Rabu, 30 November 2011

Aku dan Kejujuran Emosiku

Tiba – tiba kau datang, Memberi indahnya harapan.
Seketika meledaklah bahagiaku, hingga aku lupa akan suatu hal.
Sejenak pula kau menghilang dan membenciku
Pikiran jalangmu membutakan mata.
Sejalang itukah aku dimatamu ??? Baik, silahkan pergi.
Aku pun tak butuh kau lagi.
Kau bukan siapa – siapa untukku,
kau hanyalah bagian hidup lalu ku yang memuakkan.
Kepergianmu menyadarkan ku,
Membuatku berfikir akan sisi burukmu.

Amarahku melepaskan penatku.
Lewat tulisan, ku ungkap kecewaku.

Aku tahu banyak yang mencibir akan
Kejujuran ku dalam meluapkan emosi
Biarlah.. Aku tak perduli
Inilah aku yang jalang
Inilah jiwaku yang tengah meledak - ledak
dan inilah emosi ku yang jujur



Tak sengaja menciptakan puisi ini,spontanitasku sendiri
tercipta ketika sedang asyik mendengarkan lagu - lagu LINKINPARK yang membuat semangat ini kembali

Rabu, 23 November 2011

Cerminan Hidup: Semoga Bermanfaat untuk Kita Semua

Jum’at, 21 Oktober 2011 

Hari ini, Dengan berpakaian seadanya ( baju kaos si mami, jaket, celana Bermuda dan tak lupa sandal jepit ), saya ingin membeli buku tentang jurnalistik dan teori komunikasi di toko buku Gramedia yang terdapat di Sun Plaza.  Si mami udah bilang waktu dirumah “da, mau ke Sun Plaza ko begitu Pakaian mu? Macam oang mau ke pajak ( pasar) saja”. Gantilah bajumu nak, mau masuk mall kok gitu”. Dengan santai nya saya berkata, “tenang mami, ami Cuma mau beli buku ke Gramedia bukan mau jalan – jalan, hahaha..”. si mami yang tentu mengerti Cuma bilang “ hati – hati, cepat pulang”. Saya pun pergi, dan Ternyata sampai di tempat, Sun Plaza tersebut masih sepi. Habiss… jam 10 pagi mah, mana ada orang. Tak mungkin saya menjadi pengunjung pertama sun plaza pagi tadi.  Setelah itu saya melanjutkan perjalanan, kembali menuju Taman kota a.k.a “taman Teletubbies”. Seperti pada tulisan saya sebelumnya, taman ini digunakan warga untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Wah… mungkin sedang beruntung saya mendapatkan foto mereka.
13191857271169152353


1 jam disini, saya pun kembali ke Sun Plaza. Syukurnya saya datang disaat sudah mulai ramai pengunjung ( sekitar pukul 11.00). Saya memasuki parkiran motor, lalu naik lift ke Lantai 1 dimana terdapat Grapari Telkomsel. 30 menit berada di Grapari Telkomsel, sayapun berjalan lagi menuju toko buku Gramedia. Ketika saya berjalan, pandangan orang tak lepas diarahkan kepada saya. Hahahaha… saya tahu, yang mereka perhatikan adalah penampilan saya yang biasa saja (tak seperti mereka). Memang, Mall ini adalah mall yang biasanya dikunjungi oleh orang – orang dari kelas menengah ke atas.  Memasuki Gramedia, saya langsung mencari kedua buku yang saya butuhkan. Setelah selesai membayar buku tersebut, saya pun kembali ke rumah.  

Pukul 13.00 wib, Dalam perjalanan menuju rumah (sekitar 500 meter dari rumah), tejadi kecelakaan di hadapan saya. Kecelakaan tersebut diakibatkan oleh tumpahan/ceceran oli yang menyebabkan motor yang digunakan si pengendara terjatuh dan si pengendara pun jatuh terlentang di pinggir jalan. Saya yang kaget Cuma berdo’a sendiri dan mengingat kembali kecelakaan yang pernah saya alami akibat kondisi jalan yang basah (licin). Si korban pun segera dibawa pulang.  Sungguh, kejadian yang saya alami hari ini memberikan beberapa cerminan tersendiri bagi saya, bahkan mungkin bagi kita semua.  

Yang pertama (seperti terlihat pada gambar ) yaitu jangan pacaran di depan umum, malu…  
Yang kedua, ini hidup saya, apapun yang saya kenakan adalah milik pribadi saya jadi tak perlu kiranya diperhatikan sekali.  
Yang ketiga yaitu Hati – hati berkendara, hindari minyak atau air ( mengingat kecelakaan yang pernah saya alami).

