Minggu, 13 November 2011

Lelaki Malamku

1321112850340035612


Siang hari aku pasti dirundung rindu
namun apa yang bisa kulakukan?
Matahari meleburkan lelaki malamku
dalam kobaran nyala pancaran.

Pernah kuingin murka pada matahari:
“Wahai matahari.. 
Mengapa engkau bakar lelaki malamku dalam cahayamu?
Tahukah engkau, hei, gas yang berpijar?
Tiap saat sungguh kubutuh lelakiku kini yang sedang kau bakar!”

Matahari tertegun, hatinya luluh:
sedih menguasai eksistensi agungnya ketika dara bermata elang pilu.
“Apa yang dapat kubantu untuk dirimu?”
Tanya matahari penuh simpati
 
pada dara mata elang berhati putih.
“Kembalikan lelakiku, biarkan ia memelukku dengan cinta.”
Sungguh berat terasa ini permintaan
Matahari tak pula ingin mengecewakan:
“Baiklah, aku hanya bisa memulangkan lelakimu
bila senja telah menitahkan padaku bergulir di horison.”

Dan sayap tebal kelam malam
menyelimuti seluruh benda alam.
Aku ── Dara Bermata Elang menanti riang
lelaki malamku melangkah pulang.

Lelaki yang hanya bisa datang
ketika siang telah hilang,
hiruk-pikuk diredam dan
 
yang hadir hanyalah tenang
kucumbu lelaki malamku yang rupawan.

Lelaki malamku tak dapat kurengkuh di saat terang
telah di sini ── membawaku terbang
 
menuju samudra impian bintang-bintang,
mengajakku merenangi segala kesenangan
yang sempat tertunda, yang sebelumnya kutahan.

Oh, Tuhan..
Ubahlah tiap bagian waktu,
padatkan saja menjadi satu :

Malam.

Berkahi aku dan lelaki malamku
satu anugerah yang akan kami jaga selalu:
Cinta agung yang tentram.

Tidak ada komentar:

Review Pure Papaya Ointment: Salap dengan Jutaan Manfaat

Kulit kering bagi kita, terutama perempuan, merupakan sebuah masalah. Pastinya, ini akan membuat kita malu, karena kulit kering terseb...