubah.. 
lebih peduli padaku, lebih mengerti aku. Aku butuh dukunganmu sayang
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu…

Disaat aku menulis ini, air mataku tak mau berhenti, padahal sudah berulang kali ku hapus

Senin, 26 Maret 2012

Masihkah Kau Mencintaiku?



Sejak kau pamit padaku
aku terus memikirkanmu
kau menari-nari dipikirku
sebab namamu terpatri dihatiku

sedih terasa saat menatap potretmu
seketika air mata deras tertumpah
saat membayangkanmu
rela tinggalkanku dalam rindu bernanah

lelaki malamku
aku membutuhkanmu
gundah hatiku sebabmu
seminggu lebih kita tak bertemu


haruskah air mata ini berubah menjadi darah?
baru kau kembali menatapku !!!
jangan egois kasih
akankah kau menemuiku?

masihkah kau mencintaiku ?
tolong jawab aku
agar tak sia-sia harapanku
yang telah ku tumpukan padamu

bila cinta itu masih ada
segera temui aku
aku masih menunggumu




Sabtu, 24 Maret 2012

Dia Lelakiku



Dia lelakiku yang amat kubanggakan
tanpa topangannya aku tak dapat bertahan
dalam kemunafikan dunia
serta keegoisan laku mereka

Rasanya tak ingin kulewati hari tanpanya
aku tahu, aku begitu mencintainya
entah mengapa ia begitu memesona
dimataku dia begitu sempurna

walaupun mereka berkata :
dia tak pantas kubanggakan
setelah berkali-kali ia sakiti hati ini
namun aku memandangnya dengan ketulusan
sebab cinta ini teramat agung untuknya

Apa Aku Tak Pantas Untukmu ?


Ya,, aku tahu
Aku tak semenarik kasih terdahulunya
namun apa salahku padanya
hingga dia biarkan air mata ini
mengalir terus berhari-hari
bak sungai yang tak pernah kering


Mungkin cintaku tak seluas samudera
atau tak senikmat kopi paginya
mungkin sebab itu rasa cintanya telah berkurang 
atau aku memang tak pantas disandingkan dengannya?


teruntuk seseorang yang teramat aku cintai
aku mencintaimu dengan segala yang kumiliki
aku menerima segalanya tentangmu
masih kurangkah sajian ini untukmu?


Jumat, 23 Maret 2012

Wanita Berkulit Coklat Itu Seksi, Lho !

Bila anda berpikir cantik itu memiliki kulit putih, simpan dulu pendapat anda. Apa yang akan saya kemukakan pada tulisan ini akan menjawab sebabnya.
Memiliki kulit putih adalah dambaan setiap wanita. Tapi tahukah anda, jargon cantik itu putih adalah ikon yang sengaja diciptakan produk-produk kecantikan pemutih yang memang mempunyai pangsa pasar menggiurkan terutama negara-negara asia yang umumnya memiliki iklim tropis.



Produk pemutih kulit yang sehat tentunya memiliki efek yang alami bagi kulit. Tidak seketika langsung putih tetapi lebih mengarah kepada perawatan kulit. Tekstur kulit yang tidak merata akan dirawat secara alami. Misalnya flek-flek hitam diwajah akan dikikis secara perlahan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan produk pemutih kulit yang instan. Wah,, kok instan? Mengapa? Produk pemutih instan yang banyak dijual di pasaran Indonesia memiliki efek pemutih kulit yang cepat. Sehatkah ini? Jelas tidak.

Ketergantungan Pemutih Kulit
Teman-teman saya yang berkulit sawo matang memilih menggunakan produk yang instan demi untuk memutihkan kulit wajahnya. Namun mereka lupa akan zat yang terkandung didalamnya. Ingat lho… ada Mercury dan Hydroquinon yang jelas-jelas memiliki efek negative untuk kulit.
Ada juga seorang kenalan, sebut saja namanya Rara. Rara ini berkulit coklat namun ia tidak menyukai kulitnya. Memakai produk yang alami, lama efeknya. Jadi dia memakai produk pemutih kulit instan. Efeknya cepat. Beberapa kali pakai langsung putih, namun lama kelamaan kulit wajahnya memerah dan bila dia sedang tidak memakai produk tersebut, kulit wajahnya akan kembali menghitam bahkan teksturnya semakin tidak merata. Nah,, makin jelas kan efek negatifnya. seperti yang dilansir oleh www.wolipop.com dimana Hydroquinone sendiri dapat menyebabkan efek samping, yakni penyakit ochronosis. Penyakit ini membuat kulit Anda terlihat biru-hitam.

Wanita Berkulit Coklat Itu Seksi, Lho !
Padahal bila ditelusuri lebih jauh, kulit coklat itu memiliki sex appeal tersendiri lho, berbeda dengan kulit putih. Wanita berkulit coklat itu tentunya terlihat Lebih eksotis, Tidak Pucat, Lebih Sensual, Lebih Bertekstur, kulitnya Terhindar dari radiasi sinar UV yang berlebihan, dan yang pasti kulitnya itu Khas Wanita Khatulistiwa seperti Indonesia, Amerika Latin, Asia Tengah dll

Banyak wanita berkulit putih belakangan ini memilih untuk melakukan proses Tanning.  Coba lihat Agnes Monica yang tiba-tiba muncul di hadapan publik dengan kulit coklatnya.Makin terlihat Cantik, bukan? Atau Indah Kalalo, Shanty, Happy Salma, Melanie Ricardo, Titi Sjuman dan Jennifer Lopez serta sederet aktris lainnya yang notabenenya memang berkulit coklat. Mereka – mereka ini bisa tetap eksis dengan kulit coklatnya.