Infus, Suntik, dan Obat - Obatan : Ketiga Alat Medis Ini Yang Membuat Saya Menjadi Manusia Baru

Sejak kecelakaan yang saya alami pada Maret 2010 lalu, saya merasa tidak berguna bagi siapapun. Kasar nya bisa dikatakan “Si Auda yang merepotkan”. Sejak saat itulah saya menutup diri dari mengenal laki – laki (bukan teman – teman saya). Rutinitas saya tak terlepas dari aktivitas pengobatan Syaraf dan Fisioterapi demi menguatkan kembali bagian kanan dari tubuh saya yang sempat lumpuh sehabis kecelakaan. Rutin mengonsumsi obat – obatan menyebabkan tubuh saya mengalami peningkatan berat badan, sehingga teman – teman yang bertemu saya selalu bertanya, “ gemuk kali kau da?”. Sedih sebenarnya mendengar pertanyaan mereka (yang tak tahu kecelakaan yang saya alami), tapi apa yang bisa saya lakukan? Jika saya tak mengkonsumsi obat – obatan tersebut, maka saya tak akan pulih walaupun tidak 100% normal seperti sedia kala.
13193029601636240485
image - google.co.id
Tak jauh berselang, beberapa hari sebelum ulang tahun saya, pertengahan Juli 2010 lagi – lagi saya mengalami kecelakaan. Alhamdulillah masih diberikan kesadaran olehNya walaupun saya mengalami luka – luka.
Kecelakaan ketiga terjadi setelah seminggu saya pindah ke rumah baru pada September 2010. Sepulang kuliah, sekitar pukul 7 malam. Kecelakaan tersebutlah yang menyebabkan pen ini berada disiku kiri saya. Desember 2010 saya melakukan operasi. Kembali saya harus mengonsumsi obat – obatan setelah infus, suntikan dan operasi di rumah sakit.
Peningkatan berat badan yang saya alami bukan karena saya “gila” makan. Sama sekali tidak, saya sangat malas bila menjamah makanan. Dirumah, saya sering dimarahi oleh ibu karena sering tak makan. Pernah suatu ketika teman saya berujar, jika sudah sering “bermain dengan infus, suntikan, dan obat – obatan” maka akan sulit bila ingin menurunkan berat badan. Setelah kecelakaan yang saya alami, maka Saya Semakin yakin, bahwa ketiga benda tersebut yang menyebabkan berat badan saya meningkat.
13193031841034889392
image - google.co.id
Disisi lain, Alhamdulillah saya masih diberikan umur sampai sekarang setelah kecelakaan yang pernah membuat saya comma dulu. Saya percaya Tuhan sangat menyayangi saya dan diberikan kesempatan untuk melakukan hal yang lebih baik lagi setelah nya.
Ini bukan asal curhat, tapi saya hanya ingin berbagi pengalaman sesuai dengan motto Kompasiana “sharing, Connecting”. Mohon maaf jika tidak berkenan.
Selamat Malam
Auda Zaschkya

Opini Publik dan Permasalahan Gank Motor

Sebagai seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi, saya akan mencoba memaparkan sedikit tentang mata kuliah Opini Publik yang saya ikuti. Dari berbagai pengertian yang telah dipaparkan oleh berbagi ahli dan juga komunikasi yang aktif antara saya bersama dosen opini publik, maka Saya dapat menyimpulkan bahwa Opini Publik adalah tanggapan dari masyarakat tentang suatu permasalahan.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa antara sesama khalayak yang hidup di bumi memiliki berbagai perbedaan. Di dalam perbedaan tersebut tak jarang pula ditemukan suatu permasalah, sehingga Publik dan Opini itu sendiri timbul disebabkan adanya masalah yang dirasakan menarik dan dapat menimbulkan pro dan kontra (Masalah kontroversial) yang sering dijadikan alasan untuk beropini, Baik secara sehat maupun tidak.

1318493990183233031
Opini Publik - image from google.co.id
Dapat kita lihat dari beberapa contoh isu yang belakang ini marak diperbincangkan. misalnya Gank Motor. Di berbagi daerah, keberadaan gank motor ini sudah ada sejak lama dan dirasakan interaksi nya dengan masyarakat memberikan dampak positif. Belakangan ini,di kota tempat saya berdomisili gank motor ini dirasakan cukup meresahkan. Terlihat jelas berbagai pengrusakan tempat – tempat umun yang mereka lakukan, bahkan ada juga yang telah menimbulkan korban. “Si korban dikejar – kejar oleh anggota gank motor tersebut ketika tengah berkendara dijalan raya. Si korban ini dipepet hingga menabrak becak yang tepat berada didepannya, kemudian ia terjatuh dekat selokan dengan memar dan luka ditubuhnya, segera dilarikan ke RS terdekat. Si korban tampak depresi, bahkan tak mau keluar rumah lagi walaupun untuk ke sekolah.”. Contoh tersebut merupakan salah satu tindakan negatif dari adanya genk motor.
Dengan adanya permasalahan gank motor belakangan ini, para orang tua melarang anaknya untuk berlama – lama diluar rumah (juga berlaku untuk saya). Pihak kepolisian pun semakin marak melakukan razia, baik di jalan – jalan maupun sekolah. Berita tentang masih ada atau tidak nya gank motor ini (setelah razia yang dilakukan pihak kepolisian) masih simpang siur. Masyarakat merasakan akan lebih baik bila massalah gank motor tersebut diselesaikan sampai ke akar – akarnya.
Di kota saya, terdapat Media massa (baik media cetak maupun elektronik) yang jujur dan dapat dipercaya sebagai penyimpul dari masalah kontroversial (dalam hal ini gank motor) yang ada agar khalayak dapat beropini dan menyikapi dengan bijaksana.
Untuk lebih mudahnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
ISU -> MASALAH -> MEDIA MASSA -> PUBLIK (yang mengekspresikannya lewat sikap) ­-> OPINI PUBLIK

