Sabtu, 28 Juli 2018

[Review] Acnes Tea Tree Oil Clay Mask, Bisa Menghilangkan Beruntusan



Wajah berjerawat, sangat mengganggu penampilan. Belum lagi si beruntusan itu, apalagi kalau dia datang bawa teman-temannya. Benar-benar bikin tingkat percaya diri menurun drastis, kan? Seperti yang sedang dialami adik saya yang beberapa hari lalu bertanya, “Kak, produk apa yang bisa mengatasi beruntusan?”

Nah di sini, saya mau mengenalkan sebuah produk masker yang sudah saya cari selama ini, yaitu Acnes Tea Tree Oil Clay Mask. Kenapa saya cari? Karena sering habis. Mungkin diborong oleh para pejuang jerawat, yang pasti sudah mengenal Acnes Creamy Wah dan Acnes Foaming Washnya, yang lumayan ampuh mengurangi perdangan akibat jerawat. Nah, masker ini adalah rangkaian lanjutannya.

Pada maskernya, terdapat tulisan Clay Mask. Saya rasa cocok untuk wajah saya. Kalau Tea Tree Oil, belum tahu saat pertama. Namun setelah dicoba sebulan, baru saya bisa jabarkan. So let’s jump to the review ^_^

Kemasan:


Kemasannya tanpa kotak/dus. Jadi produknya itu persis seperti Acnes Creamy Wash, yaitu plastik berbentuk  tube, yang didominasi warna putih dan hijau. Pada kemasan seberat 50 gram ini, terdapat tulisan Acnes Treatment Series, yang memang rangkaian produk perawatan wajah dari Acnes. Tutupnya serupa tutup masker dalam tube pada umumnya, yaitu fliptop. Saya pribadi sangat suka dengan tutup seperti ini, karena memudahkan kita menutup produk, tinggal klik aja dan produk tertutup rapat. Higienis, kan? Didukung dengan kemasannya yang menurut saya travel friendly, jadi gak terlalu besar untuk dibawa bepergian.

Baca juga: Skin care Safi White Expert

Pada kemasan, tertulis jelas kegunaan produk. Berikut juga cara pakai dan komposisi (ingredients-nya). Buat yang masih ragu aman atau tidak, ternyata Acnes Tea Tree Oil Clay Mask ini sudah terdaftar pada BPOM RI, di mana dia juga terdapat kode produksi yang jelas. Yang paling penting lagi, Manufactured by-nya juga jelas. Jadi produk ini bukan produk treatment abal-abal.

Tekstur dan Aroma:


Dilihat sari teksturnya, berupa krim kental berbentuk pasta berwarna hijau muda. Kalau ditekan pada telapak tangan, dia langsung luruh. Kalau tangannya dibalik-balik, dia tak langsung jatuh. Aromanya segar, ini karena aroma si Tea Tree Oil tersebut. Yang enaknya lagi, produknya dingin di tangan. Cobain aja langsung ke wajah.

Ingredients:


Dari sekian banyak komposisinya, yang saya notice tentu saja Kaolin dan Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, dan Aloe Barbadensis Leaf Extract.

Kalau masker berbahan Kaolin (Clay) dan Aloe Barbadensis Leaf Exctract, saya sudah pernah pakai dan sejauh ini cocok. Makanya, saya penasaran sama si Tea Tree Oil-nya itu. Mana tahu dapat menjadi alternatif masker.

Manfaat, Cara Pakai dan Hasil:

Seperti yang tertulis pada kemasan. Kegunaa dari masker ini yaitu untuk merawat kulit yang berjerawat. Ini karena terdapat kandungan Tea Tree Oil yang sudah dikenal bermanfaat untuk merawat kulit berjerawat. See? Merawat ya sayang, bukan menghilangkan tiba-tiba. Jadi produk ini merupakan produk perawatan.

Selanjutnya disebutkan, produk ini berguna untuk membersihkan wajah. Ini karena mengandung Clay untuk membantu mengurangi minyak (sebum) berlebih dan membersihkan kulit lebih intensif. Nah, pernyataannya jelas, kan? Merawat dan membersihkan.


