Minggu, 24 Februari 2013

Bolehkah Kekasihmu Untukku, Sahabat?


Melihatmu bersamanya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untukku sebab kau telah mampu tinggalkan kekasih lamamu yang sering menyakiti dan membuatmu menjadi perempuan terbodoh di dunia, ya… setidaknya menurutku. Seharusnya kau mampu bersikap dewasa di umurmu yang sudah seperempat abad ini, namun kebiasaanmu berpetualang, sesungguhnya menyakiti hati lelaki barumu itu. Aku tak tega melihat lelakimu. Dia yang begitu tulus mencintaimu, ingin menjadikanmu pendamping hidupnya bahkan rela didepak dari perusahaan itu jika menikahimu. Tapi kau? Apa yang kau lakukan padanya sungguh berbalik 180 derajat dengan ketulusannya.
***
Sabtu siang, tanpa sengaja kita bertemu di suatu cafe. Kau tampak cantik dan sedang tertawa renyah dengan seorang lelaki. Aku bingung, lalu mendekati tempat dudukmu. Mimik muka tanpa dosamu mengurku, “hai Ra. Ngapain kau disini. Sama siapa?”
“Aku sendiri, mau ke toko buku, aku sendirian. Kau sama siapa?” tanyaku ingin tahu.
“Sebentar ya, Ko. Aku bicara sama sahabatku dulu”. Kau berpamitan dengannya dan mengajakku ke toilet, mencegahku menanykan sesuatu pada lelaki yang bernama Niko itu.
“Dia temanku. Bulan ini dia menanamkan depositonya di kantorku, Ra. Aku berhasil mengajaknya.” Jelasmu berbangga padaku.
“Ya aku tahu kelihaianmu dalam hal rayu-merayu. Tapi apakah harus kau makan siang bersamanya tanpa didampingi kekasihmu yang notabenenya sekantor denganmu? Tanyaku.
“Kulakukan ini demi kelancaran prospect lanjutanku.” Kalimatmu segera kusanggah, “prospect apa? Walaupun aku belum bekerja, tapi setahuku Prospect itu hanya dilakukan pada jam kantor.”
Setelah 15 menit berbicara di toilet itu, aku melanjutkan langkahku ke toko buku. Dan kau? Kau kembali ke mejamu tadi.
***
Ada suatu hal yang tak kusuka darimu, sikap yang tak pernah berubah dari sejak 10 tahun perkenalan kita. Bahkan di umurmu yang seperempat abad ini, kau masih saja merasa dirimu masih muda sehingga tak pernah serius menjalani hubungan dengan seorang laki-laki. Saat tengah menjalani hubungan dengan seeorang, ada saja kenalanmu, entah lelaki dari mana saja. Aku tahu sifatmu yang royal serta kecantikanmu yang mungkin luluhkan mereka, namun sadarlah sahabatku sayang. Ada Diki yang mencintaimu, rela sakiti dirinya demi kau yang tak pernah menghargainya.
***
Lelaki yang tak pernah kau hargai itu bernama Diki. Seorang karyawan pada perusahaan yang sama denganmu. Lima bulan lalu, dengan bangga kau mengenalkan Diki sebagai kekasihmu padaku. Semakin kesini, aku semakin mengenalnya. Dia tampak tulus padamu, sangat memanjakanmu karena ia telah menetapkan hatinya untuk mempersuntingmu. Lelaki ini tak pernah marah terhadapmu sehingga makin lama kau makin menginjak-injak harga dirinya. Ia juga tak pernah mengadukan masalahnya denganmu kepadaku, sehingga aku merasa tak perlu mengkhawatirkan apapun. Kesalahanmu selalu dimaafkannya bahkan hingga tadi malam saat kalian di rumahku, tanpa sengaja ia membentakmu di hadapanku. Aku terkejut mendengar suaranya, bantingan helm dan  bantingan ponselnya ke lantai, serta pukulan dirinya yang mendarat di wajahnya sendiri, bukan memukulmu seperti kekasih terdahulumu.
Ia menyesal telah membentakmu dan segera menyiapkan sepeda motornya untuk pulang. Lalu dimana kau? Egomu masih kau pertahankan, malah kau berlari ke kamar ibuku dan menagis disana. Aku yang mengejarnya demi kau, demi hubunganmu dengan dia. Ia menceritakan bahwa kau tak pernah bisa menghargainya. Dalam hubungan kalian selalu diwarnai oleh perang mulut, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah karena mantan kekasihmu yang kasar itu yang belum mampu kau lupakan.
“Aku sudah sering bertanya, kenapa mantan kekasihnya masih sering menghubunginya. Namun ia tak pernah menjawab pertanyaanku, ketika aku meminta nomor ponsel mantannya itu, ia tak memberikannya kepadaku, malah terkesan melindungi lelaki itu. Aku cemburu.” Cerita Diki padaku.
Setelah aku memohon, ia pun masuk kembali ke dalam rumah. Ia memohon maaf padamu hingga kau pun memutuskan untuk pulang diantar olehnya.
***
Melihat ketulusan dan pengorbanannya adalah suatu hal yang membuat hatiku menangis. Ingin rasanya kubentak kau di hadapannya namun rasa sayangku terhadapmu amatlah besar. Sepuluh tahun mengenalmu, bukanlah hal yang mudah. Sifat keras kepalamu itu yang sanggup kuimbangi dengan sifatku mampu menyelaraskan kita. Kau selalu menuruti nasehatku yang terkadang tak menyukai tindakan bodohmu. Aku selalu ada menjadi pendampingmu bahkan juga kadang aku melakukan tindakan bodoh bersamamu. Namun, setelah melihatmu menyia-nyiakan cinta lelaki itu padamu, perasaanku bermain disini. Semoga ini bukan cinta. Kebaikan Diki yang rela menhancurkan dirinya hanya karena mencintaimu sesungguhnya membuat aku meradang. Disamping amarahku, tangisan sesunggukanku juga mewarnai perang kalian semalam. Saat itu tak sengaja aku ingin menanykan kepadamu, “bolehkah kekasihmu untukku, sahabat?” namun secepat kilat, ku tepis pertanyaan bodoh itu. Tidak ! itu hanya emosi sesaatku.
Kau tahu bagaimana aku, bukan? Sejujurnya, aku tak tega jika Diki terus kau sakiti, bahkan kau selalu membandingkan Diki dengan si kasar Budi. Jika aku menjadi kau, aku akan menjaga hatiku untuk Diki dan menutup aksesku dengan banyak lelaki yang mungkin mengharapkanku. Diki terlalu baik untukmu. Ia tak pantas mencintai orang yang tak menghargai dia sepertimu, sahabatku. Perbaikilah sikapmu, jangan sia-siakan lelaki seperti dia dan jangan hancurkan hidupnya karenamu. Kembalilah ke pelukannya dan segera matangkan rencana pernikahmu dengan dia. Sebagai sahabatmu, Mira akan selalu ada untukmu, Tasya.
TAMAT

Seks Bebas - Jomblo Saat Hari Kasih Sayang


Setiap tahunnya, tanggal 14 Februari diperingati sebagai valentine’s day. Begitu banyak pribadi yang mengagungkan tanggal tersebut sebagai hari kasih sayang.