Salam
Auda Zaschkya

Broken Home: Bukan Alasan Untuk Tak Berprestasi

Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan mengetahui bahwa seseorang itu berasal dari keluargaBroken Home (BH)Untuk mengartikan kata Broken Home rasanya sangat mudah bila anda memiliki teman dari keluarga broken home. Tetapi bila ditelusuri lebih jauh, broken home adalah kurangnya rasa kasih sayang dan perhatian dari orang tua kepada anaknya, Sehingga mental si anak sendiri terpukul akan situasi tersebut. Broken Home ini dapat di sebabkan oleh Orang Tua Yang Bercerai atau pun orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan nya masing – masing dan jika kedua orang tua ini bertemu, mereka tak jarang juga saling melampiaskan emosinya dihadapan sang anak
13186184751034912496

Dari hasil percakapan saya bersama seorang kompasioner, bahwa apapun yang dilakukan oleh seorang anak dari keluarga Broken home tersebut juga bukan perilaku menyimpang melainkan hanya sebuah ekspresi pelampiasan, dimana mereka tidak mempunyai orang tua yang layak dianggap sebagi poros untuk mengarahkan mereka (mereka sebagai arus). Maka dari itu anak tersebut melakukan berbagai macam cara dan membutuhkan ruang untuk mengekspresikan dirinya, serta ia pun menginginkan apresiasi dari lingkungan atas apa yang ia lakukan. Ekspresi nya tersebut hanyalah suatu bentuk dari perlawanan tehadap ketidakpuasan terhadap keadaan.
Saya mempunyai teman yang berasal dari keluarga broken home. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang kesemuanya laki – laki. Kesehariannya seperti anak lain pada umumnya. Semasa sekolah sampai kuliah sekarang, entah berapa banyak dia berganti – ganti pasangan (PLAYBOY). Dari pembicaraan yang kami lakukan, ia sendiri sudah lelah dengan status playboy nya dan tidak ingin buru – buru menikah (umur 32 saja, katanya). Kehidupannya berjalan normal bahkan ia yang paling dapat diandalkan oleh Alm. Ayahnya. Dari mulai mengurus rumah tangga (belanja dan dapur), mengurus abang dan adiknya sampai pada urusan kuliahnya. Dan setelah ayahnya meninggal, ia justru yang mengurus peninggalan ayahnya. Lebih jauh, ia berkeinginan besar untuk membelikan rumah untuk ibunya. Prestasi nya di sekolah pun cukup membanggakan dalam hal kesenian. Menurut saya, ini adalah suatu hal yang positif.
Cukup panjang rasanya jika saya harus membahas tentang perilaku seorang anak yang berasal dari keluarga broken home. Bahkan tak jarang pula mereka diidentikkan layaknya seorang pelaku kriminal. Bukankah itu tidak adil bagi mereka ?
Alangkah baiknya jika kita membiarkan mereka terus menjalani hidup melalui proses pembelajaran dan pendewasaan yang biasanya didapat dari faktor seleksi alam, tentunya dengan sedikit sentuhan kasih sayang dan perhatian dari orang - orang disekelilingnya. Semoga mereka dapat melawati faktor tersebut, dan akan menjadi pribadi yang mumpuni.

