Minggu, 07 Juli 2013

Waspadai Don Juan, Playboy, dan Perayu Maya di Sekitar Anda!


Tentu tak asing lagi bagi kita istilah Don Juan/Cassanova ini, bukan? Lalu adakah kesamaan antara mereka dengan para playboy? Tidak. Mereka tak sama dengan playboy, apalagi perayu maya.

Don Juan

Don Juan adalah seorang tokoh fiksi yang karakternya sama dengan Cassanova, lengkapnya Giacomo Girolamo Casanova de Seingalt (1725-1798). Lelaki kelahiran Venezia ini berprofesi sebagai pedagang, petualang, juga pengarang  buku. Berkat kepiawaiannya memikat hati banyak perempuan, julukan sang pecinta sejati pun diperoleh oleh lelaki yang kurang tampan ini.

Nah,,, kok bisa ya? Ini juga yang saya bingungkan, bagaimana bisa seorang yang dikatakan kurang tampan malah meniduri puluhan wanita? Pembaca, khususnya pria yang masih jomblo pasti bertanya-tanya, kok bisa sih dia gitu? Lha saya, pacar aja ‘gak punya? Hehehe…

Bicara tentang Don Juan, di Indonesia juga ada. Kasus suap impor daging sapi yang menyeret seorang petinggi PKS dan makelar bernama Luthfi Hasan Ishaq dan Ahmad Fathanah masih segar dalam ingatan para jomblo lelaki. Atau yang lebih sensasional adalah Eyang Subur yang sempat mengumpulkan ke-delapan istrinya dalam satu rumah. Wah… tambah meringis nih hati kalian ya jomblower laki-laki? Hehehe… Bisa dibayangkan dong ya sepak terjang mereka yang telah sukses menjadi Don Juan.

Don Juan sendiri, tingkat kelakuannya lebih tinggi dari pada playboy dan perayu maya. Sebutan itu sangat akrab bagi mereka para lelaki penjaja cinta yang menghalalkan segala cara untuk menaklukkan hati perempuan yang menarik di matanya yang diakhiri dengan ajakan untuk berhubungan seksual. Cara awal yang mereka lakukan tentunya tak jauh berbeda dengan kebanyakan laki-laki, yakni merayu dengan :

1. Memberi Bunga
Ini bunga benaran ya, bukan bunga Bank, dan bunga yang paling sering diberikan sebagai penghantar cinta adalah mawar merah. Perempuan mana yang tak sumringah senyum dan hatinya bila diberikan bunga oleh seorang laki-laki yang juga disukainya? Seorang tomboy seperti saya pun mungkin akan menyukai bila diberi bunga, bahkan bila saya tak menyukai orangnya.

2. Kalimat Manis
Puisi dan teman-temannya adalah bagian dalam melancarkan aksi mereka. Mereka akan berusaha menaklukkan sang perempuan dengan kalimat manis, entah dari mulutnya langsung atau dari untaian kalimat yang mereka tuliskan.

3. Tak Kenal Putus Asa dan Culas
Ya, kata putus asa tak pernah ada dalam kamus hidup mereka. Bila belum diterima, mereka akan terus berusaha dan bila mereka menemukan lelaki lain yang notabenenya juga menyukai sang perempuan, sifat culasnya pun semakin terasah. Seperti yang telah saya katakan di atas, mereka akan menghalalkan berbagai cara untuk menaklukkan perempuan incarannya. Selengkapnya di sini
.
Playboy
Bicarain playboy, saya jadi teringat sama salah satu lagu dari girl band yang liriknya “Gak, gak, gak kuat, aku gak kuat sm playboy. Gak, gak, gak level sama cowok gampangan”. Siapa playboy ini? Sejauh pengalaman saya bertemu mereka, playboy adalah laki-laki yang suka berganti pacar/pasangan. Mereka selalu merasa, ah.. pacarku gak OK, cari baru dong. Tampangku kan OK. Lalu mulailah dia berpetualang, mempermainkan hati banyak perempuan. Ya, hanya sebatas bermain hati tanpa melakukan penetrasi seksual.

Misalnya seorang teman, sebut saja R. R ini berasal dari keluarga broken home. Saya mengenalnya sejak duduk dibangku SMP. R  ini berperawakan cukup tampan dengan senyum manis, juga hidung mancung. Dalam hal pendidikan, ia pun cukup pintar. Sebagai anak kedua, keluarganya pun ia yang mengurus terlebih setelah sepeninggal ayahnya. Waktu sekolah dulu, cukup sering ia berganti-ganti pacar. Alasannya ya gitu, pacar pertama gak Oklah, lalu putus dan cari pacar kedua. Selanjutnya, ada juga playboy yang buat perempuan itu seperti barang koleksi. Jadi dia punya lebih dari satu pacar.

