Jumat, 28 Desember 2018

Kecintaanku terhadap Menulis, Bawaku Jadi Content Creator

Saya sewaktu menjadi wartawan di depan pintu Gereja Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara.


Sejak masih sekolah, saya sangat menyukai pelajaran yang berkaitan dengan lebih banyak membaca dan menghafal (bukan ilmu pasti), berikut menuliskan perasaan saya ke secarik kertas yang saya temukan saat itu juga. Praktis, media tulisan menjadi penolong saya yang lebih banyak diam ini.

Tak jauh berbeda, ketika saya mengambil jurusan sekretaris saat kuliah dulu. Sangat banyak yang harus dibaca. Namun selepas kuliah itu, nasib mempertemukan saya dengan pekerjaan yang ternyata memang tak bisa saya lakukan, yaitu marketing. Berkali-kali jadi marketing, saya jengah juga karena merasa memang bukan bidang saya. Akhirnya saya melanjutkan kuliah untuk meraih gelar strata 1, sambil tetap berharap, mendapat kerja kantoran, sebagaimana yang diharapkan oleh banyak orang, termasuk orangtua saya. Ya, dulu cita-cita saya biasa saja.

Saya masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan konsentrasi jurusan Ilmu Komunikasi. Awalnya sempat bingung juga, apakah saya yang pemalu ini bisa berkomunikasi dengan baik? Saya takut ujung-ujungnya, setelah tamat kuliah, malah menjadi marketing lagi. Ternyata setelah dijalani, saya baru mengerti kalau komunikasi tak selalu mengandalkan keterampilan berbicara, namun juga dapat dilakukan dengan menulis. Di sinilah saya baru merasa bahwa jurusan ini sudah tepat untuk saya seriusi. 

Sejurus kemudian, saya mulai membuat akun di blog keroyokan www.kompasiana.com, yang memang merupakan media warga. Setiap orang yang memiliki ide dan gagasan, maupun opini pribadi, maka dia berkesempatan menuangkannya lewat tulisan dan dibaca oleh banyak orang. Terang saja, karena Kompasiana adalah media untuk sharing dan connecting secara online. Mulailah saya menulis dan menulis terus di blog keroyokan tersebut, sampai saya paham tentang dunia menulis ini, yang ternyata memiliki keasyikan dan kebanggaan tersendiri bagi saya. Siapa yang tak bangga saat isi pikirannya, dibaca oleh banyak orang?

Berangkat dari bertahun-tahun menjadi blogger, akhirnya untuk melengkapi kuliah saya saat itu, dengan mengambil Kompasiana sebagai bahan untuk skripsi saya, hingga saya dinyatakan lulus dengan titel S. Sos.  Melihat kecintaan saya terhadap menulis, oleh dosen pembimbing saya, saya disarankan untuk menjadi wartawan. Ternyata dosen saya benar hingga akhirnya saya menjadi wartawan di media lokal di kota saya. Saya sangat menikmati pekerjaan itu. Menurut saya, itulah hobi yang dibayar, yang terus memotivasi saya. Namun, malang tak dapat dihindari, saya mengalami kecelakaan hingga menyebabkan cedera pada paha kanan saya yang menyebabkan saya tak bisa berjalan, sementara ini.

Setelah sekira dua tahun, akhirnya saya berhasil bangkit dengan semangat yang tersisa untuk tetap menulis, salah satunya pada blog pribadi saya www.audazaschkya.com. Terus menerus menulis, sehingga seorang kawan menawarkan untuk ikut menulis bersamanya dengan Komunitas Sahabat Blogger (KSB) untuk menjadi Content Creator di www.serempak.id. Tentu ini tawaran menarik, mengingat saya harus tetap menjalankan kebiasaan menulis saya agar tetap terasah, sekaligus tetap berpenghasilan, karena saya tidak bisa bekerja di luar saat ini. Akhirnya saya bergabung bersama kedelapan teman-teman dari KSB.

Untuk menjadi content creator di serempak tersebut, kami diwajibkan memberikan sebanyak lima tulisan pada bulan pertama, kemudian lima tulisan untuk di bulan kedua. Syukur sekali, setelah menunggu antrian, walaupun belum semua, akhirnya tulisan saya sudah tayang di web serempak. Wah, ini merupakan pencapaian yang patut saya syukuri. Saya sangat senang jika tulisan saya dapat menambah pengetahuan dan referensi para pembaca. 

Selain itu, tentu saja, jangankan saya, Mama saya juga bangga terhadap pencapaian saya. Beliau sangat bersyukur, di tengah keterbatasan saya sementara ini, saya masih dapat berpenghasilan. Uang yang saya dapatkan, selain saya gunakan untuk kebutuhan harian saya sebagai seorang perempuan, juga saya pakai untuk ongkos berobat.
Saya berharap, walaupun ruang gerak saya masih terbatas, pun saya tinggal di Kota Medan, semoga ke depan, saya dapat berkembang seterusnya dalam dunia blogging ini, terutama bersama Komunitas Sahabat Blogger (KSB) ini, juga tentunya dengan serempak. Selain itu, saya ingin tetap menulis, demi melanjutkan cita- cita saya menjadi penulis profesional.

Salam,
Auda Zaschkya

10 komentar:

Mpo ratne mengatakan...

Semangat terus mba ,cobaan pasti ada solusinya.

Terus berobat dan memohon pertolongan nya agar mba bisa semangat menjalani kehidupan dan di sembuhkan penyakitnya

mellisa lisa mengatakan...

Semangat terus kak kejar impiannya dan sukses selalu ya!semoga impiannya bisa terwujud.

mellisa lisa mengatakan...

Semangat terus kak kejar impiannya dan sukses selalu ya!semoga impiannya bisa terwujud.

Rani Sandra mengatakan...

Semangat terus kak , setiap hidup pasti ada aja cobaannya yg penting kita terus berusaha .. semoga sukses ��

Icha Amalia mengatakan...

well, jurusan kuliahku juga nggak nyambung sama kerjaanku sekarang wkwk. tapi aku enjoy sih jadi tetep dilanjutin aja :D

Dinna Mardiah mengatakan...

Aku jg kerja ga sesuai jurusan kuliah kok dan have fun aja sampe skrg. Semangat untk kita semua ka :)

Samara Lasena mengatakan...

Alhamdulillah aku bacanya juga ikutan senang kak. Semoga sukses selalu dan senantiasa produktif berkarya yah kak, semangat!!!💜💜💜

Ani Anay mengatakan...

Semangaaat sayang... aamiin aamiin semoga semua impianmu tercapai yaa!

Uswatun Katasmir mengatakan...

Keren mbak, semangatnya luar biasa

eccy_ marrafa mengatakan...

Wah keren yaaa kamu, aku ga berbakat menulis, posting satu artikel aja mikir banget dan lama

[Review] Maybelline Super Stay. Foundation Matte Drugstore Beri Tampilan Mahal

Hola, girls. Como estas? Alas bedak (foundation) bagi kita yang begitu menjaga penampilan di depan khalayak atau yang tertarik di du...