Seiring dengan perkembangan zaman, valentine day ini meninggalkan  kesalahkaprahan bagi segelintir orang, terlebih para remaja dan anak muda pada umumnya. Ini terbukti dengan antusiasme mereka yang merayakan hari tersebut. Seakan-akan, hanya pada hari itu saja kasih sayang itu harus diberikan. Padahal jika kita mau memberikan kasih sayang kita, tak harus berpatokan di tanggal tersebut, bukan? Sejatinya, kasih sayang itu bisa dicurahkan setiap hari.
Selanjutnya, valentine’s day ini dikhususkan buat mereka (anak muda) yang sudah punya pacar. Pertanyaan saya :
1. Dimana kasih sayang serta bakti untuk orang tuamu?
2. Apakah kamu dilahirkan, dibesarkan, dibiayai dididik, dan dibiayai hidupmu itu oleh si pacar?
Coba pikirin deh matang-matang!
***
Kemarin sore (13/2), saya mengunjungi sebuah toko buku. Sebelum naik tangga menuju lantai 2 (tempat buku), saya melihat kerumunan orang di lantai 1. “kok ramai. Ya. Ada apa?” pikir saya sambil menuju ke tempat tersebut. Ternyata disitu di jual pernak-pernik Valentine semisal Boneka, Bunga, dan Cokelat.

Melihat aktivitas mereka, saya yang skeptis ini jadi penasaran (baca : mau tahu), lalu saya menanyakan beberapa pertanyaan kepada salah seorang anak yang sedang memilh-milih cokelat. Andi (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pelajar SMA. Ia menuturkan bahwa ia membelikan hadiah Valentine untuk pacarnya.
Setelah membeli buku, saya melanjutkan perjalanan saya ke sebuah Mall. Memasuki mall, suasana Mall yang cukup ramai, juga dihiasi oleh pernak pernik imlek yang di dominasi oleh warna merah dan kuning. Di lantai 2 Mall tersebut malah terdapat satu stand yang khusu menjual pernak pernik Valentine yang juga dilengkapi latar untuk foto bersama pasangan. Mohon maaf, saya tidak menyertakan gambar karena memang tidak diizinkan untuk memotret area tersebut. Tujuan saya ke Mall ini juga ke toko buku juga yang terdapat di lantai 3. Masuk ke dalamnya, disitu juga menyediakan varian valentine yang didominasi PINK.
***
Bukan karena iri melihat mereka yang punya pacar, namun sejujurnya saya pribadi merasa sangat kasihan terhadap para remaja yang antusias merayakan hari valentine ini. Mengapa demikian?
Seperti tahun lalu, adanya bingkisan cokelat berbonus kondom (lihat di sini) yang dijual seharga Rp 35.000 – Rp 50.000, yang mudah saja dibeli oleh mereka yang ingin merayakan valentine.
Tahun ini, ditemukan juga permen karet perangsang Libido wanita yang tak hanya dijual di internet namun juga dijual di beberapa kios di Jantinegara, Jakarta Timur namun sepi peminat.

Seperti yang tertulis di http://health.detik.com, BPOM sendiri dalam rilisnya telah menyatakan 3 merek permen karet pembangkit libido, yakni Sexy Gum, Sex Love dan US Passion Cachou sebagai produk berbahaya. Tidak disebutkan secara detail efek negatifnya namun yang jelas ketiganya tidakterdartar di BPOM. Karena permen ini kebanyakan dijual di internet, BPOM akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika guna memblokir situs-situs yang menjualnya.
***
Seperti Andi, virus mendadak PINK ini meroket menjelang 14 Februari yang mana wabah ini menjangkiti setiap orang, tak terkecuali para jomblower. Mereka (jomblower) yang ingin merayakan valentine’s day jadi tidak tahu mau merayakan sama siapa. Bukan hanya para wartawan yang dituntut harus skeptis terhadap suatu berita, para jomblower pun skeptis terhadap valentine’s day. Mengapa?
Seperti yang dikatakan oleh psikolog Ratih Ibrahim kepada wolipop.com (11/2/13), alasan bagi para jombower hingga bersikap skeptis terhadap Valentine’s Day adalah mereka mempunyai pengalaman hidup yang mematahkan semangatnya untuk berbagi kasih sayang, “mungkin karena lama ‘gak dapat pacar,” ujarnya. Selanjutnya untuk melindungi luka hatinya karena jomblower tersebut memiliki trauma yang pada akhirnya menimbulkan sikap antisipasi pada kemungkinan memiliki pasangan. Maksudnya yaitu membentengi diri dari akan adanya sikap mesra yang ditunjukkan oleh si teman di hadapannya. Alasan terakhir yaitu karena dia ingin terlihat berbedadari tren orang yang berpasang-pasangan di hari valentine.
***
Kekuatan” jomblower di hari valentin itu bisa diukur, lho ! Caranya yaitu silahkan menonton film romantis yang dijamin makin mengiris hatimu hehehe,, Tapi jangan salah, film berikut ini dapat menunjukkan kekuatanmu dan meyakinkan pada teman-temanmu bahwa kamu bisa survive dengan status jomblomu itu. Seperti di tulis dihttp://hot.detik.com film-film yang dimaksud adalah :
1. P.S I Love You
2. A Walk To Remember
3. Ghost
4. Nothing Hill
5. The Notebook
Setelah menonton film yang mengiris hati itu, lanjutkan dengan menonton film yang dapat membuatmu Move On. Film tersebut adalah rekomendasi darihttp://wolipop.detik.com yan mana bisa membuat status jomblomu akan lebih bermanfaat. Film yang dimaksud adalah :
1. Valentine’s Day
2. I Hate Valentine’s Day
3. The Holiday
4. Never Been Kissed
5. 27 Dresses
6. Sisterhood of the Travelling Pants
7. The Sweetest Thing
Ada informasi menarik dari travel.detik.com buat jomblowati yang hobi traveller. Kenapa hanya jomblowati? Karena pria dan wanita disana itu ada 4:1, banyak kan prianya. Hehehe… Nah, jika mau merayakan valentine’s day bersama seseorang sekalian cari jodoh, silahkan cukupkan budget kemudian panjangkan langkahmu keKota Christchurh di Selandia Baru yang mana di kota tersebut banyak “dianugerahi” pria single. Pria-pria lajang itu datang dari berbagai penjuru dunia untuk membangun kembali kota ini pasca gempa 2011.
***
Terlepas dari pernyataan berbagai pihak yang melarang perayaan valentine, saya menyerahkan seutuhnya keputusan tersebut kepada kamu semua.
Yang merayakan valentine’s day hari ini, selamat ya. Tetap hati-hati, jangan sampaikebablasan dengan pacarmu. Bagi yang tidak merayakan, itu hakmu, dan tak ada seorang pun yang berhak mengejek si jomblo yang tak tahu merayakan valentine’s dengan siapa.
Jangan hakimi mereka yang jomblo dengan bermesra-mesraan dengan pacarmu di depan si jomblo, walaupun si jomblo kelihatannya senyum-senyum tapi hatinya,meringis + pedis + menagis = Galau.
Kasih sayang harus kita berikan kepada siapa saja, terlebih kepada orang tua yang berkat jerih payah mereka maka kamu ada di dunia ini. Dan kasih sayang itu tak hanya diwujudkan dalam satu hari valentine, tapi setiap hari. Tebarkanlah kasih sayang kepada siapa saja.
So, Please Be Smart If You Want To Celebrate The Valentine’s Day.