Selamat Pagi


Auda Zaschkya

Saat Sang Bayi Berceloteh

13219928381525974364

kau tiba - tiba menghilang tanpa kabar
tak tahukah kau bagaimana aku merindukanmu?

aku tahu, pagi pun akan menyambutku
dan aku sangat tahu bahwa hari ini tak akan ada waktu
untuk ku baringkan tubuhku
Kuliah ku dari pagi hingga malam menjemputku
Jangan menghilang lagi dari ku
pintaku padamu

Selasa, 22 November 2011

We Are in Love, Baby

honey . . .
i said to you
lovely to be in your side
let me hug you tight
o, darling . . .
turn me on
that’s what i need
and come on
just take me to the other place
only you and me to be in the good grace
i need you, my baby
you said to me tenderly
honey . . .
i said to you
i need you, too
such a beautiful feeling
when i get closer to you,
all dreams come true
and i feel the greatest blessing
that makes everything new
o, darling . . .
what are you waiting for?
here happiness is ours
let’s start stepping
into our romantic journey
where endless love
looks colorful enough
for you and me, my honey­ ­
13217978431862314656
google
Me & You
Jambi - Medan
20. 58

Senin, 21 November 2011

Kau satu pinta dalam hidupku



cintaku tulus untukmu sayang

tak ada lagi dirinya lagi sekarang




aku telah mimilihmu 

cintaku utuh telah kupersembahkan untukmu

karena di hatiku cuma ada namamu

berarti nya dirimu dihidupku


Semoga ini tak sekedar harap semu

yang sanggup menjatuhkan ku

yang tega menyakiti ku

hingga aku terbujur lemah lagi kaku


Izinkan ku berikan cintaku untukmu 

nikmatilah selamanya

hingga kau dan aku satu

dalam mewujudkan cinta itu

saling  mencintai dalam ikatan suci - Nya


Minggu, 20 November 2011

Sang Ibu Tetap Melacur Agar Anaknya Tetap Mendapat Pendidikan

Tulisan saya kali ini masih berhubungan dengan tulisan saya yang lalu, Tapi kali ini saya melakukan observasi langsung selama 3 kali dalam seminggu ini.
1321770441990489139
image - google
Selasa, 15 November 2011
Sepulang kampus saya memutuskan untuk menikmati angin malam. Niat awalnya Cuma ingin jalan – jalan, ya… buang suntuklah sangking galaunya seharian dengan rutinitas kampus.
Perjalanan dimulai dari kampus menuju Jl. Abdullah Lubis, berbelok ke kiri menyusuri Jl. Gajah Mada guna mencium wangi nya buah Durian, hahaha.. abis nya, mau beli ‘gak sanggup J. Kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju ujung jalan Gajah Mada tempat pertama sekali saya bertemu dengan sosok wanita yang rela menjalani pekerjaan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) demi kelanjutan pendidikan anaknya, dialah kak Ica yang  secara tak sengaja saya temui kembali.
“Hai kak, masih kenal aku?”, sapa ku ramah. Sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada para pengguna jalan kak ica pun mejawab ku, “ masihlah, kau kan yang malam itu. Masih Ingat aku cara pakek’ jilbabmu”. Sambil memperhatikan nya dengan senyum genit nya itu, aku pun berniat turun dari motor untuk berbincang dengan nya, tapi keburu di usir, “ah,, pulang aja kau, ngapain kau disini, udah jam 9 malam nanti dicari mamakmu”. “ iss,, kek gitu kali kakak ini lah, biarin aku di sini ku kawani kakak ngobrol”. Kataku memohon.
“Jangan lah, mau cari duet dulu aku, biaya anak ku sekolah, belum lagi dia sudah mau ujian”, katanya mencegah niatku dan aku pun pamit untuk segera pulang. Di rumah, aku penasaran dengan sosoknya.

Kamis, 17 November 2011
Seperti yang sudah Saya katakan, saya masih penasaran dengan sosok kak ica.Seperti biasa, kalau rasa penasaran saya sudah sampai di puncaknya, saya mencoba lagi dan tak pelak observasi pun saya lakukan lagi sepulang kuliah. saya menuju tempat mangkal nya lagi di pinggir jalan Jl. Gajah Mada, Medan.
Saya beruntung malam ini bertemu lagi dengan nya, mungkin saya bisa bertanya lebih banyak lagi.
“Permisi kak, aku mau ngobrol bentar. Bolehkan? Udah 2 kali aku kesini”, ucap saya memulai percakapan. “alahmak, kau lagi lah dek yang ku temui. Jadi susah nanti aku kerja, gak dapat pelanggan aku. Mereka agak segan kalau ada kawan ku. Gak kasian kau sama aku dan anak ku?”, katanya dan menyuruh saya pulang, “nantilah hari sabtu kau kesini lagi, sehari selang aku mangkal disini”.
“boleh juga kak, malam minggu jam 9 aku balik kesini”, setelah bersiap – siap aku pun segera pulang. Rasa penasaran ku semakin bertambah karena tak sabar menunggu malam minggu ini dan aku harus bisa menemui kak ica lagi.