Kulit coklat nan eksotis juga sangat disukai oleh pria-pria bule lho.. Coba lihat di Bali. Banyak kan pria bule disana? Hal ini terbukti dengan Shanty, Indah Kalalo dan Melanie Ricardo yang sukses bersuamikan pria-pria berkulit putih. Atau Fauziah. Fauziah ini juga asli wanita Indonesia biasa yang bersuamikan pria berkulit putih yang menjadi Host tamu acara musik di salah satu Televisi Swasta.

Makin jelas bahwa wanita berkulit coklat memiliki daya tarik tersendiri di mata lawan jenis. Makanya belakangan proses penggelapan warna kulit (skin tanning) makin digemari.
Skin Tanning ini dapat dilakukan dengan berbagai cara :
1. Berjemur dibawah Sinar Matahari.
Hal ini biasa dilakukan di pinggir pantai dengan tak lupa memakin Sun Block.Tapi jangan lama-lama karena sinar Ultra Violet (UV) dari matahari tidak baik bila di konsumsi lama-lama (sekitar 30 menit) karena dapat menimbulkan bercak merah, noda hitam dan bahkan kanker kulit. 
2. Tanning Oil / Spray / Lotion
Proses pencoklatan kulit ini biasanya dilakukan secara rutin. Caranya cairan pencoklat kulit ini cukup disemprotkan atau dioleskan pada kulit. Namun hasilnya tidak permanen.
3. Tanning Bed ( Indoor Tanning / Tanning Salon )
Proses ini dilakukan dengan cara yaitu Terlebih dahulu kulit dibubuhi Sun Block. Orang yang ingin melakukan tanning bed harus masuk (posisi tidur) kedalam tempat yang telah disediakan dimana pada seluruh sisi tempat tersebut telah terpasang lampu neon yang akan memberikan efek panas (sinar ultra violet). Makanya mata orang tersebut harus ditutup dengan penutup mata khusus. Efek yang ditimbulkan sama saja seperti berjemur lama dibawah sinar matahari, maka dari itu tidak boleh berlama-lama.
Semakin tinggi permintaan wanita berkulit putih untuk mencoklatkan kulitnya membuktikan bahwa kulit kecoklatan nan eksotis ini semakin diminati. Tapi, perhatikan resiko yang akan didapati nanti. lebih baik periksakan ke dokter kulit terlebih dahulu. Syukuri saja pemberian Tuhan kepada kita, karena Tuhan yang paling tahu baik dan buruknya untuk diri kita.

Dibalik keinginan manusia tersebut, tetaplah bersyukur atas apapun yang sudah Tuhan berikan pada kita. Baik itu kulit coklat maupun putih. Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kita dapat merawat kulit kita agar tampak lebih sehat. Memiliki kulit putihpun kalau kita tidak jaga kebersihannya tentu juga tak sedap di pandang mata kan? Dan bagi wanita berkulit coklat, tak perlu minder apalagi malu, karena seperti yang sudah saya paparkan diatas wanita berkulit coklat itu bisa juga tampil seksi dan menarik. Tetaplah percaya diri ya… Semua wanita itu pasti cantik.

Selasa, 20 Maret 2012

Cintaku Kamu, Namun....

cintaku memang kamu
hatiku untukmu
namun
perhatian kudapatkan dari orang selain kamu

jangan salahkan aku
sebab perhatianmu tak lagi seperti dulu

kau tahu aku
kau mengenalku
aku tak bisa bila harus memaku

yang perlu kau tahu
tempatmu masih utuh di hatiku
tak mungkin aku meninggalkanmu 
sebab cintaku sempurna untukmu

Minggu, 18 Maret 2012

Wanita “Mengatur” Pria, Pantaskah ?

1331993078970568197
www.google.com
Sebagai makhluk sosial, tentunya kita pasti berinteraksi dengan setiap manusia tak terkecuali lawan jenis. Memasuki usia remaja, ada keinginan dalam diri kita untuk memiliki pasangan. Wajar, bukan? Ya, Pacaran sendiri merupakan proses pendekatan dan penjajakan dimana kita bisa menilai pasangan kita tersebut, layak atau tidak dibawa ke tahap yang lebih serius yaitu menikah.

Namun wanita kerap sekali melupakan kenyamanan dalam hubungan pacaran tersebut. Jika ada masalah, pasti langsung marah-marah. Jika ada yang tidak disukainya dari pacarnya entah itu sikap, cara berpakaian ataupun benda milik pacarnya, pasti sang wanita tak segan-segan untuk mengatur si pria. Ih, bagusnya kamu itu begini, pakaianmu yang rapi. Jangan malu-maluinlah kalau jalan.