Mantan Kekasih dan Barang Pemberiannya


Setiap makhluk hidup melakukan interaksi dengan yang lain, begitu juga dengan Manusia. Manusia yang notabenenya terlahir sebagai makhluk sosial, sudah pasti berinteraksi dengan sesamanya sedari kecil. Memasuki usia sekolah, akan banyak teman yang akan dikenalnya. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula peluangnya dalam mengenali lawan jenis. Selanjutnya, adalah wajar jika seorang anak pada usia sekolah memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis yang lazim disebut pacaran. Pacaran sendiri merupakan kelanjutan dari pertemanan tadi yang mana kita lebih mengenal kepribadian seorang lawan jenis yang tentunya telah dibumbui cinta di dalamnya. Dalam berpacaran, biasanya akan selalu tampak manis dan tak jarang kamu sering memberikan beberapa barang untuk sang pacar. Tujuannya supaya sang pacarpun selalu mengingat kamu.
*
Sebagaimana yang kita ketahui, menjalin hubungan dengan lawan jenis bukanlah suatu hal yang mudah dimana selain saling mencintai, juga ada keegoisan dan emosi masing-masing disana. Sebutlah cinta bisa meredakan emosi amarah maupun egoisnya masing-masing pihak, namun adakalanya perbedaan visi dan misi dan perbedaan prinsip  yang paling mendasar dari tiap pasangan tak saling dimengerti. Jika sudah begini, mungkin perpisahan (putus) menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan tadi, dan status mantan pacar si A telah tersemat di kamu.
Lagi-lagi putus ini fase yang biasa, bukan? Kemudian, Setelah putus barang pemberian si pacar tadi seakan “mengolok-olok” kamu, dan kamu akan “bersiap” menggalau, sedih berkepanjangan, dan bahkan berharap bisa CLBK lagi dengan si mantan. Kalau tak ada kemungkinan untuk CLBK, tak jarang ada yang ingin langsung memusnahkan  pemberian si mantan tadi.
13616418381035371494
http://wolipop.detik.com
Di sini saya ingin bertanya, gunanya apa? Jawaban kamu pasti seputar :
1. supaya gak ingat lagi sama si mantan
2. supaya mudah melupakan si mantan
3. supaya menghapus partikel cinta yang masih ada untuk si mantan
4. supaya bisa Move On
Jika masih itu alasanmu, izinkan saya katakan bahwa alasanmu itu sudah BASI.Mengapa? itu alasan klise yang sudah lazim digunakan. Asli.. itu seperti di sinetronkebanyakan, dimana setelah putus cincin dari mantan pacar dibuang ke lautlah, atau kotak musik bahkan bunga dibuang ke tong sampah. Biasa, bukan? Kamu kebanyakan nonton sinetron. Saya ingin bertanya, sadarkah kamu bahwa yang kamu lakukan adalah hal yang bodoh? Mengapa saya katakan demikian?
Ok, katakanlah pada saat melakukan hal itu kamu masih dilanda emosi (marah dan sedih). Namun kalau kamu bisa berpikir lebih jernih, pemberian mantan itu ada gunanya, lho!
Caranya :
1. Jual
2. Gunakan
3. Berikan pada orang lain
Misalnya, cincin. Cincin itu kan bernilai walaupun hanya dari besi putih (Rp 5000,00), kenapa harus dibuang? Apalagi kalau ada nama kamu. Kan bisa kamu pakai seterusnya. Nah, kalau kamu gak mau memakainya lagi dan jika cincin itu dari mas putih atau mas 99 karat, bisa dijual toh? Belum lagi kalau yang dikasih itu ponsel. Kalau ‘gak mau dilihat lagi, JUAL saja. Uangnya bisa kamu foya-foyain deh.
Lalu bagaimana kalau yang dikasih itu baju atau sepatu. Dibuang juga? JANGAN. Ini benar-benar sayang kalau dibuang. Baju atau sepatu itu kan bisa kamu manfaatkan untuk dirimu sendiri. Jadi kamu bisa sekalian nambah-nambahin KOLEKSI di lemari pakaianmu. Nah, kalau gak mau dilihat lagi, juga bisa dijual atau bisa juga dikasih ke temanmu atau orang-orang yang membutuhkan. Berpahala, bukan?
Barang-barang pemberian mantan pacar saya masih saya gunakan sampai sekarang. Misalnya kalung besi putih yang sering saya gunakan. Saya memakai itu bukan untuk mengingat si mantan, tetapi karena saya menyukai kalung itu. Mantan yang lain pernah memberikan saya jaket, bahkan jaketnya itu dipakai sama mama saya kalau beliau dalam perjalanan ke luar kota. Atau, pernah juga kotak eskrim yang diberikan oleh yang lain, digunakan sebagai tempat ikan oleh kakak ipar saya. Atau sendal lukis buatan mantan saya,. Mengapa harus saya buang? toh saya sendiri tak bisa membuatnya, bukan? Intinya barang dari mantan itu bermanfaat.
*
Barang pemberian mantan pacar itu memang sudah menjadi hak kamu, sudah menjadi tanggung jawabmu untuk memeliharanya dengan baik.
Sebenarnya para mantan yang baik tak akan meminta kamu untuk mengembalikan pemberiannya karena ketika pacaran itu berlangsung, pemberian itu kan dasarnya keikhlasan memberi karena CINTA. Tapi tak menutup kemungkinan juga ada mantan yang meminta kembali barang pemberiannya itu.
Misalnya, dulu. Ada seorang mantan yang meminta kembali jaket pemberiannya sama saya. Kalau boleh jujur, sebenarnya saya gak mau kembalikan. Jaketnya bagus sih, ketebalan dan warnanya sangat saya sukai. Namun saya tahu, bahwa ia pun sangat menyukai jaket tersebut. Mau tidak mau ya saya harus mengembalikan. Selanjutnya yang lebih ekstrim lagi cerita seorang teman. Mantan pacarnya malah mengancam akan membakar balai-balai di halamana rumah teman saya jika ia tak mau mengembalikan pemberian si mantan. Dari pada begitu, dengan berat hati si kawan ini langsung mengembalikannya.
Dari kedua contoh itu, saya jadi berpikir, kenapa harus demikian? Katakanlah cinta itu telah habis, tapi tak baik juga memperlihatkan pelitnya kamu ke si mantan.
*
Sebenarnya kalau kamu mau membuka pikiranmu, pemberian dari mantan pacar itu berguna bagi keseharianmu jadi jangan langsung dibuang, dirusak atau bahkan dibakar. Ok, kata putus itu memang meninggalkan rasa sakit hati dan cinta tadi memang telah habis, namun bukan berarti kamu tak bisa berpikir jernih, bukan? Pikirkanlah dari segi sosial dimana bisa kamu berikan untuk orang lain, atau segi ekonomi dimana selain menghemat pengeluaran kamu, barang-barang tersebut bisa kamu JUAL. Kemudian jika telah memberikan barang untuk si mantan yang dulunya kamu cintai, barang itu JANGAN diminta kembali dong!!! Jangan perlihatkan segi ekonomis (baca : pelit)mu kepada si mantan.
Cinta memang boleh hilang, tapi jangan hilangkan juga sisi sosial dan ekonominya dong!!! Dan yang paling penting, galau patah hati itu jangan kelamaan, dikhawatirkan kamu malah bunuh diri gara-gara patah hati. So, think smart !!!