Cara pakainya pun mudah, karena tak perlu diaduk dan ditambah air lagi. Setelah dikeluarkan isinya ke jari tangan, produk ini langsung diaplikasikan di wajah. Cuma perlu dioleskan secara merata pada wajah dan didiamkan selama sekira 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali seminggu. Setelah 15 menit pun, masker ini agak lembab. Fyi: masker ini gak akan kering seperti kerupuk.  Setelah itu, wajah dibersihkan dengan air. Saat terkena air, masker menjadi licin. Nah, kalau saya, pijat-pijat lagi wajah saya sampai semua maskernya luruh.
Setelah memakai masker ini, tanpa terasa seperti tertarik, kulit terasa kencang dan bersih, walaupun memang, beruntusan, jerawat, maupun pori tak berkurang pada pemakaian pertama. Diteruskan saja sampai hasil yang kita harapkan terwujud. Biasanya kalau saya, hasil akan jelas terlihat pada pemakaian kedua atau ketiga.

Jika kita menginginkan hasil yang bagus, tentunya tak bisa kita harapkan dengan si masker saja, toh? Sebagai pejuang jerawat, kita harus merawatnya. Jadi biasanya, setelah membersihkan wajah, saya memakai toner lagi. Tentu saja, ini karena menurut saya, toner merupakan pintu supaya skin care lanjutannya dapat bereaksi dengan baik di kulit wajah kita. Setelah toner, saya pakaikan moisturizer. Kalau mau keluar rumah, pakailah sunscreen.

Harganya berapa?

Sekira Rp 30.000 – Rp 35.000

Belinya di mana?

Kalau yang Offline, saya belinya di swalayan besar. Sepertinya, di drugstore juga ada. Kalau yang online, di berbagai market place pasti ada. Toh produk ini juga bukan produk baru.

Re-purchase, gak?

Yaiyalah bakal saya beli lagi. Masalah yang ada pada wajah saya, ya ini lagi, ini lagi. Semoga saja nanti masih ada di swalayan dekat rumah saya. Produk ini ajaib, bisa cepat habisnya. Nyesal juga sih saya beli cuma satu.

Intinya tak ada yang tak saya sukai dari produk ini, karena produk ini memang produk yang cocok sama wajah saya. Saya suka sama produk ini karena berbagai kelebihannya, yaitu:
- Mudah diaplikasikan
- Oil controlnya bagus
- Wanginya enak
- Harganya juga cukup ramah
-Dengan pemakaian teratur:
jerawat, beruntusan maupun pori besar, berkurang.

Selamat mencoba



Salam

Sabtu, 21 Juli 2018

[Review] Safi White Expert, Cocok untuk Mencerahkan Wajah



Selama ini, beragam produk lokal Indonesia, Korea, India, Jepang, Amerika dan Eropa, membanjiri pasar skin care Indonesia. Indonesia ini ternyata menjadi lahan potensial buat produk skin care. Mungkin ini juga yang menjadikan Malaysia melirik pasar Indonesia dan akhirnya meluncurkan Safi.

Beberapa bulan terakhir, produk ini ternyata berhasil mencuri perhatian para beauty blogger/vlogger (influencer) Indonesia untuk ikut merasakan kasiatnya. Dan hasilnya, mereka suka.

Saya sendiri memang sejak awal sudah penasaran dengan Safi ini, karena sempat lihat di Guardian. Lalu ketika ada bagi-bagi produk Safi White Expert di Instagramnya, saya coba ikutan dan syukurnya saya mendapatkan Purifying Cleanser, Purifying Makeup Remover, dan CC Cream. Setelah saya coba sekira tiga bulan, inilah saatnya untuk di-review.

Kemasan

Kemasannya dari Safi White Expert Purifying Cleanser Perfectly Bright ini adalah laiknya facial foam (facial wash) biasanya, yaitu terdapat dalam tube plastik dan memakai tutup fliptop, sehingga menjaga isinya agar tak gampang tumpah. 

Pada tube seberat 50 gram dan 100 gram ini, yang jelas terlihat, tentu saja tulisan Halal, Natural & Teruji. Sesuai dengan slogannya, produk ini  sudah melewati lembaga Majelis Ulama Indonesia  (MUI). 

