Sabtu, 30 Maret 2019

Sharing Online tentang Langkah Awal Memulai Blog


Blog sebenarnya bukan hal baru bagi saya, karena sejak tahun 2011, saya sudah memulainya lewat blog keroyokan www.kompasiana.com. Awalnya saya nge-blog, tentu saja untuk berlatih menulis karena saat itu, sejalan dengan cita-cita saya. Terus menulis di blog sampai akhirnya meyelesaikan sekolah lanjutan saya tersebut lalu sempat bekerja, tapi nge-blog tetap saya lakukan walau tak lagi menjadi prioritas. Namun setelah setahun pascakecelakaan, membangkitkan semangat, saya mulai memberanikan diri nge-blog lagi di www.audazaschkya.blogspot.com. Lalu seorang teman menyarankan untuk serius di blog sepertinya. Akhirnya, Juli 2017, si teman tadi membantu saya untuk men-TLD-kan blog saya ini menjadi www.auda zaschkya.com. Nah, meski usia blog TLD saya hampir dua tahun, tapi saya masih bisa disebut kurang dalam hal ngeblog, khususnya kurang mengerti akan fitur-fiturnya. Jangankan wordpress, blogspot saja yang saya gunakan, masih membingungkan buat saya.

Minggu lalu, saya mengikuti sharing session online bersama salah seorang beauty blogger yang tulisannya renyah dan tampilan blognya menarik, yaitu Icha Amalia. Lewat sharing online yang dikhusukan untuk pengguna blogspot.com tersebut, lebih kurang, seperti inilah yang disampaikan Icha:

How to Start a Blog?


Pada point mendasar ini, Icha menyampaikan beberapa langkah awal untuk kita memulai blog. Langkah-langkah tersebut - selain punya akun email tentunya-, kita harus mendaftar dan memilih platform blog, menetukan alamat blog, lalu memilih niche-nya.

Setelah blognya sudah ada di depan mata, selanjutnya, kita juga harus memperhatikan setting dan costumize blog. Ini juga yang (mungkin) masih banyak yang belum paham, termasuk saya. Ya, walaupun masih mendasar, jujur saja, saya masih bingung. Beruntungnya, Icha membahas topik ini (akan saya lanjutkan setelah ini).

Kemudian, tentu saja kita harus mulai menulis dan mempublikasikan tulisannnya. Ya iyalah. Kalau gak dipublikasikan, bagaimana mau dipromosikan, toh? 

Nah, baru setelah itu, promokosi dan optimasi konten blog. Ini kalau yang saya tangkap, kita harus gencar mempromosikan tulisan kita ke sosial media, mengingat segala sesuatunya (termasuk gosip), kita ketahui lewat sosial media, kan? ^_^ Ya biar update seperti akun gosip yang gak ada matinya, kita juga dituntut untuk mengoptimasi konten blog kita tadi supaya lebih menarik.

Dari beberapa point di atas, satu yang di-sharing oleh Icha yaitu tentang setting dan costumize layout blog. Kenapa ini (bisa dikatakan) mendesak? Karena kata Icha, ini adalah hal yang paling mendasar dari sebuah blog. Layout ini sambungnya, juga dapat menjadi salah satu ciri khas blogger, tentu selain isi konten dan cara menulisnya. Biasanya sih, ini tergantung pembaca juga. Karena kalau tampilan blognya menarik, pembaca tentu betah.

Bagian-bagian blog yang utama  terdiri dari Header, Body, Sidebar, dan Footer.  Oia, pilihan template di blogspot itu, mungkin akan sama. Namun kalau tata letak, font,headernya juga beda, nanti pasti akan kelihatan beda juga.

gambar punya icha


Ada beberapa elemen yang sebaiknya terdapat di blog kita tersebut. elemen-elemen tersebut yaitu About page, contact page, menu/navigasi, search box.

gambar punya Icha

Fungsi About Page (halaman tentang penulis) adalah supaya pembaca mengetahui siapa orang di balik konten yang sedang dibaca. Di sini, selain nama, kita bisa menuliskan mukaddimah (short intro) tentang kita dan blog kita tersebut. Ya, sebagai ajang promosi gitu. Selanjutnya, contact page berfungsi sebagai penghubung antara si pembaca ke penulis. Mana tau si pembaca ingin berkonsultasi dengan si penulis, nah lewat sini. Biasanya sih segala akun media sosial kita, kita cantumkan di sini, kan?