Rabu, 13 Februari 2013

Sekelumit Kisah Dibalik Sebuah Persahabatan


Dalam interaksi yang kita lewati sebagai seorang pribadi yang berbeda dengan yang lainnya, kita tak akan pernah terlepas dari kebersamaan yang disebut Interaksi sosial. Interaksi sosial yang sewajarnya kita lewati adalah di dalam keluarga dimana ada kakek dan nenek, orang tua, kakak, adik maupun saudara lain yang kita kenal yang akan memberikan suatu penghargaan (reward) atau pun hukuman(punishment) atas apa yang telah kita lakukan.
Keluarga adalah mereka yang memberikan pelajaran tentang arti hidup kepada kita. Apakah itu cukup? Tentu tidak. Mengapa? Karena kita adalah makhluk sosial yang tak mungkin dapat hidup tanpa bantuan orang lain (selain keluarga). Siapa mereka? Mereka adalah teman yang biasanya akan berubah menjadi sahabat. Pertanyaan selanjutnya, dimana kita menemukan mereka?

Interaksi sosial di luar keluarga itu selalu dimulai ketika :
1. Memasuki masa sekolah dasar (SD), disinilah kita mulai berinteraksi dengan orang-orang baru selain keluarga kita dimana yang lazim disebut teman.
- Pada tahap ini, seorang anak mulai beradaptasi dengan situasi dan kondisi sekitarnya. Hubungan pertemanan di masa SD dapat kita lihat pada film si unyil dan ipin-upin. Di film tersebut diajarkan bagaimana memupuk pertemanan itu menjadi persahabatan.

2. Setelah menamatkan SD, kita masuk ke jenjang SMP dimana pada jenjang ini biasanya pikiran seorang anak sudah lebih terbuka.
- Pada tahap ini, seorang anak sudah mulai membutuhkan yang namanya teman. Banyak FTV di salah satu televisi swasta yang dapat kita lihat tentang persahabatan anak SMP itu.

3. Banyak yang berkata bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah, termasuk yang namanya sahabat sejati pun kita temukan di SMA (walaupun ada yang menemukan di SD atau SMP).
- Di masa SMA, seiring dengan permasalahan hidup yang semakin rumit itu  biasanya seorang anak semakin tahu lewat proses pemilahan teman yang mana yang bisa dijadikan sahabat. Mereka akan semakin tahu apa dan bagaimana yang namanya sahabat.

4. Ketika kuliah pun kita akan memiliki banyak teman, sahabat pun tak jarang ditemukan disini.

5. Teman sepermainan yang tak satu sekolah juga dapat dijadikan sahabat, biasanya mereka akan ditemui di tempat les maupun sanggar yang kamu ikuti.

***

Sahabat tersebut akan kamu peroleh setelah kamu melewati proses filterisasi (penyaringan) semua teman yang ada di sekelilingmu. Yang harus kamu tanamkan di pikiranmu dalam proses filterisasi itu adalah “ aku harus mencari seseorang yang dapat berbagi suka mau pun duka, orang yang tak akan memandang rupa, harta, suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)”. Kemudian katakan juga pada dirimu bahwa sahabat itu adalah “makanan pokok” yang harus kamu dapatkan karena sahabat itu adalah seorang pendengar yang baik sekaligus setia di dalam segala suasana.

Sahabat itu harus :

1. Mampu Mengajari
Mengajari disini bukan berarti menggurui, tapi seorang sahabat itu harus mau mengajari apa yang tidak dimengerti ataupun tidak diketahui sahabatnya.
Misalnya : saya dulu ketika SMP (2000) tidak mengerti sama sekali tentang komputer apalgi internet. Setiap hari minggu adalah jadwal saya dan sahabat saya di Banda Aceh untuk berjalan-jalan keliling kota naik angkot dan jalan kaki. Setelah lelah berpanas-panasan, kami pun masuk ke salah satu warnet. Saya sama sekali belum mengerti apa itu si kotak segi empat? Kok bisa ngomong sama orang (saat itu chat Mirc)? Pelan-pelan dia mengajari saya tentang itu sampai saya mengenal dan akrab dengan PC sampai sekarang.
Selanjutnya ketika saya sudah berdomisili di Medan dan sering jalan-jalan dengan sepeda motor sahabat saya, ia berkata, “kau kuajarin bawa kereta (motor) ya, Da. Masa’ aku aja yang boncengin kau?” lalu mulailah dia mengajari saya sampai saya bisa. Sekarang saat dia sudah bisa menyupiri mobilnya, malah dia bilang, “Kau nanti kuajarin bawa mobil ya, Da. Biar gantian nyetir kalau kita jalan”. Hmm,, Cuma untuk si mobil ini, saya bilang jangan dulu deh. Serem…