Keadaan demikian sedang dialami oleh teman SMA saya, Novi (bukan nama sebenarnya). Novi ini kerap mengirimkan SMS pada saya yang isinya curhat tentang sang pacar yang membuatnya tak nyaman. Kebetulan si Adit ini teman kuliah saya dulu waktu D3, jadi saya juga sangat mengenal Adit, dia begitu lembut dan tidak pernah macam-macam dalam berpacaran dengan siapapun. Saya yang mengenalkan mereka jadi saya pula yang jadi tempat curhatan Novi bila ada masalah.
1331992138477011493
www.ciricara.com
Aku kesal kali lah liat si Adit. Keretanya itu jelek kali. Kereta (sepeda motor di  daerah saya). Lebih bagus kereta tukang ojek langganan aku. Udah ku suruh ganti keretanya itu, kalau gak diganti juga, aku bakalan marah lagi. Menurutmu gimana, da? Cocokkan aku kek gitu sama dia? Maksudku sih biar gak malu-maluin klo dibawa jalan.

Pernah juga karena sikap Novi yang sering marah-marah dan ngatur Adit, Adit memutuskan hubungannya dengan Novi. Saya mengerti betapa muak dan jengahnya Adit menghadapi sikap Novi yang selalu marah-marah itu. Aditpun sempat mengirimkan pesan ke Facebook saya, “bilang sama novi kawan kau itu, jangan pernah hubungi aku lagi”. Sontak saya tekejut dan bingung, lalu bertanya kepada Adit, namun tak dijawab.

Keesokan harinya saya menanyakan hal tersebut kepada Novi, dan iapun menangis. “gak selera ngapa-ngapainpun aku, dia mutusin aku gara-gara sikap aku. Dari semalam aku nangis”. Dan singkat cerita setelah dibujuk oleh Novi dan permintaan maaf serta janji diucap oleh Novi, mereka pun kembali pacaran lagi.

Atau yang lain, saat ini Adit sedang sakit dan butuh istirahat. Demi istirahatnya, dia mematikan ponselnya. Sedangkan si Novi maunya SMSan terus. Jadi si Novipun marah-marah lagi. Kau tau, da.. Karena sakit handphonenya sengaja dimatiin, aku jadi ‘gak bisa ngomong sm dia. Padahal kan aku pengen perhatiin dia. Masa’ dia kekgitu. Emangnya dianggap apa aku ini.

Sebagai teman yang dimintai saran, saya hanya mengatakan jangan pernah mengatur laki-laki yang jadi pacarmu. Belum tentu dia jadi suamimu nanti. Kalaupun dia jadi suamimu, kau ‘gak pantas mengatur dia karena dia adalah imam dalam keluargamu nanti. Kalaupun kau mau mengatur dia, berarti kau harus siap jika dia ngatu-ngatur kau juga.

Novi berkata, kau tau kan aku cinta kali sama dia? aku ‘gak mau kehilangan lagi. Aku ‘gak mau cuek sama pacarku itu. Aku mau dia untuk masa depanku nanti. Kenapalah dia gak ngerti juga kekmananya cintanya aku sama dia?

Saya menjawab, aku tahu dan aku ngerti kemauanmu. Tapi coba kau berikan waktu buat dia istirahat, toh dia sedang sakit. Cobalah sedikit lebih mengerti Adit, jangan egois kali jadi cewek. Nanti diputusin lagi, nangis-nangis kau.

Emang Novi yang ‘gak sabaran, saya yang malah kena “semprot”. Saya yang jadi objek amarahnya. Lalu sayapun diam dan berkata, “kau itu memuakkan makanya Adit ‘gak tahan. pacarmu itu masih satu kota denganmu, jangan “lebay”lah. Kalau kau khawatir, kau datangi dia kerumahnya. Toh orang tua dia pun udah setuju sama kau”.

Dari tulisan saya diatas, jelas terlihat bahwa sang wanita sangat mendominasi dan agresif dalam hubungan itu. Jelas si pria pun merasa tidak nyaman, kan? Agresif juga memang diperlukan agar pasangan anda merasa bahwa anda membutuhkannya. Namun janganlah Hyper Agresif, pria sangat tidak menyukai hal tersebut.

Bilapun dalam hubungan tersebut anda temukan masalah, sediakan waktu berdua untuk membicarakan hal tersebut berdua dan jangan saling mengedepankan emosi. Kalau begitu, bukan penyelesaian yang akan anda dapatkan. Jangankan menjadi suami, menjadi pacarpun dia akan enggan.

Berikan pasangan anda kelonggaran waktu dan biarkan dia memanjakan anda dengan caranya. Toh para pria juga memiliki hati yang lembut jika memang ia mencintai dan berniat mengajak anda ke tahap yang lebih serius lagi. Dan jika masih mau mengatur pasangan anda, berarti anda juga harus siap diatur olehnya.

Dari pada dahi berkerut terus, mending nikmati waktu anda denga pasangan. Jangan marah-marah lagi ya. Pasangan anda pasti mencintai anda. Salam Sayang dari saya.

Jalani Hidup Dengan Ikhlas !