Sabtu, 19 November 2011
Pukul 20.30 wib saya keluar rumah, dan langsung menuju ke tempat mangkal kak Ica. Pukul 20.50 saya berhasil menemui nya di tempat biasa (Jl. Gajah Mada, Medan)
“hai kak,, jadi kita ngobrol kan? “ ah,, bolehlah, tapi jangan lama ya. Aku mau kerja, dek”. Santai kak, aku bentar aja kok”. Sambil meladeni saya berbicara, ia tetap saja melambaikan tangan kepada pengguna jalan.
“Kakak tiap hari kerja disini ya? Naek apa kesini kak? Terus Gak di tangkap trantib?”. “aku kesini naek kereta (motor) tapi kereta ku titipkan di sana. Aku kerja gak mungkinlah tiap malam dek, selang 1 hari aku kerja, kadang disini kadang ada juga di tempat lain, kalau trantib ya pasti ada lah dek, tapi kadang-kadang aja. Pun semalam gak kerja aku, pinggang ku sakit”, sambil tertawa dia mengatakan nya.
“Kalau sekali kencan gitu, dibayar berapa kak? Biasa nya gimana kak, jalan nya kemana aja? Oia, apa tiap malam dapat?” tanyaku.
“ah,, kalau duetnya rahasia aku lah.. Mereka bawa aku ke hotel, hotel kelas melati kan banyak di sepanjang jalan sana. Tapi tetap harus hati – hati, tengok – tengok hotel nya juga karena beberapa kali aku udah pernah di tangkap pas di gerebek trantib.
Pasti nya tiap kerja Harus dapatlah, Kalau gak dapat, aku dan anak ku makan apa? Sekolah anak ku gimana, siapa yang bayar? Mahal lho dek.. mana mau ujian, belum lagi beli buku ini buku itu, les juga dia, udah kelas 3 SMP dia, mau SMA dia kan? biarpun aku kerja gini, anak ku harus tetap sekolah. Jangan sampai anak ku tak sekolah, dia harus jadi orang pintar, dari kecil dia ku didik untuk rajin sekolah”, jawabnya dengan berapi – api.

Aku bertanya, “Ayah nya gak pernah kasih uang, kak ?” (mereka bercerai). “gak ada tanggung jawab lakik tu, abes kami cere’ ntah kemana dia, jangan kan kasih uang, pun gak pernah ditengok nya kami..  Mau nikah lagi pun aku udah malas. Yang penting buatku sekarang, anak ku. Biaya sekolah nya”, jelasnya lagi.
“Aku kerja gini karena untuk hidup ku dan anak ku, harapan ku ya anak ku itu supaya bisa sekolah”, lanjutnya. Ya sudah, pulang lah kau dek, udah jam 10 malam dan aku pun segera kembali ke rumah.
Di rumah saya kembali merenung, mengingat tiap penuturan kak ica. Tekanan ekonomi adalah satu – satu nya alasan mengapa ia mau melakukan pekerjaan sebagai pelacur. Terlebih lagi kak ica adalah orang tua tunggal yang menginginkan anak nya untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Betapa miris dan getir nya hidup yang harus dijalani kak ica dan anaknya.
Ini juga dapat menjadi perhatian para pejabat daerah setempat atau pejabat pemerintah. Jangan cuma bisa nya hanya mengerah kan trantib atau satpol PP atau pun Polisi untuk memberantas atau menghilangkan praktek pelacuran sejenis ini, tetapi juga berikan mereka para PSK pelatihan tentang kewirausahaan agar mereka bisa lepas dari jeratan pelacuran tersebut.
Akhir kata, Semoga ia mendapatkan suatu pekerjaan yang layak dan dapat memikirkan jalan yang lebih baik demi kelangsungan hidup diri dan anak nya.


Selamat Siang


Auda Zaschkya

Sabtu, 19 November 2011

100 Ribu bakal Melayang

Hari ini hari sabtu
Pagi – pagi aku pergi ke pasar untuk membeli sesuatu
Sepanjang jalan aku PD saja
Padahal belum mandi, ah sudah biasa..

Betapa senang nya aku hampir sampai pasar
Nanti kalau ada sisa uang aku mau makan
Lagi sibuk mikir uang, di suruh minggir sm si om yang kantor nya dekat pasar
Tiba – tiba,, sungguh tak ku sangka
Aku bertemu mereka
Sini-sini minggir.. katanya lampu ku mati

Aku kena pasal
Karena lampu motor ku putus
Mereka tak mendengar alasan ku
Langsung di kasih secarik kertas tipis
Di tulis – tulis
Walhasil  Aku ditilang sama si om
STNK ku ditahan
Disuruh ambil bulan depan di pengadilan

Seumur – umur aku belum tahu bentuk pengadilan
Paling liat pengadilan agama di Infotainment

Seratus ribu pun bakal melayang..
Aduhhhhhhhhhh…. Aku anak kuliahan
Seratus ribu bakal hilang
Bagai mencapakkan satu juta rupiah dipinggir jalan


Aku yang lagi termenung
di sudut kamar
sabtu, 19 Nov 2011

Rabu, 16 November 2011

Baby, It's Us

Darling
I wanna hear your voice

My sweetheart
I love you so much…
So I think it’s no need hearing my voice anymore..
Because voice is a collection of words’ vibration,
my dear.. I’m here for you

13213742502104840709
image - google


I miss you so much darling
I wanna be with you

I’m here, darling…
I wanna be so close to you..