Pada bagian belakang tube, terdapat deskripsi produk, kegunaannya, isi kandungan, cara pakai, produksi dan distributornya di Indonesia, Kontak/media sosialnya, serta kode produksi dan label halal MUI lagi. Saya rasa tulisannya cukup informatif. Jadi dibaca saja, jangan malas membaca ^_^

Selanjutnya, Purifying Makeup Remover Perfectly Bright yang dikemas dalam botol plastik. Tersedia dua ukuran, 100 ml dan 200 ml. Botolnya ini kokoh, gak gampang pecah kalau tak kegencet kuat. Tutupnya ditekan pada satu sisi guna mengeluarkan isinya. Tutupnya rapat. Ini bisa mencegah isinya tumpah, yang tentu saja, putaran tutup botol pada lehernya mesti diputar kencang. Tulisan yang ada pada badan botol, tetap sama rincinya dengan Safi Purifying Cleanser.

Sedikit berbeda dari Safi Purifying Cleanser dan Makeup remover, CC Cream ini terdapat dalam dus, namun juga dalam bentuk tube plastik. Penampakannya ini persis seperti CC Cream pada umumnya, yang juga tutup tubenya diputar. Tulisan yang lainnya juga sama. Infonya lengkap pada tube 20 gram ini.

Tekstur, warna, dan Aromanya:



Safi Purifying Cleanser berbentuk seperti pasta gigi dan facial foam (wash) pada umumnya. Dia berwarna putih. Namanya juga facial wash, tentu dia tak memiliki butiran scrub untuk exfoliater. Harumnya juga segar dan dingin.

Safi Purifying Makeup Remover, seperti air, bening. Tapi terasa sedikit seperti minyak, namun tak membuat lengket. Malah menyegarkan, berikut juga wanginya. Kalau terjilat, dia pahit.

CC Creamnya seperti cream CC Cream biasanya yang gak terlalu kental, juga gak terlalu cair. Sayangnya, dia Cuma ada satu warna yang terang. Namun aromanya menenangkan. Sepertinya cocok buat cooling.


Isi Kandungannya:

Dari sekian banyak ingredients dari ketiga produk yang saya terima,  terdapat kandungan Habbatus Sauda (Seed of Bleesing) dan Oxywhite, yang belum pernah saya temukan pada produk lain. Menurut saya, inilah yang spesial dari produk Safi White Expert Perfectly Bright ini.

Klaim yang terdapat pada ketiga bagian belakang produk, bahwa Antioksidan dalam Habbatus Sauda membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas, memelihara kulit sehat agar tampak segar dan cerah. Ini merujuk pada dipercayanya Habbatus Sauda sebagai obat segala jenis penyakit, sejak ratusan tahun lalu. Sedangkan teknologi Oxy White (Oxygen + Bio-White), bekerja membantu membebaskan oksigen tambahan ke dalam kulit, sehingga membuat kulit terasa segar, membantu penyerapan nutrisi serta membantu mengurangi efek penggelapan kulit, sehingga membuat kulit tampak lebih cerah merata.

Safi Purifying Makeup Remover memiliki tambahan Teknologi Micellar, yang mana campuran dari micelles (molekul minyak) bercampur dengan air dengan kadar mineral rendah. Lalu, ada pula tambahannya yaitu Bio Hyaluronic. CC Creamnya sudah mengandung SPF24PA++.

Cara Pakai, Hasil, dan Klaim Produk, terutama CC Cream:

Biasanya, setelah bangun tidur, saya membersihkan wajah dengan Safi Makeup Remover terlebih dahulu. Tuangkan Makeup Removernya pada kapas, lalu usapkan ke seluruh wajah dan leher. Ulangi bila perlu. Lalu sekalian mandi, saya membasuh wajah dengan air dan dilanjutkan dengan membalurkan Safi Purifying Cleanser yang sudah saya busakan dengan air di telapak tangan. Pijat perlahan selama 1-2 menit dengan gerakan memutar, lalu bilas. Hasil dari double cleansing itu, benar-benar menyegarkan. Kulit terasa bersih dan segar. Kalau dikatakan tampak cerah, ini tentu saja butuh proses. Tapi kalau dikatakan warna kulit tampak merata, bisa saya benarkan. Tapi tentu, dengan pemakaian teratur. Intinya tak ada masalah dengan keduanya. 

