Jumat, 28 Desember 2018

Kecintaanku terhadap Menulis, Bawaku Jadi Content Creator

Saya sewaktu menjadi wartawan di depan pintu Gereja Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara.


Sejak masih sekolah, saya sangat menyukai pelajaran yang berkaitan dengan lebih banyak membaca dan menghafal (bukan ilmu pasti), berikut menuliskan perasaan saya ke secarik kertas yang saya temukan saat itu juga. Praktis, media tulisan menjadi penolong saya yang lebih banyak diam ini.

Tak jauh berbeda, ketika saya mengambil jurusan sekretaris saat kuliah dulu. Sangat banyak yang harus dibaca. Namun selepas kuliah itu, nasib mempertemukan saya dengan pekerjaan yang ternyata memang tak bisa saya lakukan, yaitu marketing. Berkali-kali jadi marketing, saya jengah juga karena merasa memang bukan bidang saya. Akhirnya saya melanjutkan kuliah untuk meraih gelar strata 1, sambil tetap berharap, mendapat kerja kantoran, sebagaimana yang diharapkan oleh banyak orang, termasuk orangtua saya. Ya, dulu cita-cita saya biasa saja.

Saya masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan konsentrasi jurusan Ilmu Komunikasi. Awalnya sempat bingung juga, apakah saya yang pemalu ini bisa berkomunikasi dengan baik? Saya takut ujung-ujungnya, setelah tamat kuliah, malah menjadi marketing lagi. Ternyata setelah dijalani, saya baru mengerti kalau komunikasi tak selalu mengandalkan keterampilan berbicara, namun juga dapat dilakukan dengan menulis. Di sinilah saya baru merasa bahwa jurusan ini sudah tepat untuk saya seriusi. 

Sejurus kemudian, saya mulai membuat akun di blog keroyokan www.kompasiana.com, yang memang merupakan media warga. Setiap orang yang memiliki ide dan gagasan, maupun opini pribadi, maka dia berkesempatan menuangkannya lewat tulisan dan dibaca oleh banyak orang. Terang saja, karena Kompasiana adalah media untuk sharing dan connecting secara online. Mulailah saya menulis dan menulis terus di blog keroyokan tersebut, sampai saya paham tentang dunia menulis ini, yang ternyata memiliki keasyikan dan kebanggaan tersendiri bagi saya. Siapa yang tak bangga saat isi pikirannya, dibaca oleh banyak orang?

Berangkat dari bertahun-tahun menjadi blogger, akhirnya untuk melengkapi kuliah saya saat itu, dengan mengambil Kompasiana sebagai bahan untuk skripsi saya, hingga saya dinyatakan lulus dengan titel S. Sos.  Melihat kecintaan saya terhadap menulis, oleh dosen pembimbing saya, saya disarankan untuk menjadi wartawan. Ternyata dosen saya benar hingga akhirnya saya menjadi wartawan di media lokal di kota saya. Saya sangat menikmati pekerjaan itu. Menurut saya, itulah hobi yang dibayar, yang terus memotivasi saya. Namun, malang tak dapat dihindari, saya mengalami kecelakaan hingga menyebabkan cedera pada paha kanan saya yang menyebabkan saya tak bisa berjalan, sementara ini.

Setelah sekira dua tahun, akhirnya saya berhasil bangkit dengan semangat yang tersisa untuk tetap menulis, salah satunya pada blog pribadi saya www.audazaschkya.com. Terus menerus menulis, sehingga seorang kawan menawarkan untuk ikut menulis bersamanya dengan Komunitas Sahabat Blogger (KSB) untuk menjadi Content Creator di www.serempak.id. Tentu ini tawaran menarik, mengingat saya harus tetap menjalankan kebiasaan menulis saya agar tetap terasah, sekaligus tetap berpenghasilan, karena saya tidak bisa bekerja di luar saat ini. Akhirnya saya bergabung bersama kedelapan teman-teman dari KSB.

Untuk menjadi content creator di serempak tersebut, kami diwajibkan memberikan sebanyak lima tulisan pada bulan pertama, kemudian lima tulisan untuk di bulan kedua. Syukur sekali, setelah menunggu antrian, walaupun belum semua, akhirnya tulisan saya sudah tayang di web serempak. Wah, ini merupakan pencapaian yang patut saya syukuri. Saya sangat senang jika tulisan saya dapat menambah pengetahuan dan referensi para pembaca. 

