Rabu, 01 Januari 2014

Logika Sesat Mereka Tentangku

Ma... Ami muak. Muak sama orang yang sering menghakimi kita. Terlalu banyak orang yang mengandalkan logika sesatnya, hanya untuk mencari tahu tentang kita, tentang kampung kita, dan yang pasti, tentang Ami.

Jika Ami sedang berbicara dengan beberapa teman, Ami selalu menyelipkan nama Ma di dalam obrolan itu. Bagi Ami, fatwa-fatw Ma memang sudah yang paling benar. Logika saja, Ibu mana sih yang mau menyesatkan anaknya, kan? Ami selalu bilang, "kata Mamaku kan bla bla bla...".

Terus suatu hari ada kawan yg entah di mana pikirannya tiba-tiba nyeletuk, "mama sama papamu cerai ya, Da? kau gak pernah nyebut "kata papaku". 

Sontoloyo ini si kawan.Enak aja dia ngomong asal aja. sok tau dia. Padahal, Ayah udah hampir 20 tahun gak ada sama kita ya, Mam. Ami saja sedikit lupa sama wajah Ayah. Selama ini, ami hanya mengandalkan foto-fotonya di album kita  dan wajah adik yg dibawah ayah yg mirip sekali. Ya... memang ayah pergi di usia ami 6 tahun. 

Kesoktahuan mereka yg lainnya adalah yg menjadikan kebiasaan orang dikampung kita, Ma. Mereka bilang bla bla bla ttg kampung kita dengan kesoktahuannya. kalau ami protes, ujung2nya bilang, "dulu ada teman saya yg orang sana bla bla bla makanya saya bs ngomong. 
duh... kasian mereka ya mak. kesoktahuan itu menyesatkan mereka sendiri. cuma berbekal beberapa orang yg ngomong udah bisa jadi bukti utk menghakimi orang lain. Padahal perlu data kan mak. hufh.. ami kesal. kesal sama orang gitu 

belum lagi, ada yg kasih predikat ...wati ke ami hanya karena ami selalu bela mereka yg dianggap minoritas. what the hell! 
katanya orang tua, ahli agama, tapi hobi justifikasi jg. ckckck... 
Ma kan tau sendiri gimana ami. Kalau minoritas gak salah, masa' ttp disalah2i? Ami gak suka yg gitu. 
Kayak mereka yg sok tahu itu udah benar sekali jalani hidupnya. 

Belum lg ada yg sok bilang sesuatu itu, bahkan sabarpun ada batasnya. ckckck... ya... walaupun ami gak pernah suka sama seseorang yg dulu, ami selalu ingat kalimat dia, "sabar itu gak berbatas. cuma manusia yg kasih batas." ---> thx mantan. 

Lelah dan jengah ami menghadapi orang yang sok tahu ttg ami. kadang sulit bagi ami maafin mereka yg udah nyakitin ami. tapi, emang harus ya, Ma. oia, Ami juga harus minta maaf sama mereka yg kadang beda opini sama ami. ami ingat jg sih kalimat seseorang yg bilang kurang lebih gini, "meminta maaf itu memang hal yg mulia, tapi jgn biarkan hakmu semakin diinjak-injak karena permintaan maafmu. Kalau seseorang itu semakin memperbesar masalah/perbedaan, tinggalkan saja." ---> thx guru :)

Tidak ada komentar: