Rabu, 02 Januari 2013

Air Mata Lelaki


1357061948130057670
http://bernapas.blogspot.com


Ia terlalu sibuk menabur benih kasihnya,
Berharap mendapatkan mangsa baru ‘tuk temani harinya
Tanpa mau memberikan waktu,
Membuka secuil hatinya untuk melihat aku
*
Ketika ia tak sempatkan diri tuk selami hadirku,
Sesungguhnya ia telah menabur kepedihan pada lukaku
Luka yang hampir mengering sebab pendahulunya
Sayatan yang ingin kukubur dalam sedalam rasaku padanya
*
Lelahku coba distribusikan hati untuknya,
Namun ia cuma membisu
Menatapku hanya ‘tuk puaskan egonya
Tanpa mau menatap hatiku
*
Baiknya aku kembali
Belokkan langkahku ‘tuk lupakan harapan
Benar, ini hanya asa bodoh tentang hati
Milikku yang lajunya masih harus kutahan
*
Aku lelaki tak boleh menangis
Ya, di hadapmu aku tak mau mengemis
Namun, Kau tetap tak tahu hatiku
Kau hanya butuh aku saat sedihmu
*
Harusnya tak kutitipkan rasaku padamu
Rasa kejam ini mampu hancurkan asa hidupku
Kini, kuharus bertahan tanpamu
Tanpa mau harapkan lagi kasihmu

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Syair-syair dan lirik-lirik mainstream s'lalu berkata:

Bahwa Wanita ingin selalu dimengerti, bahkan lewat diam dan tangisannya. Ketika keinginan itu tidak tercapai, Wanita datang dengan penggalan kalimat "Tidak Perhatin, Tidak Pengertian", dll."

Anehnya: "lelaki hanya difahami lewat verbal saja."


Puisi ini sangat berbeda.
Membaca Lelaki lebih dalam.

KereeN!!! :D

Auda Zaschkya mengatakan...

terima kasih atas apresiasinya sekaligus kunjungannya bang halmi :)
semoga berkenan dengan puisi sederhana ini.. :D

Dian Kelana mengatakan...

Andai ayah masih muda seusia ananda, ayah akan salin ini dan berikan kepada seseorang yang pernah hadir di hati ayah, sayang dia sudah duluan pergi, di panggil Sang Pemilik Tunggalnya

Auda Zaschkya mengatakan...

Ayah,, jangan sesali apa yang telah berlalu,,
skrg ayah bisa mendo'akan, semoga ia diterima dengan baik di sisiNya. amiiin