Selain itu, tentu saja, jangankan saya, Mama saya juga bangga terhadap pencapaian saya. Beliau sangat bersyukur, di tengah keterbatasan saya sementara ini, saya masih dapat berpenghasilan. Uang yang saya dapatkan, selain saya gunakan untuk kebutuhan harian saya sebagai seorang perempuan, juga saya pakai untuk ongkos berobat.
Saya berharap, walaupun ruang gerak saya masih terbatas, pun saya tinggal di Kota Medan, semoga ke depan, saya dapat berkembang seterusnya dalam dunia blogging ini, terutama bersama Komunitas Sahabat Blogger (KSB) ini, juga tentunya dengan serempak. Selain itu, saya ingin tetap menulis, demi melanjutkan cita- cita saya menjadi penulis profesional.

Salam,
Auda Zaschkya

Rabu, 19 Desember 2018

[Review] Pixy UV Whitening 4 Beauty Benefit Concealing Base: Make up Jadi Praktis



Halo Beauties.

Kembali lagi di blog saya yang suka bahas skin care dan make up, khususnya untuk kaum perempuan. Kalau biasanya saya bahas skin care, kali ini, saya akan membahas Giveaway yang saya dapatkan lewat instagramnya Pixy Cosmetics dan Beautynesia, yaitu berupa Pixy UV Whitening 4 Beauty Benefit Concealing Base shade Natural Beige 01. Sebenarnya, saya dapat dua produk. Satu lagi, Loose Powder shade Ivory 01. Kedua produk itu adalah produk incaran saya sejak saya lihat di instagramnya, hampir bersamaan dengan seriesnya yang Make it Glow. Tapi saya memilih yang Make it Glow terlebih dahulu, sangking penasarannya sama Packagingnya, yang tentunya sudah saya review juga di sini.

Ternyata, memang rezeki tak akan tertukar, sungguh bersyukur sekali saya mendapatkan Giveaway produk yang saya ingini. Yang kurang dan akan segera saya lengkapi nanti yaitu BB Cream dan Two Way Cakenya.

Setelah hampir dua minggu saya menggunakan Pixy UV Whitening 4 Beauty Benefit Concealing Base Natural 01 ini, silakan dibaca review saya ini ^_^

Baca juga: Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial

Kemasan 



  • Concealing Base ini dikemas dalam dus (kotak) berbentuk persegi panjang yang didominasi warna Baby Pink. Bersamaan dengan sedikit hitam, kesan yang saya lihat pertama yaitu mewah namun sederhana.


Pada sisi setiap kemasan itu, lengkap tertulis nama produk, manfaat produk, ingredients (isi kandungan/komposisi produk), tempat produksi, berat produk yang 9 gram, tanggal expired produk, juga label Halal yang selalu dicari perempuan, khususnya di Indonesia. Setiap sisi dusnya sangat informatif.



Beralih pada stick concealernya, dikemas di dalam tempat plastik berwarna hitam, yang bisa diputar pada bagian bawahnya. Tutupnya berwarna Baby Pink yang minimalis, karena hanya terdapat nama produk. Pada bagian bawah, hanya terdapat nama produk serta tempat produksi. Intinya kalau dari kemasan, saya suka.




PIXY UV WHITENING 4 Beauty Benefits
CONCEALING BASE 12 Hours & Jojoba Oil
SPF 35 & PA+++
Clinically Tested
01 Natural Beige
Net/Netto : 9 gr
Manufactured by: PT Mandom Indonesia Tbk
Jl Irian, MM 2100 Industrial Town Bekasi – Indonesia
Licensed by Mandom Corporation Japan
BPOM NA 18170302272

Tekstur dan Aroma



Produk ini, sekilas tampak padat, karena memang berbentuk stick concealer. Namun kalau terlalu keras ditekan ke wajah atau kesenggol, pasti patah juga. Jadi, saya menarik kesimpulan, kalau teksturnya ringan.


Aromanya, seperti aroma stick concealer atau liquid concealer kebanyakan, biasa saja seperti bedak. Yang pasti, sejauh penciuman saya, tak ada aroma yang menyengat.