Untuk menghapus make-up berat seperti eyeliner dan mascara, Purifying Makeup Remover, bisa dan cepat. Mungkin karena dia mengandung minyak. Menghapus lipstik matte juga bisa. Tapi tak perlu iseng dijilat ya... Karena dia pahit ^_^

Setelah memakai skincare dan jika ingin keluar rumah, CC Creamnya ditotol-totol dulu ke seluruh permukaan kulit wajah. Tapi jangan dibiarkan lama, karena dia akan susah dibaurkan. Btw, biasanya kalau saya tak memakai primer sebelumnya, CC Creamnya agak terasa menggumpal. Partikelnya walaupun halus, saya rasa untuk saya pribadi, agak berat. Makanya saya pakai primer biar lebih mudah dan cepat. Hasilnya memang akan merata.

Sedikit berbeda dengan yang saya jabarkan di atas, klaim di kotaknya mengatakan, Safi White Expert CC Cream SPF24PA++ ini merupakan CC krim dengan kandungan Habbatussauda dan Teknologi Oxywhite yang memberikan mafaat krim pelembab bertekstur ringan dan berbasis air yang tidak hanyak membuat kulit tampak lebih mulus, namun juga bertindak:

1.   Membantu menutup noda tanpa menyumbat pori agar kulit tetap sehat.
Opini saya: maksudnya noda hitam bekas jerawat, kah? Di kulit saya, dengan satu layer, belum bisa. Tapi bisa ditambah kalau mau. Ya, dia gak menyumbat pori sehingga ketika dibersihkan juga mudah.

2.   Membantu mencerahkan tampilan kulit.
Opini saya: Mencerahkan sih iya, tapi saya kurang nyaman karena masih terlalu terang. Untuk kulit saya yang sawo kematangan, shadenya yang Cuma satu ini keterangan. Jadi saya harus memakai bedak maupun bronzer biar warnanya senada dengan kulit tangan saya.

3.   Membantu menyamaratakan warna kulit agar tampak cerah alami.
Opini saya: Tolong tambahin shade dong, Natural atau beige. Ini supaya kami pemilik kulit sawo matang bisa memakainya dengan nyaman.

4.   Membantu menyamarkan tampilan jerawat dan bintik hitam.
Opini saya: Sama seperti nomor 1.

5.   Membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB dengan SPF24PA++
Opini saya: Karena dia sudah mengandung SPF24PA++, tak usah pakai Sunscreen lagi. Tapi kalau untuk kita yang banyak berakitifitas di luar ruangan, mungkin bisa ditambah.

6.   Membantu melembabkan kulit wajah.
Opini saya: Ya... ada perasaan dingin juga. Jadi nyaman.

7.   Membantu mengurangi kilap pada kulit berminyak.
Opini saya:  CC krim ini bisa dipakai di semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak. Bukannya tak ada si kilap ini, apalagi kalau dipakai lebih dari 2 jam. Tapi iya, kilap memang berkurang.

Belinya di mana? Harganya?

Produk-produk Safi White Expert Perfectly Bright ini, mudah dibeli di berbagai Online Shop dan drugstore di selutuh Indonesia. Harganya berkisar antara Rp 30.000 – Rp 120.000,00

Re-purchase?

Mungkin saya akan membeli skincarenya lagi, karena saya penasaran ingin mencoba Deep Exfoliator, sekaligus Day and Night Creamnya yang cocok untuk kulit saya.




Sabtu, 14 Juli 2018

Dolly Makeup Look feat. Hijabers Beauty Bvlogger (HBBV)


Assalamu'alaikum cantik...

Ini adalah kesempatan pertama saya untuk mengikuti makeup collaboration bersama Hijabers Beauty Bvlogger (HBBV)yang kebetulan edisi kali ini adalah Dolly Makeup Look. 

Selama sejarah berdandan saya, saya belum pernah merias wajah saya seperti boneka Barbie. Jujur, saya gak pernah membayangkan akan berdandan seperti boneka Barbie, karena toh saya memang gak memiliki boneka tersebut. Tapi dengan makeup collaboration bersama HBBV ini, saya merasa tertantang, sembari saya juga masih belajar bermake-up. Jadi mohon maafkan kalau ada yang shock ^_^




Setelah mencari referensi di youtube, beberapa foto di internet dan instagram, inilah hasil Dolly Makeup Look yang saya buat untuk kolaborasi kali ini:



Normalnya sebelum bermakeup, biasanya saya membersihkan wajah dengan Micellar water. Dilanjutkan dengan facial wash yang cocok dengan wajah saya yang sensitive dan acne prone. Yup, double cleansing. Double cleansing ini selalu wajib saya lakukan sebelum bermake-up, maupun sesudah.

