Minggu, 13 November 2011

Aku dan Tukang Parkir: Nikmati Saja Pekerjaan Ini, Nanti Pasti Hasilnya Akan Baik

Jum’at, 4 November 2011

Pagi ini seperti biasanya, aku mengantar pesanan kue ke warung kopi langganan. Sebelum berangkat dari rumah, ibu berpesan, ” jangan lupa pulangnya nanti beli Pepaya, agar - agar, sarung lontong dan daun pisang buat lebaran”.Saya yang kebingungan sama pesanan, cuma berkata “Duet nya mana mak ?” di Warkop donk, masa’ masih minta dirumah?” tambahnya.
Dan aku pun berlalu, pergi ke warkop. Sesampai di warkop, sudah ada si abang tukang parkir yang biasa nya kasih izin parkir tanpa harus membayar. Baik banget sih si bang Agus ini,, Rp 1000,- mah mahal kataku padanya dan dia berkata, “untukmu emang selalu gratis dek, sama-sama cari uangnya kita disini”. Setelah berpamitan dengan nya, saya melanjutkan perjalanan ke pajak (pasar) sunggal. Dasar memang udah jodoh, lagi – lagi saya bertemu dengan tukang parkir.

13203910732078489252
google.co.id

“ya.. sini kak,, oooppp oppp, stop”, katanya dengan semangat. “Bang, aku parkir sebentar mau beli 
papaya aja, nanti ‘gak usah bayar parkir lah ya?”, kataku dengan pelit lalu meninggalkan nya. 10 menit kemudian aku kembali ke parkiran motor tersebut dan langsung dihampiri olehnya dan berkata, “mau pulang sekarang kak?”. Lah,, ini aku Cuma beli papaya, ‘gak usah pake’ bayar uang parkir ya bang?”. “wah,, janganlah kak, nanti setoran ku kurang”, atanya dengan memelas. Namanya bang Hanafi. Dan disinilah saya ajak dia untuk berkomunikasi.
“abang ini udah lama jadi tukang parkir?”, kataku memulai. “udah kak, udah lama pun, udah sering pindah – pindah, aku suka kerjaan ini, senang aku jalanin nya, ya… walaupun panas – panasan dan hujan – hujanan sih, tapi aku hadapin semuanya dengan santai, aku nikmati lah. Namanya profesi, ya kayak orang kantoran jugalah, hahahaha..”, katanya dengan bersemangat. “oia, dulu abang sekolahnya tamat apa?”, kataku lagi. “ saya Cuma tamat SD, tapi ada juga tukang parkir lain yang malah gak sekolah, gak tamat SD pun”, katanya.
“oooo, Uang nya banyak ya bang? ada yang buat di setor? Setor kemana bang?”, kataku.  “ uangnya itu disetor ke Dep. Hub perminggu, seminggu dapat dari parkir ini sekitar Rp. 600.000,- kan, terus Rp 150.000 setor ke Dep. Hub, Rp 450.000,- lagi sisanya itu ya untuk saya kak”. ”Lebih kurang Rp 2.000.000 juga ya bang tiap bulan?”. Kataku. “ya… segitulah, kalau ramai parkir kadang bisa lebih, kalau sedikit ya kurang juga kak, tapi karena ini di pasar pasti nya saya senang-senang aja, habis nya… banyak sih,hahhahaa..”katanya sambil tertawa.
“Uangnya untuk apa bang, udah merid blom bang”, kataku lagi. “Ya saya pakai untuk keperluan dirumah sehari – hari, ada juga yang saya tabung,, biaya untuk merid nantilah, hahaha..”masih dengan semangat dia bercerita. “ada lagi yang mau ditanya kak?”, saya mau lanjut kerja lagi nih”. O, gak ada bang, ni uang parkirnya. Klo ada kembalian, ambil aja, walaupun kembalinya Cuma Rp 1000.-. kataku dan aku pun pergi.
Dalam perjalanan pulang aku berfikir, betapa santainya abang itu menjalani hidup walaupun pekerjaan nya Cuma sebagai tukang parkir. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari percakapan ku dengan nya tadi, salah satunya apapun jenis pekerjaan yang kita dapatkan, selalu ikhlas dalam menjalaninya. Insya Allah akan diberi kemudahan dan berbagai kelancaran.
Selamat Siang
Auda Zaschkya
1320386836245744320

Tidak ada komentar:

Review Pure Papaya Ointment: Salap dengan Jutaan Manfaat

Kulit kering bagi kita, terutama perempuan, merupakan sebuah masalah. Pastinya, ini akan membuat kita malu, karena kulit kering terseb...