Ada menu/navigasi yang perlu dibuat supaya mempermudah pembaca untuk menjelajahi blog kita. Ya, sehancur-hancurnya blog kita, minimal penting ada kategori ini. Tak boleh ketinggalan juga, search box. Kata Icha, ini sebaiknya tetap ada meski fungsinya sama dengan navigasi tadi. Kenapa? Karena kadang, ada tulisan yang tak masuk kategori yang ada di navigasi. Tuliskan satu kata di search blox ini, bisa menelusuri cerita blog yang kita inginkan.

Pertanyaan selanjutnya, apa saja yang penting di tampilan (lay out) blog?
1.    Template
2.    Kombinasi warna
3.    Pilihan background
4.    Font
5.    Header


Yang pertama akan kita bahas yaitu Template. Template ini mendesak untuk dibenahi. Mengapa? Begini ceritanya.

Template (lay out) ini penting dibenahi karena menjadi first impression pengunjung ke blog kita. Kalau tampilannya berantakan, bisa jadi pengunjung malas baca isi blog kita. Kalau sudah begini, sebaiknya kita memilih template yang mudah memancing pembaca. Bagaimana lagi ini? Tentu saja template yang ringan dan biasa aja (user friendly). Gak usah kebanyakan cingcong (bahasa Medan) biar gak bikin bingung. Terus ya, mesti yang responsive dan compatible dengan banyak browser. Intinya sih kalau saya bilang untuk bagian ini, jangan menyulitkan orang lain. Jadi yang ringan-ringan saja, supaya loadingnya cepat. Kalau berat, bikin loadingnya lambat, pembacanya kabur, terus apa yang mau kita sampaikan, tak tersampaikan kepada pembaca. Sedih, kan?  Bertepuk sebelah tangan itu pedih, Jenderal! So, jangan bikin kecewa pasanganmu, ya! #lho ^-^ Oia, kita bisa coba page speed test di link ini: https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/

Kenapa blog kita itu harus responsive? Supaya bisa dibuka oleh pengunjung pakai gadgetnya yang mana saja. Ini penting biar gak ditinggal pembaca. Untuk Coba mobile friendly, bisa di-test di sini: https://search.google.com/test/mobile-friendly

Masih terkait tamplate. Sebaiknya pilih template yang tak terlalu rami dengan background berwarna putih. Namun juga hindari background warna yang terlalu terang dan gelap. Terus, jangan pakai background bergambar. Selain bikin berat dan loadingnya lama, ingat guys, pengguna blog ini bukan bocah. Ingat, jangan suka nyusahin orang. Terus yang mesti kita perhatikan juga, kita pakai saja font Serif/Sans Serif. Kenapa? Supaya pembaca mudah baca tulisan kita. Kan, bila kita memudahkan orang lain, Tuhan akan memudahkan kita juga. #eaaa.. Pun karena kita pengguna blog bukan bocah alay. Gak usah aneh-aneh, deh! Jadi fontnya pun biasa aja. Gak usah pakai font Script/cursive. Btw, nanti kata Icha, akan ada pembahasan lanjutan tentang ini.

Kemudian, tambahkan header berupa tulisan/gambar. Jika memakai gambar, sebaiknya ukuran tinggi maksimal 200 px. Usahakan gambar/foto yang ukurannya kecil dan menggambarkan tentang blogmu. Bagaimana lagi itu? Tenang, guys. Saya juga gak ngerti. Hahaha.. Kata Icha,cara bikin dan setting header akan dibahas nanti.

