Sabtu, 07 September 2013

[fS] Baluri Ragamu dengan Canduku


Aku iri pada aktifitasmu. Mereka memaksaku membebaskan alamku demi melihatnya menggerayangi tubuhmu. Birahiku meledak-ledak pada batangan rokok yang menghiasi bibirmu, seolah ia sedang mengejekku. Gila...! Aku benci semua ini, Sayang.
Bagaimana bisa mereka kau biarkan bebas untuk menggauli ragamu? Sementara aku? Jangankan ragamu, peluhmu saja tak sempat kuseka, sayang. Kau terlalu disibukkan oleh kecintaanmu pada pena dan kertas itu, seolah waktumu hanya untuk mereka.

Ketika menatapmu, muncul rasa iba di diriku. Aku merintih, jiwaku sakit, Sayang!!! Rasanya dadaku robek kala aku merelakanmu bersama mereka. Mereka seperti Marijuana, mereka menggerogoti tubuhmu. Sadarkah kau, bahwa mereka itu adalah sang penjamah hidupmu, hingga dirimu sendiri dapat kau lupakan?

Ya ya ya... Aku tahu, seorang pakar pernah berkata bahwa tiap manusia membutuhkan aktualisasi diri dalam hidupnya. Namun melihat aktifitas berlebihanmu, begitu menyayat hatiku, Sayang. Ah... Seandainya kau tahu, yang kau lakukan itu adalah kesia-siaan.
Kemarilah, Lelakiku. Rebahkan tubuhmu di sisiku, saat ini. Aku tahu, legalitas itu begitu menuntut waktumu untuk melupakanku. Aku bosan... Jujur kukatakan, lelahku menyaksikan aktifitasmu. Bukankah telah berkali-kali kukatakan, aku sangat mengerti akanmu?

Kemarilah, Sayang. Katakanlah padaku tentang mimpi-mimpimu. Si pekat juga telah menunggu kita, bahkan ia begitu setia di dapurku, menunggu untuk kau cicipi bersama perempuan ini. Perempuan yang setia menyuguhkan kopi, bersama dirinya yang sah untuk kau nikmati.Bahkan, perempuan inilah yang sangat mengerti akan keluh kesahmu tentang aktifitasmu yang orang lain tak tahu.

Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...