Jangan pernah mencela kegagalan
sebab akan berwujud kesombongan
Jadilah jiwa yang mengenal kegagalan
sebab gagal adalah tertundanya keberhasilan

Layaknya masalah
terimalah dengan ikhlas
Bakarlah dirimu dengan sabar
agar kau mampu selami hidupmu
***
Aku melihat seorang ksatria,
tulang-tulangnya patah tersungkur dalam kekalahan
Aku mendengar dia berteriak
menyuarakan sombong kebenaran menurut hatinya
Sedangkan otakku hanya menangkap kebodohan
yang membentang memayungi dirinya
sebab kebenaran adalah kesatuan tak terpecah, tak juga memecah
***
Jika manusia mati meninggalkan jasad terlentangnya dalam serambi tangisan,ruhnya terbang melayang. Kelak ruh itu akan menyampaikan kesaksian pada sang Raja kebenaran.
***
Dia yang dihampiri kemenangan akan menikmati manis buahnya,
jauh dari pikirannya bagaimana kulit adil kebenaran terbentuk
Namun ketika dia kalah dalam suatu pertempuran
akan cenderung mengukur keadilan
dan merasa tidak ada kebenaran adil baginya
Melainkan keyakinan kebenarannya sendiri
menjadi hakim yang memihaknya
dengan ketukan-ketukan palu ketidakpuasan
***
Kebenaran adalah menuju kepada-Nya yang Esa,
kegagalan adalah suguhan keberhasilan
dari perjamuan Illahi sebagai bentuk yang harus di nikmati
dengan mangkuk Iman penuh Keikhlasan

Senin, 12 Maret 2012

Surat Cinta Untuk Kekasih


sebulan ini kau sungguh berbeda, seakan-akan aku tak punya tempat lagi dihatimu

kau tahu? tidurpun tak kulakukan demi menunggumu



derasnya hujan menemani kesendirianku dirumah



tak ada seorangpun, hanya buliran airmata yang tak kunjung berhenti

padahal aku inginkan kau temani malamku namun, tak jua kau temui aku

entah mengapa aku masih diam terpaku di depan layar netbook, 

menunggumu yang mungkin tak pedulikan aku

aku hanya meminta sedikit perhatianmu, lewat OL sayang,,  hanya lewat OL

sebab permintankupun tak kau indahkan, 

padahal 4 bulan sudah hanya namamu dihatiku 

aku mengerti adamu, sulitmu, bahkan saat stresmu, silahkan ceritakan padaku.. 

menjadi tong sampahmu pun aku rela, asal bisa terus bersamamu

apa kau tahu inginku, sayang? aku ingin perhatianmu,aku ingin cintamu sehangat dulu

temui aku, aku menunggumu sebab cinta ini utuh untukmu

Minggu, 11 Maret 2012

Perempuan Aceh Nongkrong di Warung Kopi, Kenapa Tidak?

Kopi adalah minuman nikmat yang sangat disukai oleh kaum adam. Dalam berbagai kesempatan, kopi tak pernah ketinggalan untuk disajikan sebagai teman berbagai penganan, mulai dari kue kering, kue basah hingga makanan berat lainnya (walaupun mungkin dirasakan tidak cocok), namun bagi penikmat kopi apapun makanannya yang penting kopi minumannya. Mungkin ini kedengarannya berlebihan, namun tidak bagi pecandu si Hitam ini.



Perempuan dan Kopi

Jangankan pria, banyak wanitapun menyukai kopi. Suatu ketika saat saya masih bekerja di Medan, setiap pagi pasti saya melihat secangkir kopi diatas meja kerja atasan saya yang juga wanita. Lalu saya bertanya, “ini kopi ibu?”, “iya”, jawabnya santai sembari berkata “saya sangat menyukai kopi, perempuan penyuka kopi biasanya perempuan mandiri dan penuh semangat serta totalitas dan loyalitasnya yang sangat tinggi dalam setiap hal yang ia lakukan”.
Saya yakin, diantara banyaknya kompasioner perempuan pasti ada yang menyukai si Hitam ini, kan?
Perempuan penyuka kopi bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Lihat saja kedai kopi yang berasal dari Amerika itu yang dapat sukses mengembangkan bisnisnya sampai ke Indonesia. Sejauh pengamatan di kota saya pengunjung kedai kopi ini cukup berimbang antara laki-laki dan perempuan. Pada tulisan saya kali ini saya tak akan membahas kopi di daerah lain, namun cukup untuk di kampung halaman saya sendiri yaitu Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dimana terdapat Opini Pro dan Kontra tentang Perempuan di Warung Kopi.

Hari Perempuan Internasional dan Perempuan “nongkrong” Di Warung Kopi Di Aceh

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan internasional. Ini merupakan ungkapan bahwa perempuan telah banyak yang berhasil di berbagai bidang baik bidang ekonomi, politik, dan social. Peran perempuan sudah bisa disejajarkan dengan kaum pria.
Salah satu indikasinya adalah adanya interaksi di Warung Kopi, berbaur bersama laki-laki dengan dibatasi norma agama dan kesusilaan, Sebagai mana yang telah diperjuankan RA. Kartini dahulu untuk menyamakan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.

Opini Tentang Perempuan Yang Berada di Warung Kopi

Sudah menjadi konsumsi umum bahwa Aceh merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia dimana masyarakatnya begitu mencintai kopi. Dulu, warung kopi di Aceh sangat sederhana sehingga hanya laki-laki saja yang masuk dan duduk di warung kopi, namun Pasca Tsunami 26 Desember 2004 warung kopi begitu menjamur di Aceh khususnya Banda Aceh dan Aceh Besar.
Tempatnya bukan lagi seperti dulu namun lebih mirip seperti café atau coffee shop kebanyakan yang punya fasilitas Hot Spot ( free Wi-Fi Internet) sehingga banyak masyarakat yang mendatanginya baik laki-laki maupun perempuan.