REKOMENDASI TEMPLATE

Kamu bisa cari template blog gratis di beberapa website berikut:

Googl-ing aja link yang di atas itu. Nah, kalau langkah-langkahnya, saya juga kurang paham, haha.. Tapi kata Icha, begini gaes:

*1* Download template yang kita mau. 

*2* Template yang kita download biasanya masih dalam bentuk RAR jadi harus di-unzip dulu untuk dapat file aslinya. Pakai program WinRAR. Masya Allah, saya sendiri gak ngerti ini ^-^

*3* Kalo di pc/laptop kita belum ada silakan download dulu. Di mana downloadnya? Kata Icha, “Carilah aja sendiri di google.”

*4* Buka filenya > Klik Extract File > muncul pop out > Pilih lokasi file > Klik OK

*5* Buka folder hasil unzip file tadi > Cari file yang berupa XML. Inilah file template yang sebenarnya, yang nantinya akan kita upload ke blog.

Cara mengganti/upload template. Gambar punya Icha
Cara upload template blogger:

1. Ke Dashboard > Pilih Tema
2. Klik Backup/Pulihkan yang ada di bagian pojok kanan atas
3. Klik Download Tema. Untuk menyimpan copy/backup dari tema kita yang sebelumnya.
4. Klik Pilih File > pilih file template yang akan digunakan > Upload
5. Kembali ke halaman utama Tema > pilih bagian seluler > Klik Roda/Gear warna abu
6. Muncul pop out pengaturan > Pilih Tidak
7. Simpan

Kata Icha, setelah mengganti template biasanya tata letak blog akan jadi berantakan. 

8. Kita bisa sesuaikan lagi dengan masuk ke tab Tata Letak. 
9. Atur sesuka kita lalu Klik Simpan Setelan (tombol oranye di bagian kanan atas).

Selanjutnya, pembahasannya tentang REKOMENDASI FONT.
Yang harus kita lakukan yaitu:

*1.* Cukup gunakan 2 jenis font. 1 font untuk bagian judul dan 1 font untuk bagian body. Btw, body itu bagian isi konten, Shay.

*2.* Kombinasikan antara font Serif dan Sans Serif.
Serif itu font yang punya ekor/garis kecil di ujungnya. Contoh: Times New Roman, Georgia, Bell MT. Kalo Sans Serif, sebaliknya. Dia ini tipe font yang nggak punya ekor/garis kecil. Contohnya: Calibri, Verdana, Arial.

Nah, kalau ini saya ngerti nih, untuk media cetak lebih baik untuk pakai font serif sedangkan media online lebih baik pakai font sans serif. Oia, di atas tadi kan sempat dibilang untuk menghindari pakai font Script & Cursive.  Yang mana itu? Font Script & Cursive ini tipe font yang hurufnya mirip tulisan tangan. Contohnya: Curlz MT, Freestyle Script, Gigi. Sungguh, men! Ini gak cocok untuk media online. Bikin bingung. Sumpah deh, jangan kayak bocah alay.

*3.* Kombinasikan ukuran font. Buat ukuran yang berbeda untuk bagian judul dan isi konten. 

Untuk font konten bisa pilih ukuran 12-14 px dan font judul sekitar 20 px. 

Ukuran ini nggak baku, kita bisa variasikan sesuai dengan template.

*4.* Sesuaikan warna font dengan warna background. Kombinasikan warna font gelap dengan background terang. Untuk background berwarna putih, selain warna fort hitam (#000000) juga bisa pilih warna abu-abu tua (#7f7f7f) atau biru tua (#4f4f79).  Pilihan font bawaan dari blogspot banyak banget. Kamu bisa pilih di Desainer Tema Blogger. Di desainer Tema Blog, kan kita tak cuma bisa ganti/pilih font saja tapi juga bisa resize ukuran sidebar, pilih warna background, warna elemen lain dll tanpa harus otak-atik html. 

Bingung? Sama. Aku juga. Tapi kata Icha, gini caranya: 

1. masuk ke Dashboard > pilih Tema > 
2. klik tombol oranye “sesuaikan” > otomatis redirect ke Desainer Tema Blogger.