2. Saling Take and Give
Kenapa harus saling take and give? Logikanya gini, kita ini harus tahu diri jadi orang, udah diajarin, ditemeni atau pun dinasehatin apa-apa sama si sahabat, kita harus punya pikiran untuk membalas budi baiknya tadi.
Misalnya : saya sudah diajari oleh kedua teman itu bagaimana cara mengoperasikan komputer dan menjalankan sepeda motor, lalu saya diam saja tanpa membalas budi baik mereka? Tentu tidak! Saya akui saya tidak bisa dan tahu tentang apa pun, anggaplah saya masih bodoh. Berkat kuliah sekretaris dimana saya dituntut untuk bisa berdandan, saya jadi tahu tentang alat kosmetika dan cara mengaplikasikan alat kosmetik itu. Jadi saya mengajari mereka dan merekomendasikan mereka apa dan mengapa serta bagaimana khasiat si kosmetik itu kepada mereka.

3. Menjadi Bantal Curhatan
- Biasanya jika kamu memiliki masalah, kamu akan mencari si sahabat ini untuk curhat panjang lebar. Apalagi masalah cinta yang bila harus nangis, nangisnya pun sama si sahabat. Para sahabat harus bisa menjadi bantal tempat ia menyandarkan dirinya ketika perasaan dan logikanya sedang tak seimbang.
Misalnya : ketika saya patah hati karena si mantan selingkuh di depan mata saya, saya langsung menghubungi si sahabat dan tanpa segan langsung nangis ketika berbicara itu. Si sahabat mendatangi saya dan dia yang menghadapi si mantan itu, dimarahin habis-habisan si mantan itu sama sahabat saya tadi. Sampai di rumah pun saya masih nangis dan dia memeluk saya untuk menenangkan pikiran saya. Begitu juga sebaliknya, jika ia memiliki masalah, saya yang akan menenagkannya.

4. Menjadi Tempat Diskusi & Tukar Pikiran
- Selain untuk cerita tentang permasalahan, ada saatnya seseorang membutuhkan sahabatnya untuk berdiskusi & tukar pikiran.
Misalnya : ketika si sahabat bingung hendak memilih jurusan apa untuk kuliah, ia pun berdiskusi dengan saya. Dalam diskusi itu kita memang dihadapkan pada perbedaan pandangan. Namun itu tak menjadi soal selama saya mampu berargumen positif dan negatif tentang pilihan yang dipilihnya sejauh potensi yang saya lihat ada pada dirinya.

5. Harus Saling Mengerti Sifat Masing-masing
- Sahabat itu bukan untuk satu atau dua hari, namun untuk selamanya. Kita tak mungkin mau merelakan hubungan persahabatan itu hancur oleh ketidakmautahuan tentang sifat masing-masing. Ada sahabat yang emosinya turun naik bak aliran listrik, ada juga yang tenang. Nah, sebagai sahabat kamu harus bisa menyeimbangkan diri dengan sifat sahabatmu.

6. Harus Nyambung Jika Diajak Ngobrol
Setiap permasalahan (tak hanya kisah cinta) yang kita hadapi maupun saksikan, pasti akan kita ceritakan pada si sahabat, bukan? Nah… jadi sahabat itu harus mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh sahabatnya, tapi gak asal nyambung. Kalau begini akan kelihatan lucu. Kenapa harus nyambung
Misalnya : sekarang kan sedang heboh kasus PKS, Maharani dan KPK. Jadi kamu itu harus tahu ke arah mana obrolan itu akan dibawa sama sahabatmu itu. Jadi sebagai sahabat, kamu itu harus tahu perkembangan, jangan seperti katak dibawah tempurung. Hari gini gak tau apa-apa? Hello…. kemana aja kamu? Internet kan ada. Up Date dong !!!

7. Harus Tahu Menempatkan Diri
Walaupun kamu saudah tahu tentang sahabatmu itu luar dalam, tapi kamu harus tahu menempatkan diri. Maksudnya yaitu jangan sembarangan berkelakuan. Ok, rambut sama hitam, “isi dalam” sahabatmu kamu juga tahu, tapi kamu harus bisa mengerti akan situasi dan kondisi sahabatmu.
Misalnya : si sahabat jomblo dan dia ajak kamu ketemuan. Si sahabat Cuma mau menghabiskan waktu bersamamu entah itu sekedar hot-spotan bareng atau sekedar makan. Intinya sih si sahabat itu Cuma mau ada kamu dan dia di lokasi itu. Pada saat itu, JANGAN PERNAH suruh datang / mengajak PACARMU di depan sahabatmu apalagi sampai menunjukkan kemesraan kalian di depan sahabatmu itu. PAHAMI dan MENGERTI sahabatmu itu. Yang pasti JANGAN PERNAH PERLAKUKAN SAHABATMU SEBAGAI OBAT NYAMUK atau pun RADIO RUSAK.

8. Sahabatmu, Cerminmu
Terkait poin ke-7 di atas, seorang sahabat itu harus tahu menjaga perasaan sahabatnya. Jadi jangan asal berkelakuan. Jaga perasaannya. Kalau mau berbuat, lebih baik kamu berpikir ribuan kali, apakah si sahabat akan menyukainya?
Kembalikan ke dirimu sebab sahabatmu itu cermin dirimu. Apa yang akan kamu rasakan jika perlakuan tidak nyaman itu dilakukan si sahabat kepadamu? Sakit tidak? Enak tidak? Kamu bakal sedih, tidak?
Kalau kamu tidak mengerti, tanyakan kepada si sahabat, suka tidak? Boleh atau tidak? Kalau masih belum mengerti juga, belajar lagi. Jadi sahabat itu jangan bodoh, selain memakai logika, kamu juga harus menggunakan perasaan sensitifmu yang tinggi untuk menilai segala sesuatu.