Semakin banyaknya warung kopi yang hadir ternyata menimbulkan pendapat yang berbeda dari seorang anggota DPRA seperti dilansir oleh www.atjehpost.com. Menurut beliau warung kopi tersebut amat mempengaruhi pergeseran Nilai Perempuan Aceh yang berbudaya islami karena terdapat perempuan yang kembali malam hari dari warung kopi. Lebih lanjut beliau juga menambahkan jika perempuan ingin disetarakan dan disamakan haknya dengan laki-laki maka kumpul-kumpul ini bisa dilakukan ditempat umum lainnya misalnya perpustakaan.

Sebagai pecinta warung kopi, pendapat beliau tersebut cukup menggelitik saya untuk mengadakan polling melalui SMS dan Facebook kepada teman-teman saya sesama perempuan penikmat kopi di Banda Aceh. Tak cukup sampai disitu, sayapun menghubungi mereka lewat telepon. Tak lupa pula saya meminta pendapat teman-teman lelaki, bagaimana pandangan mereka dengan perempuan yang ada di warung kopi.

***
Pendapat pertama saya dapati dari Dina. Menurutnya melestarikan budaya Aceh sih boleh aja tapi jangan dengan cara menghakimi perempuan dengan berkata demikian. Sampai malam yang bagaimana? Apakah ada yang sampai jam 2-3 pagi? Karena menurut yang aku perhatikan, itu tidak ada. Pendapat itu terlalu berlebihan. Masyarakat Aceh dituntut untuk maju supaya tak tertinggal dari masyarakat daerah lain, tapi pola pikir para petingginya masih seperti di jaman penjajah.


Muda-mudi yang hangout di warung kopi itu hampir seluruhnya orang berpendidikan dan pekerja kantoran. Ngumpul-ngumpul itu kan Cuma untuk menghilangkan penat di kampus dan di kantor setelah seharian beraktifitas. Dan mereka tentunya orang-orang yang mengerti agama dan aqidah jadi tak ada salahnya mereka duduk di warung kopi tersebut untuk berinteraksi dengan teman-temannya.
Selain Dina, Debby juga menambahkan dari hendaknya ke warung kopi dengan suaminya bagi yang telah menikah dan bagi yang belum menikah dapat pergi bersama saudaranya. Pendapat tersebut ditambahkan lagi oleh Rohanti, perempuan duduk di warung kopi itu lebih baik memperhatikan etika dalam bergaul supaya pendapat negative tentang perempuan bisa diminimalisir.
Selain opini dari para perempuan, ada juga Ahmad dan Deni yang mengatakan bahwa tak ada salahnya perempuan di warung kopi karena menurut pengamatan mereka, perempuan di warung kopi itu Cuma untuk ngenet secara disetiap warung kopi pasti ada free WIFI. Banyak juga diantara mereka yang mencari tugas kuliah, ngopi file kuliah dari kawan atau ngetik.
Menurut Diki, pendapat itu tentunya dirasakan berlebihan jika alasannya masalah keamanan si perempuan. “menurut aku sih biasa aja perempuan di warung kopi. Tentang masalah keamanan dan pelecehan seksual, hmm,,, tindakan tersebut bisa terjadi dimana aja kan? Gak mesti di warung kopi”.





Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sendiri tidak memiliki sarana hiburan seperti Mall untuk tempat nogkrong layaknya kota lainnya, maka warung kopilah yang memegang peranan penting dalam interaksi social masyarakatnya. Didalam warung kopi befasilitas WIFI tersebut bisa juga dipakai untuk rapat (bagi para pekerja kantoran).
Ada juga warung kopi yang memakai layanan TV Digital yang mungkin di rumah masing-masing saja belum ada, tapi di warung kopi ada. Bahkan ada juga yang memakai proyektor untuk nonton bareng jika sedang ada kompetisi Bola, tentunya perempuan juga menikmati suasana ini. Alasannya yaitu untuk bersosialisasi. Di dalam warung kopi tersebut juga disediakan mushalla dan setiap hari jum’at warung kopipun tutup sesuai waktu shalat jum’at. Jika puasa, warung kopi tutup dari selesai sahur sampai menjelang berbuka puasa. Ada juga warung kopi yang buka lagi seusai shalat tarawih.
Menjamurnya bisnis warung kopi ini juga dapat menambah pemasukan bagi masyarakat Aceh, tentunya semakin banyak dibukanya lapangan pekerjaan.
Jika Agama dan Budaya dijadikan alasan untuk mengekang dan membatasi ruang gerak kaum perempuan, maka alangkah lebih bijak lagi jika masing-masing orang belajar untuk menumbuhkan pikiran positif terlebih dahulu, dengan demikian tak canggung lagi dengan euphoria yang terjadi di Aceh. Aceh ingin maju bukan? Bukankah pemerintah daerah pun bangga jika daerahnya maju? Maju dalam artian masih memegang teguh norma.
Adalah suatu kemajuan bila perempuan aceh kini bisa bergerak lebih bebas. Ini mengindikasikan bahwa pola pikir masayarakatnya sudah lebih maju. Keberadaan mereka dihargai oleh kaum laki-laki di sana, bukan menjadi obyek yang bisa dilecehkan apalagi hanya karena nongkrong di warung kopi. Ini berarti, wanita tetap bisa bergaul dengan tetap menjaga batas kesopanan dan kenyamanan bersama.