Selanjutnya, saya memakai toner dari Viva Face Tonic Green Tea. Setelah kering, saya semprotkan DIY Setting Spray yang terdiri dari Air Mawar dan Aloe Vera Gel. Biarkan sampai setengah kering. Kemudian saya menggunakan moisturizer dari Fair & Lovely yang sebelumnya sudah saya campurkan Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50+PA+++. Biarkan mengering.

Sembari menunggu, saya mulai sedikit merapikan alis dengan spooly. Kemudain saya bingkai alis (tidak terlalu ditekan), dengan pensil alis Purbasari warna hitam. Untuk mengisinya, saya pakaikan Emina warna coklat. Lalu saya sisir kembali dengan Spooly.

Bagian wajah yang sudah mengering, saya berikan Primer dari Make Over - Corrective Base Make Up yang Greenish. Diamkan sebentar. Lalu sa
ya mulai menggunakan BB Cream Wardah dan Foundation Rimmel London Stay Matte yang saya campur dengan sedikit minyak zaitun. Setelah diratakan dan cukup ke seluruh wajah, sisanya saya pakai sebagai Concealer bawah mata dan primer pada kelopak mata. Btw, kali ini saya menggunakan Lipstik Purbasari Matte 95 sebagai Blush on dalam. Kemudian blend, blend lagi sampai warna pinknya rata. Lalu saya menggunakan teknik Baking dengan menggunakan loose powder dari Wardah dibagian bawah mata, guna menghindari fall-out eyeshadow yang akan saya gunakan pada kelopak mata.

Setelah kelopak mata diberi loose powder, barulah saya mulai dengan Multi Matte Blush dan Instant Glam Eyeshadow Palette dari Catrice Cosmetics, yang juga saya bawa ke area bawah mata. Tak lupa, saya tambahkan lagi eyeshadow dari L.A. Colors, untuk mengeluarkan warna merah muda a.k.a Pink-nya. Pada bagian kelopak, saya gunakan teknik Cut Crease. Kemudian saya tambahkan eyeshadow hitam dari L.A. Colors. Untuk menambah pekat warnanya, saya pakaikan eyeliner pen dari Mizzu. Untuk bagian bawah mata, saya campurkan eyeshadow pink tadi dengan eyeliner Putih dari Silky Girl. Oiya, di sini saya skip bulu mata palsu karena memang saya masih harus belajar pakainya. Sebagai gantinya, saya pakaikan Catrice Glam Doll Mascara.

Bagian mata sudah selesai, lalu saya pakai sedikit Wardah Everyday Compact Powder di bagian tengah wajah. Kemudian, saya lanjutkan dengan eyeshadow coklat dari Palette Venice Inez Color Counture Plus Eyeshadow Collection, sebagai countour. Masih dari Palette yang sama, warna kreamnya saya pakai sebagai highlight di tulang pipi. Setelah semuanya selesai, kembali saya semprotkan DIY Setting Spray tadi. Merasa highlightnya kurang nyala, saya tambahkan lagi highlighter dari Catrice. Untuk bibir, saya gunakan Palladio 4ever+ever Intense lip paint, yang warnanya sepertinya Shocking Pink. 

And Voila.... Jadilah Dolly Makeup Look sederhana versi saya, di kulit saya yang sawo matang ini.



***

Seperti yang saya katakan di atas, ini adalah kolaborasi yang diikuti oleh dua tim, yaitu tim blog dan vlog, sbb:

Tim Blog:




Tim Vlog:






Semuanya bagus dan sangat menarik, kan? Nah, salah satunya seperti vlog dari Tulip Akasia ini. Dia sangat rinci ketika mengerjakan Dolly Makeup Looknya.

*** 


Akhir kata, semoga Dolly makeup look yang kami buat ini dapat menginspirasi  kita semua. Selamat mencoba.

Sabtu, 07 Juli 2018

[Review] Garnier Serum Mask, Skin Care Praktis dalam Masker Tissue



Garnier Skin Naturals tampaknya tak berhenti memberi inovasi dalam setiap produknya. Demi menjaga kesehatan kulit wajah para perempuan di seluruh dunia, termasuk perempuan Indonesia, kali ini, mereka mengeluarkan Masker Tissue ala Korea yang cukup praktis, yang barangkali cocok bagi perempuan perkotaan yang cukup sibuk, sehingga memiliki waktu yang kurang dalam merawat kesehatan wajah.

