Kamis, 06 September 2012

Mengapa Harus Takut Menjalani LDR?



Memiliki pasangan hidup yang terbaik diantara yang baik adalah dambaan setiap manusia. Maka dari itu, langkah pacaran pun pasti diambil. Pacaran ini sebenarnya bila disikapi dengan serius, tentunya sangat berguna untuk saling mengenal kepribadian dari masing-masing pasangan, supaya tidak salah memilih pasangan yang layak untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Alasan yang cukup wajar, bukan?

Untuk yang tinggal berdekatan domisilinya, hubungan pacaran yang akan dijalani tentunya terbilang mudah, dimana tingkat intensitas pertemuannya yang mudah. Apalagi kalau mudahnya itu karena tetanggaan. Seperti lirik lagu Uut - Pacar Lima Langkah.

Namun, bagaimana untuk yang harus menjalani LDR? Pasti pembaca sekalian pernah mengetahui tentang LDR, bukan? Ya,, Long Distance Relationship atau memiliki hubungan cinta dengan seseorang yang tinggalnya berjauhan, misalnya beda kota, beda negara atau beda benua.

1346787130822994447
image from http://www.vemale.com

Seperti yang kita ketahui bersama, sebenarnya LDR ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani. Cukup banyak kendala yang menghambat jalannya kisah cinta sepasang insan ini, misalnya intensitas bertemu yang diakibatkan oleh jarak yang berjauhan. Seperti yang juga dikemukakan oleh Psikolog Anna Surti Ariani S.Psi.M.Si kepada www.wolipop.detik.com “kendala saat menjalani LDR bisa bermacam-macam. Semakin jauh jarak, tantangannya akan semakin beragam”.

Sebagai seorang yang terbiasa dengan LDR ini, sedikit banyak saya memahami apa saja kendala yang dialami oleh pasangan LDR diluar sana.

1.       Kesibukan
Kita dan pasangan memiliki kesibukan yang berbeda di tempat domisili kita masing-masing untuk itu dituntut saling pengertian. Namun masalahnya, sudah dimengerti tapi tetap saja masih adanya ganjalan yang menyebabkan ribut-ribut kecil dalam hubungan itu sendiri.
Misalnya : ketika seorang wanita menghubungi anda (pria) disaat jam sibuk anda. Lalu anda mengatakan tidak bisa melayaninya berbicara tapi dengan suara yang cukup keras (tidak enak didengar), maka sang perempuan pun akan marah. Kemudian terjadilah ribut-ribut itu.
Alangkah baiknya, sebisa mungkin layani dulu sang wanita untuk mengobrol sebentar. Kemudian katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sekarang. Katakan dengan intonasi suara yang cukup lembut dengan menyertakan alasan yang masuk akal dan jangan lupa, berjanjilah untuk menghubunginya kembali. Pasti sang wanita pun akan mengerti anda. Pembicaraan pun selesai dengan tidak meninggalkan beban atau amarah apapun, bukan? Hal ini berlaku juga untuk sebaliknya.

2.       Kesulitan Berkomunikasi
Di zaman yang serba canggih ini, siapa yang tidak memiliki ponsel? Pasti semuanya punya, bukan. Seperti pembahasan saya yang lalu, bahwa ponsel sekarang banyak yang murah berkisar antara harga Rp 200.000-Rp 300.000 (bukan ponsel second). Sangat tidak mungkin rasanya bila ada yang mengatakan tidak memiliki handphone. Kartu ponsel dari berbagai provider pun banyak yang murah. Apalagi bagi pekerja yang dituntut untuk selalu berhubungan dengan orang lain. Bagaimana bisa tetap berhubungan dengan relasi bila tidak memiliki ponsel? Begitu juga untuk berhubungan jarak jauh dengan pasangan. Masa’ cintamu lebih murah dari harga ponsel sih?

Media sosial juga turut andil dalam hubungan cinta ini. Apalagi di facebook ada fitur chat. Belum lagi chattingan di Yahoo Massanger (YM). Atau saling berkirim pesan lewat Direct Message (DM) di twitter. Kalau yang punya BlackBerry bisa BBMan. Bukankah media sosial ini cukup membantu jalinan cinta bagi yang sedang berstatus LDR ini?
Tak ada yang sulit jika anda mau tetap saling berkomunikasi, bukan? Toh banyak juga alat penghubungnya. Jadi jangan katakan banyak alasan untuk tidak berhubungan dengan pasangan anda.