Desain tema blog. Gambar Icha
Menu di desainer tema blo. Gambar Icha

CARA SETTING HEADER

Kalo mau bikin header katanya, bisa buat di canva. Apa itu? Mari googling.

Cara setting header:

1. Masuk ke Dashboard > Pilih Tata Letak
2. Klik Gadget Header Halaman
3. Muncul pop out window Mengkonfigurasi Header > Pilih file gambar header yang mau dipakai
4. Pilih opsi “selain judul dan keterangan” 
5. Klik Simpan > pop out window akan tertutup > Klik Simpan Setelan

Setting Header Blog. Gambar Icha

Itulah tadi langkah-langkah yang bisa digunakan untuk memaksimalkan blog kita biar kelihatan berkelas. Ngerti, gak? Sumpah saya aja belum ngerti sepenuhnya. Ya sudah... mari kita baca pelan-pelan lagi dan coba dipraktekkan.

Salam,
Auda Zaschkya


Rabu, 27 Maret 2019

Fintech Bawa Milenial Up Date Keuangan


Di era globalisasi seperti yang sedang kita alami kini, segalanya membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu agar lebih fleksibel, termasuk dalam mengatur pola dan cara kerja keuangan (finansial).



Oleh karena cara lama (cara konvensional) seperti membayar dengan uang tunai, dirasakan sudah ketinggalan zaman, apalagi perkembangan telepon selular pintar (smartphone) sudah semakin marak, peluang tersebut, dimanfaatkan oleh pendiri Gojek, Nadiem Makarim, yang memberikan kemudahan kepada setiap orang untuk menggunakan transaksi non-tunai lewat Go-Pay. Tak hanya Nadiem, teknologi finansial yang dilengkapi dengan kemudahan berbelanja, juga dilirik oleh Ahmad Zaky pendiri Buka Lapak dan William Tanuwijaya pendiriTokopedia. Mereka bertiga adalah anak muda Indonesia yang mendirikan perusahaan di usia muda. Lalu bagaimana dengan anak Medan?



Bertempat di Kafe Potret Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 90, Babura, Kota Medan, Kamis (21/3/2019), para blogger dan mahasiswa, berkesempatan menghadiri Pojok Literasi bertema Financial Technology yang ramah bagi Millenial. Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (DJIKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Blogger Crony ini, merupakan gelaran pertama Kick Off Pojok Literasi. Setelah saya dengarkan pemaparan dari para pemateri, dapat saya katakan, Creative Talk ini sangat bermanfaat bagi anak Medan sendiri, untuk melatih diri agar mampu bertahan dalam sisi finansial, serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, seperti yang sudah dilakukan Nadiem, Zaky, dan Willliam. Kenapa? Terang saja. Karena kini, Indonesia tengah memasuki  Internet of Things (IoT), yaitu revolusi industri 4.0. Maka dari itu, segala sesuatunya dengan internet, dapat dikerjakan lebih efektif dan efesien, termasuktermasu Financial Technology, di mana semua ada dalam genggaman. Bagaimana pemaparannya? Berikut akan saya uraikan.

Lebih Tahu tentang Fintech dari Ahlinya



Hadir pada peluncuran Pojok Literasi tersebut sekaligus membuka Creative Talk  bermanfaat ini, Direktur IKPM Kemenkominfo, Septriana Tangkary yang mengatakan, agar para blogger dan mahasiswa, diharapkan dapat mengajak milenial Medan khususnya, untuk berkontribusi positif. Pesannya tersebut, tentu saja, berupa  peluang bagi para milenial Kota Medan, agar memaksimalkan gadget dan smartphone lainnya untuk yang lebih bermanfaat, agar kita bisa berkontribusi dalam dunia keuangan dan tak melulu hidup di media sosial dan chit chat yang kurang bermanfaat. Dengan gadget tersebut, banyak kesempatan untuk kita merintis usaha.