Nah... sebagai pemakai setia produk Garnier Skin Naturals, saya pastinya kepo dong.. Berbagai pertanyaan muncul, seperti:

Kenapa namanya Serum Mask? 
Kenapa ada 3 jenis (yang terdapat di toko-toko di Indonesia sekarang)? 
Seefektif apa sih? Sepraktis apa sih? 
Cocokkah sama kulit wajah saya yang sensitif, yang rentan jerawatan, yang berpori? 

Dari pada penasaran, saya cobain aja ketiganya sekalian sebulan ini. 
Dan setelah dipakai, saatnya untuk di-review...

***

Kemasan

Jika dilihat dari kemasannya, Serum Mask ini, berbentuk segi empat (persegi). Jadi sisinya semua sama panjang. Tentu ini berbeda dengan masker tissue ala Korea yang biasanya kemasannya persegi panjang.

Seperti yang saya tuliskan di atas, serum mask ini terdiri dari 3 varian, yaitu warna pink, hijau, dan biru. Pada setiap kemasan variannya yang seberat 32 gram ini, tertulis kegunaan dan keuntungan dari pemakaian serum mask ini masing-masing, lengkap dengan isi kandungan (ingredients)nya. Selain itu, terdapat juga cara dan lamanya waktu yang disarankan untuk pemakaian, yaitu cukup 15 menit. Sama seperti masker pada umumnya. Lengkap.

Yang paling penting, terdapat pula tanggal kadaluarsa, kode produksi, dan kode dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nah, serum mask ini sudah melewati BPOM, berarti tak ada masalah lagi. Menurut saya pribadi, tulisan pada kemasannya sangat informatif.

Tekstur, Warna dan Aroma

Seperti masker tissue pada umumnya, serum mask dari Garnier Skin Naturals ini berwarna putih pada setiap lembaranna. Bila disentuh, sangat lembut dan berair, seperti jelly. Aromanya harum. Hampir tak ada bedanya dengab masker Korea pada umumnya. Sedikit berbeda, masker tissue ini terdapat lapisan berwarna biru yang agak kesat, yang mungkin merupakan lapisan pelindung, pada satu sisinya. Menurut saya, ini berguna demi menjaga elastisitas si masker tissue sendiri sehingga tak mudah robek. Ini supaya isi kandungan masker serum ini juga terjaga.

Isi kandungan (ingredients) dan kegunaanya

Seperti yang tertulis pada kemasannya, masker tissue ini merupakan generasi baru dari Garnier yang tiap lembarnya menutrisi wajah dengan 1 minggu kadar konsentrasi serum (Dihitung dari rata-rata kandungan glycerin pada pelembab Garnier Sakura White non-SPF).

Wohooo.... jadi masing-masing lembaran ini mengandung serum. Katanya, 1 masker ini = 1 minggu serum. Sungguh istimewa sekali. Tahu dong kegunaan serum? Buat yang rajin membaca, pasti tahu ^_^ Selain itu, tentu saja ada bahan-bahan lainnya.

Tadi kan saya katakan ada 3 varian. Berikut isi kandungan tiap varian dan kegunaannya;



1. Serum  Mask berwarna Pink (Sakura White -  Intense Hydrating Radience Tissue Mask), mengandung Japanese Sakura dan Hyaluronic Acid Serum. Serum Mask ini, diperuntukkan bagi kulit kusam, tak bercahaya.



2.   Serum Mask berwarna Hijau (Hydra Bomb – Intense Hydrating Purifying Tissue Mask), mengandung Green Tea Extracts dan Hyaluronic Acid Serum. Serum Mask ini ,diperuntukkan bagi kulit berminyak dan Kombinasi.



3. Serum Mask berwarna Biru (Hydra Bomb – Intense Hydrating Bouncy Tissue Mask), mengandung Antioxidant Pomegranate dan Hyaluronic Acid Serum. Serum Mask ini, diperuntukkan bagi kulit kering.

Cara Pakai dan Hasilnya:

Seperti memakai masker tissue pada umumnya, tentu saja si masker tissue ini dilipat di dalam kemasannya. Buka lipatannya, lalu tempelkan bagian putihnya ke wajah. Sebelum melepas lapisan birunya, biasanya saya pijat-pijat wajah dengan si lapisan biru itu, sehingga sisa serumnya menempel ke masker tissue dan wajah saya, sembari menyesuaikan letak si masker itu dengan wajah. Lalu, Setelah lapisan biru dibuka, serum yang tertinggal, saya usapkan ke leher, bagian dada, maupun tangan. Kalau masih cukup, sekalian ke kaki (HEHEHE).