Baca juga: Jadi Member Pasti Untung Lewat Watsons Online

Ingredients (komposisi)


Sungguh, cukup banyak ingredients produk ini. Cukup menarik, Kan? Yang pasti bikin tampilan wajah jadi bagus.

Titanium dioxide, Isotridecyl isononanoate, Triethylhexanoin, Dimethicone, Diphenylsiloxy phenyl trimethicone, Isononyl isononanoate, Zinc oxide, Methyl methacrylate crosspolymer, Polyethylene, Silica, Sorbitan sesquiisostearate, Dimethicon/vinyl dimethicone crosspolymer, Ceresin, Aluminiun hydroxide, Euphorbia cerifera (candelilla) wax, Lauroyl lysine, Hydrogen dimethicone, Fragrance, Hydrated silica, Pachyrhizus erosus Root extract, Simmondsia chinensis (Jojoba) Seed Oil, Butylparaben tocopherol, Magnesium ascorbyl phosphate, CI 77492, CI 77491, CI 77499

Selain terdapat komposisi produknya, pada sisi kiri itu juga terdapat Caution yang berbunyi: Avoid heat and direct sunlight. Do not stay too long in the sun, even while using a sunscreen product.

Manfaat dan Keunggulan Produk


Seperti yang sudah dituliskan pada kemasan dusnya, produk ini dapat menyamarkan noda hinnga 12 jam. Ini katanya, karena satu stick ini, merupakan foundatiom sekaligus concealer, dengan tekstur ringan.

Produk ini mengklaim, memiliki 4 keunggulan, yaitu:

Whitening; Formula 2-Way Whitening membuat kulit 

tampak lebih cerah.

Protecting: SPF 35 & PA+++ menjaga kulit dari paparan 

sinar matahari.

Moisturizing: Jojoba Oil menjaga kelembaban kulit.

Beautifying: Fit Blend Powder membuat formula menyatu 


Cara Pakai dan Hasil


Seperti Foundation atau concealer stick pada umumnya, PIXY UV WHITENING 4 Beauty Benefits CONCEALING BASE ini, langsung saya oleskan perlahan ke setiap bagian wajah yang sebelumnya sudah saya pakaikan skin care harian dan juga primer. Lalu dengan menggunakan spons (beauty blender) lembab atau jari, langsung saya ratakan dengan cara di-tap-tap, jangan digeser. 


Hasilnya, baurannya akan merata dan sekilas tampak flawless. Kalau saya yang pakai satu layer, sepertinya masih kurang untuk menutupi bekas jerawat. Jadi, kalau ada bekas jerawat yang ingin saya tutupi, di situ aja ditambahi lebih banyak. 


Cukup menutupi juga. Seperti foundation Matte pada umumnya, setelah di-set dengan bedak, produk ini di saya, akan tampak Matte. Namun, berkat Jojoba Oilnya tadi, tak menghasilkan wajah yang berat. Pori-pori juga tak terlalu kelihatan. Jadi produk ini bisa saya katakan, sangat buildable dan blendable sekali.


Selain sebagai foundation dan concealer untuk wajah, kalau saya sedang rajin pengen membetuk alis yang bagus, produk ini juga bisa membuat rambut alis yang tak ingin ditampakkan, tertutup. Ini tergantung banyaknya pemakaian pribadi kita juga.

Selain hasil yang saya sukai di atas, selanjutnya saya merasa terbantu juga dengan adanya SPF 35 PA+++nya. Ini berarti, kalau saya lupa memakai krim SPF, sudah terbantu dengan adanya Concealing Base ini. Namun demikian, karena ada SPF, memang menimbulkan White Cast di foto, tapi tak terlalu parah.

Klaim 12 Hours bertahannya, bisa jadi benar, karena saya sendiri belum pernah berada di luar rumah selama 12 jam. Namun demikian, make up yang sudah saya pakai, selama hampir 3-4 jam, tak terlalu tampak berminyak. Lagi pula, seperti yang dikatakan pada kotaknya, meskipun produk ini sudah ada SPFnya, bukan berarti kita mesti lama-lama di bawah sinar matahari, kan?