Pembicara yang juga hadir adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Kemenkominfo RI Rosarita Niken Widiastuti. Dalam pemaparannya, Bu Sekjen mengatakan, era digitalisasi ini, sejatinya memudahkan kita masyarakat dalam bertransaksi, apalagi tahun 2030 diprediksi, Indonesia akan menjadi negara maju kelima di dunia. Jadi segala lini keaungan kita, sudah semestinya harus bertransformasi ke Financial Technology, termasuk juga para petani dan nelayan. Makanya sekarang, pemerintah sedang menggalakkan usaha untuk membantu petani untuk go online. Petani bisa menaikkan harga jual produknya dengan memasuki market place. Kenapa demikian? Cara ini berguna agar para petani tersebut menghindari pengepul (tengkulak). Kalau sebelumnya harga jual ke tengkulak ini mahal, lalu dari tengkulak ke masyarakat (konsumen) lebih mahal lagi. Jadi dengan adanya petani (produsen) yang go online, masyarakat (konsumen) akan mendapat harga yang pantas. Jadi di sini, kita bisa meniadakan peran tengkulak, bukan? Tak hanya petani sebut Bu Niken, para nelayan juga diajak go online, tentu demi tujuan serupa.


Nah, kalau itu tadi untuk masyarakat luas. Untuk milenial, bagaimana? Yes. Ini kabar baik buat milenial. Katanya akan ada 10000 start up lagi yang akan dipilih. Mengapa? Kerena Kemkominfo saat ini dengan digital 4.0-nya, membutuhkan 20000 milenial melalui Digital Talenta Scholarship 2019 yang akan dibuka pada bulan April ini. Info lebih lanjut mengenai hal itu, bisa dengan mudah diakses di website Kemkominfo. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2018 (saat itu dipilih 10000 terbaik), di mana pendaftar mencapai 46.000.


Ditambahkan Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sondang Martha Samosir,  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut memiliki tugas mengatur, mengawasi, dan melindungi industri jasa keuangan, seperti perbankan, perusahaan pasar modal, dan industri keaungan non perbankan dan Financial Techology (Fintech). Fintech ini yang memang dekat dengan para milenial sekarang, bukna? Makanya, kita harus tahu, apa itu Fintech? Fintech adalah  merupakan perpaduan antara teknologi informasi (internet dan smartphone) dan keuangan,  yang dapat mempermudah transaksi yang akan kita lakukan, tanpa tatap muka. Ada beberapa bagian dalam Fintech seperti Payment, Crowdfunding, Capital Market, Digital Banking, Insurtech, dan Supporting Fintech. Karena yang dekat dengan milenial adalah Fintech, mari kita bahas tips berinvestasi dengan Fintech Lending lebih lanjut yang sudah termasuk ke OJK ini.

Jadi guys, Fintech itu ada yang legal dan ada pula yang ilegal. Yang legal dan sudah terdaftar di OJK itu misalnya: Pedipas, OVO, Sakuku BCA, Indopay, dsb. Sebelum menjadi konsumen dari Fintech legal, tipsnya yaitu: masyarakat harus sering mencari tahu lewat websitenya di konsumen.ojk.go.id, ojk.go.id dan https://sikapiuangmu.ojk.go.id atau bisa bertanya ke contact centre OJK di 157. Kenapa kita harus menjadi konsumen dari Fintech legal? Karena kita akan mendapatkan hak perlindungan konsumen dari OJK dengan keamanan data yang jelas. Cukup menarik, bukan?


Tips berikutnya yaitu kita harus melakukan riset, mempelajari, menganalisis data Peminjam, analisa kebutuhan pinjamannya, reputasi, tujuan pinjamannya, kemampuan ekonomi Borrower (Peminjam) untuk mengembalikan pinjaman. Kita juga harus memperhitungkan secara teliti biaya-biaya yang timbul dari pinjaman (cost of borrowing), termasuk biaya yang timbul di muka (upfront fee), bunga, biaya asuransi atau pertanggungan lain, provisi, biaya keterlambatan, biaya pelunasan dipercepat, dan biaya lainnya yang dikenakan kepada Lender. Tips terkahir, kita harus  mempelajari teknik diversifikasi pinjaman, baik dari aspek jumlah pinjaman,jenis pinjaman, jangka waktu pinjaman, hingga grade dan credit scoring. 