Nah, masker tissue yang sudah diletakkan dan pas di wajah tadi, mulai saya pijat-pijat. Pijatan ini berguna untuk melancarkan peredaran darah. Tentunya juga supaya si serum cepat meresap ke dala kulit wajah. Setelah itu, diamkan selama 15-20 menit, sebelum dilepas. Serum ini sebaiknya dipakai 3 x seminggu.

Setelah masker tissue ini dilepas, jangan dicuci. Dipijat lagi saja wajahnya. Setelah dipastikan mengering, baru dilanjutkan skin care lainnya. 

Setelah seminggu pemakaian, hasil dari serum mask warna pink ini di kulit saya yang sawo matang: kulit wajah saya terasa lembab. Memang agak lebih cerah, mungkin setingkat (ingat, cerah ya,,, bukan putih tiba-tiba) dan terasa lembut. 

Kalau yang warna hijau, terasanya minyak berlebih mulai berkurang. Kulit juga terasa segar. Gak ada masalah juga di kulit sensitif saya.

Yang warna biru mengklaim, garis-garis halus pada kulit kering, tampak berkurang. Kulit terasa elastis dan segar. Ya, kalau yang elastis dan segar, bisa saya benarkan sekarang juga. Tapi kalau yang mengurangi garis halus, mungkin sedikit berkurang. Ah ya... perawatan memang butuh waktu, toh? Jadi sabar aja, namanya juga usaha.

Belinya di mana?

Masker tissue dari Garnier Skin Naturals ini sangat mudah di dapatkan, baik offline (supermarket, guardian), maupun situs belanja online.

Harganya berapa?

Untuk satu kemasan (persachet), normalnya Rp 22.800 (harga lazada).

Re-purchase?

Untuk masker tissue yang sudah dilengkapi ekstrak serum seperti ini, pasti akan saya beli lagi, apalagi manfaatnya sudah saya rasakan sendiri.


***

Tulisan ini merupakan opini pribadi saya. Apa yang saya tuliskan, adalah pengalaman saya setelah merasakan manfaat dari produk ini. Hasil mungkin berbeda-beda pada setiap pemakai. Jadi sabar saja. Kalau gak cocok, segera hentikan. Selamat mencoba.


***




Senin, 02 Juli 2018

[Review] Garnier Bright Up, Cerahkan Wajah Seketika



Belakangan ini, trend make-up ala korea, sedang banyak digunakan oleh para perempuan pecinta make-up, karena terlihat lebih simple dan mencerahkan seketika. Berangkat dari keinginan untuk memuaskan para konsumen setianya seperti saya (HAHAHA!), Garnier Skin Naturals, menghadirkan Garnier Light Complete Bright Up. Produk ini merupakan produk Tone Up yang dapat mencerahkan wajah seketika. Sebagai penyuka produk-produk Garnier, saya jadi penasaran. Sehebat apa sih produk ini? Apakah benar cukup pakai produk ini, tak perlu pakai foundation dan bedak lagi?

Hmmm..

Baiklah.

Setelah dipakai 3 bulanan, saatnya di-review...

***

Kemasan



Kemasannya terdiri dari dua tahap, yaitu kotak dan tube. Kotaknya simple. Seperti semua produk Garnier yang memakai kotak, pada kotaknya tertulis nama produk, kegunaan produk, ingredients, kode produksi, serta tanggal kadaluarsa dan berapa lama produk dapat digunakan setelah dibuka. Buat saya, ini cukup informatif.

Tubenya seperti tube krim wajah dari Garnier lainnya, dengan tutup yang bisa diputar. Walaupun ada kemungkinan kurang rapat saat menutupnya saat terburu-buru, tube seberat 15 mg ini, tak mudah keluar isinya, kecuali tertekan benda berat a.k.a kegencet ^_^ Badan depan tube, tentu saja sama seperti badan depan kotaknya, demikian juga dengan badan belakangnya. Yang membedakan, tulisan pada badan belakang lebih singkat.