Menurut saya pribadi, dari pada di pacari sama playboy, mending gak usah deh. Atau bagi sudah yang terlanjur “jadian”, putus saja. Dan yang paling OK adalah lebih baik Jomblo dari pada makan hati sama si playboy ini. Ngapain juga kan berharap sama playboy, toh mereka Cuma bs PHP (Pemberi Harapan Palsu). #saveJomblo #okesip hehehe…
Terus, playboy ini kapan tobatnya ya? Hm… Pasti ada dong ya, toh tiap manusia memiliki rasa jenuh sama sifatnya sendiri. Seperti R yang sudah kapok jadi playboy dan sekarang lebih berkonsentrasi sama pekerjaan dan adiknya.

Perayu Maya
Sebelumnya saya telah menuliskan napak tilas sang penakluk hati perempuan di dunia nyata. Bagaimana dengan dunia maya? Cekidot ya bro/sist…

Perayu maya adalah seorang laki-laki yang melancarkan serangan rayuannya kepada perempuan melalui media internet. Rayuannya itu tak Cuma sekali atau dua kali, kalau dia udah suka sama seseorang, pasti akan mengejar terus. Yang namanya perempuan normal, kalau sudah dirayu terus-terusan sekalipun melalui media internet, siapa sih yang ‘gak luluh? Kata-kata cinta pun diumbar hingga sang perempuan incaran takluk padanya. Dan jika si perempuan sudah jatuh cinta pada si perayu maya ini, dia tak peduli bagaimana bentuk si lelaki. Cinta? Ya… dari sinilah cinta itu dimulai.

Yang namanya cinta, pasti diikuti sama rindu, kan? Biar dibilang Cuma cinta maya, kalau udah cinta, tetap saja cinta. Perasaan yang bermain di sini. Perasaan saling membutuhkan itu pasti ada. Cinta maya ini sungguh merepotkan. Kalaulah masing-masing bertukar nomor telepon, mungkin bisa terobati kerinduan itu, ditambah dengan adanya fasilitas Yahoo Massanger (YM) dan Skype yang bisa menampilkan gambar masing-masing. Cintanya memang maya, tapi kalau interaksinya intens begini, tentunya tak ada masalah. Cintanya Maya, Sakitnya Nyata jika kedua insan ini belum pernah bertemu tapi sudah saling cinta.

Yang disayangkan adalah masing-masing pasangan memanfaatkan teknologi ini bukan hanya untuk saling melihat ekspresi wajah, tapi juga mempertunjukkan bagian-bagian tubuh tertentu. Owalah… ini dia yang menjadi masalah. Bukan hanya yang muda saja, bahkan yang dewasa pun masih melakukan chat sambil men-share gambar daerah pribadinya. Oia, jika pembaca mendapati komentar begitu tentang saya, sekalian saya konfirmasi di sini, bahwa itu adalah FITNAH. Saya tak pernah melakukan hal tersebut dengan siapa pun. #skiptentangini.

Ada juga perayu maya yang menjadi Scrammer, tak jarang mereka memanfaatkan perempuan itu untuk meminta sejumlah uang, tentunya menggunakan alasan cinta. Selengkapnya silahkan lihat tulisan bunda Fey tentang Scrammer.

Sang perayu maya di Kompasiana juga ada. Terlepas dari hanya candaan/keseriusannya, dia hobi sekali menebar paku dalam setiap komentar. Jangankan yang muda, yang tua aja diembat. Hehehe.. ini yang lucu. Mau merayu, kok gak lihat-lihat dulu siapa yang dirayu? Kadang rayuannya itu sok nginggris. Maksud hati mau bilang, hai sweety… eh malah tertulis hai sweaty. Hehehe… saya sarankan, kalau mau merayu pakai bahasa inggris, baik-baik belajar bahasa inggrisnya. Karena, niat merayunya itu langsung kelihatan dari penulisan kata rayuan yang salah itu, walhasil rayuannya itu ‘gak bakal digubris deh sama si perempuan. Kalau mau mendapatkan hati perempuan incaran, gunakan cara-cara yang manis dan sopan dan jangan kasar. Bukannya mendekat, yang ada si perempuan langsung kabur.

Kalau saya bilang sih, tak ada enaknya menjadi Don Juan, Playboy, dan Perayu Maya terutama bagi kami kaum perempuan. Yang namanya perempuan normal itu, paling cepat deh jatuh cinta sama seseorang kalau sudah termakan rayuan, apalagi rayuannya itu intens. Dan ketiganya berpotensi merugikan fisik sekaligus menyakiti hati kami, para perempuan yang sempat menggunakan cintanya untuk Anda.

Kembalikan kepada diri Anda masing-masing, Anda juga memiliki saudara perempuan. Nah,, bagaimana jadinya kalau saudara Anda yang disakiti oleh lelaki berperangai sama seperti Anda? Sakit, tidak? Selamat berpikir! [Auda]

Tidak ada komentar:

Review Pure Papaya Ointment: Salap dengan Jutaan Manfaat

Kulit kering bagi kita, terutama perempuan, merupakan sebuah masalah. Pastinya, ini akan membuat kita malu, karena kulit kering terseb...