What are you waiting for
just come and take me to the other place

Selasa, 15 November 2011

Aku Pecandu Obat-obatan Sejak Kecil

Aku lahir dengan berat badan 1.9 kg (kata mama sebesar botol kecap). Sangat jauh berbeda dengan kebanyakan bayi yang baru lahir, yang memiliki berat badan normal. Hari – hari ku teramat sulit, jangankan untuk memakan makanan lain, ASI saja pasti ku muntahkan (walaupun ada sedikit yang tertelan). Hari demi hari tubuh kecilku tak mengalami peningkatan (tetap BB nya 1,9 kg).

“Ini gak benar lagi. Masa’ umur udah 3.5 bulan tapi berat nya gak naik juga”, kata orang tuaku. Lalu mereka membawaku ke rumah sakit. Kata dokter, aku harus dioperasi karena terjadi penyempitan usus dan tidak bisa BAB layaknya bayi normal. Tapi tak bisa dilakukan operasi mengingat BB ku yg cuma 1.9 kg. Lalu saat itu juga aku mulai diopname di rumah sakit dan mulai lah Infus, Suntikan dan berbagai macam obat – obatan serta transfusi darah menjadi teman karibku ku. Selama sebulan setiap hari nya mereka memasuki tubuhku sampai akhirnya aku dinyatakan siap dioperasi dengan BB 2.25 kg.

Operasi pun terpaksa dilakukan dengan berbagai resiko, dibius dulu pasti. Dan Alhamdulillah aku tersadar dari biusan operasi (gak jadi meninggal, hiks). Kemudian aku dirawat selama 2 minggu di rumah sakit, tentunya dengan teman karibku tadi. Aku diperbolehkan pulang kerumah tetapi harus tetap melakukan rawat jalan. Kembali aku di beri obat. Sebenarnya 6 bulan berselang dari operasi pertama, sudah bisa dilakukan operasi selanjutnya. Namun Berat badanku tak menunjukkan kenaikan yang cukup drastis. Sambil menunggu, aku tetap berada dibawah pengawasan dokter dan berteman karib dengan obat – obatan.



Di umur 4 tahun, aku ke kota Medan. Berobat disini dan akan dilakukan operasi oleh dokter spesialis bedah anak. Sudah pasti, teman – teman karibku tak ingin melepaskan diri dariku, mereka selalu menemani aku jika aku sedang di rumah sakit. Dan operasi Laparatomi pun segera dilakukan. Menurut penuturan ibuku, operasi ini dilakukan dengan cara menarik usus ku (30 cm dipotong) yang ada, kemudian disambung ke anus supaya menyatu dan aku bisa BAB layaknya anak normal. Dan aku bisa mengonsumsi makanan dengan biasa. Setelah itu selesailah tugas teman – teman karibku itu.
***
Ternyata tak sampai disitu tugas obat – obatan ini menemaniku, ditahun 2004 aku divonis kista. Obat lagi - obat lagi. Mau tak mau juga aku harus menegak mereka. Dimulai dengan suntikan yang harganya mencapai Rp 1.000.000/botol.  selama 3 bulan. Lalu kista tersebut mengecil dah haidku tetap tak normal. Di tahun 2008 aku berobat kista kembali, kata dokter kistanya masih ada dan dinding rahim ku menebal. Mulailah lagi suntikan dan obat - obatan dari dokter itu ku nikmati sampai hampir 2 tahun.  Ternyata sudah cukup lama suntikan tersebut menjamah tubuhku dan dokter itu berkata, “ah.. sudahlah.. gak usah ku suntik lagi kau ya!! makin lama kulihat, makin besar badanmu”. Aku pun ketakutan dengan kata - kata dokter itu dan aku tak mau kembali ke tempat prakteknya. Kistaku masih ada saat itu, dan haidku tidak datang sebulan sekali.

Di 2010 aku mengalami 3 kali kecelakaan,  dan mereka kembali lagi bersama hari – hariku. Rasanya infus, obat – obatan, jarum suntik, dan berkantong – kantong darah itu tak mau menjauhiku. Kecelakaan terakhir menyebabkan aku harus dioperasi lagi demi memasang pen di siku kiri ku. Setelah aku dapat berjalan normal (aku sempat tak bisa berjalan), dengan sepeda motorku aku kembali ke rumah sakit. Aku ingin melakukan USG untuk melihat kista ini. Setelah pemeriksaan tersebut, aku pun dinyatakan sembuh dari kista. untuk mengatur haid, aku diberikan pil KB “Microgynon”. Pil ini diberikan selama 3 bulan. Perbulannya aku harus menegak 21 butir/21 hari.  Setelah 21 hari, di hari ke 24 barulah aku disibukkan dengan haid dan sakitnya. kini sudah memasuki bulan ketiga, semoga nanti haidku akan normal.
***
Setelah haidku  lancar nanti, maka aku akan dioperasi lagi untuk mengangkat pen di siku kiriku. Memang telah cukup banyak obat - obatan yang ku konsumsi. Namun aku tak dapat berbuat apa - apa. Berkat mereka akhirnya aku pulih walaupun tidak seperti dulu.