Tekstur

Berbicara tentang tekstur, tentu saja dia berbentuk krim yang tak cair, karena ketika diletakkan di tangan, krimnya gak akan mengalir. Tapi juga, krimnya gak terlalu kental. Intinya sih gak seperti Handbody lotion. Krimnya ini agak cepat nge-set. Jadi sebaiknya cepat diaplikasikan.

Ingredients

Dari semua ingredientsnya, yang saya notice, tentu saja Niacinamide. Bahan ini memang diperuntukkan untuk produk pecerah wajah. Selain itu ada Talc yang memberikan perasaan matte di wajah. Tak lupa, dia mengandung Fragrance yang memang memiliki bau harum. Fragrancenya ini selama saya pakai, gak memberi efek macam-macam. Jadi saya tenang-tenang saja. Produk ini  juga mengandung  SPF 19 seperti pendahulunya yang Light Complete. Seperti yang dituliskan pada kemasannya, produk ini diperkaya 10X Vitamin C, Ekstra Soy Yoghurt, dan UV Filter.

Cara Pakai dan Hasilnya:

Tentu saja krim yang sudah dikeluarkan di telapak tangan, dioleskan ke seluruh wajah secara merata dengan teknik memutar yang agak cepat. Kenapa cepat? Tentu saja karena krim Tone Up seperti ini cepat ngeset. Ini mungkin karena ada Talc-nya tadi. Dipakainya pun mesti benar-benar tipis dan merata, kalau tidak, dia akan menggumpal.

Setelah diaplikasikan, didiamkan di depan kipas angin atau dikipas-kipas biar cepat kering. Selanjutnya jika akan dipakaikan make-up lainnya berupa foundation dan teman-temannya, sudah cukup mumpuni. Ini karena produknya sudah seperti moisturizer. SPFnya juga bisa ditambah dengan krim SPF lain.



Bila dipakai tidak dengan make-up alias hanya krimnya saja, produk ini juga sudah cukup baik karena seperti klaimnya, formulanya ringan dan tidak menyumbat pori. Wah, cocok juga pastinya bagi pemilik pori besar.

Ada beberapa keuntungan yang dijanjikan produk ajaib ini, yaitu:

1.       Tampak cerah dan bercahaya
Baiklah, ini bisa saya bilang tepat. Kulit saya yang sawo matang ini cerah seketika. Cerah ya, bukan tiba-tiba jadi abu-abu dan memutih.

2.       Mengurangi kekusaman dan warna tidak merata
Yup. Ini juga bisa saya benarkan. Tentu saja kusamnya berkurang karena efek mencerahkan tadi. Demikian juga dengan warna kulit jadi merata.

3.       Menyamarkan noda, bekas jerawat, dan lingkar hitam bawah mata.
Sebentar... kalau foundation atau concealer masih menyebabkan perih pada mata bila tak sengaja terkena, krim ini tidak. Pada kemasannya juga dikatakan aman untuk digunakan pada area bawah mata, sehingga area itu dapat lebih cerah. Noda dan bekas jerawat, mungkin bisa hilang, tapi ya gak simsalabim juga. Perlu kerajinan dan waktu.

4.       Kulit terasa halus dan mulus
Dipastikan agar benar-benar kering dulu di wajah. Ditunggu beberapa menit samapi krimnya siap dibawa ke bawah panas-panasan. Tapi biar lebih matte, ditambah bedak saja. Ini mungkin akan bertahan sekira 2 jam sebelum pakai bedak lagi alias touch up. Pastikan selalu, sebelum touch up, keringkan minyak di wajah dengan kertas minyak, supaya gak dempul :P

5.       Matte dan Tidak Berminyak
Penjelasannya versi saya, sudah di atas ya.

6.       Melindungi dari sinar UV
Yup karena dia punya SPFnya.




Bisa dilihat pada kedua tangan saya di atas. Krim berwarna putih ini setelah diaplikasikan, akan setingkat lebih cerah dari warna kulit aslinya. Jadi, terbukti, krim ini dapat mencerahkan bagian wajah atau kulit lainnya seketika.

Harganya berapa?

Produk ini dapat diperoleh seharga Rp 25.000 untuk 15 ml. Ukurannya hanya satu.

Belinya di mana?

Di Supermarket, minimarket, maupun Online Shop

Re-purchase?

Produk dengan benefit yang super menguntungkan begini, tentu saja akan saya re-purchase berkali-kali.

***

Selamat Mencoba