Selanjutnya pada wajah saya yang kombinasi, produk ini tak menimbulkan jerawat maupun komedo. Yang pasti, jangan lupa dibersihkan saja setelah pemakaian.

Review: Pure Papaya Oitment, Salap dengan Jutaan Manfaat

Harganya berapa? Jualnya di mana?


Dari sejak saya masih kuliah dulu, berbagai produk Pixy ini sudah akrab dengan saya, karena harganya yang terjangkau dan mudah di dapatkan., pun karena ini produk lokal yang sangat saya sukai. Untuk produk Concealing Base ini, dibandrol dengan harga Rp 35.000 harga normal di market place. Di toko kecantikan juga ada, tapi saya kurang tahu harganya. Yang pasti gak jauh beda.

Review: Mustika Ratu Micellar Water, Pembersih Wajah Murah yang Tak Murahan

*

Jadi kesimpulan saya untuk produk ini 

adalah:

-      Praktis, sudah merupakan rangkaian Foudation sekaligus concealer.
-      Praktis, sudah ada SPF 35 PA+++.
-      Praktis, melembabkan karena ada Jojoba Oil.
  Tahan, tanpa minyak berlebih selama hampir 4 jam (tapi jangan duduk di matahari tanpa topi atau payung).
-      Harganya terjangkau dan mudah di dapatkan di mana saja.
  Tak menimbulkan jerawat, asal dibersihkan dengan benar setelah penggunaan

Nah sekian dulu Review dari saya tentang produk ini. Sampai jumpa di lain kesempatan. Yang sudah pernah pakai produk ini, yuk saling sharing di kolom komentar.

Salam
Auda Zaschkya

Jumat, 07 Desember 2018

Peran Industri Kreatif Anak Muda Indonesia di Era Milenial


Sungguh beruntung, Kota Medan mendapat kesempatan dalam rangkaian sosialisasi 4 Tahun pemerintahan Kabinet Kerja yang diselenggarakan oleh Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang mengadakan Flash Blogging dengan tema 4 Tahun Indonesia Kreatif di Hotel Grand Aston Medan, Jalan Balaikota Nomor 1, Kesawan, Kota Medan, Jumat (7/12).

Dalam kesempatan ini, dikatakan Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) Andoko Darta, kita tak bisa terus berharap untuk dimajukan oleh negara dan kita tak boleh berdiam diri tanpa usaha. Hal ini harus dilakukan saat ini juga, mengingat Indonesia sebagai negara dengan sistem pemerintahan demokrasi ketiga di seluruh dunia, sekaligus sebagai negara terbesar ke empat di dunia, dengan populasi penduduk yang sangat mumpuni untuk melakukan yang lebih banyak untuk negara. Oleh sebab itu, anak muda Indonesia diharapkan harus lebih kreatif di tahun 2018 ini, agar kita tak tertinggal dari negara lain.
Dia mengatakan, kita bisa mengambil contoh pada anak muda Korea Selatan. Kita harus belajar dari anak muda Korea Selatan tersebut, yang padahal dulunya, negaranya sama seperti kita. Mereka dikirim ke Amerika untuk mempelajari teknologi maju di sana. Hasilnya? Dapat kita lihat sekarang. Mereka sudah jauh lebih maju dari berbagai lini misalnya teknologi. Selain itu, KPop-nya yang kita anak muda Indonesia gemari sekarang, semakin menunjukkan eksistensi mereka di dunia internasional.

Harus diakui, Indonesia ini negara yang sangat baik potensinya. Potensi Indonesia tersebut yaitu dari segi ekonomi kreatif, pariwisata dan teknologi. Ketiganya itu harus mampu bersinergi supaya kita maju. Makanya, berkali-kali disinggungnya, anak muda Indonesia harus kreatif dalam mengelola hal tersebut. Ada 6 kategori anak muda yang berpotensi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. 6 kategori anak muda yang dimaksud, yaitu:

1. Anak muda sebagai creator (misalnya: blogger, musisi, startup, dll). 
Kalau dari start up, salah satunya yaitu kita sudah melihat teknologi start up buatan anak bangsa, yang kita pakai sekarang ini pada kehidupan sehari-hari, yaitu Gojek, Traveloka, dan Buka Lapak. Dengan adanya startup itu, dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat luas. Tentunya, tak berbeda dengan content creator yang juga dapat menghasilkan uang dari video YouTube yang dia buat di channel youtubenya. Semakin kreatif dia, semakin berpeluang meraih prestasi yang mumpuni.