3.       Curiga Yang Berlebihan
Nah,, untuk yang satu ini paling sering jadi pembicaraan di sekeliling kita, bukan? Adanya kedekatan pasangan kita dengan orang lain kerap sekali menjadi permasalahan besar yang dapat memisahkan hubungan anda. Belum lagi, kalau anda mempersiapkan mata-mata untuk melihat gerak gerik pasangan anda. Sang mata-mata akan menyampaikan apa yang dilihatnya tentang anda kepada pasangan anda. Dan yang tidak mengenakkannya, pasangan anda lebih percaya kepada mata-matanya dari pada kepada anda yang pacarnya. Kemudian pasti ribut dan ujung-ujungnya? Putus.

Seperti misalnya yang terjadi pada saya sekitar tahun 2009 yang lalu. Saat itu saya menjalani LDR dengan seseorang yang ternyata mempersiapkan mata-matanya yang kebetulan kuliah dan tinggal di kota domisili saya sekarang. Saat itu teman saya (laki-laki) yang  liburan ke Medan minta ditemani jalan-jalan. Maka saat itu saya pun pergi bersama sang teman. Sepulang saya ke rumah, sang pacar menghubungi saya dan menuding saya berselingkuh dengan laki-laki lain.

Dia mengatakan bahwa mata-matanya melihat saya jalan dengan seorang laki-laki. Saya sudah menjelaskan itu adalah teman yang minta ditemani jalan-jalan karena sedang liburan. Namun ia tetap tidak percaya. Yang parahnya dengan kasarnya ia membentak-bentak saya terus dari malam sampai menjelang subuh di telepon. Kontan hal ini membuat mama saya marah dan menyuruh saya memutuskan hubungan dengan dia. Mama saya berkata, “orang pacaran itu mencari kenyamanan dan kepercayaan harus tinggi walaupun jarak jauh. Bukannya malah dimarah-marahi gini. Aku yang kasih makan kamu, bukan orang lain, ‘gak berhak dia marah-marahi kamu. Jadi putusin aja dia. Belum jadi benaran, kok udah kurang ajar sama kamu”, kata mama. Memang saat itu saya masih memaafkannya namun tabiatnya yang tidak berubah, mendorong saya untuk benar-benar memutuskan hubungan kami.

Dari pengalaman saya diatas,sikap saling percaya harus ditanamkan kepada masing-masing pasangan dan tidak perlu menyiapkan mata-mata untuk mengawasi pasangan. Masa’ cintamu bisa  rusak hanya karena kamu tak mepercayai pasanganmu??? Cinta apa gitu? Lemah lah.. sama mata-mata aja cintamu bisa kalah.

4.       Masuk ke Lingkungannya
Mungkin untuk memasuki dunianya yang asing bagi kita adalah awal yang susah di awal-awal kita berhubungan. Pelan-pelan masuki dunianya, kalau perlu SKSD dengan teman atau keluarganya  . dengan begitu mereka akan mengenal kita sebagai pacar dia. Nah.. dari situ kita bisa mengorek informasi tentang dia, so ‘gak perlu pakai jasa mata-mata yang tak dibayar itu. Pun mata-mata itu tak mengenal kita.

Seperti yang sudah saya singgung diatas, LDR ini rentan sekali sama yang namanya putus. Mengapa memilih putus? karena :

1.       Perselingkuhan
LDR ini memiliki berbagai macam cobaan dan yang terberat adalah karena selingkuh. Ketidakmemiliki pasangan disampingnya adalah faktor utama ia mencari pacar lagi.Awalnya sih memang setia memegang komitmen, tapi siapa yang tahu dibelakang anda?
Begitu pula yang sering dikatakan oleh teman-teman saya beberapa tahun yang lalu. Salah satunya “cowokmu disana pasti punya pacar lagi karena kau ‘gak ada disana”.Dan hal itu pula dibenarkan oleh teman si laki-laki itu dengan berkata, “aku memang harus jujur, aku dekat sama dia dan dia disini memang punya pacar”. Bodohnya saya tidak percaya begitu saja dan menanyakan hal itu kepada pacar saya dan ia pun tak mau mengaku. Ya iyalah gak mau ngaku. Maling aja kalo’ ngaku penjara bakal penuh !

Saya yang bodoh ini percaya saja kepadanya. Alasan saya karena saya tidak melihat langsung. Ujung-ujungnya putus juga karena mama saya tak suka saya dimarah-marahi terus sama dia.

2.       Komunikasi yang Tak Maksimal
Lagi-lagi hal ini menyebabkan LDR ini tidak lancar. Kebanyak dari para pria keberatan jika dicari-cari oleh kekasihnya yang setiap saat membutuhkannya. Bagi para wanita, komunikasi itu sangat penting dalam menjalani LDR ini. Kalau tidak LDR, saya rasa lirik lagu dangdut diatas akan lebih dipakai oleh para wanita.