Namun, selain mempermudah kaum milenial, Fintech juga bisa menjerat, lho! Mengapa demikian? Karena banyak perusahaan Fintech di Indonesia ini. Namun sayangnya, baru 99 perusahaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Silakan klik website resmi Fintechnya, ya.

Diharapkan, para milenial ini nantinya dapat menjadi Agen Literasi Keuangan (ALIKA). Karena sebagai generasi milenial dengan range usia 20-30 tahun, sebaiknya kita harus membuka mata dengan teknologi ini. Sebagai ALIKA, kita dapat memberi pandangan dan membantu keluarga terdekat agar tak terjerat Fintech ilegal dengan melihat secara 2L (Legal dan Logis). Mengapa? karena Fintech yang legal itu akan membantu dan memperbaiki keadaan ekonomi kita menuju financial freedom, seperti yang terjadi pada @finansialku_com milik Melvin Mumpuni.

Melvin Mumpuni yang juga menjadi pembicara pada creative talk tersebut mengungkapkan, bahwa dia membangun www.finansialku.com, berawal dari tesis sembari menjadi seorang blogger. Awal dia menjadi blogger katanya, viewersnya cuma 2. Tapi dia tak mudah menyerah. Terus mencoba dan mencoba hingga menghasilkan www.finansialku.com tadi. Yang penting katanya, para milenial ini memang harus berkarya terlebih dahulu. Mengenai hasil, itu bonus dari karya-karya tersebut. Ada tiga point penting yang dibagikan Melvin demi mencapai sukses seperti dirinya, yaitu Perencanaan Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Literasi Keuangan. Jadi buat kita content creator seperti blogger ini, yang penting bangun dulu karya kita, ya! Perlahan, nanti juga kita akan diperhitungkan.

Dari pemaparan ke empat pemateri di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bonus demografi ini, membuat kita para milenial, dapat up date dan sukses di bidang Financial Technology yang ramah bagi milenial ini, jika kita rajin mencari informasi sebanyak-banyaknya, serta terjun langsung. Siapa tahu, kita dapat menjadi Nadiem, Zaky, dan William di masa yang akan datang.

Salam

Auda Zaschkya

email: zaschkya25@gmail.com


Senin, 25 Maret 2019

Honor 8A Berikan Pengalaman Mendengarkan Musik Terbaik


Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, pada 27 Februari 2019 lalu, Smartphone e brand terkemuka di dunia, Honor, telah me-launching dua ponsel anyar terbarunya sekaligus di Indonesia, yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8 A. Kemudian, pada tanggal 26-28 Maret 2019 ini, Honor memberikan kejutan yang dapat diperhitungkan bagi para konsumen dan fans setianya, yaitu penawaran diskon besar-besaran dalam program Super Brand Day di Shopee yang puncaknya berlangsung pada 28 Maret 2019. Sudah pasti, dua ponsel terbarunya, akan ikut didiskon, termasuk headset dan smartwatchnya, dengan diskon hingga 60%. Tak cuma sampai di situ, nanti akan ada tawaran lain berupa cashback dan voucher belanja. 



Presiden Honor Indonesia, Justin Li, mengatakan Smartphone Honor 10 Lite tersebut dihadirkan untuk memanjakan para pecintanya dengan menitikberatkan pada fitur kamera depan beresolusi 24 MP, yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan AI dan beberapa pilihan pencahayaan. Fitur ini katanya, dapat digunakan untuk mengambil gambar selfie yang jernih, sehingga cocok untuk para influencer di media sosial, seperti vlogger dan youtuber, yang sedang marak akhir-akhir ini. Intinya, Smartphone Honor 10 Lite kata Justin, cocok untuk mereka yang aktif, enerjik, percaya diri dan ekspresif. Tentu saja, inilah  yang diingkan oleh mereka yang berjiwa muda.