2. Anak muda yang peduli (Relawan yang membantu orang lain).
Kategori ini yaitu orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam membantu orang lain. 

3. Orang biasa (pekerja, fans olahraga misalnya).
Para pekerja juga bisa menjadi anak muda yang produktif dan kreatif dalam kesehariannya. 

4. Pahlawan (atlet, tim SAR)
Untuk atlet misalnya, mereka yang dapat memberikan yang terbaik untuk negaranya. Kalau Tim SAR, mereka yang aktif membantu masyarakat yang terkena bencana. Mereka ini anak muda yang memiliki potensi untuk menjadi kreatif juga.

5. Cendekiawan, orang berpendidikan, yang selalu memiliki keinginan untuk terus memiliki ilmu dan pikiran guna membangun negaranya.

6. Explorer, misalnya traveler. Dengan menjadi traveler, dia bisa menjadi selebgram yang bisa menjadi rope model bagi orang lain. 

Mereka-mereka inilah yang harus membangun Indonesia lewat ekonomi kreatif. Pertanyaannya sekarang, Kamu mau jadi apa? Kita harus mengembangkan diri menjadi salah satu pelaku bisnis ekonomi kreatif ini.

Apakah sudah ada sebelumnya? Tentu saja ada, karena kalau diperhatikan grafiknya, perkembangan ekonomi kreatif Indonesia dari tahun 2014 hingga ke tahun 2017, cukup meningkat. Dipastikan, Industri Kreatif ini akan meningkat terus sejalan dengan kecanggihan zaman. Mau tidak mau, Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, harus terus berinovasi. Inilah salah satu masa depan Indonesia. Jadi ini adalah trend yang harus terus dipelajarinya, sehingga kita bisa menjadi yang terdepan. Terakhir, ada tips untuk menjadi manusia yang maju yang disampaikan oleh Pak Andoko tadi, yaitu:
1. Kenali dirimu dan kenali minatmu.
Tentu kitalah yang dapat mengenali segala sesuatunya tentang diri kita sendiri. Lakukan semua yang sesuai minat kita. Pasti hasilnya akan maksimal.
2. Tetap berusaha pada minatmu.
Jika gagal sekali, ini bukan akhir dari hidupmu. Jadi terus berusaha sampai keberhasilan itu kita raih.
3. Evaluasi diri, apa yang perlu dan harus dilakukan, dimulai dan dihentikan.
Jangan cepat berpuas diri. Kita harus terus mengembangkan diri agar mencapai hasil yang maksimal. Kalau memang terus menerus gagal dan sudah merasa tak mungkin diteruskan, segera hentikan, jangan memaksakan diri. Segera mulai dengan inovasi baru dan usahakan akan meraih kesuksesan.

Apa yang saya tuliskan adalah sebuah bentuk optimisme dari seorang anak bangsa yang ingin terus menggali potensi yang dimilikinya, agar terus berpikir kreatif. Saya harapkan, kita semua sebagai insan Indonesia yang kreatif, khususnya yang muda, dapat memberi gebrakan baru dalam Industri Kreatif Indonesia. 

Salam,

Auda Zaschkya

Kamis, 06 Desember 2018

[Review] POND’S Milk Mask, Masker Tissue dengan Susu yang Mencerahkan



Trend make up dan skin care di tahun 2018, barangkali memang sudah mengalami sedikit pergeseran. Kalau sebelumnya, saat ingin mencerahkan warna kulit, serba wah dengan cara yang ribet dan sedikit lama, namun sekarang, berbagai produsen kosmetik dan skin care, berlomba-lomba membuat produk yang mencerahkan seketika, termasuk  Pond’s Institute.

Setelah awal hingga pertengahan tahun ini sempat heboh dengan Tone Up Cream yang easy to use karena super blendable, sekarang, tepatnya bulan lalu, saya menemukan Pond’s Bright up Instabright Tone Up Milk Mask. Ya, dari pada penasaran, tepat pas 11.11 lalu, saat diskonnya besar sekali, saya pesan saja. Dan setelah hampir dua minggu saya pakai, seperti inilah reviewnya...