Selamat Pagi


Auda Zaschkya

Kenal Psikopat Di Dunia Maya, Keperawanan Pun Melayang



Seorang teman SMA, sebutlah namanya Rika. Rika adalah mahasiswi jurusan Sastra Inggris di Medan. Ia amat rajin dan pintar, juga sering ke warnet untuk mencari tugas kampus. Saat di warnet, ia segera mencari tugas. Setelah capai googling kesana kemari, ia mulai membuka akun Friendster yang sedang marak saat itu (2008). Kegiatan di Friendster layaknya di Facebook adalah menambah teman. Baginya tak ada niat lain, cukup menambah teman. Sampai pada akhirnya ia berkenalan dengan seorang laki – laki (masih via Friendster) bernama Tommy. Tommy ini berdomisili di Jakarta. Mereka pun bertukar nomor ponsel. Semakin intens mereka berhubungan ternyata menghadirkan cinta, dan tak lama kemudian Tommy yang punya ibu keturunan batak pun segera hijrah ke Medan dan menemui Rika. Setelah bertemu, mereka pun sepakat untuk berpacaran.

Seminggu berpacaran dan Tommypun sering berkunjung ke rumah Rika ketika siang hari (saat orang tua rika bekerja dan adik-adiknya sekolah). Pertanyaan nya Cuma satu, Apa yang dilakukan laki – laki dan perempuan (statusnya berpacaran dan belum menikah) di dalam satu rumah? Dimulai dari Ciuman bibir biasa, sampai ke taraf French Kiss dan grepe-grepe. Tak sampai disitu, mereka pun melakukan hubungan layaknya suami – istri. Memang tidak sampai merusak keperawanan Rika, tapi “pengalaman pertama begitu menggoda”, ujar Rika ketika jujur padaku. Dan ini terus berlanjut sampai saat dia jujur kepadaku mengenai Keperawanan nya yang hilang.

Kejadian seperti ini juga terjadi seperti pemberitaan vivanews.com beberapa waktu yang lalu. Dimana gadis berusia 15 tahun dipaksa menyerahkan keperawannya oleh seseorang yang bernama Effendi (26), warga Perumahan Pondok Benowo Indah, setelah berkenalan lewat facebook. Hanya yang membedakannya adalah Hubungan seks yang terus berlanjut disertai dengan tabiat kasar tommy, layaknya seorang psikopat yang tidak segan - segan untuk memukuli Rika.

Mereka mulai SK (sewa kamar) di suatu hotel dan telah cukup sering. Hampir 1 tahun kegiatan itu terus berlanjut sampai suatu hari, Tommy mengaku telah sering menggagahi Rika dan keperawanan Rika hilang karena nya. Aku tak percaya. Tommy bilang, “kalau gak percaya, datangi kami besok ke Pondok Indah Melati jam 3, kami ada rencana besok mau SK disana”. Aku pun kesana, tapi oleh para penjaga aku tak diizinkan masuk. Alasannya karena saat itu aku sendiri dan memakai jilbab. Saat itu Aku ingin bertanya namun takut membuatnya tersinggung, aku Cuma bisa menunggu untuk Rika menceritakan padaku. Akhirnya dia Jujur dan sudah sering melakukan hal itu. Rika sadar akan perbuatan mereka yang sudah terlalu jauh dan ia terlihat sedih. Lalu aku yang suka asal nyeplos bilang, ”ah,, tak usah sedih.. yang penting nikmat nya udah kau rasakan. Aku belum wak..” dan ungkapan ku yang demikian memancing nya untuk mengatakan, “semua gaya udah ku coba, sampai gaya Lumba-lumba”, syukurnya dia pun bisa tertawa dan mulai banyak bercerita tentang hubungan yang pernah mereka lakukan. Tak sampai disitu, lewat ceritanya Rika mengatakan bahwa memiliki keinginan menikah. “kami mau merid wak,, tapi mamakku gak setuju karena dia sering kasar sama aku, hampir kayak Psikopat gitulah, cemburu kali dia, aku gak bisa kemana – mana tanpa dia, tapi kami tetap usaha terus untuk punya anak walaupun aku tahu nanti anak itu disebut anak haram”, Aku Cuma mengatakan, “kau pikirkan lagi lah, masa’ dalam Rumah Tangga nanti kau masih kena’ pukul aja? Bisa – bisa kau matilah”.