Lalu, bagaimana dengan Smartphone andalannya yang satu lagi?


Sedikit berbeda, Smartphone Honor 8A, menawarkan pengalaman memiliki smartphone dengan kualitas suara yang luar biasa kepada para pecintanya. Cocoknya, smartphone ini, buat para milenial yang suka hang out bersama teman-temannya sambil mendengarkan lagu dan musik kesukaannya.

Kok bisa gitu?



Tentu saja demikian. Karena pada Smartphone Honor 8A, diberikan rongga suara besar dan struktur dual-suspensi yang disatukan dengan speaker Smart PA, yang memiliki daya tinggi.  Sistem operasi fitur ini, menghasilkan peningkatan 30%, jika dibandingkan dengan speaker pada ponsel generasi sebelumnya. Kalau sudah begini, terang saja suara yang dihasilkan pun akan sangat besar dan jernih, bukan?

Tentang Honor 8A

E brand Honor, sudah pasti, tak mengeluarkan produk Smartphone Honor 8A tanpa solusi, di mana, sudah pasti kita akan khawatir bahwa jika musik yang diputar terus, akan menghabiskan daya baterai smartphone dengan segera, bukan?

Iya nih. Biasanya penyakit ini yang membuat kita malas mengisi banyak lagu di smartphone. Masih asyik chat dan bersosial media, eh tiba-tiba habis baterainya. Malas sekali pastinya. Tapi tenang, guys! Kekhawatiran kita, dijawab oleh Honor 8A yang dilengkapi dengan kinerja baterai yang kuat dan tahan lama hingga 3020 mAh.

Nah, sudah terjawab soal ketahanannya. Sekarang kita beralih ke layarnya yang juga terbilang spesial. Smartphone ini, juga mengadopsi layar dewdrop 6,09 inci, dengan rasio layar-ke-tubuh sebesar 87%. Layar lebar itu, bertujuan agar memberikan para penggunnya, pengalaman yang lebih baik dan mudah dalam mengakses smartphonenya. Namun demikian, walaupun layar HONOR 8A cukup besar, tetapi layar dari smartphone ini juga telah di lengkapi dengan uji sertifikasi kenyamanan mata dari TUV Rheinland, yang didedikasikan untuk mengurangi emisi cahaya biru untuk menghindari bahaya bagi mata dari paparan jangka panjang.

Ternyata guys! Honor tak hanya menjual smartphonya, tetapi juga berupaya menghindarkan para penggunanya dari bahaya kerusakan mata. What a special!

Dengan mengusung tag-lineTerjangkau namun lebih besar dari yang Anda harapkan!’, Honor 8A dilengkapi dengan slot SIM ganda dan slot Micro-SD. Selain itu, Smartphone ini, juga mendukung memori eksternal hingga 512GB untuk penyimpanan. Wah... jika dilihat dari slot kartu memori dan ruang ponselnya sendiri, smartphone ini memang benar-benar ponsel khusus musik.

Pada lini dalam, smartphone ini beroperasi dengan EMUI 9.0 yang didasarkan pada Android 9 terbaru, yang meningkatkan algoritme manajemen aplikasi latar belakang oleh AI, untuk menjamin operasi yang lancer, bahkan setelah periode penggunaan yang lama. Fitur lengkap dengan kartu memori yang cukup luas, maka tak diragukan lagi kesanggupan smartphone yang hadir dengan dua pilihan warna penuh gaya, yaitu Midnight Black dan Sapphire Blue.

Harga HONOR 8A


Smartphone canggih dengan fitur musik yang dilengkapi dengan 3GB RAM dan 64GB ROM ini, dijual seharga Rp 1.899.000. Cukup terjangkau pastinya, mengingat apa yang akan kita dapatkan dari smartphone ini.

Bagaimana? Tertarik dengan Honor 8A ini, kan? Segera siapkan dana Anda dan buruan beli Smartphone canggih ini biar gak ketinggalan zaman! Segera kunjungi Honor Official Store di Shopee.

Salam, Auda Zaschkya



[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...