Baca juga: Jadi Member Pasti Untung Lewat Watsons Online

Kemasan


Seperti kemasan (packaging) sheet mask pada umumnya, produk ini dikemas dalam bungkus plastik yang tebal. Bungkus plastiknya ini tak terlalu lebar ke samping, tapi memanjang ke atas. Warna plastiknya tentu saja merah muda (pink) seperti series Tone up Pond’s pencerah lainnya. Sebenarnya ada dua lagi yang bungkusnya warna kuning dan biru. Cuma saya pengen cobain yang pink ini dulu.

Pada tampak depan, nama produknya jelas sekali, berikut tertulis keunggulannya yang berupa mengandung Vitamin C 40 X. Pada tampak belakang, tertulis tulisan Thailand yang lagi-lagi, saya tak mengerti. Beruntung, tulisan Thailand itu, ditutupi oleh stiker Berbahasa Indonesia. Pada stiker itu, tertulis mengenai produk, cara pemakaian, petunjuk penyimpanan, Produksi berikut Distribusinya di Indonesia, serta kontak dan beratnya, berikut merek daftar dan BPOMnya, semuanya jelas tertulis.

Sedikit ke bawah, terdapat ingredients-nya yang normalnya memang berbahasa Latin dan lain-lain dengan tulisan Thailand. Tak lupa, MFG dan EXPnya juga jelas, berikut Barcode dan beratnya yang 25 gram. Semuanya sangat informatif, apalagi stiker Bahasa Indonesianya bagi kita yang cuma mengerti Bahasa Indonesia.

Btw, karena saya belinya langsung satu kotak, tentu saja, bungkusannya terdapat di dalam kotak. Tak jauh berbeda dengan deskripsi yang terdapat pada kemasan bungkusnya, kotaknya juga sama. Yang membedakan hanya, tak terdapat stiker (tulisan berbahasa Indonesia) pada kotaknya. Selebihnya sama saja. Saya beli satu kotak sekaligus karena saya suka beli skin care sekaligus banyak saat harganya murah. Tentang harga, scroll terus tulisan ini perlahan ke bawah, ya, cantik...


Keterangan tentang Produk:

POND’S White Beauty Instabright Tone Up Milk Mask with Vit-C

Produksi/Manufactured by: Millot Laboratories Co. Ltd, 84/55, Moo 11, Theparak Industrial Estate Theparak Rd., Bang Plee, Samut Parakan 10540 Thailand.

Distibusi/Imported bt: PT Unilever Indonesia Tbk
Jl. BSD Boulevard Barat Green Office Park Kav. 3 BSD City, Tangerang 15345 Indonesia.

Indonesia Pond’s CARELINE Tel. 0800-1580000

Net Weight 25 g.

Merek Daftar R No. IDM000199237
BPOM No. NA49180200818
Tekstur dan Aroma



Tak berbeda dengan masker tissue pada umumnya, masker tissue dari Pond’s Institute ini terdapat di tempat yang hampir mirip kapas yang juga basah dengan essence yang melimpah. Cuma karena dia namanya Milk Mask, essencenya ini berbentuk serupa susu berwarna putih. Teksturnya yang mirip kapas tasi juga lembut dan mudah diaplikasikan ke wajah. Aromanya, tentu saja menyegarkan.

Ingredients

Water, Butylene Glycol, Polyglyceril-3 Methylglucose Distearate, Glyceril Stearate, Niacinamide, Ascobryl Glucoside, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sacharide Isomerate, Hydrolyzed Milk Protein, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Tocopheryl Acetate, Maltodextrin, Sodium Lactate, Dipotassium Glycyrrhizate, Glycine, Dipropylene Glycol, Cetyl Ethylhexanoate, Hydroxyacetophenone, PEG- 100 Stearate, Xanthan Gum, Dimethicone, Caprylyl Glycol, Disodium EDTA, Acetyl Hexamethyl Tetralin, Acetyl Hexamethyl Indan, Potassium Hydroxide, Sodium Citrate, Fragrance, Methyl Hydrogenated Rosinate, Citric Acid, Phenoxyethanol, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate.