Hubungan seks pun sudah menjadi rutinitas mereka, dan perlakuan kasar dari sang pacar pun terus berlanjut. Hubungan pacaran pun sempat beberap kali putus sambung. Dan akhirnya hubungan itu pun berakhir tanpa kata putus. Ayah Rika yang tengah mencalonkan diri menjadi anggota DPRD pun berang lantaran Rika nya sering mendapat pukulan, tak jarang juga biru dan lebam di lengan nya. Beliau mendatangi rumah Tommy dan memukuli nya lalu mengatakan “Jangan Pernah Kau Ganggu Anak Ku Lagi, Pulang Sana Kau Ke Jakarta”.
Dan sejak saat itu, Rika pun terbebas dari Tommy, walaupun Keperawanan menjadi taruhannya. Baginya sekarang, jalani hidup dengan sebaik – baiknya tanpa harus berlarut dalam kesedihan dan penyesalan.


Selamat Pagi


Auda Zaschkya

Menjadi Pelacur Karena Dijual Mantan Suami, Kini Tetap Melacur Demi Anak Yang Masih Sekolah

Sepulang kuliah malam, aku memutuskan untuk berjalan – jalan menikmati malam. mumpung lagi gak hujan, pikirku.
Sekitar pukul 20.30 malam, aku bertemu dengan seorang wanita berbaju pink. Aku sempat mengambil gambarnya dari kejauhan. Dan sungguh tak disangka ia menegurku duluan, “kak, kesini sikit berhenti keretanya”. (kereta = sepeda motor di kotaku).

Tiba – tiba aku bengong dan terkejut lalu meminggirkan motorku dekat dengannya, tanpa turun dari motor aku bertanya, “kakak ngapain disini malam – malam? gak takut diculik orang?”. Dengan santai nya dia menjawab, “cari duetlah aku untuk anak ku sekolah”. “wah, berapa umur anaknya kak”, tanyaku lagi. Dengan semakin santai dan tetap melambaikan tangan kepada pengguna jalan ia pun menjawab, “anak ku udah SMP umrnya 14 tahun”. Lalu Kami pun berkenalan, sebutlah namanya Ica (30 tahun).

Ooo begitu ya kak, jadi udah besarlah ya anaknya kak. Suami kakak mana? Kenapa ‘gak dia aja yang cari uang?” tanyaku semakin ingin tahu. “ah, lakik ku ntah kemana pun, udah cere kami. Aku me-lonte sejak 15 taon yang lalu karena dijualnya aku dipinggir jalan, jadi sekarang aku ngurus dan biayain anak ku sekolah dengan me-lonte gini. Walaupun aku me-lonte, aku ada alasan, anakku harus tetap sekolah.

1319560819378853138
image - google.com

Aku beda sama lonte-lonte lain, mereka cari uang untuk ‘nyabu tros untuk gendaknya”, katanya dengan emosi tapi tangan nya tetap melambai, hai – hai mampir donkk sini, ucapnya genit pada pengendara motor yang lewat.
Aku Cuma terdiam mendengar perkataan nya, pikiranku menerawang entah kemana. Tiba – tiba dia berkata, “ah, kakak pulang aja lah, aku mau dinas dulu, keburu datang satpol PP dan trantib”. Oiia, pulanglah aku ya kak, selamat bertugas, pamitku.
Kesimpulan yang ku dapati adalah demi membiayai anaknya, maka ia tetap menjadi PSK, sejak 15 tahun yang lalu. Sungguh, aku terharu melihat perjuangan nya. Betapa ia menyayangi darah dagingnya. Ia adalah sosok ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya. Mereka adalah korban dari keganasan zaman dalam lingkaran ekonomi yang semakin sulit, dimana biaya sekolahpun cukup mahal.

Selamat Malam


Auda Zaschkya

Teruntukmu, Inspirasiku


13212951652112842838

Rasa ini datang begitu saja tanpa bisa aku mencegahnya
Kau tahu, begitu kuat pula usaha ku untuk melepasnya
***
Aku takut mencintai mu, Takut jika hanya rasa ku sendiri
Namun tetap saja aku tak sanggup bila harus menghilangkan rasa ini
***
Syukur ku pada – Nya karena Dia Telah menyempurnakan rasa itu
Kau dan Aku – 1, kau tahu “Kita saling membutuhkan sayang,
kau motivasi ku, inspirasi ku”
***
Nikmat nya cinta itu kita yang rasakan
Sampai tiba saat nya cinta itu ingin kita wujudkan


[Review] Natu Savon Kose Cosmeport, Refresh Your Day with Apple & Jasmine

Hai Beauties. Kembali lagi ke blog saya yang kali ini masih akan membahas skin care. Namun, sedikit berbeda dari biasanya. Kalau...