Eksotika Cinta Sejoli


By : Auda Zaschkya & Ramadhan Al Fatih


Aku ingin menikmati suara deru ombak di seksinya pantai
hanya bersamamu,
berbalut romantisme senja kian melambungkan asaku untuk melahap waktu berdua denganmu
-
Sungguh begitu eksotis,
Seperti kudengar gerutu camar dan elang iri menyaksikan tingginya terbang kebahagian kita melampaui batas angkasa
-
Eksotika pantai ini semakin menggodaku,ketika
dapat ku rengkuh kau dalam dekapku
Sorot tajam mata kita menatap anggunnya pegunungan
dan
memandang geliat surya disana
hingga makin terasa nuansa birunya hati kita dalam semilir kemesraan
-
Esok, biarlah ombak menepi
surya berlalu lalang
menyinggahi senja
dan permukaan halimun
-
Namun cahaya bola mataku akan menjadi pantulan rembulan yang menerangi mimpimu
dan rekah tabir senyummu adalah semerbak bayu yang mengelus nirwana rinduku
***
Aku teramat damai bersamamu,
meski tak dapat kutukar eksotika pantai dengan
luasnya samudra cintaku padamu
***

Kamis, 08 Maret 2012

Aceh

Aceh adalah sebuah Daerah Istimewa setingkat provinsi yang terletak di Pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Daerah ini berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatra Utara di sebelah tenggara dan selatan.
Ibukota Aceh ialah Banda Aceh. Pelabuhannya adalah Malahayati-Krueng Raya, Ulee Lheue,SabangLhokseumawe dan Langsa. Aceh merupakan kawasan yang paling buruk dilanda gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Beberapa tempat di pesisir pantai musnah sama sekali. Yang terberat adalah Banda AcehAceh BesarAceh JayaAceh BaratSingkil dan Simeulue.
Aceh mempunyai kekayaan sumber alam seperti minyak bumi dan gas alam. Sumber alam itu terletak di Aceh Utara dan Aceh Timur. Aceh juga terkenal dengan sumber hutannya, yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan, dari Kutacane, Aceh Tenggara, sampai Seulawah, Aceh Besar. Sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser(TNGL) juga terdapat di Aceh Tenggara.



Sejarah

Pada zaman kekuasaan zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman tersebut, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga PerakKesultanan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di dunia Barat pada abad ke-16, termasukInggrisOttoman, dan Belanda.
Kesultanan Aceh terlibat perebutan kekuasaan yang berkepanjangan sejak awal abad ke-16, pertama dengan Portugal, lalu sejak abad ke-18 dengan Britania Raya (Inggris) dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah danPulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Britania Raya.
Pada tahun 1824, Persetujuan Britania-Belanda ditandatangani, di mana Britania menyerahkan wilayahnya di Sumatra kepada Belanda. Pihak Britania mengklaim bahwa Aceh adalah koloni mereka, meskipun hal ini tidak benar. Pada tahun 1871, Britania membiarkan Belanda untuk menjajah Aceh, kemungkinan untuk mencegah Perancis dari mendapatkan kekuasaan di kawasan tersebut.

Kesultanan Aceh

Artikel utama halaman ini adalah Kesultanan Aceh
Aceh pada zaman kerajaan di bawah kepemimpinan kesultanan. Kesultanan Aceh berdiri menjelang keruntuhan kerajaan Samudera Pasai dengan dengan Sultan pertamanya, Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528).
Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496-1903), Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada masa kepemimpinannya, Aceh telah berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari selat Malaka. Kesultanan Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain.

Sultan Aceh

Sultan Aceh merupakan penguasa / raja dari Kesultanan Aceh, tidak hanya sultan, di Aceh juga terdapat Sultanah / Sultan Wanita. Daftar Sultan yang pernah berkuasa di Aceh dapat dilihat lebih jauh di artikel utama dari Sultan Aceh.

Gelar-Gelar yang Digunakan dalam Kerajaan Aceh

Segala Hal Tentang Kerajaan Aceh

Perang Aceh

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Aceh
Perang Aceh dimulai sejak Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873 setelah melakukan beberapa ancaman diplomatik, namun tidak berhasil merebut wilayah yang besar. Perang kembali berkobar pada tahun 1883, namun lagi-lagi gagal, dan pada1892 dan 1893, pihak Belanda menganggap bahwa mereka telah gagal merebut Aceh.
Dr. Snouck Hurgronje, seorang ahli Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh, kemudian memberikan saran kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama, bukan kepada sultan. Saran ini ternyata berhasil. Pada tahun 1898J.B. van Heutsz dinyatakan sebagai gubernur Aceh, dan bersama letnannya, Hendricus Colijn, merebut sebagian besar Aceh.
Sultan M. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua istrinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Saat itu, hampir seluruh Aceh telah direbut Belanda.

