Langsung ke konten utama

Perupa Muda Karo Adakan Gerakan Save Your Local Artist

#Kurangnya Perhatian Pemkab & Masyarakat
Perupa Muda Karo Adakan Gerakan Save Your Local Artist
 dok. salomo fedricho purba

Berangkat dari kegelisahan para pekarya dan seniman lokal karena kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tanah Karo, maupun masyarakat sekitar untuk tetap berkaya guna mempertahankan eksistensi kebudayaan Karo melalui karya seni khususnya seni rupa, Gerakan Save Your Local Artist digelar Senin (7/12) mulai dini hari di sekitaran jalan Berastagi.

Dikatakannya Humas gerakan ini Salomo Fedricho Purba, bersama timnya yang terdiri dari Deepi Tarigan, Bayu Bazrah, Lukman Syahputra, Lili Ardi, Dimastio, dan lain-lain, memajang beberapa karya seni rupa/seni lukis di pinggir jalan.

“Dalam mempertahankan seni karo, tim kami dapat dikatakan sudah susah payah. Namun karena masih banyak yang mengabaikan, maka gerakan ini pun kami lakukan demi menggugah perhatian mereka yang abai,” katanya di Taman Budaya Sumatera Utara Medan Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (7/12) siang.

Para pekarya tersebut yang notabenenya masih muda  ujarnya, ingin mempertahankan kebudayaan lokal di umur mereka yang semuda itu agar tak semakin tergerus dengan perubaan zaman dimana anak muda Karo sendiri sudah banyak yang demam musik, konon lagi karya seni negara luar.

Prosesnya sendiri diceritakannya, dimulai dari pengerjaan masing-masing pekarya. Selain itu, mereka juga membuat poster dan karya lainnya lalu turun ke jalan dan menempel serta melukiskan langsung di lokasi. Poster bertulisakan lukisan "Save Your Local Artist" & Mar Pal Terus Berkarya, Ula Arapken Negara" yang artinya Selamatkan Seniman Lokal  & Mari Terus Berkarya, Jangan Berharap kepada Negara.

Ternyata, yang dilakukan mereka mendapat tanggapan positif dari para pengguna jalan seperti yang diungkapkan Maria. Maria mengatakan, masyarakat kurang mengapresiasi seni karena masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Selain itu, musibah gunung Sinabung masih menjadi perhatian masyarakat luas.

Namun kata Salomo, hal itu bukan menjadi alasan mutlak bagi pengabaian lokalitas kebudayaan. Terbesit harapan dari kegiatan ini katanya, yang dapat diartikan sebagai aksi protes/ kritikan kepada pemerintahan Kabupaten Karo, agar melihat atau mengapresiasi karya seni lokal khususnya seni rupa di Tanah Karo.

“Kami berharap, pemerintah sendiri mampu mengapresiasi seniman lokal. Ini juga karena tidak ada pemerhati seni yang betul-betul mengerti tentang kesenian lokal,” katanya.

Selain itu, ditambahkan Deepi Tarigan, timnya juga berharap adanya sinergi antara pemerintah dan seniman lokal dalam pengelanan karya seni tersebut kepada publik. Dari situ katanya, dapat berdampak kepada kesadaran dan pengakuan masyarakat Karo akan identitas suku dan kesnian lokalnya.

Menurutnya, dengan  mengetahui indentitas kesenian lokal juga merupakan salah satu contoh pelestarian budaya. Apalagi, karya seni ini juga dapat dijual dengan harga yang relatif mahal di pasar-pasar wilayah Berastagi. Belum lagi kalau ada bule yang singgah, pasti membeli hasil karya seni ini. Ini karena menurutnya, banyak bule yang menyukai karya seni Indonesia.

“Karya seni asli ini sejatinya dapat mendongkrak pariwisata di Berastagi. Jadi saya rasa, ini harus ditonjolkan,” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Produk] Wardah Hydrating Aloe Vera Gel: Panas dan Perih di Wajah?

[Review] Make Over Intense Matte Lip Cream, se-Matte Apa sih?

Make Over Intense Matte Lip Cream ini, tentu saja bukan produk baru dari sister brand-nya Wardah dan Emina yang notabenenya produk lokal asli Indonesia. Saya juga baru tahu. Tapi ya inilah saya. Karena baru tahu, langsung pengen tahu dan senang sekali dengan produk lokal. Apalagi setelah nengok banyak review dari beauty influencer yang bilang betapa bagusnya produk ini. And finally, saya putuskan untuk meminta lip cream ini kepada salah satu teman laki-laki (Thanks bro!). Dia kasih yang nomor 08 Liberty. Karena masih penasaran sama warna lainnya which is warna kesukaan saya adalah warna ungu, saya beli sendiri juga yang nomor 20 Style. And now, it’s time to review ^_^
Kemasan
Dilihat dari luar, lip cream ini dikemas di dalam kotak berwarna hitam yang cukup mewah buat penyuka warna hitam seperti saya. Tentu saja, seperti lip cream kebanyakan, pada kotaknya bertuliskan nama produk. komposisi, tanggal kadaluarsa, dll. Tepat di salah satu sisi produknya, tak tertutup kotak lias terbuka. Men…

[Review] Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen, Wearable untuk Pemula

Minggu lalu, saya mendapatkan hadiah yang sangat menarik dari Try and Review (Thank you so much #TryandReviewID) yaitu sebuah Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen. Saya memang sudah penasaran sekali dengan eyeliner berbentuk pulpen/spidol ini, apalagi merk Mizzu yang banyak disukai para beauty vlogger. Setelah setiap hari dipakai, dan ya... sekarang waktunya untuk di-review.
Packaging:
Kotaknya ini, Mizzu sekali, di mana didominasi warna putih yang ada garis-garis hitam seperti zebra. Di bagian atas kotak berwarna hitam yang bertuliskan MIZZU yang diikuti nama produk (dalam hal ini Mizzu Perfect Wear Eyeliner Pen) dengan warna putih. Sedikit warna merah jambu (pink) di bagian bawah kotak sebagai petunjuk ukuran eyeliner pen ini yang seberat 2 mg, menjadikan kotaknya terlihat lebih manis meskipun minimalis. 
Di sampingnya (di bagian putih), terdapat kode produksi, tanggal kadaluarsa, perusahaan yang memproduksinya, dan isi kandungan si eyeliner pen ini. Menurut saya, ini sudah sangat baik kare…