9. Harus Tega
Si sahabat sudah cerita habis-habisan atau pun menangis sekeras-kerasnya di hadapanmu, sekarang ia meminta solusi darimu. Fungsinya kamu sebagai sahabatnya adalah mendengarkan dan memberi pendapat. Tak selamanya sebagai sahabat kamu harus selalu setuju dengan perbuatan sahabatmu.
Misalnya : sahabat saya pernah menangis karena masih menyayangi mantan pacarnya, padahal dia sudah memiliki pacar baru. Ketika curhatan itu berlangsung, saya sudah katakan, yang lalu biarlah berlalu, sekarang jalani sebaik-baiknya dengan yang baru. Berulang kali saya katakan sudah cukup, tapi si sahabat masih bersikeras mau menelepon mantan pacarnya dan mengajak baikan.
Benar, Dia memang menanyakan pendapat saya tapi dibalik itu dia berharap saya mendukungnya. Lalu apa yang saya lakukan?
Saya memarahi dia. Kok saya tega? Sejujurnya saya tidak tega, Cuma saya rasa itulah yang bisa saya lakukan untuk menghentikan perbuatan bodohnya. Saya katakan, “jangan bodoh jadi perempuan, jangan jadi pengemis cinta. Toh kau kan sekarang sudah punya pacar baru jadi jalani aja hubunganmu sama pacar barumu. Yang lama ya sudah, masa’ kau gak mau move on? Banyak-banyak sabarlah ya. Gak usah nangis-nangis, toh si mantan aja gak nangisin kau”.Dia bagaimana? Dia makin deras nangisnya dan memeluk saya.
Tapi jangan asal tega ya. Tega itu hanya berlaku dan boleh dijalankan ketika si sahabat gak bisa dibilangin. Sahabatnya sudah memberikan solusi terbaik bagi dirinya tapi dia masih mau mempertahankan emosinya (emosi bukan hanya marah) sendiri. Kalau masih mau egois gitu, mendingan gak usaha cerita apa-apa sama sahabatnya, kan? Selesai. Dan kamu gak usah membebani pikiran sahabatmu dengan masalahmu.

10. Penyimpan Rahasia
Kalau kamu sudah memiliki sahabat, otomatis kamu tahu segala “isi dalam” dia bukan? Nah, isi dalam ini jangan kamu bicarakan sama orang lain, cukup hanya dirimu saja yang mengetahuinya. Sejelek apapun dia, dia tetap sahabatmu toh kamu yang pertama mengenalnya. Jadi jangan buka aib sahabatmu sendiri di hadapan orang lain karena sama saja kamu menelanjangi dirimu. Mengapa? orang itu akan menilai bahwa kamu tidak dapat dipercaya karena bisa membuka aib sahabatnya sendiri. Dan hasilnya, kamu tidak akan dipercaya orang itu lagi. Bukan tidak mungkin orang itu akan menceritakan kelakuanmu pada sahabatmu. Sahabatmu pun akan marah kepadamu. Lalu kamu akan mendapatkan apa? Selain mendapatkan malu sebagai penyebar rahasia orang, kamu juga akan kehilangan sahabatmu. Mau begitu?

***

Selain menjadi cermin dirimu, sahabat itu berguna untuk menjadi tong sampahdimana kamu bisa menceritakan berbagai hal kepada sahabatmu. Bila kamu merasa sedang memiliki masalah dengan sahabatmu, katakan apa masalahmu. Jangan Cuma dipendam.
Sebagai manusia biasa, adalah suatu keuntungan bagi kita jika kita memiliki sahabat. Oleh karena itu, jagalah perasaan sahabatmu dan berpikirlah dua kali jika ingin merusak persahabatan itu. Mencari teman memang gampang, dimana saja bisa kita dapatkan, tapi mencari sahabat itu susah apalagi yang untuk selamanya. Dan yang pasti, sahabat itu sangat berarti dalam kehidupan kita yang sementara di dunia ini.

Kamis, 07 Februari 2013

Sekelumit Cermin Negatif Pemuda Masa Kini


Pemuda adalah satu kata yang sulit saya terjemahkan. Bagi saya pribadi, kata pemuda ini memiliki banyak arti, tentunya semangat kepemudaan yang dimiliki oleh setiap orang. Sebagaimana yang kita ketahui, seorang bayi yang baru lahir tidak mungkin langsung menjadi tua. Mereka melalui proses yaitu dari bayi, balita, anak-anak, remaja(pemuda), dewasa, dan orang tua.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, yang dikatakan Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai (30) tiga puluh tahun sebagaimana yang telah tertulis pada Bab I pasal 1.

Namun tidak menutup kemungkinan, seseorang yang berada di atas usia 30 tahun masih memiliki jiwa muda. Jiwa muda yang saya harapkan dari mereka (di atas 30 tahun) adalah jiwa yang penuh optimisme, dimana mampu menatap ke depan dengan penuh keyakinan, bukan seorang yang rentan galau. Mengapa demikian? Karena yang namanya Galau itu hanya milik kami para remaja yang berusia muda, dimana dalam galau itu, kami masih susah mengatur segala emosi (marah, sedih, dan rasa bahagia) kami yang meluap-luap. Disinilah fungsi mereka sangat kami harapkan.

***

Di tengah menapaki tangga menuju kedewasaan yang akan menjadi penerus bangsa, pemuda ini sangat mudah terpengaruh kepada lingkungan, yang mana merugikan diri mereka sendiri. Misalnya :

1.      Narkoba
Seminggu belakangan ini, media massa terus dibanjiri oleh berita Raffi Ahmad yang ditangkap BNN (Badan Narkotika Nasional) dan telah menjadi tersangka dari penggunaan Cathinone. Jika sepintas kita perhatikan, Raffi Ahmad ini adalah sosok anak muda yang dapat menjadi panutan bagi anak muda lainnya dalam hal kesuksesan pekerjaan. Sepertinya ia tak mengenal lelah dalam melakoni diri sebagai public figure tanah air, dari mulai presenter di berbagai acara Live/tidak, sampai menjadi penyanyi. Pundi-pundi rupiah pun berhasil ia kumpulkan dan membeli berbagai macam kendaraan mewah. Namun karena ditangkap oleh BNN, karir Raffi Ahmad pun tampaknya harus dilanjutkan di balik panti Rehabilitasi. Sebenarnya, saya kasihan jika nasib Raffi menjalani bulan-bulanan media hanya karena ia public figure. Toh itu sudah aib, ya sudah jangan dibicarakan terus. Namun media hanya memberitakan keingintahuan masyarakat terhadap aktris idolanya tersebut. Padahal masih banyak anak muda lain yang menggunakan narkoba. Misalnya beberapa teman dekat saya (laki-laki) dulu juga mantan pengguna Narkoba jenis Ganja yang kini telah beralih menjadi perokok aktif.
-> Jika sudah menjadi pengguna aktif, Narkoba yang katanya sebagai dopping ini akan menyakiti Anda sendiri misalnya ketika Anda tak punya uang untuk membelinya. Mau tak mau Anda harus melukai diri Anda untuk meminum darah Anda yang telah terkandung narkoba tersebut.
-> Kalau mau menggunakan Narkoba sebaiknya Anda harus berpikir ulang dimana Narkoba itu bukan barang yang murah. Apalagi Anda pengguna narkoba dari keluarga sederhana mau pun anak kos. Anda disuruh sekolah oleh orang tua Anda demi meraih cita-cita. Seharusnya itu yang seharusnya Anda lakukan.