Buat para pria, kami para wanita menghubungi anda karena anda tinggal berjauhan dengan kami. Kalau anda tinggal satu kota dengan kami, telepon atau chat pun tidak akan sering kami minta. Kalau ingin, ketemu bisa saja kami para wanita melakukan berbagai macam cara untuk menemui anda (sama tempat domisili).

3.       Tidak Adanya Sikap Saling Percaya
Karena tidak bisa langsung bertatap muka, seseorang akan lebih gampang curiga kepada pasangannya. Nah, rasa curiga yang menggerogoti ini lambat laun akan mengakhiri kisah asmara anda. Dari pada ribut-ribut, banyak pasangan yang memilih untuk berpisah. Maka dari itu diperlukan sikap saling percaya. Dari awalnya kita berkomitmen untuk pacaran dengan seseorang, berarti kita harus percaya kepadanya.

4.       Tidak Dapat Menguasai Dirinya
Pernah dengar Insecure? Insecure ini adalah perasaan seseorang yang merasa tidak aman dengan dirinya sendiri ketika menjalani hubungan jaraka jauh. Misalnya dengan cemburu, posesif dan selalu curiga yang ujung-ujungnya bakal diikuti dengan pertengkaran dan akhirnya bakal putus. sebenarnya sih persaan insecure ini tak Cuma dialami oleh pasangan LDR saja, tak menutup kemungkinan bahwa pasangan yang berdekatan juga mengalaminya.

5.       Rasa Rindu
Rindu atau kangen adalah hal yang membuat pasangan ini semakin dekat namun rindu berat ini juga menjadi masalah jika tak kunjung bertemu dimana masing-masing pasangan bertengkar karena tak ada yang menyempatkan waktunya untuk mengunjungi sang pacar.
Karena itu, banyak juga pasangan yang tak sanggup menahan rindu lebih memilih untuk mengakhiri hubungannya.

Sebenarnya, Long Distance Relationship (LDR) yang susah ini akan menjadi gampang dipertahankan jika para pasangan LDR ini mengetahui bagaimana cara mensiasatinya. Caranya :

1.       Berbicara Setiap Hari
Walaupun kebanyakan pria menganggap hal ini adalah hal yang sepele, namun Ini adalah sesuatu yang mutlak yang biasanya diinginkan para wanita. Walaupun Cuma nanya, “kamu lagi ngapain?”. Ini bukan hal yang berlebihan bagi wanita. Karena sejatinya seorang wanita ingin mengetahui kabar dari kekasihnya setiap hari.

2.       SMSan, BBMan atau Chatting
Memang yang akan dibicarkan sangat singkat, namun inilah salah satu cara untuk menunjukkan cinta anda kepada pasangan anda.

3.       Menggunakan Teknologi Secara Maksimal
Kalau telepon, SMS, BBm dan jejaring sosial lainnya dirasakan tidak begitu maksimal mengentaskan rasa rindu pasangan LDR, saatnya menggunakan chat Video di Yahoo Massanger atau Skype. Jadi anda dan pasangan bisa melihat ekspresi wajah masing-masing.

4.       Kalau Kita Ketemu, Kita Ngapain Ya?
Nah,, ini adalah bentuk ucapan dari perencanaan hal-hal yang ingin dilakukan bila suatu saat anda akan menemui pasangan anda. Kedengarannya ini terlalu berlebihan ya? Memang sih, karena kan Belum ketemu ya santai aja dulu, nanti kalau sudah bertemu apa yang akan dilakukan akan terjadi dengan sendirinya. Namun, membicarakan angan-angan yang romantis bisa saja membuat pasangan anda memajukan waktu untuk bertemu anda.

5.       LDR terus. Normalnya, kapan?
Sebagai pribadi yang tidak ingin berpisah lagi dari pasangan anda, ada baiknya pertanyaan tersebut anda lontarkan kepada pasangan anda. Mengapa? Sebab, jika anda telah berani berkomitmen untuk serius, maka anda harus berani me”normal”kan hubungan anda ini. Maka segera, pastikan LDR yang anda jalani supaya segera bersama. Suatu keputusan yang tidak ringan memang, namun ini adalah pembicaraan yang penting demi mencapai tujuan akhir yang sama-sama diharapkan.

Setiap hubungan kasih yang akan dijalani, pastinya beresiko. Konon lagi dengan Long Distance Relationship (LDR) ini yang memang sangat beresiko. Namun resiko-resiko tersebut akan dapat diminimalisir dengan sikap saling pengertian, saling percaya dan komunikasi yang intens yang selayaknya dapat membuat pasangan anda dan anda sendiri merasa nyaman.

LDR itu sendiri ada karena kita yang telah berkomitmen untuk berhubungan dengan seseorang. Bila kita telah berani berkomitmen serta tahu akan adanya suatu keharusan ber-LDRan,  so mengapa harus takut untuk menjalani LDR?

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...