Diantara banyaknya ingredients di atas, yang menjadi keunggulan Milk Mask varian Pink ini, seperti yang sudah dikatakan pada badan produknya (stiker berbahasa Indonesia), bahwa produk ini adalah Masker pencerah untuk semua jenis kulit. Mengandung Milk essence dan Vitamin C untuk kulit tampak cerah seketika.


Milk:
Dengan kandungan Milk Essence & Hyaluronic dikenal memberikan manfaat: kulit tampak halus dan lembap, kulit tampak cerah, dan kulit tampak bercahaya.

Vit-C:
Dengan kandungan vitamin C, dikenal memberikan manfaat: menyamarkan nod hitam dan noda bekas jerawat, dan menutrisi kulit agar tampak lebih cerah.


Cara Pakai dan Hasil

Maaf gak bisa senyum kalau lagi pakai masker :D ini sudah sedikit saya tarik ke atas maskernya pada bagian mata.

Seperti biasanya, setelah melakukan ritual wajib yaitu double cleansing dan memakai toner pada malam hari, masker tissue Pond’s ini yang sebelumnya dilipat di dalam plastiknya, dibuka perlahan dari lipatannya itu dan langsung ditempel ke wajah. Kemudian, diratakan ujung-ujungnya sampai pas letaknya di wajah kita. Essencenya banyak, namun tidak mudah berceceran, jadi saya tak khawatir. Kelebihan essencenya saya pakai sampai ke leher dan tangan.

Sebenarnya dari segi tekstur, masker ini sangat lembut, harum sekali, begitu pertama dipakai, langsung terasa susunya. Tapi mungkin di wajah saya saja yang agak aneh, tepatnya di bagian hidung. Masker ini kurang panjang, jadi gantung di hidung saya. Untuk kelebarannya juga cukup baik, tapi pada lingkaran mata, agak terlalu ke bawah. Untung saja essencenya banyak, jadi bagian-bagian yang tak tertutupi oleh masker ini, cukup kena essencenya saja.

Setelah ditunggu sekira 15 menit, masker ini segera saya lepas dari wajah. Hasilnya, wajah saya menjadi lebih lembab dan kenyal. Kalau untuk efek mencerahkan, saya rasa memang tak ada yang instan di dunia ini (selain mie instan). Jadi masker ini pun mesti rajin dipakai. Terang saja, setelah saya pakai selang sehari (3 kali seminggu), wajah saya tampak sedikit lebih cerah dengan noda bekas jerawat yang memang agak memudar.

Belinya di mana? Harganya berapa?

Seperti yang sudah saya katakan di atas, masker ini saya dapatkan di e-commerce Lazada. Harganya juga tak terlalu berbeda dengan sheet mask pada umumnya, yaitu Rp 17.500 untuk 1 lembar. Karena saat itu saya belinya 1 kotak full isi 12 dengan harga diskon (Rp 100.000), jadi masker ini masih saya pakai sampai sekarang. Harga normalnya sendiri Rp 210.000 (isi 12).

Repurchase?

Produk ini pastinya akan saya beli lagi, tapi tunggu diskon. Yang akan saya beli, yaitu yang bungkusnya kuning dan biru.
*
Jadi kesimpulan saya untuk produk ini yaitu:
1.  Cukup ramah dari segi harganya, apalagi kalau diskon. Tak ada bedanya dengan harga sheet mask pada umumnya.
2.  Dilengkapi dengan essence susu yang banyak tapi tak meninggalkan rasa lengket di kulit.
3.  Di wajah saya yang kadang masih ada jerawat pas lagi M, tidak membuat jerawat makin parah.
4.  Tidak menyebabkan kemerahan, iritasi dan alergi pada kulit.
5. Melembutkan juga mencerahkan wajah, tentu dengan pemakaian teratur.

So, sekian dulu pembahasan saya kali ini. Sampai jumpa pada tulisan saya berikutnya.

Salam,
Auda Zaschkya



[Review] Vaseline Super Food Skin Serum, bukan Hand & Body Lotion Biasa

Memiliki kulit wajah dan tubuh yang terawat dan sehat, tentu impian kita. Selain itu, anugerah Tuhan yang ada di diri kita, sepatunya mema...