2.      Seks Bebas
Seks merupakan fitrah manusia. Untuk di negara timur seperti Indonesia, seks adalah suatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan di depan umum. Namun adanya Blue Film (BF) yang memiliki bintang seperti Maria Ozawa, menantang adrenalin remaja-anak muda untuk mencobanya. Yang namanya tabu dan tidak boleh itu malah menambah rasa penasaran, kan? Karena anak muda memiliki keingintahuan yang besar, maka hubungan itu pun terjadi.
Hubungan seks ini biasanya dilakukan bersama sang pacar. Tempatnya bukan di rumah, karena di rumah kan ada orang. Dari hotel kelas melati, tempat makan, warnet hingga pematang sawah bahkan di pinggir sungai pun menjadi lokasi melukan hubungan terlarang itu.
-> Ada baiknya rasa keingintahuan itu dipendam saja terlebih dahulu, dari pada Anda penasaran dan mencoba yang berakhir dengan ketagihan.
-> Jika si laki-laki berkata, buktikan cintamu padaku dengan menyerahkan keperawananmu, jangan dilakukan. Teman saya sudah banyak yang menjadi korban. Bila itu terjadi dan kesucian Anda terenggut, lalu apa yang bisa Anda lakukan? Kalau Anda sampai hamil dan si laki-laki tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan Anda lakukan? Aborsi? Berapa kali lipat dosa yang sudah Anda tabung? Mikir dong !!!
-> Dalam kasus ini, Anda yang perempuan mesti menggunakan logika dari pada perasaan. Jangan mau melakukan hubungan itu tanpa didahului oleh ikatan pernikahan.

3.      Geng Motor
Beberapa waktu lalu, di daerah saya dihebohkan dengan adanya geng Motor yang mana berisikan anak-anak SMA. SMA itu sudah bisa dikatakan pemuda karena dari segi umur mereka sudah berusia 16 tahun ke atas.
Berawal dari kongkow-kongkow sebagai sesama pemilik sepeda motor, berakhir melakukan tidakan kriminalitas, misalnya merusak berbagai fasilitas umum dan membahayakan pengguna jalan yang mana mereka tidak hanya beraksi di malam hari. Anak dari teman ibu yang baru pulang sekolah diketahui diganggu mereka hingga anak tersebut mengalami trauma untuk keluar rumah.
-> Geng motor tentunya berbeda dari klub motor. Klub motor pun jikalau bermanfaat dan membantu kegiatan sosial tentunya bukan masalah. Jikalau pun ada perkumpulan para pengguna sepeda motor sejenis yang suka touring pun tak jadi soal. Kegiatan ini positif.
Geng motor yang melakukan tindakan kriminal, tak usahlah, merugikan dirimu dan orang lain. Kamu itu disekolahin buat belajar, jadi ya belajar saja. Ikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di sekolah atau pun les yang tersedia di dalam dan di luar sekolah. Jadi kalau kamu sudah sibuk sedemikian rupa, kamu tak punya waktu untuk geng motor itu.

4.      Demonstrasi
Kegiatan yang katanya demi menyalurkan aspirasi masyarakat yang tak jarang dilakoni oleh para mahasiswa ini, menurut saya adalah suatu kesalahan. Salahnya dimana? Yang namanya orang menuntut hak dalam demonstrasi itu kan harus didengarkan. Jadi kalau tidak/belum didengar, para pendemo (mahasiswa) merusak berbagai fasilitas umum.
Nah, fasilitas umum ini kan dibuat oleh pemerintah dengan pajak yang ditarik dari Anda sendiri. Jadi kenapa harus dirusak? Kan sama saja merugikan diri sendiri. Belum lagi demonstrasi intern di dalam kampus misalnya mereka mendemo kebijakan kampus yang menaikkan SPP. Demo yang dilakukan juga merusak fasilitas kampus. Bukankah ini merugikan Anda sendiri wahai mahasiswa?
-> Anda yang menamakan diri sebagai mahasiswa bukanlah orang biasa, dimana Anda seharusnya sudah mampu berpikir dan menimbang segala sesuatu menggunakan logika dan etika Anda. Jadi jika pun Anda tetap ingin berdemo, silahkan. Saya tak melarang Anda para mahsiswa berdemo, tapi tolong jangan rusak fasilitas yang ada. Gunakan pemikiran Anda yang katanya orang-orang berpendidikan untuk memikirkan sesuatu secara serius, bukan hanya melakukan sesuatu seenaknya. Alih-alih menuntut Hak, fasilitas dirusak. lagi pula, bukankah masih ada jalan lain selain demonstrasi?
-> Kalau Anda menemukan masalah di seputar kampus, Anda bisa mengajak para dosen untuk berdiskusi. Dan saya yakin, para dosen pun mau duduk bersama Anda dalam suasana musyawarah.

5.      Mudah terpancing Emosi
Sebelumnya perlu saya tekankan disini bahwa emosi bukan hanya marah, namun juga perasaan senang yang meluap-luap.
Bagi Anda penggila bola tanah air, pasti tidak asing dengan Diego Michiels, bukan? Kekasih pesinetron Nikita Willy ini pun ditangkap dan harus menjalani malam di hotel prodeo setelah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Max Paripurna beberapa hari sebelum ia akan diturunkan menjadi pembela tanah air di ajang piala AFF 2012 lalu. Diego Michiels juga public figure, makanya media massa membicarakannya.
Coba Anda perhatikan di sekeliling Anda, pasti banyak geng-gengan baik itu geng cewek populer atau bahkan geng cowok bandel.
Belum lagi, ada orang yang tak tahu maksud dari perkataan/tulisan orang lain, namun sudah marah-marah.
-> Jadi saya harapkan, adanya pengendalian diri dari masing-masing anak muda yang sedikit banyak harus memulai berpikir dewasa dan bijaksana (bukan sok dewasa dan sok bijak).
-> Jika umurmu memang masih muda, tanyakan pada orang yang lebih tua biar kamu tak seenaknya sendiri. Kadang perbuatanmu itu tak disukai orang lain, jadi banyak-banyak belajar. Terus kalau berbicara itu mesti disaring biar yang dengar pun ikut nyaman.
->Selanjutnya kalau tidak tahu maksud orang, jangan langsung marah-marah. Lebih baik pahami. Kalau tidak mengerti, tanyakan dengan orang yang bersangkutan. Kalau tidak mengerti juga, ya… Anda mesti belajar lagi.