Bangkitnya Nasionalisme

Sementara pada masa kekuasaan Belanda, bangsa Aceh mulai mengadakan kerjasama dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia dan terlibat dalam berbagai gerakan nasionalis dan politik. Aceh kian hari kian terlibat dalam gerakan nasionalis Indonesia. Saat Volksraad (parlemen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari Aceh. (Nyak Arif lalu dilantik sebagai gubernur Aceh oleh gubernur Sumatrapertama, Moehammad Hasan).
Saat Jepang mulai mengobarkan perang untuk mengusir kolonialis Eropa dari Asia, tokoh-tokoh pejuang Aceh mengirim utusan ke pemimpin perang Jepang untuk membantu usaha mengusir Belanda dari Aceh. Negosiasi dimulai di tahun 1940. Setelah beberapa rencana pendaratan dibatalkan, akhirnya pada 9 Februari 1942 kekuatan militer Jepang mendarat di wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Masuknya Jepang ke Aceh membuat Belanda terusir secara permanen dari tanah Aceh.
Awalnya Jepang bersikap baik dan hormat kepada masyarakat dan tokoh-tokoh Aceh, dan menghormati kepercayaan dan adat istiadat Aceh yang bernafaskan Islam. Rakyat pun tidak segan untuk membantu dan ikut serta dalam program-program pembangunan Jepang. Namun ketika keadaan sudah membaik, pelecehan terhadap masyarakat Aceh khususnya kaum perempuan mulai dilakukan oleh personil tentara Jepang. Rakyat Aceh yang beragama Islam pun mulai diperintahkan untuk membungkuk ke arah matahari terbit di waktu pagi, sebuah perilaku yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Karena itu pecahlah perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang di seluruh daerah Aceh. contoh yang paling terkenal adalah perlawanan yang dipimpin oleh Teungku Abdul Jalil, seorang ulama dari daerah Bayu, dekatLhokseumawe.

Masa Republik Indonesia

Sejak tahun 1976, organisasi pembebasan bernama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah berusaha untuk memisahkan Aceh dari Indonesiamelalui upaya militer. Pada 15 Agustus 2005, GAM dan pemerintah Indonesia akhirnya menandatangani persetujuan damai sehingga mengakhiri konflik antara kedua pihak yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun.
Pada 26 Desember 2004, sebuah gempa bumi besar menyebabkan tsunami yang melanda sebagian besar pesisir barat Aceh, termasukBanda Aceh, dan menyebabkan kematian ratusan ribu jiwa.
Di samping itu, telah muncul aspirasi dari beberapa wilayah Aceh, khususnya di bagian barat, selatan dan pedalaman untuk memisahkan diri dari Aceh dan membentuk provinis-provinsi baru.

Suku bangsa

Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku, kaum, dan bangsa. Leluhur orang Aceh berasal dari Semenanjung MalaysiaCham,Cochin CinaKamboja.
Di samping itu banyak pula keturunan bangsa asing di tanah Aceh, bangsa Arab dan India dikenal erat hubungannya pasca penyebaran agama Islam di tanah Aceh. Bangsa Arab yang datang ke Aceh banyak yang berasal dari provinsi Hadramaut (Negeri Yaman), dibuktikan dengan marga-marga mereka Al Aydrus, Al Habsyi, Al Attas, Al Kathiri, Badjubier, Sungkar, Bawazier dan lain lain, yang semuanya merupakan marga marga bangsa Arab asal Yaman. Mereka datang sebagai ulama dan berdagang. Saat ini banyak dari mereka yang sudah kawin campur dengan penduduk asli Aceh, dan menghilangkan nama marganya.
Sedangkan bangsa India kebanyakan dari Gujarat dan Tamil. Dapat dibuktikan dengan penampilan wajah bangsa Aceh, serta variasi makanan (kari), dan juga warisan kebudayaan Hindu Tua (nama-nama desa yang diambil dari bahasa India, contoh: Indra Puri). Keturunan India dapat ditemukan tersebar di seluruh Aceh. Karena letak geografis yang berdekatan maka keturunan India cukup dominan di Aceh.
Pedagang pedagang Tiongkok juga pernah memiliki hubungan yang erat dengan bangsa Aceh, dibuktikan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, yang pernah singgah dan menghadiahi Aceh dengan sebuah lonceng besar, yang sekarang dikenal dengan nama Lonceng Cakra Donya, tersimpan di Banda Aceh. Semenjak saat itu hubungan dagang antara Aceh dan Tiongkok cukup mesra, dan pelaut-pelaut Tiongkok pun menjadikan Aceh sebagai pelabuhan transit utama sebelum melanjutkan pelayarannya ke Eropa.
Selain itu juga banyak keturunan bangsa Persia (Iran/Afghan) dan Turki, mereka pernah datang atas undangan Kerajaan Aceh untuk menjadi ulama, pedagang senjata, pelatih prajurit dan serdadu perang kerajaan Aceh, dan saat ini keturunan keturunan mereka kebanyakan tersebar di wilayah Aceh Besar. Hingga saat ini bangsa Aceh sangat menyukai nama-nama warisan Persia dan Turki. Bahkan sebutan Banda, dalam nama kota Banda Aceh pun adalah warisan bangsa Persia (Banda/Bandar arti: Pelabuhan).
Di samping itu ada pula keturunan bangsa Portugis, di wilayah Kuala Daya, Lam No (pesisir barat Aceh). Mereka adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan nakhoda Kapten Pinto, yang berlayar hendak menuju Malaka (Malaysia), dan sempat singgah dan berdagang di wilayah Lam No, dan sebagian besar di antara mereka tetap tinggal dan menetap di Lam No. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511, pada saat itu Lam No di bawah kekuasaan kerajaan kecil Lam No, pimpinan Raja Meureuhom Daya. Hingga saat ini masih dapat dilihat keturunan mereka yang masih memiliki profil wajah Eropa yang masih kental.
Sejarah pun mencatat bahwa tokoh-tokoh besar kelas dunia seperti, Marco PoloIbnu Battuta, serta Kubilai Khan, pernah singgah di tanah Aceh.

