Selasa, 04 Februari 2014

Masih Tentangmu

Dia yang kucintai kini, entah berada di mana. Sesaat dia ada, tanpa mengucap salam, kehampaan jiwaku kembali tertohok oleh kepergiannya. Polahnya hampir sama seperti yang sebelumnya, yang kini masih tetap memberi perhatian yang luar biasa padaku. Pada ketertarikanku di bidang sosial yang awalnya memang kupelajari darinya.

Setelah ia pergi, lama memang kumencari sosok inspiratif pemuas dahaga diri, sampai kutemukan ia yang berhasil membuatku kebingungan. Bagaimana tidak? Ia yang entah di mana. bersembunyi dibalik topeng. Yang pasti, topeng itu sering membuatku menangis. Membayangkan tanpa pernah terjadi pertemuan antara aku dan dia. Dia yang membuatku tertarik pada intrik politik negeri ini, juga dunia internasional.

Selama ia pergi, beberapa bulan lalu memang benar bahwa ada yang sempat menemani malam-malamku. Kuizinkan desahanku meninabobokan pejantan itu dengan harapan agar aku melupakan sosoknya. Ternyata apa? Tak ada kenikmatan yang kuperoleh. Yang ada hanya airmata. Airmata sebab mengingatnya. 

Dia yang entah di mana, masih menjadi kesayanganku. Hanya dia yang kurasakan mampu membimbingku ke arah yang lebih baik. Harapanku sederhana, bukan? Ya... Sederhana sekali bahkan. Sebab, aku tak meminta kekayaan hartanya. Yang kupinta hanyalah ilmunya. Ilmu yang membuatnya kaya, bahkan pintar. Juga ketenangannya, yang kurasakan jauh berbeda dengan laki-laki lain.

Aku juga tak tahu, mengapa hanya dia yang mampu membuatku terpana, padahal lelaki yang mungkin memperlihatkan sikap agresifnya masih ada dan tengah mengirimiku pesan, mengatakan kalau ia begitu menyukai percintaan fana kami. Da saja yang menikmatinya, kok. 


Walaupun andilku besar, namun aku tak merasakan apa-apa. Aku hanya membantunya melepaskan penatnya tanpa mempengaruhi hatiku sendiri. Hatiku masih tertuju ke kamu. Cuma kamu yang mampu meluapkan rasaku, dan ikhlasku jika dengan cinta. Cinta dan kekagumanku padamu, mampu membutakan logikaku. Mematahkan segala kesempurnaan mereka. Yang tampak olehku hanya kamu. Kamu yang telah membuatku jatuh hati dan berharap akanmu. 

Setiap kali aku mengingatmu, aku menangis dan berdo'a padaNya untukmu. Agar kamu dilindungi olehNya. Dan, semoga aku diizinkan bertemu kamu, walau untuk sekali saja. Aku ingin melihat langsung, seseorang yang selalu namanya terbesit dalam setiap do'aku.


Tidak ada komentar:

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan ol...