***

Saya sangat menghargai sekaligus berterima kasih kepada mereka yang masih memiliki jiwa muda yang mau membimbing kami. Membimbing dalam arti memberikan motivasi dan membantu kami  yang berusia di bawah 30 tahun untuk menemukan jati diri, menetukan arah, membantu menggali potensi yang tidak kami sadari dalam diri kami, mengajari kami bersikap bijaksana dan dewasa, dimana sudah pasti kami tidak mungkin selamanya berusia muda.
Pada usia produktif di atas, seorang pemuda diharapkan menjadi penerus bangsa yang beriman dan berakhlak baik, serta mampu menyeimbangkan penggunaan antara logika dan etika. Jadi jangan sembarangan berbuat sesukanya. So, think carefully before doing something !!!

Suamimu Lebih Memilihku


Melihat banyak lelaki tampan adalah makanan keseharianku. Di kantor, aku bercengkrama dengan mereka sewajarnya. Mereka memperlakukanku layaknya saudara mereka sendiri yang harus selalu di lindungi. Jangankan cinta, rasa sayangku kepada mereka tak lebih dari sayang dari seorang adik kepada kakaknya. Layaknya aku menyayangi Bang Riski, kakak laki-lakiku satu-satunya yang tak kurelakan menikah dengan pujaan hatinya, Wulan.
Mungkin benar ucapan Lina, sahabatku sedari SMA. Ia mengatakan bahwa aku membutuhkan pasangan yang berusia lebih tua, minimal seusia kakakku. Ya, lelaki 30tahunan yang matang. Dan kini, sepertinya perkataan Lina memang terbukti benar. Aku merasa sangat nyaman dengan Bobi.
Jangankan kenyamanan, kedewasaannya mampu luluhkan hati kerasku. Bobi adalah lelaki metroseksual berusia 35 tahun, seorang Manager operasional di salah satu perusahaan bonafit yang sering memakai jasa Advertising perusahaanku. Sungguh bukanlah suatu kesengajaan pertemuan kami. Berawal dari makan malam bersama pimpinanku hingga sekarang, saat ku sadari hati kami telah dirasuki cinta. Cintaku kepada Bobi yang telah berkeluarga.
“Hei Ka, apakah kau sudah gila? Bobi itu suami orang.” Amarah Lina memuncak ketika mendengar ceritaku tentang latar belakang Bobi.
“Memang benar, ada masalah?” tantangku pada Lina. Suara Lina melemah, “Ka, kau carilah lelaki lain, jangan ganggu rumah tangga orang. Dia sudah punya istri dan anak. Cinta kalian tak ada masa depan.”
“Kau tak tahu apa yang dirasakan Bobi. Semua tentang istrinya telah dia ceritakan padaku. ia ingin menceraikan istrinya sejak 5 tahun lalu. Ia tak dianggap lagi oleh istrinya. Perceraian itu tak terjadi  karena Bobi masih memikirkan putra semata wayangnya, Wisnu yang akan tinggal bersamaku jika aku menikah dengan Bobi. Aku kasihan padanya.” Jelasku pada Lina.
“Kau kasihan padanya, apa dia merasa kasihan padamu jika cinta terlarang kalian diketahui oleh istrinya?“. Ya sudah, aku tak ingin berdebat denganmu, renungkanlah pertanyaanku. Lalu lakukanlah yang benar menurutmu, aku mau pulang dulu.” Tambah Lina sebelum beranjak dari ruanganku.
***
Mungkin benar perkataan Lina, jika aku bertahan bersama Bobi, aku akan menyakiti sesama kaumku. Namun, bagaimana dengan hatiku? Tak ada yang peduli, bukan?
Keyakinanku untuk melaju bersama pria yang lebih tua dari abangku ini bertambah besar ketika ia mencurahkan isi hati dan masalah rumah tangganya padaku. Sebab cerita itu, aku menetapkan hatiku untuk mencintai Bobi dan mulai memikirkan masa depanku bersamanya dan Wisnu. Wisnu berusia 4 tahun yang masih sangat membutuhkan perhatian dari seorang ibu, namun tak pernah diurus oleh Ira, istri yang hanya membuang uangnya.
Dalam rengkuhanku, lelaki yang sepuluh tahun lebih tua dariku ini telah menyerahkan segalanya. Cinta Bobi padaku membuatku ingin meminta istrinya untuk melepaskan pria yang telah menabur benih di rahimku. Aku tahu, aku telah melakukan hal yang salah, namun sejujurnya  aku tak menyesal. Semua ini mengalir begitu saja, kami melakukan kesalahan itu atas dasar cinta. Sebelumnya Bobi telah berjanji, jikalau aku hamil, ia akan segera menikahiku.
Aku tak sabar menunggu hari itu, hingga suatu hari aku mengirimkan SMS kepada Ira yang berisi, “Bodohnya kau, ketika kau biarkan ia berlalu. Ia mendatangiku, ceritakan semua tentangmu. Ah,, aku sungguh tak tahan melihatnya menangisimu yang sungguh lupa akan budinya. Kau membuangnya, menjilatinya kapan kau suka. Kau tahu, ia tak butuh itu. Sebenarnya ia butuh kasihmu, bukan sekedar status suami di hadapan mereka, para sosialita sepertimu. Dan kini, aku telah memiliki calon adik bagi Wisnu. Lepaskanlah Bobi untukku, aku lebih mampu membahagiakannya.”
***
5 menit, 10 menit, 1 jam bahkan seharian kami menunggu SMS balasan dari Ira,  namun tak ada respon. Bobi pun segera pulang ke rumah dan mendapati Ira tengah tergolek lemah di ranjang tanpa busana bersama pria yang tak lain adalah teman Bobi sendiri. Setelah melalui keributan yang panjang, Bobi pun mengemasi barang-barangnya dan kembali ke apartemenku.
Seminggu kemudian, hari yang kunanti pun tiba.  Kami melangsungkan pernikahan secara Siri. Kami hidup bahagia sembari menunggu proses cerai antara Bobi dan Ira. Mulai hari ini aku telah menjadi istri Bobi, dan aku bahagia. Kebahagiaanku bertambah ketika Wisnu lebih memilihku dari pada ibu kandungnya.
Setiap wanita pasti ingin menikah secara resmi, bukan? Ya, itu akan kami lakukan setelah anakku lahir. Yang harus kulakukan sekarang adalah menjadi istri yang baik Bobi, ibu yang menyayangi Wisnu dan menanti kelahiran buah cintaku dengan lelaki ini. Lelaki yang lebih tua dari kakakku. Lelaki yang kuharapkan untuk melindungi, menjaga, dan memanjakanku. Ya, Bobi adalah sempurnanya lelaki bagi hidupku setalah ayah dan kakakku.

[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...