Bahasa

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa AcehBahasa Indonesia.
Meskipun banyak yang menggunakan bahasa Aceh dalam pergaulan sehari-hari, namun tidak berarti bahwa corak dan ragam bahasa Aceh yang digunakan sama. Tidak saja dari segi dialek yang mungkin berlaku bagi bahasa di daerah lain; bahasa Aceh bisa berbeda dalam pemakaiannya, bahkan untuk kata-kata yang bermakna sama. Kemungkinan besar hal ini disebabkan banyaknya percampuran bahasa, terutama di daerah pesisir, dengan bahasa daerah lainnya atau juga karena kelestarian bahasa aslinya.
Orang Aceh mempunyai bahasa sendiri yakni bahasa Aceh, yang termasuk rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Aceh terdiri dari beberapa dialek, di antaranya dialek Peusangan, Banda, Bueng, Daya, Pase, Pidie, Tunong, Seunagan, Matang, dan Meulaboh, tetapi yang terpenting adalah dialek Banda. Dialek ini dipakai di Banda Aceh. Dalam tata bahasanya, Bahasa Aceh tidak mengenal akhiran untuk membentuk kata yang baru, sedangkan dalam sistem fonetiknya, tanda 'eu' kebanyakan dipakai tanda pepet (bunyi e).
Dalam bahasa Aceh, banyak kata yang bersuku satu. Hal ini terjadi karena hilangnya satu vokal pada kata-kata yang bersuku dua, seperti "turun" menjadi "trôn", karena hilangnya suku pertama, seperti "daun" menjadi "ôn". Di samping itu banyak pula kata-kata yang sama dengan bahasa-bahasa Indonesia Bagian Timur.
Masyarakat Aceh yang berdiam di kota umumnya menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosial. Namun demikian, masyarakat Aceh yang berada di kota tersebut mengerti dengan pengucapan bahasa Aceh. Selain itu, ada pula masyarakat yang memadukan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Aceh dalam berkomunikasi. Pada masyarakat Aceh di pedesaan, bahasa Aceh lebih dominan dipergunakan dalam kehidupan sosial mereka. Dalam sistem bahasa tulisan tidak ditemui sistem huruf khas bahasa Aceh asli.
Tradisi bahasa tulisan ditulis dalam huruf Arab-Melayu yang disebut bahasa Jawi atau Jawoe, Bahasa Jawi ditulis dengan huruf Arab ejaan Melayu. Pada masa Kerajaan Aceh banyak kitab ilmu pengetahuan agamapendidikan, dan kesusasteraan ditulis dalam bahasa Jawi. Pada makam-makam raja Aceh terdapat juga huruf Jawi. Huruf ini dikenal setelah datangnya Islam di Aceh. Banyak orang-orang tua Aceh yang masih bisa membaca huruf Jawi.
Bahasa lain yang digunakan di Acah adalah Bahasa Gayo yang dituturkan di kabupaten Aceh TengahBener MeriahGayo Lues dan Serbajadi,Aceh TimurBahasa Simeulue dan beberapa bahasa lainnya di kabupaten Simeulue, Melayu TamiangAlasAneuk Jamee yang merupakan dialek Bahasa Minangkabau dan Bahasa Kluet.

Agama

Mayoritas penduduk di provinsi Aceh memeluk agama Islam. Selain itu provinsi Aceh memiliki keistimewaan dibandingkan dengan provinsi yang lain, karena di provinsi ini Syariat Islam diberlakukan kepada sebagian besar warganya yang menganut agama Islam.

Pendidikan

Dalam hal pendidikan, sebenarnya provinsi ini mendapatkan status Istimewa selain dari D.I. Yogyakarta. Namun perkembangan yang ada tidak menunjukkan kesesuaian antara status yang diberikan dengan kenyataannya. Pendidikan di Aceh dapat dikatakan terpuruk. Salah satu yang menyebabkannya adalah konflik yang berkepanjangan, dengan sekian ribu sekolah dan institusi pendidikan lainnya menjadi korban. Pada UAN (Ujian Akhir Nasional) 2005 ada ribuan siswa yang tidak lulus dan terpaksa mengikuti ujian ulang.
Aceh juga memiliki sejumlah Perguruan Tinggi Negeri seperti



[Review] Natu Savon Kose Cosmeport, Refresh Your Day with Apple & Jasmine

Hai Beauties. Kembali lagi ke blog saya yang kali ini masih akan membahas skin care. Namun, sedikit berbeda dari biasanya. Kalau...